Anda di halaman 1dari 16

UJI NETRALISASI

UJI NETRALISASI
Uji netralisasi adalah pengujian serologi terhadap virus
dengue yang paling spesifik dan sensitive. Protocol yang
paling sering digunakan dalam laboratorium adalah uji
penetralan reduksi plaque cairan serum. Pada umumnya
titer penetralan antibody meningkat pada saat yang sama
atau sedikit lebih lambat dai pada titer antibidi HI dan
ELISA tetapi jauh lebih cepat daripada titer antibody CF
dan betahan minimal selama 48 tahun.
NT dapat digunakan untuk pembelajaran
seroepidmiologi karena penetralan antibody
besifat tahan lama. Pengujian ini tidak
digunakan secara rutin oleh sebagian besar
laboratorium Karena dibutuhkan biaya yang
mahal, waktu yang lama, dan teknik yang sulit .
Tes netralisasi ini berguna untuk :
Menentukan titer zat anti netralisasi
Menentukan tipe virus yang berhasil diisolasi

Contoh pemeriksaan virus polio :


Titrasi virus pada biakan jaringan
Identifikasi virus yang diisolasi dalam biakan jaringan
dengan tes netralisasi
Cara titrasi virus pada biakan jaringan

Prinsip : virus bila ditanam pada biakan jaringan akan


menimbulkan CPE (cytopathogenic effect). Dicari
pengenceran virus tertinggi yang menyebabkan CPE 50
% atau setengahnya dari biakan jaringan yang ditanami
virus yang disebut 1 TCD50 (tissue culture dose)

Bahan :
Biakan jaringan ginjal kera
Larutan Hanks
Suspensi virus
Alat :
Mat pipet
Rak tabung
Mikroskop

Cara kerja :
Sediakan tabung-tabung biakan jaringan
Periksa pertumbuhan selnya dengan mikroskop
Cuci jaringan dengan Hanks
Isi tiap tabung dengan 1-2 ml mediumnya (misalnya earles
medium)
Buat cairan dari suspensi-suspensi virus sebagai berikut :
10-1 10-2 10-3 10-4 dst dengan buffer fhosfat-Nacl 0,85 %
PH 7,2 atau larutan Hanks
Tanam tiap-tiap tabung cairan dengan 4 tabung
dengan 0,1 ml
Eramkan pada suhu 37oC selama 7-14 hari
Sediakan 4 buah tabung kontrol yang tidak ditanami
virus,dan dieramkan juga bersama-sama
Setelah dieramkan periksa ada tidaknya CPE
Hitung berapa 1 TCD50
Pembacaan :
Pembacaan tes netralisasi ini dilihat ada tidaknya CPE,
yaitu sel yang mula-mula berbentuk kumparan,
kemudian berubah menjadi bulat berkelompok. Inti
menjadi besar, struktur inti menjadi kasar dan sebagian
inti kelihatan lebih gelap.

Cari nilai 1 TCD50 yaitu pengenceran virus tertinggi yag


masih menyebabkan CPE 50 % pada tabung yang
ditanami virus. Maka untuk mencari nilai 1 TCD50 nya
dihitung dengan cara Red dan Muench
Perhitungan Red dan Muench :

Hasil pemeriksaan :
10-1 10-2 10-3 10-4 10-5 10-6 10-7
++++ ++++ ++++ ++++ +++- +--- ----
Pengenceran CPE (+) CPE (-) Jumlah CPE Jumlah CPE Persen (%)
(+) (-)

10-1 4 0 20 0 100 %

10-2 4 0 16 0 100 %

10-3 4 0 12 0 100 %

10-4 4 0 8 0 100 %

10-5 3 1 4 1 80 %

10-6 1 3 1 4 20 %

10-7 0 4 0 8 0%
Lanjutan
1 TCD50 = 10-5 + 10-80-20
= 10-5 + 10-0,5
= 10-5,5
Cara identifikasi virus yang baru diisolasi dalam biakan
jaringan dengan tes netralisasi
Prinsip : Mencampur antigen dan anti serum dengan
kekuatan tertentu dalam volume daya anti serum untuk
menetralisasi daya infeksi virusnya.
Bahan :
1. Biakan jaringan ginjal kera
2. Larutan Hanks
3. Anti serum spesifik
Alat :
1. Mat pipet
2. Rak tabung
3. Mikroskop
Cara kerja :
1. Sediakan tabung-tabung biakan jaringan
2. Cuci dengan larutan hanks, dan berikan mediumnya
3. Serum spesifik diinaktifasi pada suhu 56oC selama 30
menit
4. Buat pengenceran serum dengan larutan Hanks (10-1,
10-2, dst)
5. Encerkan virus yang baru diisolasi hingga
mengandung 100 TCD50 dengan larutan Hanks
6. Campur sama banyak serum dengan antigen
7. Encerkan campuran virus dan serum pada suhu 4oC
selama 1 malam seatau pada suhu kamar selama 1 jam
8. Tanam tiap campuran virus serum ke dalam 4 buah
tabung biakan jaringan masing-masing 0,2 ml
9. Eram serum tabung pada suhu 37oC selama 1-2
minggu
10. Periksa terjadinya CPE
Pengamatan :
Bila CPE oleh virus yang baru diisolasi tidak dapat
dicegah oleh serum yang digunakan, maka virusnya
harus di tes lagi terhadap serum yang lainnya.
Bila CPE yang ditimbulkan oleh virus yang baru
diisolasi dapat dicegah oleh serum spesifik (anti
serum polio) maka virus tersebut adalah virus polio.