Anda di halaman 1dari 16

FILSAFAT ILMU DAN LOGIKA

PENGERTIAN LOGIKA ILMIAH

OLEH
VIVIN PUSPASARI 180332010

S2 kebidanan fakultas
kedokteran unand
2018/2019
PENGERTIAN
 Menurut Aritoteles, Logika adalah ajaran tentang
berpikir yang secara alamiah membicarakan bentuk
pikiran itu sendiri dan hukum-hukum yang
menguasai pikiran
 Logika adalah persiapan yang mendahului ilmu-ilmu
atau dengan kata lain alat untuk mempraktikkan
ilmu pengetahuan
KEGUNAAN LOGIKA
 Membantu setiap orang yang mempelajari logika untuk perpikir
secara rasional, kritis, lurus, tetap, tertip, metodis, dan koheren
 Meningkatkan kemampuan berpikir secara abstrak, ermat, dan
objektif
 Menambah kecerdasan dan meningkatkan kemampuan berpikir
secara tajam dan mandiri
 Memaksa dan mendorong orang untukberpikir sendiri dengan
menggunakan asas-asas sistematis
 Meningkatkan cinta akan kebenaran dan menghindari kesalahan-
kesalahan berpikir, kekeliruan serta kesesatan
 Mampu melakukan analisis terhadap suatu kejadian
 Terhindar dari klenik, gugon-tunon (bahasa jawa)
 Apabila sudah mampu berpikir rasional, kritis, lurus, metodis
dan analitis sebagaimana tersebut pada butir pertama maka
akan meningkatkan citra diri seseorang
PEMBAGIAN LOGIKA
1. Logika makna luas dan logika makna sempit
2. Logika deduktif dan logika induktif
3. Logika formal dan material
4. Logik murni dan terapan
5. Logika falsafati dan matematik
LOGIKA MAKNA
LUAS DAN SEMPIT
 Dalam arti sempit istilah tersebut dipakai
sama seperti deduktif atau logika formal
 Dalam arti luas, mencakup kesimpulan-
kesimpulan dari berbagai bukti dan tentang
bagaimana sistem penjelasan disusun dalam
ilmu alam serta meliputi pula pembahasan
mengenai logika itu sendiri
LOGIKA DEDUKTIF DAN INDUKTIF
LOGIKA DEDUKTIF
Menarik kesimpulan yang dimulai dari pernyataan umum menuju
pernyataan khusus dengan menggunakan penalaran.
Premis Mayor : Setiap mamalia punya sebuah jantung
Premis Minor : Semua kuda adalah mamalia
Kesimpulan : Setiap kuda punya sebuah jantung

LOGIKA INDUKTIF
Menarik kesimpulan yang dimulai dari pernyataan/fakta khusus menuju
kesimpulan yang bersifat umum
Kuda Sumba punya sebuah jantung
Kuda Australia punya sebuah jantung
Kuda Amerika punya sebuah jantung
Kuda Inggris punya sebuah jantung
Kesimpulan : Setiap kuda punya sebuah jantung
LOGIKA FORMAL DAN MATERIAL
Logika formal
Mempelajari asas aturan atau hukum-hukum
berfikir yang harus ditaati agar orang berfikir
dengan benar mencapai kebenaran

LogikaMaterial
Mempelajari sumber-sumber dan asalnya
pengetahuan, proses terjadinya pengetahuan
dan akhirnya merumuskan metode ilmu
pengetahuan itu
LOGIKA MURNI DAN TERAPAN
Logika Murni
Suatu pengetahuan mengenai asas dan aturan logika
yang berlaku umum pada semua segi dan bagian dari
pernyataan-pernyataan dengan tanpa mempersoalkan
arti khusus dalam suatu cabang ilmu dari istilah yang
dipakai dalam pernyataan yang dimaksud

Logika Terapan
Pengetahuan logika yang diterapkan dalam setiap
cabang ilmu bidang-bidang filsafat dan juga
pembicaraan yang menggunakan bahasa sehari-hari
LOGIKA FALSAFATI DAN MATEMATIK
Logika Falsafati
Dapat digolongkan sebagai suatu ragam atau
bagian logika yang masih berhubungan sangat
erat dengan pembahasan dalam bidang filsafat,
seperti logika kewajiban dengan etika atau
logika arti dengan metafisika

LogikaMatematik
Suatu bentuk lambang khusus dan cermat
untuk menghindari makna ganda atau
kekaburan yang terdapat dalam bahasa biasa
MACAM-MACAM LOGIKA
1. Logika Kodratiah
◦ Manusia adalah mahluk yang berakal budi,
dengan akal budi manusia melakukan kegiatan
berpikir dalam rangka mencari kebenaran.
Dalam hal ini, akal budi bekerja secara spontan
◦ mengandalkan logika ini saja tidak cukup,
cenderung dipengaruhi oleh perasaan
subjektif, mudah membuat kesesatan/kesalahan
◦ Selain itu, perkembangan pengetahuan manusia
sangat terbatas. Namun, manusia mahluk yang
ingin tahu, kata Aristoteles
2. Logika Ilmiah
Suatu metode yang memberikan
kemampuan kita melaksanakan kerja berpikir
dengan semestinya (betul, lurus, sahih)
Logika ilmiah memperhalus, mempertajam
pikiran serta akal budi. Logika ilmiah menjadi
ilmu khusus yang merumuskan azas-azas yang
harus ditepati dalam setiap pemikiran. Logika
ilmiah dimaksudkan untuk menghindarkan
kesesatan atau paling tidak dikurangi.
(Kusbandrijo, 2016)
 Logika ilmiah dapat dikatakan rasional atau
masuk akal karena dalam logika ilmiah telah
adanya akal sehat yang mendasari penelitian
ilmiah dengan berbagai alasan yang berasal
dari pemikiran manusia itu sendiri

 Logika ilmiah untuk mengetahui dan


kecakapan yang mengacu pada kesanggupan
akal budi untuk mewujudkan pengetahuan ke
dalam tindakan
CIRI-CIRI ATAU SIFAT LOGIKA ILMIAH
1. Rasional
2. Terbukti
3. Objektif
4. Verifikatif
5. Universal
SYARAT- SYARAT LOGIKA ILMIAH
a. Pemikiran harus berpangkal dari kenyataan
atau titik pangkalnya harus benar
b. Alasan-alasan yag diajukan haruslah tepat
dan kuat
c. Jalan pikiran harus logis dan lurus/sah
DAFTAR PERTANYAAN
 Apakah mitos/ kepercayaan-kepercayaan
yang berhubungan dengan sesuatu yang
mistis termasuk logika seseorang? Jika iya,
maka salah satu point kegunaan dari logika
“terhindar dari klenik, gugon-tunon” tidak
tercapai? Mengapa demikian?
DAFTAR PUSTAKA
 Maran, Rafael raga. 2007. Pengantar Logika.
Jakarta: Grasindo
 Kusbandrijo, Bambang. 2016. Dasar-dasar
Logika Ed.1. Jakarta: Kencana