Anda di halaman 1dari 4

BIOLOGI MASA

DEPAN(KESEHATAN)
KELOMPOK 6
Menurut pandangan kelompok kami, obat modern lebih efisien dibandingkan dengan
obat tradisional. Hal ini dapat dilihat dari reaksi kerja obat yang lebih cepat, tingkat
kadaluarsa obat dalam jangka waktu yang lama, serta obat modern dapat mengobati
berbagai macam penyakit dari penyakit sederhana sampai penyakit khusus. Bukan
hanya itu, obat modern memerlukan resep dokter untuk mengonsumsinya karena
sudah teruji secara klinis. Hal ini sesuai dengan pendapat Maryani (2016),
masyarakat mengonsumsi obat medis atau obat modern mempunyai alasan karna
manfaat, sediaan, serta lainnya. Alasan lain tersebut adalah tidak tersedianya obat
tradisional untuk kasus penyakit tertentu sehingga mendapat resep dari dokter yang
sudah teruji secara klinis di laboratorium.
Menurut Ani (2018) menyatakan bahwa tumbuhan obat dapat menjadi alternatif pilihan
untuk mengobati berbagai penyakit, hal ini dikarenakan efek yang ditimbulkan dari
penggunaan obat tradisional (jamu/herbal) lebih kecil dibandingkan penggunaan obat kimia
buatan(modern). Sehingga, dapat disimpulkan bahwa masyarakat menganggap obat
tradisional lebih aman dibandingkan dengan obat modern. Tetapi, menurut Hemani (2011)
mengatakan bahwa obat tradisional relatif mudah didapatkan karena tidak memerlukan resep
dari dokter, hal ini mendorong terjadinya penyalahgunaan manfaat dari tanaman obat.
Beberapa produk obat herbal telah ditambahkan dengan senyawa kimia yang cukup
berbahaya bagi kesehatan, seperti penambahan antalgin yang dapat mengakibatkan
kerusakan organ pencernaan berupa penipisan dinding usus hingga menyebabkan
pendaharan. Hal ini juga didukung oleh pernyataan Widiarti (2016), bahwa salah satu
kelemahan obat tradisional belum dilakukan uji klinis di laboratorium.
Daftar Pustaka
Ani, Novi., Rohyani, Immy., dan Maulana. 2018. Pengetahuan Masyarakat tentang Jenis
Tumbuhan Obat di Kawasan Taman Wisata Alam Madapangga Sumbawa. Jurnal J Pilar
Mipa. Vol 13 (2) : 160-166
Hermani. 2011. Pengemabangan Biofarmaka sebagai Obat Herbal untuk Kesehatan. Buletin
Teknologi Pascapanen Pertanian. Vol 7 (1) : 1-10
Maryani, Herti., Kristiana, Lusi., dan Lestari, Weny. 2016. Faktor dalam Pengambilan
Keputusan Pembelian Jamu Saintifik. Jurnal Buletin Penelitian Sistem Kesehatan. Vol 19
(3) : 200-20
Widiarti, Astri., Bachri, Achmad., dan Husaini. 2016. Analisis Pengaruh Faktor Perilaku
terhadap Pemanfaatan Kearifan Lokal sebagai Obat Tradisional oleh Masyarakat di Kota
Palangka Raya. Jurnal Berkala Ksesehatan. Vol 2 (1) : 30-40