Anda di halaman 1dari 9

OM SWASTYASTU

TELAAH JURNAL
NAMA KELOMPOK
ADE RANDY INDRA JAYA (16C11801)
AYU DARMAYANTI (16C11815)
I GEDE INDRA PRATAMA (16C11831)
NI LUH PUTU LESTARI DEWI (16C11834)
DESAK PUTU MAS SHINTA PEBIYANTI (16C11836)
IDA AYU NINGRAT SRI LESTARI (16C11841)
NI KOMANG SUGIRI ASRI (16C11863)
NENGAH SUKA ARIADI (16C11865)
NI KETUT VINA VIRGIANA R.N.S (16C11872)
JUDUL
JURNAL 1 Pengaruh Madu Terhadap Proses
Penyembuhan Luka Gangren Pada Pasien
Diabetes Mellitus
JURNAL 2 Efektifitas Perawata Luka Diabetik Metode
Modern Dressing Menggunakan Madu
Terhadap Proses Penyembuhan Luka.
JURNAL 3 Pengaruh Perawatan Luka Menggunakan Madu
Terhadap Kolonisasi Bakteri Staphylococcus
Aureus pada Luka Diabetik Pasien Diabetes
Mellitus di Wilayah Kerja Puskesmas
Rambipuji Kabupaten Jember.
TUJUAN
JURNAL 1 JURNAL 2 JURNAL 3
Untuk mengetahui Menganalisis Mengetahui
pengaruh madu efektifitas pengaruh perawatan
terhadap proses perawatan luka luka menggunakan
penyembuhan luka diabetic dengan madu terhadap
diabetes mellitus. metode modern kolonisasi bakteri
dressing Staphylococcus
menggunakan madu aureus pada luka
terhadap proses diabetic.
penyembuhan luka
di RSUD. Prof. Dr.
Soekandar Mojosari.
HASIL
JURNAL 1 JURNAL 2 JURNAL 3
Dari hasil penelitian Pasien diabetic yang Hasil penelitian
terhadap 4 kasus yang mengalami luka setelah menunjukkan bahwa rata-
pengukurannya dilakukan dilakukan perawatan rata kolonisasi
sebelum dilakukan luka metode modern Staphylococcus aureus
perawatan sebagai dressing menggunakan setelah ndilakukan
control dari kondisi luka madu didapatkan perawatan luka adalah
yang relative tidak sama, seluruh pasien luka 178,71 cfu/ml.
terutama terhadap luka mengalami penurunan
pada kasus 4 dengan grade luka dengan hasil
kondisi luka yang cukup sebagian besar
luas dan banyak jaringan responden masuk
klasifikasi luka grade II.
LANJUTAN…
JURNAL 1 JURNAL 2 JURNAL 3
nekrosis maka hasil akhir Dengan penurunan Kolonisasi pada posttest
hanya terjadi perubahan grade luka setelah menunjukkan adanya
yang sedikit dari skor 25 dilakukan perawatan penurunan rata-rata
menjadi 18 sementara luka metode modern jumlah kolonisasi
terhadap kasus 1-3 dressing menggunakan Staphylococcus aureus
kondisi luka relative madu dapat setelah dilakukan
ringan sehingga pada mempercepat proses perawatan luka
akhir perawatan terjadi penyembuhan luka. menggunakan madu.
perubahan dan
perbaikan luka yang
cukup signifikan dengan
rata-rata skor 19
menjadi 8.
KESIMPULAN
JURNAL 1 JURNAL 2 JURNAL 3
Madu memiliki manfaat Perawatan luka diabetik Hasil rata-rata jumlah
untuk membantu metode modern kolonisasi bakteri
proses penyembuhan dressing menggunakan Staphylococcus aureus
luka gangrene pasien madu berpengaruh sebelum dilakukan
diabetes mellitus, hasil terhadap proses perawatan luka
uji data menggunakan penyembuhan luka. menggunakan madu
paired t test adalah 306 cfu/mldan
mendapatkan hasil t hasil rata-rata jumlah
hitung 5.000 dan p value kolonisasi bakteri
0.015 Staphylococcus aureus
setelah dilakukan
perawatan luka
menggunakan madu
adalah 178,71 cfu/ml.
LANJUTAN…
JURNAL 1 JURNAL 2 JURNAL 3

karena hasil t hitung Perawat bisa Terdapat pengaruh perawatan


5.000 diatas harga atau menggunakan sarana luka menggunakan madu
> table t:2.35 dan p < madu sebagai alternatif terhadap kolonisasi bakteri
dari 0.05, maka lain dalam perawatan luka Staphylococcus aureus pada
disimpulkan ada manfaat karena madu sebagai luka diabetik pasien Diabetes
madu untuk agen perawatan luka Mellitus di wilayah kerja
mempercepat proses memiliki efektifitas yang Puskesmas Rambipuji
penyembuhan luka baik dalam proses Kabupaten Jember dengan
gangrene. penyembuhan luka. nilai p = 0,000 (p<0,05) dan
rata-rata penurunan jumlah
kolonisasi bakteri
Staphylococcus aureus
sebesar 127,286 cfu/ml.
ANY QUESTION ?