Anda di halaman 1dari 46

Membaca Sertifikat Kalibrasi

& Pengecekan Antara


Peralatan
Depok, 24 – 25 April 2019
By
Rumah Mutu Indonesia
Sertifikat Lab Kalibrasi

Uji

• Uji yang sudah sertifikasi KAN

Nilai CMC

• Calibration and Measurement Capability (tidak boleh lebih besar dari


toleransi laboratorium

Audit

• Re-audit tiap 5 tahun sekali (setiap terbit sertifikat lab kalibrasi baru)
Alat terlihat
Actual Problem berfungsi, namun
tidak stabil Verifikasi / cek antara
tidak dilakukan

Usia pemakaian alat


ukur di atas 2 tahun

Hasil pengukuran
tidak benar

Hasil pengukuran
diragukan karena ada
degradasi kinerja alat Terjadi degradasi
kinerja pada alat

Hidden Problem Rentang kebenaran dan kondisi


alat diragukan
Bagaimana kita meyakini kebenaran
pada suatu hasil pengukuran?
 Pola pikir yang salah dari sebuah alat
 Sebuah alat baru, tidak perlu dikalibrasi
 Sebuah alat tidak memiliki penyimpangan
 Alat yang harganya mahal, pasti bagus
 Alat baru yang terkenal dan branded pasti kuat dan tahan lama
 Jika Kalibrasi adalah perbaikan alat ukur
 Menganggap alat telah benar dan tidak memiliki penyimpangan
 Alat yang telah dikalibrasi sudah bisa dipercaya
 Mengabaikan hasil kalibrasi dan tidak memeriksa sertifikat kalibrasinya
 Sertifikat hanya disimpan
 Tidak melakukan apapun pada alat yang memiliki penyimpangan
Kalibrasi

Kegiatan yang menghubungkan nilai yang ditunjukkan oleh instrumen


ukur atau nilai yang diwakili oleh bahan ukur dengan nilai-nilai yang
sudah diketahui tingkat kebenarannya (yang berkaitan dengan
besaran yang diukur)

Ref : ISO/IEC Guide 17025:2005 & Vocabulary of International


Metrology
Sejarah Kalibrasi

“Barangsiapa lalai atau lupa mengalibrasi standar satuan


panjang setiap bulan purnama diancam dengan
hukuman mati.”

Mesir, 3000 SM
Ramses II
Satuan yang berlaku yaitu CUBIT (panjang dari siku hingga ujung jari tengah
Firaun yang berkuasa ditambah lebar tangannya, kemudian ditatah pada
granit hitam)
Tujuan dan Manfaat Kalibrasi

 Tujuan
 Memastikan bahwa penunjukkan alat tersebut sesuai dengan hasil pengukuran
lain (standar) yang dapat ditelusuri nilai benarnya
 Mengetahui keandalan alat, bahwa alat tersebut dapat dipercayai.
 Manfaat
 Menjaga kondisi alat ukur dan bahan ukur agar tetap sesuai dengan
spesifikasinya
 Mengetahui besarnya penyimpangan alat ukue atau bahan ukur
 Mencegah kecelakaan
 Mengetahui degradasi kinerja alat ukur
 Mengetahui perubahan akurasi dan presisinya
Rantai Ketertelusuran

Definisi Satuan

Lembaga Metrologi Nasional atau Standar Primer Nasional (KIM Standar Primer Negara Lain
Lab yang ditunjuk LIPI)

Lab Kalibrasi khususnya yang Standar Acuan


terakreditasi (Secondary Standard)
Lab Kalibrasi Industri Standar Industri
(Working Standard)
User Alat Ukur
Kalibrasi - Perbaikan

 Kalibrasi tidak memperbaiki peralatan


 Kalibrasi hanya meliputi adjustment / penyetelan
Apa yang diperoleh dari Kalibrasi?

 Gambaran terakhir kondisi alat ukur  berupa sertifikat


 Jika ketidakpastian > toleransi, alat tidak dapat digunakan untuk metode
tersebut
 Jika koreksi + ketidakpastian < Toleransi, koreksi alat dapat diabaikan
 Jika koreksi + ketidakpastian > Toleransi, alat dapat digunakan, tetapi hasil
pengukuran harus ditambahkan dengan nilai koreksi.
 Label / stiker kalibrasi
 Koreksi
 Ketidakpastian
Pembacaan Sertifikat Kalibrasi

𝐵𝑎𝑐𝑎 𝑆𝑒𝑏𝑒𝑛𝑎𝑟𝑛𝑦𝑎 = 𝐵𝑎𝑐𝑎 𝐴𝑙𝑎𝑡 + 𝐾𝑜𝑟𝑒𝑘𝑠𝑖


𝐾𝑜𝑟𝑒𝑘𝑠𝑖 ≠ 𝐾𝑒𝑠𝑎𝑙𝑎ℎ𝑎𝑛 (𝐸𝑟𝑟𝑜𝑟)
𝐾𝑜𝑟𝑒𝑘𝑠𝑖 = 𝑃𝑒𝑚𝑏𝑎𝑐𝑎𝑎𝑛 𝑆𝑡𝑎𝑛𝑑𝑎𝑟 − 𝐼𝑛𝑑𝑖𝑘𝑎𝑡𝑜𝑟
𝐸𝑟𝑟𝑜𝑟 = 𝑃𝑒𝑚𝑏𝑎𝑐𝑎𝑎𝑛 𝐼𝑛𝑑𝑖𝑘𝑎𝑡𝑜𝑟 − 𝑆𝑡𝑎𝑛𝑑𝑎𝑟

𝑈𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑚𝑒𝑛𝑦𝑎𝑡𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑘𝑒𝑙𝑎𝑦𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑎𝑙𝑎𝑡 ∶

𝐾𝑜𝑟𝑒𝑘𝑠𝑖 + 𝐾𝑒𝑡𝑖𝑑𝑎𝑘𝑝𝑎𝑠𝑡𝑖𝑎𝑛 ≤ 𝑇𝑜𝑙𝑒𝑟𝑎𝑛𝑠𝑖


𝐿𝑂𝑃 = 𝐶𝑜𝑟𝑟𝑚𝑎𝑥 + 𝑈𝑚𝑎𝑥

No. Batas LOP Status Timbangan Analitik


1 LOP < 2 Resolusi Kinerja Bagus
2 2 Resolusi < LOP < 3 Resolusi Kinerja Cukup Bagus
3 3 Resolusi < LOP < 5 Resolusi Kinerja Diterima tetapi perbaikan
dibutuhkan segera
4 7 Resolusi < LOP < 7 Resolusi Kinerja Buruk dan perbaikan
dibutuhkan
5 7 Resolusi < LOP < 10 Resolusi Kinerja Sangat Buruk
Perhitungan = ABS(massa nominal – massa pembacaan) + ketidakpastian
= ABS(200 – 200,00047) + 0,0003
= 0,00077
Toleransi

Batas deviasi maksimum dari alat ukur yang sudah ditetapkan pada saat
proses pembuatan dari pabrik.
Penetapan toleransi :
 Standar (JIS, AS, dll)
 Produk (misal, ½ Resolusi alat atau tercantum di manual book)
 Metode (IK, SOP, Protap, Manual Book, dll)
Contoh Toleransi dari Standar
Contoh Toleransi dari Produk
Contoh Toleransi dari Metode
Interval Kalibrasi

Rekalibrasi
Verifikasi /
Kalibrasi Awal (per 1000 jam)
Cek Antara
SR-05

Juli
Januari 2019 Januari
2019 2020

Rekalibrasi
Nilai stabilitas alat
bermasalah
Verifikasi / Pengecekan Antara

 Verifikasi sebagai langkah pencegahan.


 Metode dan teknik pengukuran sebaiknya mengacu pada referensi
standar yang diakui oleh badan akreditasi setempat
 Pastikan operator / analis mengetahui kondisi terakhir dari penyimpangan
alat ukur tersebut
Jaminan Mutu Hasil Kalibrasi

 Verifikasi / Pengecekan Antara (Jika pengerjaan verifikasi sesuai standar


acuan)
 Uji Banding (Jika pengerjaan verifikasi merupakan metode inhouse
perusahaan)
Verifikasi Alat Dimensi (Caliper)

Menggunakan Standard
Gauge Block (JIS B
7502)
Verifikasi Enclosure

 Sesuai AS 2853 Enclosure


 Acuan sudah jelas
 Perlu banyak probe termokopel s/d 12
 Prosedur lebih simpel
 Output berisi variasi temporal, variasi spasial, variasi total dan koreksi
 Inhouse Method
 Tidak ada acuan yang mengatur, diperlukan uji banding dengan lab lain
 Hanya perlu 1 probe termokopel
 Prosedur cukup rumit karena diperlukan control chart
 Output hanya Standar deviasi dan koreksi
Verifikasi Enclosure AS 2853

 Pasang probe termokopel, (titik sesuai perhitungan)


 Set Suhu
 Setelah suhu tercapai, amati hingga stabil dan catat sebagai 1 siklus
 Ambil data setelah 5 siklus
 Amati nilai maks dan min dari masing-masing titik
 Hitung Variasi suhu temporal, total, spasial dan koreksi
 Variasi temporal tinggi, termostat sudah tidak baik
 Variasi total > Toleransi, oven tidak dapat digunakan untuk metode tersebut
Verifikasi Enclosure Inhouse Method

 Tempatkan sensor probe termometer di titik tengah alat enclosure


 Set suhu, tunggu hingga stabil
 Lakukan pembacaan sebanyak 10 ulangan
 Interval masing-masing pembacaan 10 menit
 Terapkan pada control chart
Verifikasi Neraca

 Persiapkan anak timbangan standar


 Bersihkan neraca
 Set level dan identifikasi alat
 Lakukan Cal Internal
 Lakukan Cal Eksternal
 Lakukan 10 kali pembacaan tanpa tera
 Bandingkan dengan ketidakpastian kalibrasi terakhir
 CSIRO 2004  Stdev ≤1,78 x Ketidakpastian kalibrasi terakhir
Anak Timbang

Idealnya, Anak timbang yang digunakan


harus memiliki nilai MPE ≤ Resolusi Neraca

D Class
< 6,000 d M1
6,000 d < x < 30,000 d F2
30,000 d < x < 100,000 d F1
> 100,000 d E2
Mettler Toledo

𝐾𝑎𝑝𝑎𝑠𝑖𝑡𝑎𝑠 𝑀𝑎𝑘𝑠
𝐷=
𝑅𝑒𝑠𝑜𝑙𝑢𝑠𝑖
Kalibrasi Internal & Eksternal Neraca

 Langkah awal untuk ‘mengobati’ neraca yang ‘sakit’


 Dilakukan menggunakan batu timbang dengan kelas yang sesuai dan
memiliki nilai koreksi mendekati nilai sebenarnya
 Setiap akan kalibrasi tahunan, kalibrator yang baik akan melakukan
kalibrasi internal & eksternal
 Interval kalibrasi internal dan eksternal dapat dikontrol melalui control chart
Verifikasi Termohigrometer Inhouse
Method
 Set suhu oven / inkubator pada suhu ruang
 Letakkan lap basah ke dalam oven / inkubator
 Letakkan termohigrometer standar dan termohigrometer uji ke dalam
inkubator
 Lakukan 10 x pembacaan
 Terapkan pada control chart
Verifikasi Termometer (ice point)

 Hancurkan es, masukkan ke dalam termos es


 Dalam 15 menit, cek apakah ada es yang terapung
 Masukkan termometer standar dan termometer uji
 Baca tiap 10 menit sebanyak 10 x ulangan
 Selisih pembacaan antar termometer maksimal 0,5 °C
 Terapkan pada control chart
Verifikasi pH meter (ASTM E0070-2002)

 Lakukan kalibrasi internal


 Ukur pH pada buffer pH 4.01 sebanyak 10 x pembacaan
 Lakukan pada buffer pH 7,01 dan 10,01
 Hitung stdev, bandingkan dengan uncertainty, koreksi dan toleransi
Verifikasi Alat Gelas Volumetrik

Tidak perlu dilakukan


verifikasi

Kalibrasi awal
digunakan (SR-05)
Peta Kendali

 Piranti grafis yang digunakan untuk visualisasi data pada saat memonitor,
mengevaluasi dan meningkatkan proses pengujian/kalibrasi.
 Proses pengujian/kalibrasi dianggap berada dalam kendali statistik bila
hasil pengukuran berada di dalam batas kendali
 Pola peta kendali dapat digunakan untuk identifikasi kemungkinan
permasalahan dan tindakan perbaikan serta tindakan pencegahan
Informasi Pokok Peta Kendali

 Judul
 Data
 Sumbu x  identifikasi urutan pengamatan berdasarkan tanggal / waktu
 Sumbu y  rekaman nilai yang diamati
 Garis pusat  Nilai rata-rata yang direkam
 Batas-batas  identifikasi dari batas peringatan dan batas kendali atas
dan bawah sebagai acuan untuk penentuan kondisi terkendali
Penetapan Batas Kendali

 Batas Peringatan Atas (UWL) = 𝑋ത + 2𝑆𝐷


 Batas Peringatan Bawah (LWL) = 𝑋ത − 2𝑆𝐷
 Batas Tindakan Atas (UAL) = 𝑋ത + 3𝑆𝐷
 Batas Tindakan Bawah (LAL) = 𝑋ത − 3𝑆𝐷
Kriteria Peta Kendali

 Excellent : Area ± 1SD


 Good : Area ± 2SD
 Questionable : Area antara ± 2SD – ± 3SD
 Outlier : Area <-3SD & >3SD
Kriteria Data Outlier

 Data berada di luar batas Action Limit


 Data dalam area WL berturut-turut 2 data
 Data “lompat” melalui 4SD
 2 data dari 3 data berurutan melebihi garis WL
 Data berurutan 4 nilai dalam daerah 1SD yang sama
 6 data berurutan mengarah TREND
 10 data berada pada satu sisi di atas / di bawah garis average (X)
 8 data berurutan dalam area 2SD saja
 15 data berurutan berada dalam area Excellent
Manfaat Penggunaan Peta Kendali

 Mengetahui bila terjadi degradasi Presisi


 Mengetahui bila terjadi shift (pergeseran nilai rata-rata)
 Mengetahui bila terjadi drift (nilai rata-rata bertambah dengan kemiringan
tertentu
 Mengetahui bila terjadi peningkatan kinerja
Degradasi Presisi

 Penyebab
 Alat ukur mengalami kerusakan
 Teknisi / analis belum memenuhi kualifikasi
 Pengendalian lingkungan kerja tidak baik
 Tindak lanjut
 Perbaikan alat ukur
 Melakukan evaluasi program pelatihan
 Perbaikan alat pengendali kondisi lingkungan
Shift

 Penyebab
 Kerusakan standar acuan / perubahan karakteristik bahan acuan
 Kerusakan standar pemeriksa
 Software perhitungan yang baru belum divalidasi
 Kesalahan memasukkan data
 Peralatan pemantau kondisi lingkungan mengalami drift
 Belum update nilai kalibrasi standar / alat ukur
 Tindak Lanjut
 Perlu investigasi penyebab kerusakan dan melakukan tindakan preventif untuk
mencegah rusak kembali
Drift

 Penyebab
 Standar kerja / alat ukur / alat uji berubah nilai karena penggunaan
 Akumulai kotoran pada standar pemeriksa
 Standar / alat ukur tidak cukup stabil
 Tindak Lanjut
 Lakukan pemeliharaan rutin terhadap standar dan lakukan pengukuran ulang
 Bila standar kurang stabil , lakukan penggantian standar
Peningkatan Kinerja

 Penyebab
 Teknisi / analis telah mempunyai pengalaman yang cukup sehingga mampu
mengoptimalkan peralatan
 Pengendalian kondisi lingkungan telah diperbaiki atau digganti dengan
menggunakan peralatan yang lebih akurat
 Tindak lanjut
 Hitung ulang simpangan baku proses dan update peta kendali
 Untuk lab kalibrasi bisa mengajukan CMC yang lebih kecil
Yang harus dilakukan

 Membuat IK Pengecekan Antara untuk Alat-alat yang selama ini belum


dilakukan pengecekan antara
 Membuat evaluasi kalibrasi untuk alat-alat selain enclosure, timbangan
dan mikropipet
 Melakukan kontrol terhadap kalibrasi internal / eksternal neraca
 Melakukan kontrol terhadap degradasi presisi, pergeseran drift dan shift
dan juga peningkatan kinerja
 Pemilihan batu timbang berdasarkan jenis timbangan