Anda di halaman 1dari 11

1.

Fitria farmadi sousia (022712105)


2. Fajar sadik djabir (02271411109)
3. Mercy sinaulan (02271511106)
4. Aliska koraag (02271511168)
5. Aprianthi sasmita (02271611014)
6. Justika m.h sangaji (02271611097)
7. Rahmawati adjam (02271611097)
1. KEWAJARAN AKUTANSI DI BAGI MENJADI DUA
a. kewajaran sebagai netralitas dalam penyajian
usulan pertama di gunakan dalam akutansi di
utarakan oleh scott pada tahun 1941 ketika Ia di
cantumkan sebagai salah satu prinsip akutansi dan
di nyatakan aturan prosedur dan teknik akuntasi
hendaknya wajar, tidak bias dan tidak memihak.
Mereka tidak bertindak untuk melayani satu
kepentingan tertentu.
2.kewajaran dalam distribusi

a. pada dasarnya kewajaran dapat di pandang


sebagai konsep moral dari keadilan yang menjadi
subjek dari interpretasi yang berbeda mengenai
pemikiran keadilan distributif di bagi menjadi tiga
 perhatian atas pertanyaan pertanyaan mengenai
distribusi
 kewajaaran sebagai konsep moral dan keadilan:
 kewajaran dalam pengungkapan
 Perhatian atas pertanyan-pertanyaan mengenai
distribusi
1. Masalah pendistribusian hampir selalu diabaikan
dalam pandangan konvensional atas kewajaran
sebagai netralitas, dalam penyajian. Williams
menandainya sebagai proses evaluasi dengan
dua atribut berikut :
2. Bahwa pengevaluasian (evaluator) sadar akan
adanya kondisi bahwa segala konsekuensi dari
tindakan yang ia lakukan akan dinilai
kewajarannya.
3. Bahwa evaluasi tersebut mencoba untuk
menggunakan perspektif yang tidak memihak.
 Kewajaran sebagai konsep moral dan keadilan
Agar kewajaran dapat diterima sebagai konsep moral dan
keadilan, harus dibuat parael-pararel dari teori utama
mengenai keadilan distributif, yaitu teori-teori yang
dinyatakan oleh J.A.Rawls, R. Nozick dan A.Gerwith.
A.Kontribusi dari Rawls
1.Teori keadilan Rawls
2.Kewajaran dalam akuntansi menurut Rawls
B. Kontribusi dari Nozick
1.Teori keadilan
2.wajaran dalam akuntansi
c. Kontribusi dari Gerwith
1. Teori keadilan
2. Kewajaran akuntansi
usulan untuk memperkecil dan/atau
menghilangkan ketidakwajaran dalam
pelaporan dan pengungkapan
 Usulan pengungkapan Bedford
 Teori kebijakan akuntansi yang efisien dan
adil dari Lev
 Keunggulan pengguna dari Gaa
 Temuan-temuanKomite Jenkins
 Model pelaporan multilapisan
 Model pelaporan multi lapisan (multilayered
reporting model)
pelaporan Nilai Tambah Pelaporan Karyawan

Nilai tambah adalah peningkatan


kekayaan yang dihasilkan dari
penggunaan sumber daya Beragam literatur telah
perusahaan secara produktif mengindentifikasikan alasan untuk
memberikan pelaporan kepada karyawan.
sebelum dialokasikan di antara Seperti contohnya Taylor, Webb, dan
pemegang saham. Mc.Ginley mengidentifikasi manfaat-
Laporan nilai tambah memiliki manfaatnya yaitu :
keuntungan diantaranya :  membangun suatu kesan karyawan
yang mendukung kelompok
 para karyawan akan mendapat manajemen;
kepuasan karena mengetahui  memperkecil penolakan dari
nilai dari kontribusi yang mereka karyawan atas perubahan-perubahan
berikan kepada perusahaan yang diusulkan manajemen;
 memberikan suatu respon yang
 dasar perhitungan bonus bagi
bermanfaat terhadap tekanan serikat
para pekerja yang lebih baik pekerja untuk memberikan lebih
 ukuran yang lebih baik daripada banyak informasi keuangan
penjualan perusahaan dari pihak manajemen.
Akuntansi dan pelaporan social Pengungkapan informasi
anggaran
Ukuran dari kinerja social berada
dalam area umum akuntansi satu tujuan dari laporan
social. Area ini terdapat empat keuangan adalah untuk
aktivitas beragam yang dapat memberikan informasi yang
diberikan pembatasannya berguna dalam proses
peramalan.
 Akuntansi tanggung jawab
sosial (social responsibility
accounting-SRA)
 Akuntansi dampak total (total
impact accounting-TIA)
 Akuntansi sosioekonomi
(socioeconomic accounting-
SEA)
 Akuntansi indikator-indikator
sosial (social indicators
accounting-SIA)
Akuntansi berbasis akrual mengacu kepada suatu bentuk pemeliharaan
catatan-catatan yang tidak hanya berasal dari transaksi-transaksi yang
terjadi akibat penerimaan dan pengeluaran kas namun juga jumlah utang
entitas kepada pihak lain dan utang pihak lain kepada entitas.

Akuntansi arus kas dipandang oleh para pendukungnya lebih unggul


dibandingkan dengan akuntansi akrual yang konvensional karena :
 Sistem akuntansi arus kas mungkin dapat memberikan sebuah kerangka
analitis untuk menghubungkan kinerja keuangan masa lalu, masa kini,
dan masa depan.
 Dari sudut pandang para investor, proyeksi arus kas mencerminkan baik
kemampuan perusahaan untuk membayar operasinya di masa depan
maupun kebijakan keuangannya yang telah direncanakan.
 Rasio arus harga diskonto menjadi indicator investasi yang lebih
terpercaya daripada rasio harga-laba saat ini, karena adanya sejumlah
alokasi yang berubah-ubah yang digunakan dalam menghitung laba per
saham.
 Akuntansi arus kas mungkin dapat digunakan untuk menutupi jurang
yang terdapat dalam praktik antara cara bagaimana investasi dibuat
dengan cara bagaimana hasilnya dievaluasi.
Manfaat sumber daya manusia
Definisi akuntansi sumber daya manusia secara luas adalah
proses pengidentifikasian dan pengukuran data mengenai
sumber daya manusia dan mengkomunikasikan informasi
ini kepada pihak-pihak yang berkpentingan.

Teori nilai sumber daya manusia


Konsep dari nilai manusia diperoleh dari teori nilai ekonomi
secara umum. Pemberian nilai dapat dikaitkan pada
individual atau kelompok sama halnya seperti aktiva fisik,
dengan didasarkan pada kemapuan mereka untuk
memberikan layanan ekonomi di masa depan.
Terdapat dua model hakikat dan determinan dari sumber
daya manusia, yaitu :
1. Determinan dari nilai individu

2. Determinan dari nilai kelompok