Anda di halaman 1dari 19

ASUHAN KEPERAWATAN HERNIA

BY:LUTHFIYANA
Definisi
 Hernia adalah suatu penonjolan isi suatu
rongga melalui pembukaan yang
abnormal atau kelemahannya suatu area
dari suatu dinding pada rongga dimana ia
terisi secara normal.
 Hernia inguinalis adalah prolaps sebagian
usus ke dalam anulus inginalis di atas
kantong skrotum, disebabkan oleh
kelemahan atau kegagalan menutup yang
bersifat kongenital.
 Hernia inguinalis adalah hernia yang
melalui anulus inguinalis internus/lateralis
menelusuri kanalis inguinalis dan keluar
rongga abdomen melalui anulus inguinalis
externa/medialis.
 Pathways
Pemeriksaan Penunjang
 a. Thumb test (Dengan menekan Anulus
internus dan klien mengejan) tidak di
dapatkan benjolan keluar.
 b. Finger test (test invaginasi jari lewat
skrotum ke dalam inguinalis penderita
mengejar) akan terasa benjolan pada jari.
 c. Zremant test (Tangan kanan jari II
menekan Anulus internus kanan, jari III
menekan Anulus Ekternus kanan, jari IV
menekan fasa ovalis kanan, penderita
mengejar) akan adanya dorongan pada
jari II.
Penatalaksaan
 1. Manajemen medis,
 Setiap penderita hernia inguinalis lateralis
selalu harus diobati dengan
jalan pembedahan.
Pembedahan secepat mungkin setelah diag
nosa ditegakkan. Adapun prinsip
pembedahan hernia inguinalis lateralis
adalah :
 a Herniotomy : membuang kantong hernia,
ini terutama pada anak – anak karena
dasarnya dalah kongenital tanpa adanya
kelemahandinding perut
 b. Herniorrhaphy : membuang kantong hernia disertai
tindakan bedah plastik untuk memperkuat dinding perut
bagian bawah di belakangkanalis inguinalis.
 c. Pada pasien yang didapatkan kontraindikasi pembeda
han atau menolak dilakukan pembedahan dapat
dianjurkan untuk memakai sabuk hernia (truss). Sabuk
itu dipakai waktu pagi dimana penderita aktif dan
dilepas pada waktu istirahat (malam).
 a. Terapi konservatif/non bedah meliputi :
 · Pengguanaan alat penyangga bersifat
sementara seperti pemakaian sabuk/korset
pada hernia ventralis.
 · Dilakukan reposisi postural pada pasien
dengan Hernia inkaseata yang tidak
menunjukkan gejala sistemik.
 ·Pengobatan dengan pemberian obat penawar
nyeri, misalnya Asetaminofen, antibiotic untuk
membasmi infeksi, dan obat pelunak tinja untuk
mencegah sembelit.
 b.Terapi umum adalah terapi
operatif.
 Tindakan bedah pada hernia ini disebut
herniotomi (memotong hernia dan
herniorafi (menjahit kantong hernia).
Pada bedah efektif manalis dibuka, isi
hernia dimasukkan,kantong diikat dan
dilakukan “bassin plasty” untuk
memperkuat dinding belakang kanalis
inguinalis.
 Pada bedah darurat, maka prinsipnya
seperti bedah efektif. Cincin hernia
langsung dicari dan dipotong. Usus dilihat
apakah vital/tidak. Bila tidak dikembalikan
ke rongga perut dan bila tidak dilakukan
reseksi usus dan anastomoi
ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN HERNIA
 A. Pengkajian
 a. Pengumpulan data
 b. Identitas klien
 Meliputi nama, unsure, jenis kelamin,
agama, pendidikan, pekrjaan, no register,
diagnosa medis, dan tanggal MRS.
 c. Keluhan utama
 Adanya benjolan di inguinalis masuk bila klien
tidur dan klien mengejar, menangis,
berdiri, mual – mual, muntah. Bila adanya
komplikasi ini menciptakan gejala klinis yang
khas pada penderita HI.
 d. Riwayat keseatan lalu
 Biasanya kx dengan HIL akan mengalami
penyakit kronis sebelumnya. Missal : adanya
batuk kronis, gangguan proses kencing (BPH).
Kontipasi kronis, ascites yang semuanya itu
merupakan factor predis posisi meningkatnya
tekanan intra abdominal.
 e. Riwayat kesehatan sekarang
 Pada umunya penderita mengeluh merasa
adanya benjolan di selangkangan / di daerah
lipatan pada benjolan itu timbul bila penderita
berdiri lama, menangis, mengejar waktu
defekasi atau miksi mengangkat benda berat
dsb, sehingga ditemukan rasa nyeri pada
benjolan tersebut. Selain itu juga di dapatkan
adanya gejala lain seperti mual dan muntah
akibat dari peningkatan tekanan intra
abdominal.
 f. Riwayat kesehatam keluarga
 Adakah anggota keluarga yang
menderita penyakit HIL atau penyakit
menular lainnya.
 g. Pemeriksaan fisik
 Keadaan umum
 Kesadaran, GCS, Vital sigh, bb dan Tb
 h. Pemeriksaan laboratorium
 Analisah slarah, untuk mengetahui jumlah
darah seluruhnya Hb faal hemostasis, dan
jumlah lekosit.
 Analisah urin untuk mengetahui adanya
infeksi saluran kencing.
 i. Pemeriksaan penunjang
 foto thorax, untuk mengetahui keadaan dari
jantung dan paru.
 Pemeriksaan ECG, dilakukan pada pasien yang
berusia 45 th.
DIAGNOSA KEPERAWATAN
 Gangguan rasa aman nyeri berhubungan
dengan jaringan dan refleksi spasme
sekunder akibat operasi.
 Resiko terhadap infeksi berhubungan
dengan peningkatan kerentanan
terhadap luka.
 Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari
kebutuhan tubuh berhubungan dengan
penurunan masukan oral,mual.
 Gangguan mobilitas fisik berhubungan
dengan nyeri.
 Resiko kekurangan volume cairan
berhubungan dengan pendarahan
pembatasan pemasukan cairan secara oral.
 Kurang pengetahuan tentang
kondisi,diagnosis dan kebutuhan
pengobatan berhubungan dengan tidak
mengenal sumber infeksi
TERIMA KASIH