Anda di halaman 1dari 8

AKUNTANSI ASPEK KEPERILAKUAN PADA PENGAMBILAN

KEPERILAKUAN KEPUTUSAN DAN PARA PENGAMBILAN


KEPUTUSAN
PROSES PEMGAMBILAN
KEPUTUSAN
CARA PENGAMBILAN
KEPUTUSAN DALAM
ORGANISASI
JENIS – JENIS MODEL
PROSES
PENGAMBILAN
KEPUTUSAN ORGANISASI

PENGAMBILAN
KEPUTUSAN OLEH
PENDATANG BARU VS
OLEH PAKAR

PERAN KEPERIBADIAN AHMAD RAMADHAN RRC1C014088


DAN GAYA KOGNITIF
DALAM PENGAMBILAN
KEPUTUSAN RISTA SITUMORANGRRC1C014052

PERAN INFORMASI SRI WAHYUNI RRC1C014067


AKUNTANSI DALAM
PENGAMBILAN KEPUTUSAN
PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Definisi
Pengambilan keputusan telah disamakan dengan proses memikirkan,,mengelola,dan memecahkan
masalah. Oleh karena itu,ada beberapa definisi yang masing – masing digunakan untuk tujuan
tertentu. Dalam organisasi, pengambilan keputusan biasanya didefinisikan sebagai proses
memilih di antara berbagai alternatif tindakan yang berdampak pada masa depan. Seperti
banyak aktivitas sosial lainnya, proses pengambilan keputusan dapat dijabarkan dalam langkah
– langkah yang berurutan, yaitu :
1. Pengenalan dan pendefinisian atas suatu masalah atau suatu peluang.
2. Pencarian atas tindakan alternatif dan kuantifikasi atas konsekuensinya.
3. Pemilihan alternatif yang optimal atau memuaskan.
4. Penerapan dan tindak lanjut.
MOTIF KESADARAN
Motif kesadaran sangat penting dalam proses pengambilan keputusan karena merupakan sumber
dari proses berfikir. Terdapat dua faktor penting dari motif kesadaran dalam konteks
pengambilan keputusan, yaitu :
1. Keinginan akan kestabilan atau kepastian
2. Keinginan akan kompleksitas keragaman
JENIS MODEL KEPUTUSAN :
1. Model keputusan yang diprogram secara sederhana.
2. Model keputusan yang tidak diprogram secara sederhana.
3. Model keputusan yang diprogram secara kompleks.
4. Model keputusan yang tidak diprogram secara kompleks.
JENIS – JENIS DARI MODEL PROSES

 Model Ekonomi
 Model Sosial
 Model Kepuasan Simon

CARA PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM ORGANISASI

Berikut merupakan tinjauan atas suatu bukti penting yang akan memberikan penjelasan yang
lebih akurat tentang bagaimana sebenarnya kebanyakan keputusan dalam organisasi diambil.

 RASIONAL TERBATAS
 INTUISI
 INDENTIFIKASI MASALAH
 MEMBUAT PILIHAN
 PERBEDAAN INDIVIDUAL : GAYA PENGAMBILAN KEPUTUSAN
 KETERBATASAN ORGANISASI
ASUMSI KEPERILAKUAN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN
ORGANISASI
• PERUSAHAAN SEBAGAI UNIT PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Cybert dan March menggambarkan empat konsep dasar relasional sebagai inti dari pengambilan
keputusan bisnis :
1. Resolusi semua dari konflik
2. Menghindari ketidakpastian
3. Pencarian masalah
4. Pembelajaran organisasi
• MANUSIA PARA PENGAMBIALAN KEPUTUSAN ORGANISASI
• KEKUATAN DAN KELEMAHAN INDIVIDU SEBAGAI PENGAMBILAN
KEPUTUSAN
• PERAN KELOMPOK SEBAGAI PEMBUAT KEPUTUSAN DAN PEMECAH
MASALAH
 Fenomena pemikiran kelompok
 Fenomena pergeseran yang berisiko ( Dampak Diskusi Kelompok )
 Kesatuan kelompok
• PENGAMBILAN KEPUTUSAN DENGAN KONSENSUS VERSUS ATURAN
MAYORITAS
Pengambilan keputusan dengan konsensus membutuhkan lebih banyak waktu dibandingkan dengan
pengambilan keputusan dengan aturan ayoritas. Oleh karena itu, konsensus adalah kurang
sesuai untuk diterapkan jika waktu adalah kritis.
• KONTROVERSI YANG DISEBABKAN OLEH HUBUNGAN ATASAN DAN
BAWAHAN
• PENGARUH DASAR KEKUASAAN
• DAMPAK DARI TEKANAN WAKTU
PENGAMBILAN KEPUTUSAN OLEH PENDATANG BARU VERSUS OLEH
PAKAR

Studi baru – baru ini yang dilakukan oleh Bouwman (1984) mengungkapkan sejumlah perbedaan
yang menarik dalam strategi dan pendekatan yang digunakan serta data spesifik yang dipilih
oleh para pakar dan pendatang baru ketika mengambil keputusan berdasarkan informasi
akuntansi dan informasi keuangan lainnya.
Untuk menggambarkan perbedaan dalam penggunaan data. Peneliti membagi tugas analisis
keuangan tersebut ke dalam tiga komponen :

• PENGUJIAN INFORMASI
Pengujian didefinisikan sebagai kegiatan menganalisis informasi yang disajikan dan menyeleksi
untuk dipertimbangkan lebih lanjut, hanya informasi yang terlihat sangat relevan dengan
tugas keputusan itu yang harus dilaksanakan.

• INTEGRASI PENGAMATAN DAN TEMUAN


Pada konteks ini, integrasi melibatkan pengelompokan atas pengamatan, baik berdasarkan
hubungan sebab akibat maupun berdasarkan komponen fungsional dari perusahaan.

• PERTIMBANGAN
Pertimbangan yang digunakan di sepanjang proses pengambilan keputusan tampak lebih jelas
dalam formulasi hipotesis,pengembangan petunjuk dalam formulasi keputusan akhir, dan
dalam penyusunan ringkasan temuan.
PERAN KEPRIBADIAN DAN GAYA KOGNITIF DALAM PENGAMBILAN
KEPUTUSAN

Karena manusia membuat membuat keputusan, banyak riset telah diarahkan pada bagaimana
perbedaan psikologis memengaruhi keputusan.

Perbedaan psikologis individu dapat dibagi menjadi dua kategori : kepribadian dan gaya
kognitif.kepribadian mengacu pada sikap atau keyakinan individu, sementara gaya kognitif
mengacu pada cara atau metode seseorang menerima, menyimpan,memproses, serta
meneruskan informasi .

Pembahasan mengenai interaksi dan dampak yang memodifikasi dari kepribadian dan gaya
kognitif dibatasi pada dampak dari toleransi terhadap ambiguitas ( variabel pribadi ) dan
kebebasan wilayah ( gaya kognitif ).
PERAN INFORMASI AKUNTANSI DALAM PENGAMBILAN
KEPUTUSAN

Secara definisi, keputusan manajemen memengaruhi kejadian atau tindakan masa depan.
Keputusan tersebut dapat memengaruhi hamya satu peristiwa masa depan atau memengaruhi
semua kejadian atau tindakan setelah keputusan itu dibuat. Tidak ada kejadian atau tindakan
yang dapat diubah oleh suatu keputusan ketika kejadian atau tindakan tersebut telah selesai.

• DATA AKUNTANSI SEBAGAI STIMULI DALAM PENGENALAN MASALAH


Akuntansi dapat berfungsi sebagai stimuli dalam pengenalan masalah melalui pelaporan deviasi
kinerja aktual dari sasaran standar atau anggaran atau melalui pemberian informasi kepada
manajer bahwa mereka gagal untuk mencapai target output atau laba yang ditentukan
sebelumnya.

• DAMPAK DATA AKUNTANSI DALAM PILIHAN KEPUTUSAN


Tidak semua manajer menggunakan data akuntansi untuk menganalisis profitabilitas relatif.
Bobot yang diberikan kepada informasi akuntansi dalam pilihan akhir sangat bervariasi.hal itu
bergantung pada sampai sejauh mana hal itu dipandang mengurangi ketidakpastianyang
mengelilingi proses pengambilan keputusan.
• HIPOTESIS KEPERILAKUAN DARI DAMPAK DATA AKUNTANSI
Para peneliti telah membuat hipotesis mengenai kondisi informasi akuntansi memengaruhi
pengambilan keputusan. Seperti yang telah dinyatakan sebelumnya, informasi akuntansi
adalah salah satu dalam input dalam model pengambilan keputusan. Input tersebut dapat
bersifat keuangan , non – keuangan, atau bahkan tidak dapat dikuantifikasi.

Tingkat pengaruh informasi akuntansi juga bervariasi berdasarkan jenis pengambilan keputusan.
Bruns (1981) mengelompokkan para pengambilan keputusan ke dalam tiga kelompok:
1. Para pembuat keputusan dalam perusahaan yang mengambil keputusan mengenai operasi dan
sistem akuntansi digunakan untuk menyusun laporan ( manajemen Puncak ).
2. Para pengambilan keputusan dalam perusahaan yang hanya dapat membuat keputusan
mengenai operasi saja ( manajer operasi )
3. Mereka yang berada diluar perusahaan yang membuat keputusan mengenai perusahaan
tersebut yang dapat memengaruhi lingkungan dan operasinya, tetapi yang tidak memiliki
kendali langsung atas operasi perusahaan atau aktivitas apa pun yang dilakukannya.

Dua faktor yang menentukan tingkat penyesuaian yaitu :


• UMPAN BALIK
• FIKSASI FUNGSIONAL