Anda di halaman 1dari 23

P E N G E N D A L I A N B I AYA

D A N J A D WA L

1
Kelompok 11
Aliya Faizah Putri (165030201111040)
Desty Hani Aulia (165030201111141)
Fitri Larasari (165030207111133)
 Tujuan : Pelaksanaan kegiatan sesuai dengan apa yang
telah direncanakan, yaitu sesuai dengan anggaran
dan jadwal

Pengelompokkan menjadi pengendalian di


Sistematika kantor pusat dan lapangan lokasi proyek

Pengendalian Pembagian menjadi pengendalian engineering,


Biaya dan pengadaan, dan konstruksi
Jadwal
Aspek-aspek yang akan dipantau dan dikendalikan adalah
biaya, jam, dan jadwal. Pengendalian engineering dan
pengadaan dimasukkan sebagai pengendalian kantor
pusat karena pekerjaan tersebut sebagian besar
d i l a k u k a n d i k a n t o r p u s a t p e m i l i k a t a u k o n t r a k t o r,
sedangkan pekerjaan pengendalian konstruksi dan sub-
kontrak termasuk ke dalam kegiatan lapangan
3
Menciptakan sikap sadar akan anggaran dan
Hal-hal yang dapat jadwal
menumbuhkan suasana yang
mendukung sebagai syarat Meminimalkan biaya proyek dengan kegiatan-
tercapainya pengendalian di kegiatan apa saja yang biayanya bisa dihemat
lingkungan proyek

Mengkomunikasikan ke semua pihak,


pimpinan, maupun pelaksana, perihal kinerja
pemakaian dana dan menekankan potensi
adanya area-area yang rawan guna tindakan
koreksi
4
Tolak Ukur yang realistis 01

02
Perangkat yang dapat memroses dengan cepat dan tepat

03
Prakiraan yang kuat
04

Rencana Tindakan (Action Plan)

5
1
Pengendalian
Biaya

Pengendalian
2
penggunaan
jam - orang
3
Pengendalian
waktu (Jadwal)

Pengendalian 4
kinerja dan
produktivitas
5
Pengendalian
Prosedur

Aspek dan Area (Obyek)


Pengendalian
6
Keputusan yang diambil pada tahap konseptual
adalah merumuskan gagasan menjadi garis
besar perwujudan fisik. Hal ini berarti secara
teoritis telah meletakkan dasar jumlah biaya
proyek, karena pada tahap ini mulai
diidentifikasi batasan lingkungan proyek,
seperti memilih berbagai alternatif lokasi,
filosofi desain, proses produksi, peralatan, dll.

7
Usaha – Usaha Pengendalian Biaya

Mengingatkan kepada
perancang & pihak lain agar Menghindari adanya rancangan yang
selalu memperhatikan aspek berlebihan (overdesign), baik dari segi
biaya bila hendak merancang kualitas maupun kuantitas
suatu sistem

Memakai pendekatan
Menerapkan metode rekayasa nilai
berdasarkan prinsip optimasi
desain

8
Dalam periode desain engineering konseptual inilah (sewaktu pemilihan berbagai alternatif dilakukan dalam
rangka menentukan lingkup proyek yang definitif) usaha-usaha pengendalian biaya tersebut memiliki potensi
paling besar untuk menghemat total biaya proyek.

Gambar disamping menunjukkan hubungan antara


siklus proyek dengan potensi hasil kegiatan
pengendalian biaya. Dari gambar tersebut
diketahui bahwa :

• Potensi hasil yang optimal akan dicapai pada


awal kegiatan proyek, yaitu pada tahap
konseptual
• Potensi akan menurun terus sampai proyek
berakhir

Menjelang penyelesaian proyek, biaya pengendalian naik sesuai dengan


meningkatkannya kegiatan pengendalian, seperti injeksi, testing, dan uji coba peralatan

9
PENGENDALIAN TAHAP PP/DEFINISI

Kegiatan Tahap ini Pengendalian biaya


(proyek E-MK) dan Jadwal
• Neraca dan arus bagan panas • Mengkaji (review) hasil kerja engineering

• Desain P&ID (70%) • Membicarakan patokan – patokan


penilaian ekonomi yang digunakan
• Spesifikasi/Kapasitas peralatan utama Pada tahap ini pimpro akan
• Menggunakan metode rekayasa nilai memberitahukan kepada
• Indikasi denah instalasi
pimpinan perusahaan mengenai
• Filosofi desain
perkembangan proyek
• Deskripsi fasilitas penunjang (investasi).
• Indikasi sumber tenaga kerja

• Indikasi jadwal dan biaya

10
PENGENDALIAN TAHAP
IMPLEMENTASI FISIK
Kegiatan utama pada implementasi fisik :
• Desain engineering terinci
• Pengadaan termasuk pemesanan peralatan ke
pabrik pembuatnya
• Kontruksi di lapangan lokasi proyek

Pengendalian Biaya dan Jadwla pada tahap


implementasi fisik :
• Pemakaian biaya disbanding dengan anggaran
• Pemakaian jam – orang disbanding dengan
anggaran/ perencanaan.
• Kemajuan berbagai pekerjaan disbanding
dengan jadwal induk milestone.

11
A Biaya & Jam-Orang

Kemajuan
B Pekerjaan/Jadwal

1
P e n g e n d a l i a n C Produktivitas
E n g i n e e r i n g
Te r p e r i n c i
Setelah anggran biaya dan jadwal induk siap maka
pengendalian engineering terinci dapat dimulai
D Lingkup Proyek

12
a. Biaya & Jam-Orang

Pengendalian aspek ini meliputi:


• Pengeluaran biaya kantor pusat, diperinci menjadi pengualaran per subbidang atau per pekerjaan.
• Penggunaan jam-orang perbagian atau subbidang.
• Jumlah kumlatif tarif jam-orang engin.eering (man-hour rate) untuk menganilisi kecenderungan kenaikan upah.

13
b. Kemajuan Pekerjaan / Jadwal

Kemajuan pekerjaan yang akan besar pegaruhnya terhadap pencapaian sasaran jadwal meliputi:
• Jumlah spesifikasi dan kriteria yang telah diselesaikan:
• Penyelesaian gambar konstruksi dan pemeriksaan vendor drawing
• Jumlah penyelesaian MR dan paket pembelian
• Jumlah penelitian atau pemeriksaan atau inspeksi.

14
c. Produktivitas

Produktivitas bidang engineering adalah

(% penyelesaian fisik x anggaran jam-orang) : (jam-orang terpakai aktual)

Umumnya profil produktivitas kegiatan bidang engineering pada awalnya agak rendah dan berangsur-angsur
menuju kenaikan.

15
d. Lingkup Proyek

Pengendalian lingkup kerja erat hubungannya dengan pengendalian biaya. Pengendalain lingkup kerja telah
dimulai sejak tahap koseptual, diteruskan di tahap ini. Masih cukup banyak potensi yang mengasilkan
penghematan biaya meskipun tidak sebesar tahap sebelumnya.

16
Material yang dibeli
di lapangan
3

Material Curah
(Bulk Material)

2
Peratalatan
Menurut Pesanan 2. Pengedalian
(Engineered Equipment)

1 Pengadaan

17
Peralatan Menurut
Pesanan Material Curah
 Terdiri dari:  Yang termasuk material curah:
 Peralatan mekanink seperti, penukar panas, drum,  Instrumen, kabel listrik, struktur baja, pipa, kerangaka
kolom, ketel uap, generator, pompa, komoresor, mesin (valve), adukan beton, dan lain-lain
penggerak dan lain-laim
 Teknik pemantauan :
 Teknik pemantauan:  Buat anggaran dan jadwal pembelian per butir
 Buat anggaran dan jadwal pembelian per peralatan  Analisis tabulasi mengenai harga pernawaran versus
 Buat catatan ikatan (commitment register) anggaran per satuan jumlah, waktu penyerahan, biaya
transportasi
 Analisis tabulasi per peralatan
 Bandingkan dengan mutu standar (ASTM. ASME, JIS)
yang umumnya dilakukan dengan cara uji petik
 Pemantuan kuantitas (quantiti

18
Material yang dibeli di lapangan

Contonhnya: batu pecah, pasir, kayu, consummable supplies, small tolls, penyewaan peralatan konstruksi, dan
lain-lain.

Teknik Pemantauan:
• Buat anggaran dan jadwal pembelian per butir
• Analisis tabulasi perihak harga penawaran versus anggaran per butir , waktu peyerahan
• Bandingkan mutu dengan spesifikasi pada PO
• Pemantuan kuantitas

19
3. Pengendalian Konstruksi/
Lapangan
Sebagian besar pekerjaan lapangan terdiri dari konstruksi, yang dari aspek pengedalian biaya dan jadwal
digolongkan menjadi:
1. Pekerjan Langsung : Yang berhubungan langsung dengan menbangun instalasi permanen yang nantinya akan
beroprasi
2. Pekerjaan tidak langsung: Pekerjaan proyek tetapi bukan membangun instasi proyek.

Proses pemantuan dan pengendalian secara garis besar terdiri dari bagian yang mencatat pengeluaran dan
penggunaan sumber daya, dan bagian lainnya yang memantau serta mencatat kemajuan pekerjaan aktual
berupa qualiaty tracking

20
21
PENGENDALIAN
SUBKONTRAK
.
Pengendalian subkontrak meliputi :
• Pemilihan subkontraktor yang ditekankan pada kemampuan
teknis dan kesiapan pada waktu yang diperlukan
• Paket kerja yang lengkap dan terinci
• Kontrak berbentuk Lumpsum.
• Sebelum eksekusi kontrak, diakan pembahasan bersama
mengenai sistem pengendalian

22
THANK YOU!