Anda di halaman 1dari 29

FISIOLOGI KEHAMILAN

Rudi Karmi,S.Kep.,Ners.,M.Kep
KEHAMILAN
ISTILAH DLM KEHAMILAN
 VIABILITAS : kapasitas untuk hidup di luar uterus, dgn usia
kehamilan 22 mggu dan berat janin > 500 gram

 PRE TERM : lahir setelah usia kehamilan 22 mggu tetapi blm


mencapai usia 37 mggu.

 TERM : lahir dgn usia kehamilan awal 38 mggu sampai 42 mggu

 SEROTINUS/POST TERM : lahir dgn usia kehamilan > 42


mggu
HAMIL
• Sejak terjadinya konsepsi : bertemunya ovum
dan sperma
• Sperma : 22 kromosom, dan kromosom untuk
jenis kelamin XY
• Ovum 22 kromosom, dan kromosom untuk
jenis kelamin XX
 Bila ovum gagal bertemu sperma dlm 48 jam , maka ovum
akan mati dan hancur ( agar ferlitisasi berhasil maka coitus
hrs dilakukan dlm wkt 5 hari sekitar ovulasi)
Inseminasi :
 Adalah ekspulsi semen dari uretra pria ke dlm vagina. Sekitar 300
juta dlm 3ml cairan semen masuk ke dlm saluran reproduksi
wanita setiap ejakulasi semen.

Perjalanan sperma :
 Sperma dpt bertahan hidup selama 72 hari
 Sebagian besar akan hancur dgn keasaman dlm vagina& bbrp
diantaranya mati dlm perjalanan menuju tuba falopii
 Perjalanan sperma lewat serviks serta corpus uteri dan ke dlm
tuba falopii diperkirakan memerlukan wkt 20 menit.
 Spermatozoa bertemu dgn ovum dan hanya 1
sperma yg akan membuahi ovum.
 Begitu sperma memasuki ovum ekornya
dilepaskan dan kepalanya membesar untuk
membentuk pronukleus laki-laki, nukleus
ovum merupakan pronukleus perempuan ke
dua nukleus tsb masing-masing memiliki 23
kromosom dan bersatu serta membentuk sel
pertama yg kemudian akan membelah menjadi
jutaan , sel ini akan membentuk individu baru
yaitu yg disebut zigot (sel baru yg pertama)
Pembelahan sel
 Zigot memerlukan waktu 6-8 hr u/ berjln ke dlm uterus
 Selama perjalanannya ke uterus zigot berkembang melalui
pembelahan sel secara mitos setiap 12-15 jam sekali, namun
ukurannya tdk bertambah
 Ketika mencapai uterus , zigot merupakan massa sel yg disebut
morulla
 Sekitar 6 hr kemudian , ketika ovum mencapai rongga uterus
terjadi perubahan besar di dlmnya dimana sel sel membentuk
dirinya sendiri menjadi massa sel luar dan massa sel dlm.
 Cairan memenuhi ruang diantara lapisan dan
kelompok ini
 Struktur ini dinamakan blastoderm atau blastula
 Massa sel luar disebut trofoblast
 Trofoblast akan melekatkan ovum pada decidua dan
berkembang menjadi plasenta serta membran
(corion) luar
 Dinding massa sel dlm akan berkembang menjadi
embrio, tali pusat dan membran (amnion) dalam.
Blastula
• Blastosis atau blastosista adalah
struktur yang terbentuk pada tahap
awal gestasi vertebrata. Blastosis
didahului oleh morula, dan memiliki massa
sel dalam atau embrioblas yang kemudian
membentuk embrio dan lapisan luar sel
atau trofoblas yang mengelilingi massa sel
dalam dan blastosol. Blastosis manusia
terdiri dari 70-100 sel.
• Embrio (bahasa Yunani: έμβρυον) adalah
sebuah eukariota diploid multisel dalam
tahap paling awal dari perkembangan.

• Dalam organisme yang berkembang biak


secara seksual, ketika satu sel sperma
membuahi ovum, hasilnya adalah satu sel
yang disebut zigot yang memiliki seluruh
DNA dari kedua orang tuanya. Zigot akan
mulai membelah oleh mitosis untuk
menghasilkan organisme multiselular. Hasil
dari proses ini disebut embrio.
• Pada manusia, terbentuk embrio
(mudigah) antara umur 3-5 minggu masa
kehamilan dan sudah tampak rancangan
bentuk alat-alat tubuh.
Implantasi/nidasi
 Sekitar 10 hr setelah terjadi fertilisasi ovum blastokist
menanamkan dirinya dlm endometrium yg disebut
nidasi/implantasi
 Begitu nidasi terjadi maka lapisan uterus akan menyelimuti
blastokist dan kehamilan terbentuk.
 Dari saat ini sampai akhir kehamilan lapisan uterus ini disebut
desidua
 Sel-sel trofoblast kemudian dpt menyerap nutrien dari desidua
dan dpt mensekresikan hormonnya yaitu human chorionic
gonadotropin (HCG) ke dlm aliran darah ibu hamil tsb
 HCG mempertahankan corpus luteum dan dgn
demikian mempertahankan desidua.
 Sekresi HCG meningkat dgn cepat dan mencapai
puncaknya pada usia 70 hr setelah konsepsi ,
kemudian sekresi hormon menurun karena placenta
mengambil alih produksi estrogen dan progesteron
dari korpus luteum.
 Pemeriksaan HCG dlm urine biasasnya merupakan
pemeriksaan pertama yg dilakukan untuk menegakan
keha
Perkembangan placenta
 Sel-sel paling luar pada trofoblast berkembang menjadi tonjolan-
tonjolan yg menyerupai jari-jari (vili)
 Vili primitif ini menjorok ke dlm pembuluh kapiler maternal u/
memudahkan pertukaran oksigen, nutrien dan bahan sisa.
 Pd bagisn tengah villi akhirnya terbentuk pembuluh darah halus
dari embrio
 Diantara pembuluh drh janin dan ibu akan tumbuh 4 lapisan
jaringan yg berbeda, lapisan ini sgt rapat yg disebut dgn
membran(selaput) plasenta. Karena barier ini shg aliran darah
janin dan ibu tdk tercampu
 Tahap selanjutnya desidua akan melapisi seluruh
uterus
 Pada tempat produk kehamilan menanamkan dirinya,
lapisan desidua tsb pecah menjadi 2 yaitu desidua yg
lgsg berada dibawah blastokist disebut desidua
basalis dan desidua yg letaknya superfisial thdp
blastokist disebut desidua kapsularis.
 Bagian desidua lainnya yg melapisi kavum uteri
disebut desidua vera
 Villi yg bersentuhan dgn desidua kapsularis segera
mengalami atrofi dan akhirnya menjadi membran
luar (korion)
 Villi yg bersentuhan dgn desidua basalis tdk
mengalami atrofi dan akan tumbuh menjadi korion
frondosum
 Korion frondosum (berasal dari ovum) & desidua
basalis (berasal dari ibu) secara bersama-sama
membentuk placenta.
 Proses ini berakhir pada akhir bulan ke tiga.
 Placenta akan tumbuh disepanjang kehamilan sampai
dgn usia kehamilan aterm atau 40 mggu.
 Pd usia aterm , placenta memiliki berat 1/6 dari bb
bayi dan biasanya berukuran 20 cm dgn ketebalan 2-
3 cm
HORMON YANG BERPENGARUH PADA
KEHAMILAN
1. Hormon HCG (Human Chorionic
Gonadotrophin)
• Hormone kehamilan ini diproduksi sesaat
setelah terjadi pembuahan. Hormon ini juga
diperlukan untuk mendukung pertumbuhan
plasenta yang berperan menyalurkan nutrisi
dan oksigen dari tubuh sang ibu ke janin
2. Hormone HPL (Human Placental Lactogen)

• Ada juga jenis hormone yang diproduksi oleh plasenta.


HPL adalah hormone protein yang dapat menstimulasi
pertumbuhan serta mengakibatkan perubahan
metabolisme lemak dan karbohidrat.

• Hormon HPL ini memiliki peranan yang sangat penting


karena nantinya akan aktif sesaat setelah proses
persalinan. HPL ini berperan penting dalam
memproduksi ASI. Anda para calon ibu sebaiknya tahu
bahwa kadar hormone HPL yang rendah bisa menjadi
indikasi bahwa plasenta kurang berfungsi dengan baik.
3. Hormon Relaxin
• Hormone kehamilan yang satu ini diproduksi oleh
plasenta dan korpus luteum. Fungsi utama hormone
relaxin ini adalah dapat memberikan efek relaksasi
pada bagian sendi panggul dan juga dapat
melembutkan bagian leher rahim.

• Jadi hormone ini sangat bermanfaat untuk wanita


hamil. Wanita hamil setidaknya akan berkurang rasa
pegal di daerah panggul selama menjalani masa
kehamilan.
4. Estrogen
• Hormone estrogen diproduksi oleh ovarium. Hormone
ini berperan untuk meningkatkan pertumbuhan
saluran kelenjar susu (kelenjar mammae) yang sangat
penting saat masa menyusui.

• Selain itu, hormone estrogen juga mampu mengontrol


proses pelepasan FSH dan LH. Fungsi lainnya dari
hormone ini antara lain memicu adanya kontraksi pada
rahim, menyebabkan otot-otot di bagian uterus
menjadi lebih sensitif, dan membuat bagian vagina dan
serviks menjadi lebih lentur, serta hormone estrogen
mampu memperkuat dinding rahim saat terjadi proses
persalinan.
5.Progresteron

• Hormone progesterone juga menjadi jenis hormone


lainnya yang cukup familiar di telinga kita yang awam
dengan dunia medis.

• Tahukah Anda hormone progesterone mempunyai


fungsi untuk menciptakan lapisan dinding rahim yang
mana lapisan ini berperan untuk menahan plasenta
yang terdapat pada bagian dalam rahim.

• Fungsi lainnya dari hormone ini adalah dapat


mengurangi dan bahkan mencegah kontraksi dan
pengerutan otot-otot rahim sehingga persalinan
dengan bayi premature dapat dihindari.
6. Hormon MSH (Melanocyte Stimulating Hormone)

• Hormone MSH (Melanocyte Stimulating Hormone)


dapat merangsang proses pigmentsi pada kulit
pada wanita hamil.

• Dampak yang ditimbulkan pasca diproduksinya


hormone MSH ini oleh tubuh antara lain membuat
warna puting susu menjadi lebih gelap, menjadikan
daerah sekitar puting susu menjadi lebih gelap,
terjadinya pigmentasi warna kecokelatan di daerah
wajah, dan timbul pigmentasi kecokelatan di bagian
tubuh tertentu seperti area linea nigra yaitu area
pusar ke bagian bawah pusar.