Anda di halaman 1dari 16

Konsep dan Asuhan

Keperawatan Ca Paru
Oleh Kelompok 4
1. Artika Wulandari
2. Eko Pambudi
Pengertian

 Kanker paru adalah penyakit pertumbuhan jaringan yang tidak dapat


terkontrol pada jaringan paru. Munculnya kanker ditandai dengan
pertumbuhan sel yang tidak normal, tidak terbatas, dan merusak sel-sel
jaringan yang normal
Etiologi

 Merokok
 Radiasi
 Kanker paru akibat kerja
 Polusi udara
 Genetik
 Diet
Patofisologi
Klasifikasi

Terdapat dua jenis kanker paru, yaitu (Varalakhsmi, 2013: 63):


 Small Cell Lung Cancer (SCLC)
 Non Small Cell Lung Cancer (NSCLC)
 Adenokarsinoma
 Karsinoma skuamosa
 Karsinoma sel besar
Tahapan Klasifikasi Stadium Kanker Paru

Tahap Perkembangan SCLC


 Tahap terbatas merupakan tahapan kanker yang hanya ditemukan pada satu
bagian paru-paru saja dan pada jaringan di sekitarnya.
 Tahap ekstensif merupakan tahapan kanker yang ditemukan pada jaringan
dada di luar paru-paru ataupun ditemukan pada organ-organ tubuh yang jauh.
Tahap Perkembangan NSCLC
 Tahap tersembunyi merupakan tahap ditemukannya sel kanker pada dahak (sputum)
pasien di dalam sampel air saat bronkoskopi, tetapi tidak terlihat adanya tumor di paru-
paru.
 Stadium 0 merupakan tahap ditemukannya sel-sel kanker hanya pada lapisan terdalam
paru-paru dan tidak bersifat invasif.
 Stadium I merupakan tahap kanker yang hanya ditemukan pada paru-paru dan belum
menyebar ke kelenjar getah bening sekitarnya.
 Stadium II merupakan tahap kanker yang ditemukan pada paru-paru dan kelenjar getah
bening di dekatnya.
 Stadium III merupakan tahap kanker yang telah menyebar ke daerah di sekitarnya,
seperti dinding dada, diafragma, pembuluh besar atau kelenjar getah bening di sisi yang
sama atau pun sisi berlawanan dari tumor tersebut.
 Stadium IV merupakan tahap kanker yang ditemukan lebih dari satu lobus paru. Sel-sel
kanker telah menyebar juga ke organ tubuh lainnya, misalnya ke otak, kelenjar
adrenalin, hati, dan tulang.
MANIFESTASI KLINIS.

 Gejala Awal
Stridor lokal dan dispnea ringan yang mungkin disebabkan oleh obstruksi
bronkus.
 Gejala umum.
 Batuk
 Hemoptisis
 Anoreksia, lelah, berkurangnya berat badan.
PEMERIKSAAN FISIK

 Pemeriksaan fisik umum seperti berat badan klien sebelum sakit, berat badan
klien setelah sakit, tinggi badan, tekanan darah, nadi, pernapasan dan suhu.
 Inspeksi
Adanya sianosis pada bibir dan ujung-ujung jari, ada retraksi dinding dada,
RR, irama ireguler dan penggunaan otot pernapasan dan tampak napas
cuping hidung.
 Palpasi
Pada palpasi teraba taktil premitus pada punggung kiri
 Perkusi
Bunyi perkusi pekak.pada paru kiri, Auskultasi suara napas tambahan. Pada
auskultasi terdengar bunyi nafas ronchi,stridor.
PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK.
1. Radiologi
2. Bronkhografi.
3. Laboratorium.
4. Pemeriksaan fungsi paru dan GDA
5. Tes kulit, jumlah absolute limfosit.
6. Histopatologi.
7. Bronkoskopi.
8. Biopsi Trans Torakal (TTB).
9. Torakoskopi.
10. Mediastinosopi.
11. Torakotomi.
12. Pencitraan.
13. CT-Scanning, untuk mengevaluasi jaringan parenkim paru dan pleura.
14. MRI, untuk menunjukkan keadaan mediastinum.
Penatalaksanaan

 Tujuan pengobatan kanker dapat berupa :


1. Kuratif
2. Paliatif.
3. Rawat rumah (Hospice care) pada kasus terminal.
4. Supotif.
5. Pembedahan.
6. Toraktomi eksplorasi.
7. Pneumonektomi pengangkatan paru).
8. Lobektomi (pengangkatan lobus paru).
9. Resesi segmental.
10. Resesi baji.
11. Dekortikasi.
12. Radiasi
13. Kemoterapi.
ASUHAN KEPERAWATAN
PADA KLIEN DENGAN
KANKER PARU
PENGKAJIAN

Pola Pengkajian Gordon


 Persepsi dan pemeliharaan kesehatan
 Nutrisi / Metabolik
 Eliminasi
 Aktivitas dan Latihan
 Persepsi, Sensori, Kognitif
 Tidur dan Istirahat
 Konsep Diri
 Peran dan Hubungan
 Seksual dan Reproduksi
 Koping Stres dan Adaptasi
 Nilai dan Kepercayaan
DIAGNOSA KEPERAWATAN

 Ketidakefektifan bersihan jalan napas berhubungan dengan spasme jalan napas ditandai dengan
sputum dalam jumlah berlebih.

 Gangguan pola napas berhubungan dengan hiperventilasi ditandai dengan takipnea.

 Gangguan pertukaran gas berhubungan dengan perubahan membrane alveolar-kapiler ditandai


dengan nafas cuping hidung.

 Nyeri kronis berhubungan dengan ketunadayaan kronis ditandai dengan keluhan nyeri.

 Gangguan pola tidur berhubungan dengan gangguan ditandai dengan keluhan verbal merasa kurang
istirahat.

 Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh factor biologis ditandai dengan kurang
minat pada makanan.

 Ansietas yang berhubungan dengan perubahan dalam status kesehatan yang ditandai dengan
mengekpresikan kekhawatiran karena perubahan dalam peristiwa hidup.
Terima Kasih