Anda di halaman 1dari 57

ANALISIS ISU KONTEMPORER

PERCAYALAH ….. !!
HARI INI AKAN LEBIH INDAH DARI PADA
KEMARIN
JIKA KITA MENGAWALINYA DENGAN DO’A DAN
SENYUMAN

2
BAGAIMANA AGAR PEMBELAJARAN
BERHASIL ?

1.Funs/Enjoy
2.Open Mind
3.Ready for Change
4.Memaksimalkan Potensi
Otak

wahyu suprapti/SOFT SKILL 3


HUBUNGAN SUASANA SENANG DENGAN EFEKTIFITAS BELAJAR

Otak selalu dibanjiri oleh informasi , otak


cenderung memilih yang menyenangkan

Otak senang menerima yang menantang,


tetapi tidak dalam suasana tegang,
tertekan dan menakutkan.

Tanpa keterlibatan emosi kegiatan syaraf


otak kurang kuat untuk merekatkan
informasi dalam sinap-sinap otaknya (
Goleman,1995)
4
DASAR HUKUM

 UU No. 3 Tahun 2002 Tentang Pertahanan Negara;


 UU No. 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara;
 PP No. 97 Tahun 2015 tentang Kebijakan Umum
Pertahanan Negara Tahun 2015-2019
 PP No. 11 Tahun 2017 Tentang Manajemen PNS;
 Peraturan Kepala LAN 12 thn 2018 Tentang Pedoman
Penyelenggaraan Pelatihan Dasar Calon PNS;
 Keputusan Kepala Badan Diklat Kemhan tentang
Kurikulum Diklat Kader Bela Negara.

INTEGRITAS PROFESIONAL INOVATIF PEDULI


Mengapa Pembekalan Bela Negara Perlu Diberikan Bagi CPNS?

1. CPNS perlu dipersiapkan dalam memasuki kultur baru di birokrasi dengan


mandat pelayanan dimulai dengan kesadaran bela negara;
2. CPNS perlu dibentuk karakter untuk bersikap dan bertindak profesional dalam
mengelola tantangan dan masalah keragaman sosial kultural dengan
menggunakan perspektif WoG yang didasari nilai-nilai kebangsaan
berdasarkan kedudukan dan perannya sebagai PNS dalam NKRI
3. Dituntut menunjukkan perilaku kinerja berkualitas, beretika atas dasar nilai-
nilai kebangsaan, dan komitmen yang tinggi terhadap organisasinya untuk
menghadapi perubahan lingkungan strategis unit kerja/organisasi dan Negara
pada umumnya sebagai perwujudan nyata semangat bela Negara seorang PNS
CPNS
• PENERIMAAN CPNS MENGGUNAKAN CAT BKN, TEST YANG
BERSIH DAN TRANSPARAN. MENGHASILKAN PNS YANG BERSIH
DAN CERDAS.
• KALIAN ADALAH DARAH BARU PNS YANG AKAN MEMPERBAIKI
PNS DI INSTANSINYA.
• STAY CLEAN JANGAN MENODAI DIRIMU DARI NARKOBA.
• JIKA CPNS TIDAK MEMBERIKAN PERBAIKAN MAKA SIA-SIALAH
PENERIMAAN CPNS.
• PUT GOD IN YOUR LIVE.
• DON’T AFRAID TO FAILS.
• STAND UP AND FIGHT BACK,
• KEEP FIGHT.
• PELAUT TANGGUH DIASAH OLEH OMBAK BESAR DAN ANGIN
KUAT, PERCAYA BADAI PASTI BERLALU.
TUJUAN
Pelatihan Dasar Calon PNS diselenggarakan untuk
membentuk PNS profesional yang berkarakter yaitu
PNS yang karakternya dibentuk oleh :
1. sikap perilaku bela Negara,
2. nilai- nilai dasar PNS, dan
3. pengetahuan tentang kedudukan dan peran PNS
dalam NKRI, serta
4. menguasai bidang tugasnya
sehingga mampu melaksanakan tugas dan perannya
secara profesional sebagai pelayan masyarakat

INTEGRITAS PROFESIONAL INOVATIF PEDULI


KOMPETENSI
Kompetensi yang dibangun dalam Pelatihan Dasar
CPNS adalah kompetensi PNS sebagai pelayan
masyarakat yang profesional, yang diindikasikan dengan
kemampuan:
1. menunjukkan sikap perilaku bela Negara;
2. mengaktualisasikan nilai-nilai dasar PNS dalam
pelaksanaan tugas jabatannya;
3. mengaktualisasikan kedudukan dan peran PNS
dalam kerangka NKRI; dan
4. menunjukkan penguasaan kompetensi teknis yang
dibutuhkan sesuai bidang tugas.

INTEGRITAS PROFESIONAL INOVATIF PEDULI


PENGEMBANGAN MATERI BELA NEGARA
DALAM DIKLAT TERINTEGRASI BAGI CPNS

1 (satu) Tahun Masa Percobaan/Prajabatan


Hasil diskusi dan konsultasi A. Kurikulum Pembentukan Karakter PNS
dengan Kemhan, bandiklat
Kemhan, dan Pusdiklat Bela
Negara Kemhan

Materi Pembekalan:
1. Wawasan Kebangsaan dan
Nilai-Nilai Bela Negara
2. Analisa Perubahan
Lingkungan Strategis
3. Kesiapsiagaan Bela Negara

B. Kur. Penguatan Kompetensi Teknis sesuai Bidang Tugas


1 (satu) Tahun Masa Percobaan/Prajabatan

INTEGRITAS PROFESIONAL INOVATIF PEDULI


KURIKULUM PELATIHAN DASAR CPNS

INTEGRITAS PROFESIONAL INOVATIF PEDULI


PERUBAHAN ORGANISASI
KONDISI
LINGSTRAT
EKSTERN/INTERN

ORGANISASI PROSES ORGANISASI


YANG
SAAT INI PERUBAHAN UNGGUL
ORGANISASI

Pancasila, UUD 45, TERCAPAI


CITA-CITA &
NKRI, Bhineka TUJUAN
Tunggal Ika NEGARA
APARATUR SIPIL NEGARA
Globalisasi Pluralitas o Oreintasi Pada
kepentingan
Publik
o Mengutamakan
o Pelayanan Publik kepentingan
o Profesional Publik
o Kompetensi o Etika publik
(Pengetahuan, Perilaku, o Nilai-nilai publik
Skill) o Public trust
o Etika Profesi
o Memahami bidang tugas
o Pemersatu bangsa
o Berorientasi pada o Pengawal negara
mutu/kualitas; o Mementingkan
o Budaya Pelayanan ASN kepentingan negara
o Tidak Diskriminatif o Loyalitas pada negara
o Membangun bukan yang lainnya
kepercayaan publik o Semangat Nasionalisme
o Wawasan Kebangsaan
o Menciptakan kondisi
Desentralisasi Konflik o
aman dan damai
Keragaman/pluralisme
KERANGKA BERPIKIR MODUL ANALISA LINGKUNGAN STRATEGIS
Negara-Negara Lainnya di dunia
• Kemampuan mengenali isu
Tri Gatra AGHT Panca Gatra • Alat bantu tapisan
Analisis Linstra • Alat bantu analisis isu
Negara Indonesia The Do’s
Klasifikasi The Don’t’s
Alat Bantu
Perubahan Lingkungan Stratejik Isu-Isu Kritikal
Penyelesaian
https://youtu.be/C2WcV28av6o
Isu-Isu Kritikal

Proxi War Korupsi Isu


Hate Speach Narkoba Menangani
PNS/ASN
Hoax Money Loundring Bullying Kriminal
Saracen Gratifikasi Radikalisme Menghadapi

Cyber Crime Terorisme Modal


Insani

Pengertian Jenis Gejala Pola Kasus Di Indonesia Dampak/Kerugian


Proxy war Kelompok sasaran
Media massa
Penegakan Hukum:
• Cyber Crime
• ITE
Menyerang • Ujaran Kebencian
Hoax Hate Speach • Pornografi
Pihak Ke 3, bantuan
• Perbuatan tidak
dst Agen Kelompok menyenangkan
sasaran • dll
Media IT
Konspirasi, Skenario Besar
Pihak 1 Isu Sensitif Pihak 2 Contoh
peperangan gaya baru Operasi • isu harga cabai meroket.
Menyerang 1. menebar isu intelejen (masyarakat resah)
2. Menggiring isu • kelangkaan ketersediaan cabai.
Pihak Ke 3, rekayasa • kita harus impor!!
bantuan 3. Agenda
dst Agen • Datang perusahaan asing tertentu
4. skema

Pihak Ketiga Modus: Contoh:


• Orang • Bantuan kemanusiaan • Kasus Timor Timur
• pergerakan, • Bantuan perdamaian • Gerakan separatis Dampak
• Organisasi/partai • Penanganan HAM • Pemilu/kada dijajah secara tak kasat mata:
• negara • Ekspedisi alam • Demonstran bayaran kerusuhan, bentrok, ketidakamanan,
• dsb • Perdagangan • Jasa khusus (Saracen) penjajahan SDA
Lemhannas, 19 Juni 2014
Menurut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo
Bentuk ProxyWar : indikasi proxy war di Indonesia diantaranya:
• Menjadikan Indonesia sebagai pasar. a. Gerakan separatis
• Menghambat pemb. dan pengemb kualitas SDM. b. Demonstrasi massa
• Merekrut generasi muda dengan fasilitas dan materi. c. Sistem regulasi yang merugikan
• Investasi besar besaran di bidang industri strategis,. d. Peredaran narkoba
• Penciptaan Pakta Pasar Bebas Regional dan Dunia, e. Pemberitaan media yang provokatif
f. Penyebaran pornografi dan seks bebas
• Melakukan penetrasi, penyusupan, suap, kolusi.
g. Tawuran pelajar, dan
• Menciptakan kelompok teroris. h. Bentrok antar kelompok.
• Membeli dan menguasai media massa,.
• menghancurkan generasi muda (narkoba, pergaulan
seks bebas, budaya konsumtif, malas).

Kontra Proxy War Terwujudnya kemampuan komponen bangsa dalam:


• Pancasila 1. menjaga kedaulatan NKRI.
• Bhinneka Tunggal Ika 2. merencanakan, memprogramkan dan melaksanakan sosialisasi
• kecintaan terhadap bangsa, tentang ketahanan nasional dan wawasan kebangsaan.
• rela berkorban dan berjiwa patriot 3. menghadapi ancaman disegala bidang (Geografi, Demografi dan
• tenggang rasa, Kondisi Sosial).
perlu dipelihara dalam menjaga 4. Membangun kekuatan bersama menangkal ancaman Proxy War.
keseimbangan atau harmoni
KONFLIK SOSIAL
Narkoba Seks Bebas Pornografi Ilegal Action
Anak, Remaja sd Orang Tua
Warga, pejabat publik sd pejabat negara
Kekerasan
Kejahatan/Kriminal
Bahasa Kasar • Keresahan
Bullying
• Kerusuhan
Sikap Kasar
Sarkasme • Disintegrasi
Perilaku Kasar • Ketidak percayaan publik
Radikalisme
KONFLIK
Terorisme SOSIAL
Isu ASN
Pewarisan Isu Yanbik

Implementasi STOP
Bela Negara Korupsi Gratifikasi Money Loundrying
Membangun kesadaran

Langkah penanganan Isu Politik, penegakan hukum, dst


Data Bahaya Narkoba (BNN 2016)
Data Bahaya Narkoba (BNN 2016)
Data Bahaya Narkoba (BNN 2016)
Data Bahaya Narkoba (BNN 2016)
KONSEP PERUBAHAN

1. Menyadari kepastian suatu perubahan


2. Perubahan yang diharapkan terjadi bukan hanya
“berbeda”, namun perubahan yang memberikan
manfaat.
3. Perubahan untuk mempertahankan keberlangsungan
PERUBAHAN LINGKUNGAN STRATEGIS
• Menjelaskan level perubahan lingkungan strategis (Individu, Keluarga,
Masyarakat pada level lokal, nasional, regional, global)
• Mengajak untuk mulai membenahi diri sendiri dengan segala kemampuan
dengan mengembangkan berbagai potensi yang telah dimiliki yang
bersumberkan ideologi bangsa
• Mendorong perubahan cara pandang masyarakat membangun budaya
yang lebih baik sekaligus menjamin keberlangsungan hidup.
• mengenal dan memahami serta menanggulangi isu-isu kritikal saat ini,
seperti paham terorisme/radikalisme, bahaya narkoba, cyber crime,
money laundry, korupsi, proxy war, isu kualitas pelayanan masyarakat yang
semuanya akan memberikan pengaruh dalam menjalankan tugas
jabatannya sebagai PNS profesional pelayan masyarakat
MODAL INSANI DALAM MENGHADAPI PERUBAHAN
LINGKUNGAN STRATEGIS
• Memberikan penguatan terhadap human capital concept yang intinya
menganggap bahwa manusia merupakan suatu bentuk modal yang
tercermin dalam bentuk pengetahuan, gagasan (ide), kreativitas,
keterampilan, dan produktivitas kerja.
• Pentingnya modal manusia sebagai komponen yang sangat penting di
dalam kehidupan berorganisasi, bermasyarakat berbangsa dan
bernegara
• Menjelaskan 6 komponen modal insani, yakni modal: (1) intelektual; (2)
emosional; (3) sosial; (4) ketabahan, (5) moral; dan (6) kesehatan; yang
diharapkan dipahami dan ditunjukan sebagai pemicu peningkatan
kinerja PNS sebagai pelayan masyarakat.
MODAL INSANI
1. Modal intelektual; (curiosity, pengetahuan, wawasan,
pemaknaan)
2. Modal emosional; (kecerdasan emosi)
3. Modal sosial; (kesadaran social, kemampuan sosial)
4. Modal ketabahan, (kesanggupan menghadapi masalah)
5. Modal etika/moral; (kecerdasan moral), dan
6. Modal kesehatan; (kesehatan fisik)
THE DO’S
• Mengabdi kepada Negara dan Rakyat Indonesia melalui Lembaganya
masing-masing dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai luhur
dan hakekat yang terkandung dalam Pancasila, Undang-undang Dasar
Tahun 1945, dan Tata Nilai Pemerintah Negara yang sah.
• Memberikan pelayanan publik secara profesional, bersemangat,
tulus, dan santun, dengan senantiasa menunjukkan sikap jujur, arif, dan
rendah hati.
• Menunjukkan hasrat untuk maju dengan senantiasa belajar (sendiri
maupun bersama orang lain) untuk mendapatkan informasi baru, serta
meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya.
THE DON’TS
• Menunjukkan sikap dan perilaku arogan, sok kuasa, minta
dihormati, dan menerima ipemberian yang terkait atau
patut diduga terkait dengan pekerjaan / jabatannya.
• Melakukan hal-hal yang bisa dikategorikan sebagai korupsi,
kolusi, dan nepotisme (KKN).
• Memberikan mbalan / gratifikasi serta hadiah / pelayanan
kepada masyarakat secara diskriminatif, dengan pamrih,
tanpa senyum dan empati, memperlambat pelayanan,
bahkan mempersulitnya.
Konsep Analisa Perubahan Strategis
• Memberikan pemahaman perubahan lingkungan melalui analisis
lingkungan strategis (internal dan eksternal) yang akan
mempengaruhi terhadap keberlangsungan penyelenggaraan
negara.
• Analisis dibutuhkan untuk memberikan pemahaman yang
mendalam dan objektif terhadap satu persoalan, sehingga dapat
dirumuskan alternatif pemecahan masalah yang lebih baik
• Mengambil keputusan yang tepat atas persoalan yang dihadapi
demi keberlangsungan hidup bermasyarakat, berbangsa dan
bernegara.
The Extreme Future
James Canton, dunia akan banyak
berubah dan diperkirakan akan terdapat
10 tren masa depan yang akan berubah
dengan ekstrim
NASIONALISME VS GLOBALISASI
“HANTU SOSIAL” POPULISME
“Lahirnya fenomena negatif populisme
dan ekstrimisme yang saling mendukung,
menyuburkan rasisme, xenophobia, anti
semitisme dan bentuk lain toleransi …”
(Sekjen PBB, Antonio Gutteres, 27/2/’17)
Lima Faktor
Penentu Masa Depan
Kecepatan, Kompleksitas, DETERMINANT OF
Resiko, Perubahan dan Kejutan THE EXTREME FUTURE
TRI GATRA
Letak Geografis Negara
Pusat strategis maritim dunia di abad 21.
Selat Malaka
Samudera India Samudera Pasifik.
Selat Sunda
Laut Cina Selatan Samudera Hindia.
Selat Lombok
Samudera Pasifik Laut Filipina.
Selat Makassar
Samudera Pasifik Australia.
TRI GATRA

Kekayaan Alam Hayati


Kekayaan Alam Non Hayati
TRI GATRA
Keadaan dan Kemampuan Penduduk
Indeks Efektivitas Pemerintahan peringkat ke-85
Indeks Kemudahan Berusaha ke-109 dari 189 negara.
(The Worlwide Governance Indicators 2014 – 2016)

Indeks Daya Saing Indonesia ke-37 dari 140 negara.


(World Economic Forum 2015 – 2016)

Indeks Pembangunan Manusia ke 133 dari 183 negara


(PBB 2016)
PANCA GATRA
Aspek Sosial
Ideologi
Politik
Ekonomi
Sosial budaya
Pertahanan dan keamanan
PANCA GATRA
ASPEK IDEOLOGIS
Ideologi adalah nilai yang tersusun
secara sistematis dan merupakan
doktrin yang jadi dasar serta
memberi arah dan tujuan yang ingin
dicapai di dalam kelangsungan hidup
bangsa dan negara.
PANCA GATRA
ASPEK POLITIK

Sistem politik yang tepat


dilaksanakan dalam rangka
mencapai tujuan nasional..
PANCA GATRA
ASPEK EKONOMI

Bidang ekonomi berperan


langsung dalam upaya
pemberian dan distribusi
kebutuhan warga negara.
PANCA GATRA
ASPEK SOSIAL BUDAYA
Unsur sosial budaya menentukan
kekuatan nasional suatu negara.
Tantangan bangsa yang homogen akan
berbeda dengan yang heterogen
(plural) masyarakatnya.
PANCA GATRA
ASPEK PERTAHANAN KEAMANAN
Pertahanan keamanan adalah
merupakan salah satu fungsi
pemerintahan dalam menegakkan
ketahanan nasional dengan tujuan
untuk mencapai keamanan bangsa dan
negara serta hasil perjuangannya.
• Isu saat ini (current issue)
Analisis Linstra
• Isu berkembang (emerging issue), dan
• Isu potensial.
Klasifikasi

Isu-Isu Kritikal

Proxi War Korupsi Hate Speach Narkoba Isu


PNS/ASN
Hoax Money Loundring Bullying Kriminal
Saracen Gratifikasi Radikalisme
Cyber Crime Terorisme

Pengertian Jenis Gejala Pola Kasus Di Indonesia Dampak/Kerugian


Kemampuan dalam memahami Isu
• Enviromental Scanning yaitu sikap peduli terhadap isu/masalah dalam
organisasi dan sekaligus bentuk kemampuan memetakan hubungan
kausalitas yang terjadi.
• Problem Solving yaitu kemampuan peserta mengembangkan dan
memilih alternatif pemecahan isu/masalah, dan kemampuan memetakan
aktor terkait dan perannya masing-masing dalam penyelesaian
isu/masalah.
• Analysis bentuk kemampuan peserta berpikir konseptual yaitu
kemampuan mengkaitkan dengan substansi Mata Pelatihan dan bentuk
kemampuan mengidentifikasi implikasi / dampak / manfaat dari sebuah
pemecahan isu dn keterkaitannya dengan mata pelatihan yang relevan
dalam menetapkan pilihan kegiatan/ tahapan kegiatan untuk
memecahkan isu.
Issue Scan
• Media scanning, yaitu penelusuran sumber-sumber informasi isu dari media
seperti surat kabar, majalah, publikasi, jurnal profesional dan media lainnya
yang dapat diakses publik secara luas.
• Existing data, yaitu dengan menelusuri survei, polling atau dokumen resmi
dari lembaga resmi terkait dengan isu yang sedang dianalisis.
• Knowledgeable others, seperti profesional, pejabat pemerintah, trendsetter,
pemimpin opini dan sebagainya
• Public and private organizations, seperti komisi independen, masjid atau
gereja, institusi bisnis dan sebagainya yang terkait dengan isu-isu tertentu
• Public at large, yaitu masyarakat luas yang menyadari akan satu isu dan secara
langsung atau tidak langsung terdampak dengan keberadaan isu tersebut.
Teknik-Teknik Analisis Isu Strategis

Menjelaskan alat bantu penetapan kriteria kualitas isu:


 Teknik tapisan isu-isu (APKL, USG)
 Teknik analisis isu (system berpikir mind mapping,
fishbone, SWOT, tabel frekuensi, analisis kesenjangan)
 Pilih teknik analisis isu yang sesuai dan mudah
diterapkan
CONTOH PENGGUNAAN ALAT BANTU
ANALISIS ISU
Fishbone, langkah 1
• Menyepakati pernyataan masalah
• Grup menyepakati sebuah pernyataan masalah (problem statement) yang
diinterpretasikan sebagai “effect”, atau secara visual dalam fishbone diagram
digambarkan seperti “kepala ikan”.
• Tuliskan masalah tersebut pada whiteboard atau flipchart di sebelah paling
kanan, misal: “Bahaya Radikalisasi”.
• Gambarkan sebuah kotak mengelilingi tulisan pernyataan masalah tersebut
dan buat panah horizontal panjang menuju ke arah kotak.
Fishbone, langkah 1
Fishbone, langkah 3
• Menemukan sebab-sebab potensial dengan cara brainstorming
• Setiap kategori mempunyai sebab-sebab yang perlu diuraikan melalui
sesi brainstorming.
• Saat sebab-sebab dikemukakan, tentukan bersama-sama di mana sebab tersebut
harus ditempatkan dalam fishbone diagram, yaitu tentukan di bawah kategori yang
mana gagasan tersebut harus ditempatkan, misal: “Mengapa bahaya potensial?
Penyebab: pendidikan agama tidak tuntas!” Karena penyebabnya sistem, maka
diletakkan di bawah “system”.
• Sebab-sebab tersebut diidentifikasi ditulis dengan garis horisontal sehingga banyak
“tulang” kecil keluar dari garis diagonal.
• Pertanyakan kembali “Mengapa sebab itu muncul?” sehingga “tulang” lebih kecil
(sub-sebab) keluar dari garis horisontal tadi, misal: “Mengapa pendidikan agama
tidak tuntas? Jawab: karena tidak diwajibkan” (lihat Gambar).
• Satu sebab bisa ditulis di beberapa tempat jika sebab tersebut berhubungan dengan
beberapa kategori.
Analisis SWOT
• Strategi S-O (Strengths – Opportunities)
• Kategori ini mengandung berbagai alternatif strategi yang bersifat memanfaatkan peluang
dengan mendayagunakan kekuatan/kelebihan yang dimiliki. Strategi ini dipilih bila skor EFAS
lebih besar daripada 2 dan skor IFAS lebih besar daripada 2.
• Strategi W-O (Weaknesses – Opportunities)
• Kategori yang bersifat memanfaatkan peluang eksternal untuk mengatasi kelemahan. Strategi
ini dipilih bila skor EFAS lebih besar daripada 2 dan skor IFAS lebih kecil atau sama dengan 2.
• Strategi S-T (Strengths –Threats)
• Kategori alternatif strategi yang memanfaatkan atau mendayagunakan kekuatan untuk
mengatasi ancaman. Strategi ini dipilih bila skor EFAS lebih kecil atau sama dengan 2 dan skor
IFAS lebih besar daripada 2.
• Strategi W-T (Weaknesses –Threats)
• Kategori alternatif strategi sebagai solusi dari penilaian atas kelemahan dan ancaman yang
dihadapi, atau usaha menghindari ancaman untuk mengatasi kelemahan. Strategi ini dipilih
bila skor EFAS lebih kecil atau sama dengan 2 dan skor IFAS lebih kecil atau sama dengan 2.
Analisis TOWS
• Strategi SO
• Strategi SO dipakai untuk menarik keuntungan dari peluang yang tersedia dalam lingkungan eksternal.
• Strategi WO
• Strategi WO bertujuan untuk memperbaiki kelemahan internal dengan memanfaatkan peluang dari
lingkungan yang terdapat di luar. Setiap peluang yang tidak dapat dipenuhi karena adanya kekurangan yang
dimiliki, harus dicari jalan keluarnya dengan memanfaatkan kekuatan-kekuatan lainnya yang tersedia.
• Strategi ST
• Strategi ST digunakan untuk menghindari, paling tidak memperkecil dampak negatif dari ancaman atau
tantangan yang akan datang dari luar. Jika ancaman tersebut tidak bisa diatasi dengan kekuatan internal
maupun kekuatan eksternal yang ada, maka perlu dicari jalan keluarnya, agar ancaman tersebut tidak akan
memberikan dampak negatif yang terlalu besar.
• Strategi WT
• Strategi WT adalah taktik mempertahankan kondisi yang diusahakan dengan memperkecil kelemahan internal
dan menghindari ancaman eksternal. Dengan kata lain, jika sekiranya ancaman yang akan datang lebih kuat
dari upaya pengembangan, maka hal yang perlu dilakukan, adalah dengan menghentikan sementara usaha
ekspansi pengembangan, dengan menunggu ancaman eksternal yang datang menjadi hilang atau reda.
MEMILIH NEGARA MAJU APA BERKEMBANG ?
Negara Maju
adalah negara yg diisi oleh
orang-orang dgn need of achievement
(kebutuhan akan prestasi) yg kuat,
yang dicirikan oleh standar keunggulan
dalam kerja, menyukai tantangan,
mengambil tanggungjawab pribadi,
disiplin & berani mengambil resiko.
Sebaliknya
Negara Berkembang,
diisi oleh orang-orang dengan need
for affiliation (kebutuhan afiliasi)
yang kuat. Orang-orang ini lebih
mengutamakan pada kedekatan
hubungan, jalinan kekerabatan,
konformitas, dan sensitif terhadap
reaksi orang lain.
PESAN SAYA SINGKAT SAJA

SATU, JANGAN MENUNDA PEKERJAAN


DAN JANGAN MEMPERSULIT ORANG LAIN

USAHAKAN MELAKUKAN SATU KEBAIKAN SETIAP HARI. DALAM SATU TAHUN


PASTI AKAN TERJADI PERUBAHAN YANG BANYAK SEKALI.

SOAL REJEKI, SEBAGAI UMAT BERAGAMA


YAKINLAH BAHWA REJEKI ITU TIDAK AKAN TERTUKAR

(Ignasius Jonan)
THE BEAUTY OF MY COUNTRY
INDONESIA MEMANG BUKAN NEGARA YANG
SEMPURNA, TAPI IA ADALAH NEGARA YANG
SANGAT PANTAS DIPERJUANGKAN.
PROUD TO BE INDONESIA
Terima Kasih

57

Anda mungkin juga menyukai