Anda di halaman 1dari 22

Bulldozer

Oleh : Viko Duvadilan Wibowo


Pembimbing : Ani Firda, ST., MT
Pengertian Bulldozer
• Bulldozer adalah salah satu jenis alat berat yang berfungsi
untuk pemerataan material seperti tanah, pasir, kerikil
dan memiliki kemampuan dorong atau tenaga yang
tinggi
• Bulldozer adalah nama jenis dari dozer yang mendorong
lurus ke depan
• Bisa digunakan untuk menggali, mendorong, menggusur
meratakan, menarik beban, menimbun
Kemampuan Berdasarkan Medan
• Mampu beroperasi di
daerah yang lunak sampai
daerah yang keras
• Dengan swamp dozer
(dozer rawa) untuk
daerah yang sangat lunak,
dan daerah yang sangat
keras perlu dibantu
dengan ripper (alat garu).
Alat Penggerak Bulldozer
• Bulldozer merupakan alat yang menggunakan traktor
sebagai penggerak utamanya
• Bulldozer dianggap sebagai traktor yang dilengkapi alat
tambahan (blade)
Fungsi Bulldozer
• Berikut ini merupakan beberapa fungsi bulldozer yang
umumnya ditemui di Indonesia
1. Pembabatan atau Penebasan (Cleraring)
2. Merintis (Pioneering)
3. Gali/Angkut Jarak Pendek
4. Menyebarkan Material
5. Penimbunan Kembali
6. Menarik
Anatomi Bulldozer
A. Blade : Untuk Mendorong Material

B. Lift Silinder : Menggerakkan Blade

C. Carier Roller : Penahan Main Frame

D. Sproket : Menggerakan Track

E. Main Frame : Alur Carier Roller

F. Staright Frame : Batang Penyanggah Blade

G. Track : Sebagai Roda untuk Excavator

H. Cutting Edge : Meratakan Permukaan Tanah

I. End Bit : Menyerok Material


Jenis-Jenis Bulldozer
Crawler Tractor Dozer Wheel Tractor Dozer
Punya daya dorong besar, terutama Daya dorongnya lebih kecil tapi kecepatannya
pada tanah lunak karena bidang geser besar lebih besar
Dapat digunakan pada tanah lumpur Tak dapat digunakan pada tanah lumpur,
maupun berbatu tajam jika digunakan pada tanah berbatu usia ban
menjadi lebih pendek
Untuk membawa ke lokasi harus Dapat dibawa ke lokasi tanpa diangkut
diangkut, karena jika berjalan di
aspal dapat merusak aspal
Memiliki jarak angkut yang pendek Jarak angkutnya bisa jauh

Operator cepat lelah Nyaman dikendarai

Jalan proyek tak perlu dipelihara Jalan proyek harus dipelihara


Jenis-Jenis Bulldozer (Lanj)
Jenis-Jenis Blade pada Bulldozer
• Universal Blade (U – Blade)
• Dilengkapi sayap yang bertujuan
meningkatkan produktivitas
• Mendorong/membawa muatan
lebih banyak
• Kebanyakan digunakan pada
pekerjaan reklamasi tanah dan
pekerjaan penyediaan bahan (stock
pilling).
Jenis-Jenis Blade pada Bulldozer
• Straight Blade (S-Blade) (Modifikasi dari U-blade)
• Dapat digunakan dalam berbagai
kondisi medan
• Banyak digunakan untuk mendorong
material cohesive (batu atau kerikil),
penggalian struktur dan penimbunan
• Dengan memiringkan, blade dapat
berfungsi untuk menggali tanah keras
• Manuver lebih mudah dan dapat
menangani material dengan mudah
Jenis-Jenis Blade pada Bulldozer
• Angling Blade (A-Blade)
• Blade dengan posisi lurus dan
menyudut, juga dibuat untuk:
• Pembuangan kesamping (side casting)
• Pembukaan jalan (pioneering roads)
• Penggalian saluran (cutting ditches)
• Sangat efektif untuk pekerjaan side
hill cut atau back filling
Jenis-Jenis Blade pada Bulldozer
• Cushion Blade (C – Blade)
• Dilengkapi dengan rubber cushion
(bantalan karet) untuk meredam
tumbukan
• Selain untuk push dozing, blade juga
dipakai untuk pemeliharaan jalan
dan pekerjaan dozing yang lain
• Lebar C-blade memungkinkan
peningkatan manuver
Jenis-Jenis Blade pada Bulldozer
• Bowl Dozer
• Membawa/mendorong
material dengan kehilangan
sesedikit mungkin karena
adanya dinding besi pada sisi
blade yang cukup lebar
• Bentuknya seperti mangkuk
sehingga disebut bowl-dozer.
Jenis-Jenis Blade pada Bulldozer
• Light Material U-Blade
• Alat ini didesain untuk
pekerjaan material non-
kohesif yang lebih ringan.
Contohnya seperti tumpukan
tanah lepas/gembur
Cara Kerja
Bulldozer
Cara Kerja Bulldozer
• Downhill Dozing
• Mendorong kearah bawah
• Keuntungan dari bantuan
gaya gravitasi untuk
menambah tenaga dan
kecepatan
• Dilakukan pada medan
kerja yang miring.
Cara Kerja Bulldozer
• High wall or float dozing
• Bekerja dengan cara beberapa
kali menggali, lalu
mengumpulkan galian menjadi
satu dan mendorong dengan
hati-hati pada lereng yang
curam
• Sebelum seluruh tanah habis
meluncur ke lereng bulldozer
harus direm agar tidak
terjungkal ke dalam jurang
Cara Kerja Bulldozer
• Trench or slot dozing
• Penggalian melalui satu
jalan yang sama akan
menyebabkan terbentuknya
semacam dinding kiri
kanan blade (spilages)
• Pendorongan tanah
berikutnya tidak ada tanah
yang keluar melalui sisi
jalan
Waktu Siklus (Cycle Time)
• Waktu siklus adalah jangka waktu yang diperlukan alat-
alat berat untuk menyelesaikan satu lingkaran operasi
• Cycle Time (s): Dozing Time + Reversing Time + Gear Shifting
• Cycle Time dipengaruhi oleh faktor berikut ini:
–Ukuran Unit Alat
–Jenis Material
–Keterampilan Operator
Produktivitas Bulldozer
• Kapasitas operasi alat berat biasanya dinyatakan dalam m3/ jam
• Produksi alat dinyatakan dalam volume pekerjaan yang dikerjakan
per siklus waktu dan jumlah siklus dalam satu jam kerja
• Beberapa faktor yang mempengaruhi produktivitas bulldozer
adalah:
– Blade Capacity (Ukuran Blade)
– Swell Factor
– Grade Factor (Faktor Kelandaian)
– Efisiensi Kerja
Produktivitas Bulldozer
• Rumus Produktivitas Stright Blade Buldozer
𝟔𝟎
• 𝑸= 𝒒𝒙𝑵𝒙𝒆𝒙𝑬= 𝒒𝒙 𝒙 𝒆 𝒙 𝑬 (𝒎𝟑 /𝒋𝒂𝒎)
𝑪𝒎

Catatan:
Q : Produksi per jam alat (m3/jam)

q : Produksi (m3) dalam satu siklus kemampuan alat untuk memindahakan tanah lepas

N : Jumlah siklus dalam satu jam, dimana N = 60/cm

E : Efisiensi kerja

e : Faktor kelandaian (Grade factor)

Cm : Waktu siklus dalam menit


Efisiensi Kerja
Perawatan/ Baik sekali Baik Sedang Buruk Buruk
Kondisi sekali
Baik sekali 0,83 0,81 0,76 0,7 0,63
Baik 0,78 0,75 0,71 0,65 0,6
Sedang 0,72 0,69 0,65 0,6 0,54
Buruk 0,63 0,61 0,57 0,52 0,45
Buruk sekali 0,52 0,5 0,47 0,42 0,32