Anda di halaman 1dari 40

GENERAL BUSINESS ENVIRONMENT

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR LINGKUNGAN


EKSTERNAL YANG
MEMPENGARUHI PERFORMA PERUSAHAAN DI
DEUTSCHE LUFTHANSA AG
Dosen Pengampu:
Prof. Dr. Prasetyo Supono, MBA., M.A.

Disusun Oleh:

Herlambang Mahardika
18/432627/PEK/23893
Kelas Reguler 72-A

Program Studi Magister Manajemen


Fakultas Ekonomika dan Bisnis
Universitas Gadjah Mada Yogyakarta
2019
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
➢ Lingkungan eksternal atau lingkungan yang berada di luar organisasi
saling mempertukarkan sumber dayanya dengan organisasi tersebut dan
tergantung satu sama lain.
➢ Perusahaan airlines merupakan bagian penting untuk menghubungkan
daerah-daerah yang berjauhan sehingga dapat mempermudah distribusi
dan dapat meningkatkan perekonomian, yang salah satu perusahaan
Deutsche Lufthansa AG yang berbasis di Berlin, Jerman.
➢ Seiring dengan bertambahnya penduduk di Jerman dan juga membutuhkan
mobilitas yang tinggi membuat perusahaan Deutsche Lufthansa perlu
meningkatkan kualitasnya.
➢ Kemudian ada beberapa isu penting yang menjadi pengaruh paling penting
pada sektor penerbangan ini yaitu isu kenaikan harga fuel jet dan
terorisme.
1.2 Perumusan Masalah
1. Apa faktor-faktor lingkungan eksternal yang dapat mempengaruhi
performa Deutsche Lufthansa AG dalam melakukan kegiatan bisnis?
2. Apakah peluang dan ancaman yang muncul dari faktor-faktor eksternal
yang ditemukan dapat mempengaruhi Deutsche Lufthansa AG dalam
melakukan kegiatan bisnis?
3. Apa implikasinya yang dapat dibuat dan dilakukan oleh Deutsche
Lufthansa AG untuk mengatasi faktor-faktor eksternal yang
mempengaruhi?
1.3 Tujuan Penelitian
1. Untuk menganalisis apakah faktor-faktor lingkungan eksternal Deutsche
Lufthansa AG dalam melakukan kegiatan bisnis, terutama faktor-faktor
eksternal yang berhubungan dengan lingkungan demografi, lingkungan
ekonomi, lingkungan alam, lingkungan hukum domestik, lingkungan
hukum internasional, lingkungan sosial budaya, lingkungan
pemerintahan, lingkungan politik, dan lingkungan informasi dan
teknologi.
2. Untuk membahas apakah peluang dan ancaman dari faktor-faktor
eksternal yang terdapat pada Deutsche Lufthansa AG.
3. Untuk mengkaji implikasinya Deutsche Lufthansa AG untuk mengatasi
faktor-faktor eksternal yang telah didapat.
1.4 Metode Penelitian
1. Jenis Data yang dikumpulkan
Data untuk menganalisis faktor-faktor lingkungan eksternal yang
digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder. Data tersebut
dikumpulkan dari surat kabar online, artikel, internet, jurnal, dan catatan
dari perusahaan.
2. Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data sekunder disusun dengan menggunakan studi
pustaka melalui berbagai sumber: artikel, berita, internet, majalah, buku,
laporan tahun perusahaan dan laman web resmi perusahaan.
3. Metode Analisis
Metode analisis menggunakan metode deskripsi analitis.
1.5 Manfaat Penelitian
1. Manfaat bagi Deutsche Lufthansa AG
Memberikan pandangan-pandangan yang baru dan dapat dijadikan
sebagai pertimbangan Deutsche Lufthansa AG untuk mengembangkan
atau memperbaiki kegiatan operasional untuk menghadapi lingkungan
eksternal tersebut.
2. Manfaat bagi Penulis
Memberikan gambaran umum tentang strategi dunia bisnis yang
bergelut di bidang airlines (maskapai penerbangan).
3. Manfaat bagi Pihak Lain
Memberikan gambaran baru guna memperkaya pengetahuan serta
wawasan bagi pihak-pihak lain yang ingin atau sedang bergelut dalam
bidang yang sama.
BAB II
PROFIL PERUSAHAAN DEUTSCHE
LUFTHANSA AG
2.1 Sejarah Deutsche Lufthansa AG
➢ Perusahaan didirikan pada tanggal 6 Januari 1926 di Berlin,
dengan penggabungan dua perusahaan yaitu Deutsche Are Lloyd
dan Junkers Luftverkehr.
➢ Hingga akhir perang dunia II perusahaan harus berhenti
beroperasi karena kekalahan Jerman dan perusahaan dibangun
kembali pada 6 Januari 1953 dengan nama Deutsche Luft Hansa
Aktiengesellschft.
➢ Pada tahun 1960-an masuk ke era pesawat jet Lufthansa membeli
beberapa pesawat komersial seperti Boeing 707, 720 dan 727.
➢ Pada 6 Desember 2006 Lufthansa berhasil menjadi perusahaan
airlines yang melakukan kebijakan open sky policy dan menjadi
maskapai terbesar di atas KLM.
2.2 Visi dan Misi Deutsche Lufthansa AG

2.2.1 Visi dari Deutsche Lufthansa AG


“ We stick assiduously to our course, which is defined in terms of
sustainable and profitable growth..”

2.2.2 Misi dari Deutsche Lufthansa AG


“ To become a leading name in the world of air travel by being
the top preference of customers and shareholders all over the
world.”
2.3 Falsafah Deutsche Lufthansa AG

1. Consolidation
2. Flexibility
3. Digitalization
2.4 Struktur Organisasi Deutsche Lufthansa AG

Supervisor Board

Chairman and
CEO

Chief Chief Officer Chief Officer


Chief Officer Commercial Airline Resources Chief Officer Corporate Human
Resort Eurowings Officer Network & Operations Finance Resources and
Airlines Standards Legal Affairs
2.5 Jenis Pelayanan Deutsche Lufthansa AG

Sebagai tambahan dari penerbangan utamanya, Lufthansa memiliki


subsidiaries. airlines terpenting adalah:
1. Austrian Airlines
2. SunExpress
3. Swiss International Air Lines
4. Lufthansa Cargo
5. Lufthansa Technik
6. Lufthansa Regional
7. Lufthansa CityLine
8. Lufthansa Eurowings
9. Jetblue
BAB III
ANALISIS TENTANG FAKTOR-FAKTOR
LINGKUNGAN EKSTERNAL YANG
MEMPENGARUHI PERFORMA PERUSAHAAN
DEUTSCHE LUFTHANSA AG
3.1 Lingkungan Ekonomi
3.1.1 Definisi
Faktor lingkungan ekonomi yang mempengaruhi perusahaan mengacu pada sifat, cara, dan
arah perekonomian di mana suatu perusahaan melakukan aktivitas bisnisnya. Indikator yang
bisa dilihat dari perekonomian suatu negara antara lain adalah pendapatan domestik bruto,
tingkat inflasi, suku bunga, dan neraca perdagangan.
3.1.2 Isu
Perekonomian Jerman yang berubah menjadi negara dengan tingkat perekonomian yang
buruk selama enam tahun terakhir. Di tengahnya melambatnya ekonomi Jerman dan
ditambah dengan adanya Brexit serta perselisihan dagang membuat menteri Jerman
mengestimasi bahwa forecast pertumbuhan ekonomi Jerman berkurang 0.5 persen dari
diprediksi awalnya. Melihat kepada perkembangan ekonomi global yang masih terus
berkembang, Jerman terpaku pada nilai inflasi di angka 2 persen. Hal tersebut diakibatkan
oleh rendahnya tenaga kerja dan meningkatnya konsumsi penduduk.
3.1.3 Peluang
1. Membuka rute internasional ke negara-negara berkembang terutama ASIA dan ASEAN
karena pada beberapa tahun terakhir ini regional tersebut memiliki perkembangan
ekonomi yang baik, sehingga dapat meningkatkan revenue stream untuk perusahaan
airlines.
2. Tidak ada kepastian bahwa perbaikan kondisi ekonomi Jerman akan terus berlanjut atau
memburuk perekonomiannya
3.1 Lingkungan Ekonomi (Lanjutan)
3.1.4 Ancaman
1. Tidak ada kepastian bahwa perbaikan kondisi ekonomi Jerman akan terus berlanjut atau
memburuk perekonomiannya, hal ini dapat menyebabkan pelemahan ekonomi secara
meluas dari Jerman hingga European Union apabila ada kepastian ekonomi.
2. Hilangnya kepercayaan stakeholders pada sistem keuangan Jerman, sehingga dapat
menyebabkan peningkatan volatilitas di pasar keuangan internasional dan pada akhirnya
akan menyebabkan menghambatnya pertumbuhan ekonomi global terutama Jerman.
3.1.5 Implikasi
1. Industri airlines sangat dipengaruhi oleh faktor moneter, salah satu alasan utama
adalah penggunaan fuel jet yang memberikan kontribusi hampir 50 persen dari seluruh
komponen biaya pokok penjualan tiket.
2. Transaksi bisnis seperti pembelian suku cadang dan pembayaran leasing juga
dipengaruhi oleh tingkat suku bunga, ketidakstabilan tingkat suku bunga memiliki
dampak yang negatif yang bersifat material terhadap kemampuan perusahaan airlines
dalam membayar hutangnya.
3.2 Lingkungan Demografi
3.2.1 Definisi
Demografi adalah studi ilmiah tentang penduduk, terutama tentang fertilitas, mortalitas, dan
natalitas. Demografi meliputi studi ilmiah tentang jumlah, persebaran geografis, komposisi
penduduk, dan karakter demografis lainnya, serta bagaimana faktor-faktor ini berubah dari
waktu ke waktu.
3.2.2 Isu
Jerman tengah menghadapi ominous demographic yang dimana penduduk Jerman mayoritas
berumur sekitar 50 sampai 60 tahunan. Tahun 2019 dengan jumlah penduduk Jerman
sebanyak 82,422,309 jiwa dan hampir 30 persen berusia 50-60 tahunan, hal ini menyebabkan
adanya kekurangan tenaga kerja di Jerman.
3.2.3 Peluang
Dengan prediksi biro statistik Jerman yang memberikan gambaran bahwa Jerman ada
kekurangan populasi pada tahun 2060, maka pemerintah Jerman membuka pintu imigrasi
bagi warga negara asing. Hal ini dapat supply dan demand dari Jerman atas airlines services
akan meningkat.
3.2 Lingkungan Demografi (Lanjutan)
3.2.4 Ancaman
Dengan banyaknya imigran yang datang ke Jerman menyebabkan perusahaan airlines harus
merubah cost structure dari seluruh cost per tiket yang jual. Hal tersebut dapat menurunkan
revenue dari perusahaan airlines jika harus mengikuti cost structure dari penduduk imigran.
3.2.5 Implikasi
Dengan diprediksi akan terjadi peningkatan populasi di Jerman, maka perusahaan airlines
terutama Deutsche Lufthansa AG harus memberikan perhatian lebih guna memenuhi
kebutuhan dari konsumen mereka yang kemungkinan besar imigran yang memiliki
kebutuhan/rute penerbangan dan kargo yang berbeda dari sebelumnya.
3.3 Lingkungan Alami (Natural)
3.3.1 Definisi
Ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dan lingkungan merupakan pengertian dari
ekologi. Lingkungan hidup mempunyai peran yang besar dalam kehidupan manusia dan
yang terpenting adalah pembangunan lingkungan hidup dapat memberikan manfaat yang
besar bagi kehidupan dan tidak menimbulkan kerusakan pada fungsi dan kemampuan
lingkungan hidupnya.
3.3.2 Isu
Industri airlines merupakan salah satu industri yang memberikan kontribusi yang besar
terhadap isu alami (natural). Hal-hal yang menjadi isu lingkungan alami (natural) adalah
polusi udara, polusi suara, dan radiasi.
3.3.3 Peluang
1. Dengan adanya isu alami (natural) tersebut diperlukan teknologi yang mutakhir untuk
menghadapi isu-isu tersebut. Perusahaan dapat menggunakan teknologi aircraft seperti
A380 produksi Airbus SAS. atau Boeing 737Max yang telah memiliki teknologi yang
dapat mengurangi polusi.
2. Dengan tingkat kesadaran konsumen untuk “green action” dapat menjadi peluang bagi
perusahaan airlines untuk mengimplementasikan CSR yang mengedepankan
sustainability environment, sehingga brand perusahaan juga dapat menjadi lebih baik.
3.3 Lingkungan Alami (Natural) (Lanjutan)
3.3.4 Ancaman
Pihak airlines perlu melihat isu lingkungan alami (natural) dengan serius karena isu ini dapat
mengakibatkan turunnya konsumen yang menggunakan aircraft karena kesadaran akan
lingkungan yang semakin tinggi di kalangan konsumen dan juga dapat menjadi cost lebih
bagi maskapai airlines ketika perusahaan merusak alami (natural).
3.3.5 Implikasi
Bagi Deutsche Lufthansa AG ini harus harus menyadari akan meningkatnya kesadaran akan
lingkungan alam (natural), sehingga perusahaan dapat mengadopsi teknologi terbaru seperti
A380 atau 737Max meskipun cukup mahal, namun hal tersebut dapat mempengaruhi
performa perusahaan apalagi perusahaan memiliki banyak rute internasional dan juga dapat
mengadopsi paperless policy.
3.4 Lingkungan Sosial dan Budaya
3.4.1 Definisi
Perusahaan dalam melakukan aktivitas bisnisnya juga dipengaruhi oleh faktor-faktor sosial
seperti keyakinan, nilai sikap, opini yang berkembang di dalam masyarakat, dan gaya hidup
masyarakat dimana perusahaan berada. Faktor ini biasanya berasal dari keadaan kultural,
pendidikan, etnis.
3.4.2 Isu
Adanya perubahan preferensi konsumen dari menggunakan kereta untuk menggunakan
penerbangan dengan jarak pendek terutama pada low-cost carrier. Konsumen dengan
income menengah atas lebih suka menghabiskan pendapatannya untuk kegiatan leisure.
3.4.3 Peluang
Semakin meningkatnya populasi dan kemampuan masyarakat secara finansial untuk
menggunakan jasa airlines sehingga membuat industri ini masih menarik dan perlu untuk
dipertahankan. Perusahaan dapat melakukan upaya berupa mengikuti segmen pasar akan
kebutuhan low-cost carrier.
3.4 Lingkungan Sosial dan Budaya (Lanjutan)
3.4.4 Ancaman
1. Kemampuan daya beli masyarakat yang belum merata terhadap kebutuhan akan
transportasi udara dan adanya kereta cepat yang dapat menghubungkan penduduk antar
kota yang masih sangat diminati oleh penduduk Jerman.
2. Sumber daya manusia yang banyak berasal dari luar (imigran) tidak dikelola dengan
baik, maka akan menimbulkan jumlah peningkatan pada pengangguran dan sulitnya
mencari pekerjaan.
3.4.5 Implikasi
Kenaikan pertumbuhan populasi dan migrasi di Jerman disertai dengan meningkatnya
populasi di Ibukota diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan layanan
penerbangan. Perusahaan Lufthansa harus memperbaiki sistem perusahaan dan kinerja
perusahaan untuk lebih berani dalam memberikan service yang semakin baik.
3.5 Lingkungan Politik Nasional dan Internasional
3.5.1 Definisi
Keadaan politik di suatu negara menjadi salah satu indikator yang harus diperhatikan oleh
perusahaan. Arah dan stabilitas politik menjadi pertimbangan untuk formulasi strategi
perusahaan. Keputusan politik serta tindakan politik tertentu dapat mempengaruhi
bagaimana perusahaan beroperasi serta lingkungan bisnis.
3.5.2 Isu
Industri airlines merupakan salah satu industri yang sangat rentan oleh terorisme dan
melonjaknya harga fuel jet. Kedua hal tersebut memang menjadi hal yang sangat menjadi
perhatian perusahaan airlines. Terorisme dapat mengurangi demand dari jasa airlines dan
harga fuel jet dapat meningkatkan cost perusahaan, kedua hal tersebut berpengaruh negatif
terhadap revenue stream perusahaan airlines. terakhir merupakan open sky policy di
ASEAN.
3.5.3 Peluang
Dengan adanya sky policy di negara-negara berkembang seperti ASEAN membuat
perusahaan airlines mudah untuk masuk ke pasar baru dengan membuka rute baru,
kemudian menjadikan leasing menjadi relatif murah.
3.5 Lingkungan Politik Nasional dan Internasional
(Lanjutan)
3.5.4 Ancaman
Ancaman akan terorisme dan kenaikan harga fuel jet menjadi permasalahan bagi perusahaan
airlines yang memungkin dapat menjadi kerugian seperti pelarangan penerbangan sampai
kemungkinan penutupan perusahaan airlines.
3.5.5 Implikasi
Keadaan yang sangat mengkhawatirkan permasalahan terorisme mungkin dapat
dikoordinasikan dengan pemerintah, namun untuk harga fuel jet perusahaan harus
melakukan efisiensi operasional, bisa hedging dan lain-lain. Untuk perusahaan sekelas
Deutsche Lufthansa AG yang memiliki cash flow yang besar bisa melakukan efisiensi guna
mengembangkan pasar internasional dan domestiknya.
3.6 Lingkungan Teknologi
3.6.1 Definisi
Perkembangan teknologi informasi yang sedemikian majunya sekarang ini, tidak dapat
dipisahkan dari pesatnya perkembangan teknologi dan kecepatan perubahan yang
diakibatkannya, telah mempengaruhi seluruh kehidupan masyarakat.
3.6.2 Isu
Perusahaan airlines membutuhkan transformasi digital untuk membuka peluang akan
revenue stream yang baru ditambah dengan industrial 4.0 membuat perusahaan airlines
menjadi lebih membutuhkan teknologi terbaru dengan internet of things.
3.6.3 Peluang
Kebutuhan konsumen atas pelayanan yang cepat menjadi pendorong perusahaan airlines
untuk mengembangkan sistem manajemen airlines yang lebih baik.
3.6 Lingkungan Teknologi (Lanjutan)
3.6.4 Ancaman
1. Ketergantungan perusahaan pada sistem otomatisasi dalam menjalankan bisnis dapat
mempengaruhi kepuasan konsumen terhadap sistem pelayanan dan berimplikasi pada
menurunnya reputasi perusahaan. Perusahaan juga harus waspada terhadap serangan
pihak tidak bertanggung jawab yang berusaha mencuri data rahasia perusahaan.
2. Perkembangan teknologi yang sangat cepat dapat menjadi ancaman bagi perusahaan
airlines yang tidak peka terhadap hal ini apabila perusahan airlines tidak
mengembangkan teknologinya dengan cepat.
3.6.5 Implikasi
Perusahaan perlu melakukan investasi yang cukup besar untuk mengembangkan sistem
digital yang dapat meningkatkan kepuasan pelanggan. Perusahaan perlu melakukan
investasi yang cukup besar untuk membangun sistem digital baik dari segi pelayanan,
security dan efisiensi operasional.
3.7 Lingkungan Pemerintahan
3.7.1 Definisi
Pemerintah bekerjasama dengan perusahaan menjalin kerjasama dalam membangun
lingkungan serta hubungan yang saling menguntungkan. Dalam upaya menciptakan iklim
usaha tersebut, pemerintah baik pusat maupun daerah, sebagai otoritas juga mengatur
bagaimana suatu entitas bisnis beroperasi di suatu wilayah sehingga dapat berkontribusi bagi
wilayah tersebut.
3.7.2 Isu
Ada beberapa deregulasi yang yang membuat perusahaan airlines memperbolehkan model
cartel berjalan di perusahaan airlines Jerman dan kemudian ada juga batas umur ekonomis
dari aircraft sampai 30 tahun.
3.7.3 Peluang
1. Dengan adanya deregulasi yang dikeluarkan oleh Federal Cartel Office
(Bundeskartellamt) membuat perusahaan airlines dapat melakukan ekspansi untuk
mencari pasar baru hingga sebebas-bebasnya.
2. Dengan adanya batas umur aircraft tersebut dapat membantu membuat perusahaan
airlines mendapatkan kepercayaan konsumen dengan regulasi yang jelas untuk
keselamatan.
3.7 Lingkungan Pemerintahan (Lanjutan)
3.7.4 Ancaman
Membuat adanya kemungkinan tiket pesawat dijual dengan harga tinggi di beberapa
perusahaan airlines tertentu dikarenakan diperbolehkannya model kartel ini dan juga
3.7.5 Implikasi
Bagi perusahaan Deutsche Lufthansa AG dapat memanfaatkan peluang tersebut untuk
mengakuisisi perusahaan airlines lainnya dengan tujuan mendapatkan rute penerbangan yang
belum dimiliki sebelumnya dengan begitu dapat menambah revenue stream yang baru.
3.8 Lingkungan Hukum Bisnis Domestik
3.8.1 Definisi
Faktor lingkungan hukum domestik meliputi upaya menciptakan lingkungan yang
mendukung proses bisnis yang sehat seperti adanya regulasi bisnis, pengaturan kontrak
dalam pengadaan produk, undang-undang perlindungan konsumen, serta hak kekayaan
intelektual.
3.8.2 Isu
Regulasi untuk melakukan consumer protection dengan menjaga keselamatannya melalui
pembatasan umur ekonomis aircraft sampai umur 30 tahun.
3.8.3 Peluang
Dengan adanya batas umur aircraft tersebut dapat membantu membuat perusahaan airlines
mendapatkan kepercayaan konsumen dengan regulasi yang jelas untuk keselamatan.
3.8.4 Ancaman
Menjaga kualitas pelayanan tidak mudah sehingga menyebabkan ada risiko yang diemban
jika gagal memberikan pelayanan yang terbaik.
3.8.5 Implikasi
Perusahaan Deutsche Lufthansa AG dapat memfokus segmen konsumen ini ke low-cost
carrier sehingga dalam memaksimalkan revenuenya.
3.9 Lingkungan Hukum Bisnis Internasional
3.9.1 Definisi
Hukum Internasional dapat didefinisikan sebagai keseluruhan hukum yang sebagian besar
terdiri dari prinsip-prinsip dan kaidah-kaidah perilaku yang terhadapnya negara-negara
merasa dirinya terikat untuk menaati, dan karenanya, benar-benar ditaati secara umum dalam
hubungan-hubungan mereka satu sama lain.
3.9.2 Isu
European Union memberikan regulasi kepada negara-negara yang tergabung di EU untuk
memberikan kompensasi kepada konsumen yang pergi ke negara-negara EU untuk
mendapatkan kepastian akan penerbangannya agar tidak delay ataupun di cancel.
3.9.3 Peluang
Dengan adanya regulasi dari EU ini dapat membuat perusahaan airlines memfokuskan pada
produk low-cost carrier untuk penerbangan jarak pendek.
3.9.4 Ancaman
Apabila terjadi delay atau cancel hal ini dapat menyebabkan cost lebih bagi perusahaan
airlines karena harus memberikan kompensasi kepada konsumen.
3.9.5 Implikasi
Perusahaan Deutsche dapat memaksimalkan peluang dengan memfokuskan segmen
konsumen jarak pendek dengan menggunakan low-cost carrier, sehingga dapat
memaksimalkan revenue stream perusahaan
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
4.1 Kesimpulan

1. Perusahaan Deutsche Lufthansa AG perlu memperhatikan sembilan


faktor eksternal karena faktor-faktor tersebut dapat memberikan dampak
bagi pertumbuhan performa perusahaan.
2. Peluang yang ada pada Deutsche Lufthansa AG yaitu meningkatkan
kualitas pelayanan terutama pada low-cost carrier dan memaksimalkan
teknologi “Green Action” sehingga dapat meningkatkan revenue bagi
perusahaan.
3. Implikasi yang dapat dilakukan Deutsche Lufthansa AG yaitu dengan
meningkatkan kualitas pelayanan bagi konsumen.
4.2 Saran

1. Berdasarkan kesimpulan 1, maka Deutsche Lufthansa AG perlu


memperhatikan faktor-faktor eksternal yang dapat mempengaruhi
perfoma perusahaan airlines supaya tetap menjaga revenue yang telah
baik.
2. Berdasarkan kesimpulan 2, maka Deutsche Lufthansa AG dapat
menggunakan teknologi terbarukan yang terfokus pada eco-green. Hal
tersebut dapat meningkatkan pelayanan konsumen sekaligus
meningkatkan brand image perusahaan.
3. Deutsche Lufthansa AG harus menjaga kualitas pelayanan sebaik-
baiknya dengan memberikan pelatihan kepada karyawannya dan pilot
sehingga dapat meningkatkan kepuasan dan kepercayaan konsumen.
DAFTAR PUSTAKA
A, Haupt and T, T. Kane. 1984. Population Hand Book (International Edition). Population Reference
Bureau, Washington, D. C.

Amadeo, K. 2018. “Germany's Economy, Its Successes and Challenges”. The Balance.

Ancok, Djamaludin. 2013. Social Environment and Business's Document. Yogyakarta: Universitas Gadjah
Mada Yogyakarta.

Anonymous. 2017. “Germany GDP Growth Forecast 2019-2024 and up to 2060, Data and Charts”.
Knoema.

Anonymous. 2018. “Political Stability and the Aviation Industry”. Airside International.

Anonymous. 2018. “Germany: Inflation rate from 2014 to 2024 (compared to the previous year)”. Statista

Brown, R. D. and Petrello, G. J. 1979. Introduction to Business. London: Glencoe.


Cravens, D.W. and Piercy, N.F. 2009. Strategic Marketing (8th edition). New York: Mcgraw-Hill.

Farid, Y. 2010. “Jerman dalam Statistik”. DW

Handoko, T. Hani. 1999. Manajemen. Yogyakarta: BPFE.

Jaramaya, R. 2017. “Kebutuhan Pesawat Terbang Global Diprediksi Meningkat”. Republika.co.id,


Toulouse.

Manan, Chusnul Ch. 2019. “Germany Inflation Rate”. Trading Economics.

Simmons, B. 2018. “UK exit from the EU and its impact on the UK aviation industry”. International
Airport Review.

Suryo, Djoko. 2013. Cultural Environment and Business. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.
Thompson, A. A., Margaret, A. Peteraf., Gamble, J. E., Strickland, A. J. 2012. Crafting and Executing
Strategy. New York: McGraw-Hill/Irwin International Edition.

Yusuf, F. 2017. “Open Sky Policy: Liberalisasi Penerbangan Indonesia”. Ruang Rakyat.

Zhang, B. 2018. “Airline are making more money than ever - but they’re facing a mountain of problems”.
Business Insider.
LAMPIRAN
Germany GDP Forecast

Sumber: https://www.bloomberg.com/news/articles/2019-04-17/germany-2019-economic-growth-forecast-
cut-in-half-to-0-5-percent
TERIMA KASIH