Anda di halaman 1dari 16

HERNIA INTERNA

PENDAHULUAN
• Definisi : Protrusi organ dalam abdomen, tersering adalah usus halus
menuju bukaan normal atau abnormal didalam abdomen dan rongga
pelvis
• Merupakan kasus yang langka dimana angka kejadianya hanya 0,2% -
0,9%
• Dapat kongenital ataupun didapat
• Hernia internal memiliki resiko yang cukup tinggi untuk menjadi
stranglata sehingga harus diwaspadai

Fan Ping,Siu et al. Clinical Spectrum of Internal Hernia: A Surgical Emergency. 2014
• Terdapat 3 mekanisme utama penyebab terjadinya hernia interna :
• Fiksasi abnormal retroperitoneal pada mesenterium yang menyebabkan
posisi anomaly pada usus. Contoh : Hernia paraduodenal

• Fossa atau foramina interna yang abnormal

• Permukaan mesenterium yang tidak lengkap disertaai dengan bukaan


abnormal yang menjadi tempat usus terherniasi

Townsend M, Courtney, et al. 2016. Sabiston Textbook of Surgery 19th Edition. Philadelphia : W.B. Saunders Company. p. 1114 – 1115
Jenis – Jenis Hernia Interna
• Berikut merupakan beberapa jenis hernia dan insidensinya
• Paraduodenal(Lt.>Rt.) - 53%
• Foramen of winslow - 8%
• Transmesenteric - 8%
• Transomental - 1-4%
• Pericaecal - 13%
• Intersigmoid - 6%
• Supravesical dan pelvic - 6%
Fan Ping,Siu et al. Clinical Spectrum of Internal Hernia: A Surgical Emergency. 2014
• Adapun hernia inginal yang didapat, dapat disebabkan oleh :
• Proses pembedahan seperti Roux-en-Y anastomosis
• Proses Inflaasi
• Trauma

Fan Ping,Siu et al. Clinical Spectrum of Internal Hernia: A Surgical Emergency. 2014
Manifestasi Klinis
• Gejala awal dapat berupa rasa tidak nyaman di perut hingga gejala
obstruksi.
• Kebanyakan pasien mengeluhkan rasa tidak nyaman di epigastrium
nyeri periumbilical. Gejala obstruksi berulang seperti mual dan
muntah.
• Hernia interna hanya terlihat secara klinis jika terjadi strangulasi dan
iskemik.

Townsend M, Courtney, et al. 2016. Sabiston Textbook of Surgery 19th Edition. Philadelphia : W.B. Saunders Company. p. 1114 – 1115
Pemeriksaan Penunjang
• Laboratorium
• Foto polos abdomen
• USG
• CT scan abdomen

Townsend M, Courtney, et al. 2016. Sabiston Textbook of Surgery 19th Edition. Philadelphia : W.B. Saunders Company. p. 1114 – 1115
• Lubang hernia terletak di sebelah kanan garis tengah dan arteri
mesenterika superior dan arteri ileocolic di sepanjang
perbatasan anterior
Townsend M, Courtney, et al. 2016. Sabiston Textbook of Surgery 19th Edition. Philadelphia : W.B. Saunders
Company. p. 1114 – 1115
• Hernia mesocolic (paraduodenal). Hernia berada di sisi kiri
garis tengah dan hernia terletak di belakang dinding
mesocolon
Townsend anterior.
M, Courtney, et al. 2016. Sabiston Textbook of Surgery 19th Edition. Philadelphia : W.B. Saunders
Company. p. 1114 – 1115
Manajemen Hernia interna

• Tatalaksanan pembedahan bergantung pada tipe hernia Interna yang


dialami oleh pasien tindakan operasi dapat berupa Laparotomi dapat
pula Laparoskopi

• Operasi harus segera dilakukan karena walaupun kasusnya jarang


sering terjadi strangulasi.

• Angka morbiditas dan mortalitas yang cukup tinggi pada pasien


hernia interna karena risiko terjadi strangulasi tinggi
Fan Ping,Siu et al. Clinical Spectrum of Internal Hernia: A Surgical Emergency. 2014
• Tatalaksana pembedahan hernia interna mencakup membuka
kantung, mereduksi usus halus dan memperbaiki defek.

• Tidak disarankan mengangkat kantung hernia

• Reseksi dilakukan jika memang ada usus yang tidak vital

Fan Ping,Siu et al. Clinical Spectrum of Internal Hernia: A Surgical Emergency. 2014
• Hernia mesenteric  penanganan hernia interna mesenteric berupa
reduksi hernia dan penutupan defect mesenterium

• Hernia interna didapat (acquired)  penanganan hernia dengan


reduksi hernia dan penutupan defek peritoneum

Townsend M, Courtney, et al. 2016. Sabiston Textbook of Surgery 19th Edition. Philadelphia : W.B.
Saunders Company. p. 1114 – 1115
MANAJEMEN HERNIA INTERNA MESOCOLIC
• Hernia mesocolic kanan diperbaiki
dengan memisahkan perlengketan
pertoneal lateral dari kolon
asenden kemudian direfleksikan ke
sisi kiri abdomen
• Usus halus dan usus besar
kemudian diposisikan dimana
preaterial dan post arterial tidak
terotasi
• Membuka leher hernia akan
mencederai pembuluh darah
mesenterikus superior sehingga
hernia tidak dapat dibebaskan

Townsend M, Courtney, et al. 2016. Sabiston Textbook of Surgery 19th Edition. Philadelphia : W.B.
Saunders Company. p. 1114 – 1115
Hernia mesocolic kiri direduksi dengan
menyayat kantung hernia di sepanjang
bidang avaskular Langsung kearah kanan
pembuluh mesenterika inferior

Dilakukan reduksi hernia dari bawah


vena mesenterika inferior

Vena kemudian dikembalilan keposisi


normalnya di sisi kiri pangkal
mesenterium usus kecil. Leher hernia
dapat ditutup dengan menjahit
peritoneum yang berdekatan dengan
vena ke retroperitoneum

Townsend M, Courtney, et al. 2016. Sabiston Textbook of Surgery 19th Edition. Philadelphia :
W.B. Saunders Company. p. 1114 – 1115
Kesimpulan
• Hernia internal paraduodenal merupakan kasus tersering dari hernia
interna kongenital
• Sementara untuk hernia interna didapat penyebab tersering adalah
Roux – en – Y anastomosis
• Manifestasi klinis hernia interna biasanya tidak muncul jika tidak
terjadi strangulasi dan inkarserata
• Pemeriksaan penunjang tidak terlalu spesifik dan sensitive namun CT
Scan Abdomen dapat membantu penegakan diagnosis
• Setelah terdiagnosis Hernia Interna harus segera ditangani karena
sering teradi strangulata

Fan Ping,Siu et al. Clinical Spectrum of Internal Hernia: A Surgical Emergency. 2014
Daftar Pustaka
• Townsend M, Courtney, et al. 2016. Sabiston Textbook of Surgery 19th
Edition. Philadelphia : W.B. Saunders Company. p. 1114 – 1115
• Fan Ping,Siu et al. Clinical Spectrum of Internal Hernia: A Surgical
Emergency. 2014