Anda di halaman 1dari 33

Laporan Kasus

Psoriasis
Pembimbing : dr. Chodijah Rifai, Sp. KK
Disusun oleh : Santi Prima Natasia Pakpahan

Kepaniteraan Klinik Stase Kulit & Kelamin


FK UKRIDA – RSUD Koja
Periode 13 Mei 2019 – 15 Juni 2019
Identitas Pasien
 Nama : Tn. U
 Jenis kelamin : Laki-laki
 Umur : 46 tahun
 Alamat : Jakarta Utara
 Pekerjaan : Buruh bangunan
 Status pernikahan : Menikah
Anamnesis (Autoanamnesis)
pada hari Senin, 13 Mei 2019

Keluhan utama :
Kontrol rutin
 Bercak kemerahan dan bersisik disertai
rasa gatal pada kedua tangan, perut,
punggung, dan kedua kaki.
Riwayat Perjalanan Penyakit
 Satu tahun SMRS pasien mengeluh timbul bercak kemerahan yang disertai
gatal, panas dan bersisik pada kulit kaki kanan dan kir. Awalnya pasien
mengeluh bercak kemerahan tersebut sebesar uang koin 100 rupiah, lama
kelamaan bercak tersebut semakin gatal, dan membesar hingga meninggi
dan bersisik tebal berlapis berwarna putih, tidak berminyak. Pasien
mengaku menggaruk bercak kemerahan tersebut jika timbul gatal dan
mengakibatkan jadi mengelupas. Bila keringatan pada malam hari terasa
gatal sehingga menggaruknya hingga berdarah.
 Sepuluh bulan SMRS setelah keluhan tersebut, pasien berobat ke dokter
Puskesmas dam diberikan obat minum dan salep, pasien mengaku gatalnya
berkurang namun bercaknya menetap.
 Delapan bulan SMRS, Puskesmas tempat pasien rutin berobat merujuk ke
RSUD Koja,
 Saat ini pasien mengaku keluhan gatalnya berkurang, bercak di seluruh
badannya pun berkurang.
 Pasien tidak ada demam selama keluhan ini muncul. Pasien mengaku mandi
2x/hari, mencuci tangan sebelum dan sesudah makan. Pasien tidak ada
alergi makanan. Pasien merupakan perokok aktif, tidak mengonsumsi
minuman beralkohol.
Riwayat Perjalanan Penyakit
SMRS

1 tahun 10 bulan 8 bulan Now

• Bercak kemerahan
berobat kegatal, Puskesmas
Puskesmas merujuk pasien ke
→ obat • Kontrol rutin
panas danminum
bersisik salepRSUD
pada
dan Koja
→ gatalnya • Gatal berkurang
seluruh tubuh kecuali
berkurang di bercaknya
namun • Bercak berkurang
wajah. menetap
• Semakin gatal
• Membesar
• Meninggi, bersisik tebal
berlapis berwarna putih,
tidak berminyak.
• Menggaruk hingga
mengelupas.
• Bila keringatan pada malam
hari terasa lebih gatal
sehingga menggaruknya
hingga berdarah.
Riwayat Penyakit Dahulu
 Sebelumnya Pasien tidak pernah
mengalami keluhan seperti ini

Riwayat Penyakit Keluarga


 Tidak ada keluarga yang mengalami
keluhan yang sama seperti pasien
Pemeriksaan Fisik ( 13 Mei 2019)
Status Generalis

 Keadaan umum : tampak sakit ringan


 Kesadaran : compos mentis
 Tanda vital
◦ TD : 120/80 mmhg ◦ RR : 19 x/m
◦ HR : 87 x/m ◦T : 36◦C
 Berat Badan : 58 kg
 Kepala : rambut hitam,tidak mudah rontok
 Mata : konjungtiva anemis (-/-), sclera ikterik (-/-)
 THT : tidak ada kelainan
 Leher : KGB dan Tiroid tidak membesar
Status Dermatologis
Efflorosensi Primer : Plak
Eritematosa, Lentikular – Numular,
berbatas tegas
Efflorosensi Sekunder : Skuama
Kasar
Lokalisasi : Perut
Status Dermatologis
Diagnosa Kerja Diagnosa Banding

 Psoriasis gutata  Tinea Corporis


 Ptiriasis rosea
 Parapsoriasis
Penatalaksanaan yang didapat
 Salep
◦ Dexosimetason cream 30 gr
◦ Acid salisil 4 %
◦ LCD 10%

 Cetirizine 2x10 mg
 Methylprednisolon 3x4mg
Prognosis
 Quo ad Vitam : bonam
 Quo ad fungtionam : bonam
 Quo ad sanationam : dubia ad bonam
TINJAUAN PUSTAKA
Definisi
 Psoriasis merupakan penyakit peradangan
kulit kronik dengan dasar genetik yang
kuat dengan karakteristik perubahan
pertumbuhan dan diferensiasi sel
epidermis disertai manifestasi vaskuler,
juga diduga adanya pengaruh sistem saraf.

 Penyakit Eritoskuamosa
Epidemiologi
 Prevalensi anak :
◦ 0% di Taiwan
◦ 2,1% di Itali
 Prevalensi dewasa :
◦ 0,98% di Amerika Serikat
◦ 8% di Norwegia
Indonesia, pencatatan dilakukan di 10
RS di Indonesia
Gambaran Klinis
 Plak eritematosa
 Skuama putih
 Titik-titik perdarahan
 Hot psoriasis (infiltrat
eritematosa)
 Cold psoriasis (gatal
sampai merah pucat)
 Menyerang kulit, kuku,
mukosa, sendi
Psoriasis Plakat / Vulgaris
 Awalnya : makula eritem, miliar, papul yang
melebar ke arah pinggir, lesi menyatu
 Lingkaran putih pucat (Woronoff’s ring)
mengelilingi lesi Psoriasis
 Bentuk lesi beragam
◦ Lesi mirip cincin : psoriasis anular
◦ Lesi bentuk kurva linier : psoriasis girata
Psoriasis hiperkeratotik
 Tebal, diameter 2-5 cm : plak rupioid
 Tebal, bentuk cembung, menyerupai kulit
tiram : plak ostraseus
 Predileksi : skalp, siku, lutut, punggung,
lumbal dan retroaurikuler
 Gatal, rasa terbakar, nyeri
 Test autspitz : positif palsu, bisa dijumpai
pada dermatitis seboroik
Psoriasis inversa
 Letak sisi di daerah interginosa, tampak
lembab daneritematosa
 Nyaris tidak bersuama
Psoriasis gutata
 Khas pada dewasa muda. Anak-anak : swasirna
 Lesi papul eruptif berukuran 1-10 mm
berwarna merah salmon, menyebar diskret
secara sentripetal (badan, ekstremitas, kepala)
 Genetik : diawali oleh penyakit pendahulu
(infeksi Streptokokus beta hemolitikus)
Psoriasis pustulosa
 Tampak kulit merah, nyeri dan meradang
dengan pustul milier tersebar di atasnya.
 Pustul terletak nonfolikuler, putih
kekuningan, terasa nyeri.
 Pustul bergabung : “lake of pustules”,
kering : krusta lepas
 Lokalisasi :palmoplantar menyerang
hipotenar dan tenar
Eritroderma
 Muncul secara bertahap atau akut
perjalanan psoriasi plakat.
 Lesi dibedakan jadi 2 :
◦ Lesi psoriasis plakat (vulgaris) :
◦ Tidak ada demam
Psoriasis Artrits
 30 % kasus bermanifestasi pada sendii
 Keluhan : nyeri tulang belakang,
Diagnosis banding
 Psoriosis memiliki gambaran spedifik : plak
eritematosa dengan skuama kasar.
Pemeriksaan Penunjang
 Pemeriksaan Laboraturium
 Pemeriksaan tetes lilin
 Pemeriksaan Auspitz
 Pemeriksaan Kobner
 Pemeriksaan Histopatologi
Histopatologik
 Akantosis dengan elongasi
seragam dan penipisan epidermis
di atas papila dermis
 Hiperkeratosis dan
parakeratosis dengan penipisan
/ menghilangnya ST. granulosum
 Pembuluh darah memanjang,
melebar dan berkelok-kelok
 Gamb. Spesifik psoriasis :migrasi
sel radang granulosit-neutrofilik
berasal dari ujung subset kapiler
dermal mencapaii bagian atas
epidermis : lapisan parakeratosis
str korneum yang disebut :
Mikroabses Munro pada lapisan
spinosum yg disebut :
spongioform pustules of Kogoj.
Pengobatan
 Tujuan : ↑ Quality of Life
Penatalaksanaan
 Umum : edukasi
◦ Menjelaskan kepada pasien tentang penyakit
dan tatalaksananya
◦ Membersihkan serta memotong kuku
◦ Mencegah garukan dan gosokan
◦ Cukup istirahat
◦ Minum obat dan kontrol ke dokter secara
rutin
 Khusus :
◦ Sistemik :
 Metilprednisolon 3x4 mg per 7 hari
 Cetirizine 1x10 mg tab per hari selama 7 hari

◦ Topikal
 betametason
Pengobatan Topikal
 Kortikosteroid
◦ sebagai antiinflamasi, antiproliferasi dan
vasokonstriktor
 Retinoid
 Ter dan Antralin
◦ Ter : minyak cemara, Ter batu bara (coal tar)
◦ Antralin konsentrasi terendah : 1x0,05%
ditingkatkan sampai 1% dengan kontak singkat
(15-30 menit)
Pengobatan SItemik
 Metotreksat dosis rendah 7,5 – 15mg
setiap minggu
 Asitretin 0,5-1 mg per KgBB perhari
 Sikloporin dosis rendah 2,5 mg/KgBB/hari,
dosis maks 4 mg/KgBB/hari
Fototerapi
 UVA
 UVB

 Kemampuan untuk menginduksi apoptosis,


imunosupresan, mengubah profil sitokin
dan mekanisme lainnya
 Penyinaran 3-5 x seminggu dengan dosis
eritemogenik