Anda di halaman 1dari 16

Higher Order Thinking Skills (HOTS)

 Keterampilan berpikir tingkat


tinggi atau dikenal dengan
istilah Higher Order Thingking
Skills (HOTS) pada Taksonomi
Bloom, merupakan urutan
tingkatan berpikir (kognitif)
dari tingkat rendah ke tinggi.
 Pada ranah kognitifnya, HOTS
berada pada level analisis,
sintesis dan evaluasi.
 HOTS pertama kali
dimunculkan pada tahun 1990
dan direvisi tahun 1990 agar
lebih relevan digunakan oleh
dunia pendidikan abad ke-21.
• HOTS versi lama berupa kata
benda yaitu:
1. Pengetahuan,
2. Pemahaman,
3. Terapan,
4. Analisis,
5. Sintesis,
6. Evaluasi.
• Sedangkan HOTS setelah
direvisi menjadi kata kerja:
1. Mengingat,
2. Memahami,
3. Menerapkan,
4. Menganalisis,
5. Mengevaluasi,
6. Mencipta
Sumber: TeachThought
Makna Berfikir
1. Walaupun tafsiran itu
berbeda-beda, namun
umumnya para tokoh
pemikir setuju bahwa
pemikiran dapat dikaitkan
dengan proses untuk
membuat keputusan dan
menyelesaikan masalah.
2. Berpikir ialah proses
menggunakan pikiran untuk
mencari makna dan
pemahaman terhadap
sesuatu.

Sumber: home.edweb.net
Keterampilan berfikir terdiri
 Menurut Krulik dan Rudnick
(1999) di dalam artikel Idris
Harta, keterampilan berfikir
terdiri dari empat tingkat,
yaitu:
1. Menghafal (recall thinking),
2. Dasar (basic thinking),
3. Kritis (critical thinking), dan
4. Kreatif (creative thinking).

Sumber: MIND Research Institute Blog


1. Keterampilan Menghafal
 Keterampilan Menghafal
hampir otomatis atau
bersifat refleksif.
 Contoh dari keterampilan ini
adalah :
 Menghafal perkalian (9x8=72)
dan penjumlahan (7+3=10).
 Menghafal jalan menuju
suatu tempat,
 Menghafal sejarah nasional
indonesia, juga termasuk
dalam keterampilan ini.
 Siswa, khususnya pada kelas
awal, seringkali dipaksa
menghafal fakta-fakta. Sumber: Pendidikan Indonesia
2. Keterampilan Dasar
 keterampilan dasar.
Keterampilan ini mencakup
konsep-konsep seperti
penjumlahan,
pengurangan, pembagian
dan perkalian, termasuk
aplikasi dalam soal.
 Contoh dari konsep
pembagian adalah jika
diketahui harga 1 dus teh
celup berisi 25 saset adalah
15.000, siswa disuruh
mencari harga satuan
setiap saset. Sumber: Nestlé Dancow
3. Berfikir kritis
 Berpikir kritis, adalah
berpikir beralasan,
mencerminkan,
bertanggungjawab,
kemampuan berpikir, yang
difokuskan pada
pengambilan keputusan
terhadap apa yang diyakini
atau yang harus dilakukan.
 Berpikir kritis adalah
berpikir mengajukan
pertanyaan yang sesuai,
mengumpulkan informasi
yang relevan, mengurutkan
informasi secara efisien dan
kreatif, menalar secara
logis, hingga sempat pada
kesimpulan yang reliabel
dan terpercaya. Sumber: mediskus.com
4. Berfikir Kreatif
 Berpikir kreatif adalah
berpikir secara
konsisten dan terus-
menerus menghasilkan
sesuatu yang
kreatif/orisinil sesuai
dengan keperluan.

Sumber: Ten Strands


Penerapan Soal HOTS
 Penerapan Soal HOTS soal
HOTS Baik disisipkan pada
UTS, UAS maupun UH.
 Keterampilan berpikir siswa
dilatih dengan mengajak
mereka untuk memprediksi
misal sebuah kondisi yang
akan terjadi apabila
tumbuhan tidak
berkembang biak.
 Siswa membandingkan hasil
pengamatannya dengan
hasil pengamatan
temannya.
Membuat Soal Berbasis
Higher Order Thinking Skills (HOTS)

 Untuk mengembangkan
berpikir kritis dan kreatif,
diperlukan kegiatan-kegiatan
lain yang dapat
mengembangkan keterampilan
berpikir kritis dan kreatif siswa
dalam bentuk menjawab
pertanyaan-pertanyaan
inovatif, yaitu:
1. Adakah Cara lain? (What’s
another way?),
2. Bagaimana jika? (What if?),
3. Manakah yang salah? (What’s
wrong?), dan
4. Apakah yang akan dilakukan
(What would you do?). Sumber:
Beemagz Youngster Magazine
1. Contoh membuat soal Adakah Cara lain?

 Pada sebuah kandang ada 30 ekor kambing dan ayam. Jika 8


kambing dan 22 ayam jumlah kakinya ada 76, maka berapakah
jumlah kambing dan jumlah ayam pada kandang tersebut?

Jawaban 1:
misal:
jumlah kaki kambing=x
jumlah kaki ayam=y
x+y=30
4x+2y=76
Dengan berbagai cara akan diperoleh jumlah kambing
adalah 8 ekor, dan jumlah ayam adalah 22 ekor. Selanjutnya
ajukan pertanyaan kemungkinan cara lain untuk
mendapatkan jawaban yang sama
1. Guru dapat membuat peserta didik berani
berperilaku kreatif melalui:
 tugas yang tidak hanya memiliki satu jawaban
tertentu yang benar,
 mentolerir jawaban yang nyeleneh,
 menekankan pada proses bukan hanya hasil
saja,
 memberanikan peserta didik untuk mencoba,
 untuk menentukan sendiri yang kurang
jelas/lengkap informasinya,
 untuk memiliki interpretasi sendiri terkait
dengan pengetahuan atau kejadian yang
diamatinya
2. Contoh membuat soal Bagaimana jika?

 Budi mengambil lima kartu bilangan bernilai


18, 20, 7, 9, dan 15. Berapakah total nilai
kartu-kartu bilangan tersebut?
 Dengan proses penjumlahan sederhana,
diperoleh jawaban 70. Bagaimana jika Budi
mengambil lima kartu dengan total nilai 70?
kartu manakah yang diambilnya? Tentunya
jawaban dari pertanyaan terakhir ini
memiliki banyak jawaban, yang memerlukan
analisa, bukan sekadar latihan penjumlahan
3. Contoh membuat soal Manakah yang salah?
 Pak Edi membeli papan tripleks seharga Rp 125.000. Karena dia minta
tripleks tersebut dipotong menjadi 3 bagian yang sama, dia dikenakan biaya
Rp 3500 sekali potong. Selanjutnya Pak Muslim harus membayar biaya
pengecatan sebesar 30 % dari seluruh biaya setelah pemotongan. Toko
memberikan tanda pembayaran sebagai berikut:
1 lembar tripleks @ Rp 125000 Rp 125.000
3xpemotongan @ 3500 Rp 10.500 +
Subtotal Rp 135.000
Pengecatan Rp 40.650
Total Rp 176.150
 Pak Edi mengatakan biaya tersebut salah. Manakah yang salah?

 Jawaban siswa 1: Kesalahan terletak pada biaya pemotongan. Diperlukan


hanya 2x pemotongan untuk mendapat 3 bagian yang sama. Sehingga biaya
pemotongan hanya Rp 7000. Total biaya kelebihan Rp 3500. Sehingga biaya
total seharusnya 176.150-3500=172.650.
 Jawaban siswa 2: Siswa lain menunjuk kesalahan lainnya. Karena biaya
pengecatan tergantung pada subtotal yang tergantung pada harga triplex dan
ongkos pemotongan, maka biaya total akan lebih kecil daripada Rp
172.650. Dengan demikian siswa tidak hanya menggunakan keterampilan
kritis tetapi juga menggunakan keterampilan kreatifnya.
4. Contoh membuat soal Apakah yang akan dilakukan?

 Pertanyaan ini diajukan untuk


merangsang keterampilan berfikir
kritis. Setelah menjawab
pertanyaan, siswa dihadapkan
pada situasi untuk mengambil
keputusan atau memprediksi
tindakan.
 Keputusan ini dapat didasarkan
pada ide pribadi, pengalaman
pribadi, atau apa saja sesuai
keinginan siswa. Akan tetapi
siswa harus menjelaskan konsep
matematika yang mendasari
keputusan tersebut. Penjelasan
ini dapat dalam bentuk kalimat
tertulis sehingga memberi
kesempatan pada siswa untuk
berlatih keterampilan
komunikasinya.
Sumber:
Faztrack Indonesia
Sumber:
 Idris Harta. Pertanyaan-Pertanyaan Inovatif untuk
Meningkatkan Keterampilan Berfikir Tingkat Tinggi.
 http://arlinaagung.wordpress.com/tugas-internet-desaing-dan-
web/artikel-pembelajaran-hots/
 http://pasca.tp.ac.id/site/pengembangan-kemampuan-
berpikir-kritis-dan-kreatif-dalam-pembelajaran (Mustaji)
 http://www.cant-think.com/HigherOrderThinkingSkills.html

 http://ginanjarabdurrahman.blogspot.co.id