Anda di halaman 1dari 58

MATERI : GRATIFIKASI

DIKLAT Change Agent Pelopor PLN Bersih

PUSDIKLAT, 2015
Apa yang Anda pikirkan tentang
INDONESIA?
Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal
Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal
Pantai Terindah Gas alam kualitas terbaik Hutan terbaik

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


Tambang Emas Terbesar Batu Bara Terbaik Tanah yang Subur
HUTANKU: DAHULU, KINI, DAN YANG KAN DATANG?

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 5


Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 6
Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 7
Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 8
KENYATAAN SAAT INI

Buruknya Fasilitas
Busung Lapar
Umum

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


Banyak Pengemis dan Anak Putus Sekolah
MENGAPA INI
TERJADI?

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 10


KORUPSI

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 11


Korupsi
Korupsi Seringkali berasal dari kebiasaan yang menjadi
perilaku dibawah sadar

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 12


Tindak Pidana Korupsi
KERUGIAN
KEUANGAN
NEGARA

GRATIFIKASI SUAP
MENYUAP

COI DALAM
30 PENGGELAPAN
DALAM JABATAN
PENGADAAN

PERBUATAN
PEMERASAN
CURANG

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 13


Praktik Pemberian : Netral dan Wajar

AGAMA BUDAYA

PERGAULAN ETIKA
Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 14
Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 15
SULIT ???
Kebutuhan hiduP !......

BUDAYA SETORAN
lapor kemana..jauh ?

Gaji rendah
Kurang visi
Teladan Pimpinan kurang
16
Gratifikasi adalah...

Pemberian dalam
arti luas

Penjelasan Pasal 12 B UU No.31/1999 jo. UU No. 20 Tahun 2001

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 18
Latar Belakang Aturan Gratifikasi

Netral dan wajar

Sekedar tanda terima kasih dan sah-sah saja

‘SERINGKALI” terkait dengan jabatan serta kemungkinan adanya


benturan kepentingan (COI)
Gratifikasi yang Dianggap Suap
Uang terima kasih
Dari rekanan
setelah
lelang TOLAK L

Gratifikasi Mobil tanda


A
Yang Dianggap Suap perkenalan TERIMA
Jabatan baru
P
1. Tidak tahu proses pemberian
Fasilitas wisata & identitas pemberi;
Berhubungan dengan jabatan
& dari rekanan ke istri O
2. Penolakan merusak citra instansi:
Berlawanan tugas & kewajiban pejabat - bukan uang/setara uang/surat
berharga/logam mulia R
- tidak melebihi batas kewajaran
di instansi
Uang rokok dalam
pemberian layanan
Gratifikasi dalam Kedinasan
TOLAK
Penerimaan fasilitas Jika melebihi batas
Transportasi & kewajaran/uang,
akomodasi dengan kondisi
Dalam kedinasan bentuk & nilai L
gratifikasi telah
diketahui sebelum
Gratifikasi Kedinasan Penerimaan plakat, penerimaan terjadi A
vandel, souvenir
Goody bag/gimmick P
Penerimaan oleh wakil Dari panitia seminar dll
Instansi dalam TERIMA O
Dalam kedinasan Jika dibawah batas
kedinasan
kewajaran, atau
Penerimaan hadiah, bentuk & nilai R
kontes, gratifikasi baru
diketahui setelah
Kompetisi terbuka terjadi penerimaan
dalam kedinasan
Bukan Gratifikasi dianggap Suap atau
Kedinasan
Gaji & pendapatan sah lainnya
dari instansi
Kompensasi atas profesi
di luar kedinasan
Diskon/suku bunga
komersial
Bukan Gratifikasi Yang berlaku umum
Keuntungan/manfaat TERIMA
Yang berlaku umum atas NIKMATI
Penerimaan Penempatan dana/saham
berdasar pribadi
TIDAK WAJIB
kontrak yang sah Penghargaan atas prestasi
LAPOR
atau akademik/non akademik
Di luar kedinasan
karena dilakukannya
prestasi Keuntungan undian, kontes,
kompetisi terbuka di luar
kedinasan
Makanan minuman siap saji
yang berlaku umum dalam
kedinasan
Batasan Nilai Nominal
PERTIMBANGAN PERUMUSAN TUJUAN

Aturan & Beri contoh hadiah


Faktor penentu
fungsi dari pegawai yang relevan untuk
apakah hadiah
dalam organisasi memberi kejelasan
ditolak atau diterima
konsep kepada pegawai
untuk kemudian
Perlu diberi ruang yang dilaporkan
Bentuk hadiah yang
sering diterima memperlihatkan bahwa
selain batasan nilai,
maksud dari pemberian
hadiah juga dijadikan
pertimbangan
Norma yang berlaku
dalam “komunitas”
terkait dengan yang
dianggap “bernilai”

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 23


Batasan Nominal di Beberapa Negara
No Negara / Institusi Nominal
@ USD 100 dan kumulatif
1 Eaton Corporation Worldwide
USD 250
2 NSW Ombudsman USD 25
3 Queensland Water Comission USD 100
4 Univerity of New South Wales USD 250
@ USD 25 dan kumulatif
5 USA
USD 50/tahun
6 Malaysia RM 500,00
7 Korsel 30.000 won

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 24


Jenis Hadiah

bertujuan mengambil hati pejabat publik,


GIFT OF
INFLUENCE
sehingga diharapkan memperoleh perlakuan khusus
di kemudian hari

GIFT OF apresiasi/ungkapan terima kasih atas layanan


GRATITUDE yang diberikan pejabat publik

Hadiah sebagai representasi


TOKEN
GIFT
Institusi, biasanya diproduksi secara massal dan
diberikan dalam kegiatan bisnis/promosi

CEREMONIAL Hadiah sebagai wujud penghormatan dari instansi


GIFT satu kepada instansi yang lain

25
Jenis Hadiah

GIFT OF
INFLUENCE

GIFT OF
GRATITUDE

TOKEN
GIFT
Instansi /
Korporasi
CEREMONIAL
GIFT

26
Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 27
Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 28
Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 29
Fasilitas Lainnya

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 30


Gratifikasi dianggap SUAP apabila

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


Pasal 12 B - UU No 20 Th 2001

1) Setiap gratifikasi kepada pegawai negeri atau penyelenggara


negara dianggap pemberian suap, apabila berhubungan
dengan jabatannya dan yang berlawanan dengan kewajiban
atau tugasnya, dengan ketentuan sebagai berikut:
a. yang nilainya Rp 10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah) atau
lebih, pembuktian bahwa gratifikasi tersebut bukan
merupakan suap dilakukan oleh penerima gratifikasi;
b. yang nilainya kurang dari Rp 10.000.000,00 (sepuluh juta
rupiah), pembuktian bahwa gratifikasi tersebut suap
dilakukan oleh penuntut umum.

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 32


Keyword
Pasal 12 B - UU No 20 Th 2001

Pegawai Negeri atau


Penyelengara Negara

Menerima Gratifikasi

Berhubungan dengan jabatan &


berlawanan dengan kewajiban atau
tugasnya

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


Pegawai Negeri

Pegawai negeri sebagaimana dimaksud dalam Undang-


undang tentang Kepegawaian

Pegawai negeri sebagaimana dimaksud dalam Kitab


Undang-undang Hukum Pidana

Orang yang menerima gaji atau upah dari keuangan


negara atau daerah

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


Penyelenggara Negara

Pejabat Negara pada Lembaga Tertinggi Negara

Pejabat Negara pada Lembaga Tinggi Negara

Menteri

Gubernur

Pejabat Negara yang lain sesuai dengan peraturan ketentuan


perundangan yang berlaku : Duta Besar, Wagub, Bupati/Walikota

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


Pasal 12 C - UU No 20 Th 2001

1) Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 B ayat (1)


tidak berlaku, jika penerima melaporkan gratifikasi yang
diterimanya kepada Komisi Pemberantasan Tindak Pidana
Korupsi.
2) Penyampaian laporan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1)
wajib dilakukan oleh penerima gratifikasi paling lambat 30
(tiga puluh) hari kerja terhitung sejak tanggal gratifikasi
tersebut diterima.
3) Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dalam waktu
paling lambat 30 (tiga puluh) hari kerja sejak tanggal
menerima laporan wajib menetapkan gratifikasi dapat
menjadi milik penerima atau milik negara.
Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 36
Pengecualian Sanksi Hukum Gratifikasi

Sanksi Hukum Tidak


berlaku, jika lapor Komisi
Pemberantasan Korupsi

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 37


Penyelenggara Negara
UU No 28 Th 1999

Pejabat Lain yang memiliki fungsi strategis :


1. Komisaris, Direksi, Pejabat Struktural BUMN dan BUMD
2. Pimpinan BI
3. Pimpinan Perguruan Tinggi
4. Pejabat Eselon Satu dan pejabat lain yang disamakan pada
lingkungan sipil dan militer
5. Jaksa
6. Penyidik
7. Panitera Pengadilan
8. Pimpinan Proyek atau Bendahara Proyek

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


Ancaman Hukuman
UU No 20 Th 2001
Penerima Pemberi
Pasal 12 B (2) Pasal 5 (1)
Pidana Penjara

Seumur hidup
atau 4 - 20 tahun 1 - 5 tahun

Pidana Denda
Rp 200 jt sd Rp 1 M Rp 50 jt sd Rp 250 juta

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


Ancaman Hukuman Pemberi
Pasal 5 (1) UU No 20 Th 2001
Setiap orang yang :
a. memberi atau menjanjikan sesuatu kepada pegawai negeri
atau penyelenggara negara dengan maksud supaya pegawai
negeri atau penyelenggara negara tersebut berbuat atau
tidak berbuat sesuatu dalam jabatannya, yang bertentangan
dengan kewajibannya; atau
b. memberi sesuatu kepada pegawai negeri atau
penyelenggara negara karena atau berhubungan dengan
sesuatu yang bertentangan dengan kewajiban, dilakukan
atau tidak dilakukan dalam jabatannya.

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


Tipologi
SUAP, PEMERASAN dan GRATIFIKASI

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 41


Program Pengendalian Gratifikasi - PPG
PT PLN (Persero)
Hindari dan Kendalikan Gratifikasi

Awal Kegembiraan

Menambah Kekayaan

Akhir Penuh Penderitaan

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 43


Hindari dan Kendalikan Gratifikasi

ANDA

• DITERIMA NGGAK YA?


PEMBERI • TAKUT AH... LAPOR KE KPK? NTAR DIKIRAIN
TERSANGKA!
• JIKA LAPOR, NTAR RIBET!!!!

44

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 45
Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 46
Program Pengendalian
Gratifikasi (PPG)

Suatu rangkaian kegiatan sosialisasi dan


pengendalian gratifikasi, implementasi
sistem pengendalian gratifikasi, serta
monitoring dan evaluasi.

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 47


Tujuan PPG

Meningkatkan pemahaman & kesadaran


pelaporan gratifikasi;

Membentuk lingkungan instansi/organisasi


yang sadar dan terkendali dalam
penanganan gratifikasi;

Mempermudah pelaporan atas


penerimaan gratifikasi.

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 48


Manfaat PPG

KNOWLEDGE

REPORTING CONTROL
AWARENESS PPG ENVIRONMENT

MANAGEMENT
TOOLS
MINIMIZE
PHYSICOLOGICAL
BARRIER

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 49


Manfaat PPG

1
• Meningkatkan pemahaman gratifikasi

2
• Meningkatkan kesadaran pelaporan

3
• Meminimalisasi kendala psikologis

4
• Mendukung terciptanya lingkungan pengendalian

5
• Sebagai alat manajemen

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 50


Kerjasama PPG PLN - KPK
• Kerjasama dilakukan oleh PLN dengan KPK,
Bidang Pencegahan, Direktorat Gratifikasi
• Peran KPK, akan memberikan :
asistensi, konsultasi, bimbingan, monitoring dan
evaluasi
• Kegiatan yang dilakukan :
1) Penyusunan Aturan Gratifikasi
2) Pemetaan Titik Rawan Gratifikasi

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 51


Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 52
PPG PLN-KPK Th. 2013
No Tanggal Kegiatan
1 1-2 Juli Workshop Penyusunan Aturan & Tata Kelola Gratifikasi

2 4-5 Juli Forum Niaga dan Kepatuhan – Penanda tanganan


Komitmen PPG PLN-KPK
3 22-24 Juli Pemetaan Potensi Gratifikasi PLN DISJAYA
4 2 Agustus Pemetaan Potensi Gratifikasi PLN JASER
5 19-20 Agustus Pemetaan Potensi Gratifikasi PLN UPJB
6 25-27 September Workshop TOT Gratifikasi Angk I

7 16-18 Desember Workshop ToT Gratifikasi Angk II

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 53


Identifikasi Potensi Gratifikasi
Merupakan penjabaran lebih lanjut kegiatan Integritas PITA
Jenis kegiatan berpotensi gratifikasi yang dipetakan di PLN Dis Jaya & Tangerang
1. Layanan Pasang Baru/ Perubahan Daya/ Sambungan Sementara
2. Pencatatan stand meter pelanggan
3. Pelayanan Teknik
4. Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL)
5. Pengadaan Barang dan Jasa
6. Rekrutmen Pegawai
7. Pengembangan Karir
8. Pengelolaan Kesehatan
9. Diklat Penjejangan

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 54


Alur Pelaporan Gratifikasi PLN

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 55


Tata Cara Pelaporan Gratifikasi
No Proses Rincian Kegiatan

1 Pelapor mengisi pelaporan gratifikasi


2 Laporan diisi lengkap dan ditandatangan sesuai format dari KPK
3 Staff kepatuhan mem-verifikasi kelengkapan pelaporan
4 Apakah pelaporan sudah valid sesuai ketentuan yang berlaku ? Jika tidak valid maka proses diulang kembali pada kegiatan 1
5 Apakah pelaporan dilengkapi dengan bukti ?
6 Jika ada bukti, maka bukti dilengkapi nomor dan disimpan serta dibuatkan tanda serah terima
7 Jika tidak ada, maka hanya akan dibuatkan tanda serah terima pelaporan dan dibuatkan keterangan bahwa bukti disimpan
di pelapor
8 Validasi ulang pelaporan dan bukti yang diterima
9 Dibuatkan rekapitulasi/pelaporan penerimaan gratifikasi
10 MS Kepatuhan akan mem-validasi akhir Form Gratifikasi dan Rekap/pelaporan gratifikasi tersebut yang selanjutnya disebut
sebagai berkas pelaporan
11 Apakah sudah valid ? Jika belum valid, maka proses kembali ke kegiatan 8
12 Berkas pelaporan yang sudah valid dikirimkan ke KPK
13 Berkas pelaporan akan di-verifikasi oleh KPK
14 KPK akan menerbitkan surat penetapan status kepemilikan barang gratifikasi kepada pelapor (tembusan dikirimkan ke MS
Kepatuhan sebagaimana terlihat dalam kegiatan 16)
15 Surat Penetapan status kepemilikan diterima oleh pelapor
16 Tembusan surat penetapan status kepemilikan diterima oleh MS Kepatuhan
17 Apakah bukti di pelapor ? Jika tidak maka kegiatan pelaporan sudah selesai
18 Pelapor menyerahkan bukti kepada KPK. Kemudian proses akan berlanjut ke kegiatan 21
19 Apakah bukti di MS Kepatuhan ? Jika tidak maka kegiatan pelaporan sudah selesai
20 Simple,bukti
MS Kepatuhan menyerahkan Inspiring, Performing,
kepada KPK Phenomenal
21 KPK akan menyerahkan tanda serah terima bukti kepada MS Kepatuhan/Pelapor ISO-PM-GRATIFIKASI
Format Pelaporan Gratifikasi PLN-KPK

http://www.kpk.go.id/images/FormGrat.pdf
Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 57
Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 58

Anda mungkin juga menyukai