Anda di halaman 1dari 35

PENGUJIAN HIPOTESA

STATISTIKA 2
HIPOTESA
• Hipotesa merupakan suatu pernyataan yang masih
lemah kebenaranna dan perlu dibuktikan dugaan
yang sifatnya masih sementara
• Hipotesa perlu diuji untuk kemudian diterima/ditolak
• Pengujian hipotesa : suatu prosedur yang akan
menghasilkan suatu keputusan yaitu keputusan
menerima atau menolak hipotesa
DUA TIPE HIPOTESA
• Hipotesa Korelatif yaitu pernyataan
tentang ada atau tidak adanya hubungan
antara dua variabel atau lebih
• Hipotesa Komperatif yaitu pernyataan
tentang ada atau tidak adanya perbedaan
antara dua kelompok atau lebih
Prosedur Pengujian Hipotesa
• Menentukan formulasi hipotesa
• Menentukan taraf nyata (significant level)
• Menentukan kriterian pengujian
• Menentukan nilai uji statistik
• Membuat kesimpulan
FORMULASI HIPOTESA
Dibedakan menjadi 2 jenis :
• Hipotesa nol : suatu pernyataan yang
akan diuji atau hipotesa sebenarnya
• Hipotesa alternatif : segala hipotesa yang
berbeda dengan hipotesa nol.
UJI SATU SISI DAN DUA SISI
• Jika suatu hipotesa pada rumusan hipotesa
alternatifnya terdapat tanda tidak sama dengan
maka uji tersebut disebut uji dua sisi
H o :   415
H a :   415
• Jika suatu hipotesa rumusan hipotesa alternatif
memuat tanda lebih besar atau lebih kecil maka
jenis pengujian yang dilakukan adalah pengujian
satu sisi
H o :   415 atau H o :   415
H a :   415 H a :   415
Contoh
• Berdasarkan informasi yang dikemukakan pada
sebuah media massa, bahwa harga beras jenis “A” di
suatu wilayah adalah Rp. 3.200,- (pengujian dua
pihak)
Ho : µ = Rp. 3.200,-
Ha : µ ≠ Rp. 3.200,-
Lanjutan
• Berdasarkan informasi bahwa harga beras jenis “A” di
suatu wilayah tidak kurang dari Rp. 3.200,-
(Pengujian dengans satu pihak)
Ho : µ ≥ Rp. 3.200,-
Ha : µ < Rp. 3.200,-
PROSEDUR PENGUJIAN HIPOTESA
• Menentukan Formulasi Hipotesa
Formulasi atau perumusan hipotesa statik dapat
dibedakan menjadi dua jenis :
a. Hipotesa nol/nihil adalah hipotesa yang dirumuskan
sebagai suatu pernyataan yang akan diuji
b. Hipotesa alternatif / tandingan
H1 menyatakan bahwa harga parameter lebih besar
dari pada harga yang dihipotesakan
H1 menyatakan bahwa harga parameter lebih
kecil dari pada harga yang dihipotesakan
H1 menyatakan bahwa harga parameter tidak
sama dengan harga yang dihipotesakan
LANJUTAN PROSEDUR PENGUJIAN
HIPOTESA
• Menentukan Taraf Nyata
Taraf nyata adalah besarnya batas
toleransi dalam menerima kesalahan hasil
hipotesis terhadap nilai parameter populasinya
Contoh
Besaran yang sering di gunakan untuk
menentukan taraf nyata dinyatakan dalam %,
yaitu: 1% (0,01), 5% (0,05), 10% (0,1), sehingga
secara umum taraf nyata di tuliskan
sebagai α0,01, α0,05, α0,1
LANJUTAN PROSEDUR PENGUJIAN
HIPOTESA
• Menentukan Kriteria Pengujian
Kriteria Pengujian adalah bentuk
pembuatan keputusan dalam menerima
atau menolak hipotesis nol (Ho) dengan cara
membandingkan nilai α tabel distribusinya
(nilai kritis) dengan nilai uji statistiknya,
sesuai dengan bentuk pengujiannya
LANJUTAN PROSEDUR PENGUJIAN
HIPOTESA
• Menentukan Nilai Uji Statistik
Uji statistik merupakan rumus-rumus
yang berhubungan dengan distribusi
tertentu dalam pengujian hipotesis.
LANJUTAN PROSEDUR PENGUJIAN
HIPOTESA
• Membuat Kesimpulan
Pembuatan kesimpulan dilakukan setelah
membandingkan nilai uji statistik dengan
nilai α tabel atau nilai kritis.
a. Penerimaan Ho terjadi jika nilai uji
statistik berada di luar nilai kritisnya.
b. Penolakan Ho terjadi jika nilai uji
statistik berada di dalam nilai kritisnya.
Pengujian Hipotesis Satu Rata-Rata
a. Sampel Besar (n>30)
Uji statistik pada pengujian ini
menggunakan distribusi Z. Pengujian
hipotesanya adalah sebagai berikut
1. Formulasi hipotesa
Pengujian Hipotesis Satu Rata-Rata
2. Menentukan nilai α sesuai soal, kemudian nilai
Zα atau Zα/2 ditentukan dari tabel
3. Kriteria Pengujian
Pengujian Hipotesis Satu Rata-Rata
4. Uji Statistik
a. Simpangan baku populasi diketahui :

b. Simpangan baku populasi tidak diketahui


Pengujian Hipotesis Satu Rata-Rata
5. Kesimpulan
Menyimpulkan tentang penerimaan atau
penolakan Ho (sesuai dengan kriteria pengujiannya)
a) Jika H0 diterima maka H1 di tolak
b) Jika H0 di tolak maka H1 di terima
Contoh Soal
Suatu pabrik susu merek Good Milk melakukan
pengecekan terhadap produk mereka, apakah
rata-rata berat bersih satu kaleng susu bubuk
yang di produksi dan di pasarkan masih tetap
400 gram atau sudah lebih kecil dari itu. Dari
data sebelumnya di ketahui bahwa simpangan
baku bersih per kaleng sama dengan 125 gram.
Dari sample 50 kaleng yang di teliti, di peroleh
rata-rata berat bersih 375 gram. Dapatkah di
terima bahwa berat bersih rata-rata yang di
pasarkan tetap 400 gram? Ujilah dengan taraf
nyata 5 % !
Penyelesaian
Diketahui :
n = 50, X = 375, σ = 125, µo = 400
Jawab :
a. Formulasi hipotesisnya :
Ho : µ = 400
H1 : µ < 400
b. Taraf nyata dan nilai tabelnya :
α = 5% = 0,05
Z0,05 = -1,64 (pengujian sisi kiri) (lihat tabel
distribusi normal z)
Penyelesaian
c. Kriteria pengujian :

Ho di terima jika Zo ≥ - 1,64


Ho di tolak jika Zo < - 1,64
Penyelesaian
d. Uji Statistika:

e. Kesimpulan
Karena Zo = -1,41 ≥ - Z0,05 = - 1,64 maka Ho di
terima. Jadi, berat bersih rata-rata susu
bubuk merek GOOD MILK per kaleng yang
di pasarkan sama dengan 400 gram
b. Sampel Kecil (n ≤ 30)
Untuk pengujian hipotesa satu rata-rata
dengan sampel kecil (n ≤ 30) dimana
menggunakan uji statistik distribusi t,
dengan prosedur pengujian hipotesa
sebagai berikut :
1. Formula hipotesa
2. Penentuan nilai α (taraf nyata) dan
nilai t- tabel
Menentukan nilai α sesuai soal,
kemudian menentukan derajat bebas,
yaitu db = n – 1, lalu menentukan nilai
tα;n-1 atau tα/2;n-1 ditentukan dari tabel.
3. Kriteria Pengujian
a. Untuk Ho : µ = µo dan H1 : µ > µo
Ho di terima jika to ≤ tα
Ho di tolak jika to > tα
b. Untuk Ho : µ = µo dan H1 : µ < µo
Ho di terima jika to ≥ - tα
Ho di tolak jika to < - tα
c. Untuk Ho : µ = µo dan H1 : µ ≠ µo
Ho di terima jika - tα/2 ≤ to ≤ tα/2
Ho di tolak jika to > tα/2 atau to < - tα/2
4. Uji Statistik
a. Simpangan baku populasi ( σ ) di
ketahui :

b. Simpangan baku populasi ( σ ) tidak di


ketahui :
5. Kesimpulan
Menyimpulkan tentang penerimaan atau
penolakan Ho (sesuai dengan criteria
pengujiannya).
a) Jika H0 diterima maka H1 di tolak
b) Jika H0 di tolak maka H1 di terima
Contoh Soal
Sebuah Grossir menerima kiriman kaleng sereal
dari sebuah supplier. Menurut informasi yang
diterima dari pihak supplier, berat kaleng rata-
rata adalah 16 gr. Pihak grossir tidak serta
merta percaya lalu melakukan pengujian
terhadap 10 sampel kaleng sereal secara acak
sebelum menerima kiriman barang dalam
mobil box pengangkutnya. Berikut data hasil
pengamatan 10 sampel pada suatu hari kiriman
barang.
Jika taraf nyata 5% lakukan analisis untuk
menguji apakah hasil pengujian berat kaleng
sereal yang dilakukan oleh pihak grossir sama
dengan keterangan pihak supplier.
a. Formulasi hipotesisnya :
Ho : µ = 16
H1 : µ ≠ 16
b. Hitung rata-rata sampel

c. Hitung nilai standar deviasi sampel

d. Hitung nilai t
e. Tentukan nilai t tabel
Dengan menggunakan tabel t pada α/2 yaitu
0,05/2 dan derajat bebas (degree of freedom)
(df = n -1) yaitu 10-1. Dengan menggunakan
tabel t diperolah nilai t tabel adalah 2,262157
(lihat tabel distribusi normal t)
f. Penentuan kriteria uji
Langkah selanjutnya adalah kita harus
membandingkan nilai t hitung dengan t tabel.
Jika t hitung > t tabel, maka Ho ditolak, artinya
nilai rata-rata yang diharapkan berbeda
dengan nilai rata-rata pengukuran sampel.
Demikian sebaliknya, jika t hitung < t tabel
maka Ho diterima atau dapat dikatakan rata-
rata yang dibandingkan adalah sama.
7. Pengambilan keputusan
Karena nilai t hitung < t tabel maka Ho diterima dan Ha ditolak.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa berat kaleng sebesar 16
gr sebagaimana dikatakan pihak supplier tidak berbeda nyata dengan
hasil pengukuran menggunakan sampel oleh pihak grossir
TUGAS
1. Suatu perusahaan pembuat pesawat terbang penumpang
menyatakan bahwa hasil produksinya setelah dipergunakan dalam
jangka waktu 1 tahun diperlukan pengecekan kembali selama 11 jam
dengan deviasi standar 3,5 jam. Setelah selang 3 tahun, teknisi
pesawat meragukan hipotesa ini, sehingga perlu dilakukan
pengamatan kembali dengan mengambil sampel sebanyak 49 buah
pesawat. Ternyata waktu rata-rata yang diperlukan untuk mengadakan
pemeliharaan ini 12 jam. Teknisi masih percaya bahwa deviasi
standarnya tetap tidak berubah. Apakah ada alasan untuk meragukan
bahwa waktu yang diperlukan untuk pemeliharaan pesawat terbang
dalam 1 tahun diperlukan 11 jam, apabila dipergunakan taraf nyata
10% dan gambar grafiknya?
2. Seorang pejabat bank yang bertanggung jawab atas pemberian
kredit mempunyai anggapan bahwa rata-rata modal perusahaan
nasional adalah sebesar Rp. 100 juta dengan alternatif yang lebih
besar dari itu. Untuk menguji anggapannya itu, dipilih sampel secara
acak sebanyak 81 buah perusahaan nasional yang ternyata rata-rata
modalnya sebesar Rp. 105 juta dengan simpangan baku sebesar Rp.
18 juta. Dengan menggunakan alfa 1% ujilah anggapan itu dan
gambar grafik uji hipotesanya!