Anda di halaman 1dari 56

GENDER DAN REPRODUKSI

KUSWANDEWI MUTYARA

KULIAH ANTROPOLOGI KESEHATAN


PROGRAM D4 KEBIDANAN
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS PADJADJARAN
SEKS

Ciri-ciri anatomi biologi yang membedakan antara


laki - laki dan perempuan
Sifat kodrati perempuan di Sunda = Australia
= Afrika
Sudah terlihat begitu lahir
Pertama kali membedakan jenis manusia
GENDER

• Peran dan kedudukan seseorang yang dikonstruksikan


oleh masyarakat dan budayanya karena lahir sebagai
perempuan dan karena seseorang lahir sebagai laki-laki
• Bayi yang baru lahir diberi pemahaman oleh
masyarakat
• Tidak universal, non kodrati
• Dipengaruhi lingkungan (sosial dan budaya)
BERDASARKAN IDENTITAS SEKSUAL

• Dipengaruhi oleh keadaan biologi dan lingkungan


• Laki-laki dan perempuan mempunyai bentuk tubuh dan
siklus fisiologis yang berbeda
• Perempuan mengalami menstruasi, mengandung,
melahirkan, dan menyusui
• Keadaan emosional dan perilaku berbeda
• Budaya: fisiologi, psikologi, sosial perilaku
seseorang
KOMPONEN
• Genetik: berdasarkan genotipe dan kombinasi dari 2
kromosom seks X dan Y
• Somatik: berdasarkan penampakan secara fisik
(fenotipe)
• Psychological: berdasarkan persepsi diri sendiri dan
perilaku
• Sosial: berdasarkan budaya
TIMBUL ABNORMALITAS
GENETIC
• Turner`s syndrome (XO)
• Klinefelter`s syndrome (XXY)
• Y Polysomy (XYY)
• Hermaphroditism (XX/XY)3

SOMATIC
• Pseudohermaphroditism (laki-laki dan perempuan),
antara genetik dan genitalia eksternal berbeda
TIMBUL ABNORMALITAS

PSYCHOLOGICAL DAN SOCIAL


• Secara genotipe dan fenotipe adalah perempuan,
tetapi berdasarkan cara berpakaian dan persepsi
dikategorikan laki-laki

Secara sosial lebih fleksibel, terutama dipengaruhi oleh


lingkungan sosial dan budaya
BUDAYA GENDER
• Dunia wanita menjadi perhatian dan mulai banyak dipelajari
• Dididik untuk mempunyai harapan hidup yang berbeda,
perkembangan emosional dan intelektual masing-masing,
berbeda dalam berpakaian dan berperilaku
• Budaya: mempengaruhi bagaimana seseorang mempunyai
persepsi, berpikir, merasa, dan bertindak sebagai wanita dan
pria, sebagai anggota masyarakat
• Living in Two nations under one flag
• Ex: New Guinea: wanita dan pria tinggal di tempat yang
terpisah (desa)  homoseksual meningkat
• Mediterania: pria norma diharapkan mempunyai premarital dan
ekstramarital affair untuk membuktikan maskulin
VARIASI BUDAYA GENDER
• Berkembang dan dipengaruhi oleh industrialisasi dan
urbanisasi
• Berbeda di tiap daerah, misal: sistem purdah
• Wanita memainkan peran dalam sistem ekonomi
• Negara industri (USA) > 50% wanita menikah bekerja
di luar rumah (pertanian, perkebunan, penjualan,
produksi, dll)
• Wanita mempunyai kekuatan biologi lebih besar:
menciptakan kehidupan, melahirkan, menghasilkan ASI
BUDAYA GENDER DAN PERILAKU SEKSUAL
• Ekstramarital seks (69% laki-laki dan 57% wanita)
• Perilaku seksual berhubungan dengan transmisi dari penyakit
seksual (gonorrhoe, syphilis, herpes genitalis, AIDS, kanker
servik, hepatitis B)
• Sumber infeksi:
- WTS (prostitusi)
- homoseksual
- anal intercourse
• Toleransi terhadap perilaku seksual berbeda menurut budaya
(New Guinea: Heteroseksual dilarang selama 260 hari dalam
setahun dan homoseksual tidak dilarang dan dipercaya
membuat anak laki-laki lebih kuat dan berkembang
PROFESI PERAWAT
Tahun 1990 5470 Tanzania
5040 Pakistan
380 Malaysia
70 Austria
Perawat 50% dari tenaga kesehatan, wanita 90%, pria 30-
40% dengan posisi pimpinan
Perbandingan perawat dan dokter (1988-1992)
- 13.1 Mozambique - 2.8 USA
- 11.3 Nigeria - 2.0 UK (90% wanita)
- 5.1 Sri Lanka - 0.5 Venezuela
- 3.9 Malaysia - 0.1 Brazil
DILEMA DALAM PERAWATAN
Benne dan Bennis:
• frustasi perawat yang disebabkan oleh perbedaan
antara citra dirinya mengenai apa yang dirasakan,
dilakukan, dan kenyataan
• friksi antara dokter-perawat
• banyaknya masalah mengenai dorongan bagi
profesionalisasi
1. PERANAN PERAWAT: IDEAL DAN KENYATAAN
• Gamarnikow hubungan antara dokter dan perawat
(daerah barat-UK) masih mengacu ke masalah gender
(dokter = ayah, perawat = ibu, dan pasien = anak)
• Schulman istilah “pengganti ibu”, peranan perawat
yang ideal, menolong orang sakit dan mengatur
Peranan feminin, ditandai kasih sayang, keintiman,
kehadiran diri
• Konteks rumah sakit modern, menggunakan ketrampilan
pada bidang supervisi dan posisi manajer, tapi mistik
tentang perawatan pasien masih melekat
• Pasien tidak memperoleh perawatan optimal
2. HUBUNGAN PERAWAT-DOKTER
• Konflik dan ketegangan, dokter adalah otokrat,
mangganggap perawat/bidan sebagai nonprofesioanl
(menganggap sebagai pelayannya, bukan kolega)
• < tahun 1930: perawat bekerja “pribadi” di rumah-rumah,
24 jam, menjadi mata dan telinga dokter
perawatan di rumah sakit
• Carol Taylor, mendeskripsikan peranan yang tidak
fleksibel, terpaksa dilakukan oleh perawat dalam
“mempersiapkan pasien”
• Saluran komunikasi formal dan informal. Bila informal
dimanfaatkan dengan niat baik dan saling menghargai,
hubungan akan lebih efektif
2. HUBUNGAN PERAWAT-DOKTER
• Littlewood perawat lebih baik dari dokter untuk
mengerti problem “sakit/illness” dan “penyakit/disease”
dari pasien (penyakit kronik, kehamilan, masalah
kesehatan pada orang tua
• Perawat mempunyai pengaruh yang besar terhadap
kualitas hidup dan mengerti apa yang diinginkan oleh
pasien
• Perawat adalah profesi kesehatan yang dapat
menjembatani tujuan dari dokter dan pasien
3. DORONGAN KE ARAH PROFESIONALISASI
• Profesional, walau berbeda dalam pendidikan,
pengetahuan spesialisasi, otonomi
• Profesi perawat berkembang terus profesi
kesehatan yang berdiri sendiri master dan
doktoral
• Ashley, mendeskripsikan ketakutan dokter Amerika
perawat lebih pandai dan merupakan ancaman
PERANAN PERAWAT
• Gerakan hak-hak wanita mendorong perkembangan
peranan perawat, ditandai bertambahnya otonomi dan
tanggung jawab profesional
• Perawatan pasien yang sakit berat dilakukan perawat yang
cukup terlatih unit perawatan intensif (bumil
dengan penyakit jantung yang berat, eklampsi berat)
berwewenang membuat keputusan yang cepat
• Bertanggung jawab mengurus pasien sejak masuk sampai
keluar
• Di luar RS, memenuhi kebutuhan pasien: semakin
panjangnya umur, peningkatan penyakit kronis
memberikan pelayanan bersifat masyarakat
bekerjasama dalam kelompok antar disiplin
MEDICALIZATION
• Kritik terhadap pengobatan modern
• Gabe dan Calnan: pengobatan modern  banyak masalah yang
tidak termasuk di dalamnya
• Termasuk: fase normal siklus kehidupan wanita (menstruasi,
kehamilan, melahirkan, menopause), usia lanjut,
ketidaksenangan, kesepian, isolasi sosial, kemiskinan, atau
pengangguran
• Badan = mesin, tidak terlepas dari masalah sosial dan budaya
• Fokus:
- Aspek kehidupan pada wanita dengan stress dan hubungannya
dengan peresepan obat-obat psikotropika
- Aspek fisiologi wanita dan siklus kehidupannya, termasuk
menstruasi, kelahiran, menopause
1. WANITA DAN OBAT-OBATAN PSIKOTROPIK
• Negara-negara barat: 2 kali lebih sering daripada laki-
laki
• Alasan: kompleks, pengaruh dari iklan dari perusahaan
farmasi, promosi obat-obat sebagai solusi untuk wanita
dengan stress atau konflik
• Problem sosial dan kecemasan: kesepian, cerai,
kemiskinan, pengangguran, dll
• Alkohol dan rokok: banyak digunakan
laki-laki
2. FISIOLOGI WANITA DAN SIKLUS KEHIDUPAN
Pengobatan untuk sindrom premenstrual, dismenorrhoea,
tanda-tanda menopause, sakit dan penyulit dalam
kelahiran
MENSTRUASI
• Fisiologi normal wanita dari menarche – menopause
• Sindrom premenstrual: fisiologis, mudah marah, tidak sabar,
mudah tersinggung
• Dikelilingi oleh taboo dan perilaku spesial untuk melindungi
wanita dari bahaya dan melindungi pria dari polusi berbahaya
• Pantang cuci rambut, mandi, olah raga, hubungan seks
• Negara industri barat, terutama pedesaan, berbeda dalam
menggambarkan menstruasi dibandingkan negara berkembang
MENOPAUSE
• Lock daerah barat, abad 19, menopause adalah
penyebab penyakit, tetapi sejak abad 20 pertengahan,
didefinisikan sebagai penyakit.
• Kaufert dan Gilbert menopause merupakan
gangguan endokrin (defisiensi estrogen-gejala keringat
malam, osteoporosis, muka panas, vaginitis)
• Gejala: mudah tersinggung, depresi, lelah, sakit kepala
• Berhubungan dengan kehidupan sosial: pensiun, anak-
anak sudah berkeluarga
• Canada: wanita menopause jarang ke dokter, hamil ke
dokter
FISIOLOGI WANITA

 Kasus PMS dan menopause merupakan kejadian


fisiologi yang alamiah dalam kehidupan wanita,
didefnisikn oleh beberapa klinisi sebagai
defisiensi endokrin atau penyakit
 Berarti bahwa mereka menjadi tergantung
terhadap profesi kedokteran dan pengobatan
TUBUH SELAMA HAMIL
 Semua budaya percaya mengenai kerentanan ibu dan fetus
selama masa kehamilan sampai masa awal postpartum dan
masa menyusui
 Perilaku ibu (diet, aktivitas fisik, pikiran, kelakuan, minuman,
obat, atau rokok) dapat mempengaruhi secara langsung
fisiologi dari reproduksi dan dapat menyebabkan kerusakan
pada anak yang belum dilahirkan
 Taboo & larangan selama masa kehamilan utuk melindungi
ibu dan fetus dari kerusakan fisik
TUBUH SELAMA HAMIL
 Wanita hamil berada dalam tingkat sosial yang rentan
 Tingkat transisi antara 2 hukum sosial: istri dan ibu
 Ritual dan taboo selama kehamilan untuk menandai masa
transisi dan melindungi ibu-janin selama masa yang
berbahaya
 Penelitian: terhadap 31 wanita hamil, 77% percaya bahwa
fetus dapat ditandai secara permanen atau terbunuh oleh
keadaan emosional, hukuman perilaku yang buruk, tenaga
alam, kekuatan jahat, dll
TUBUH SELAMA HAMIL
 Wanita Mexican-American percaya bahwa terlalu banyak
tidur atau beristiahat selama hamil dapat membahayakan
bayi dan menyebabkan ‘stick to uterus’, sehingga persalinan
menjadi sulit atau tidak mungkin
 Takut melihat bulan sabit karena akan berdampak pada bayi
 Terlalu emosi (takut, benci, cemburu, marah, cemas) dapat
membahayakan fetus yang belum lahir
 Kekuatan jahat orang lain dapat menyebabkan kerusakan
atau meningalnya fetus
 Kepercayan mengenai diet selama hamil terhadap fetus
telah dipelajari di Michigan terhadap 40 sampel
 Hasil: 90% percaya bahwa bumil harus merubah pola
dietnya, 38% percaya bahwa makanan dapat memberi tanda
pada anak secara permanent bila makanan tidak memuaskan
TUBUH SELAMA HAMIL
 Beberapa makanan dipercaya dapat membahayakan
kehamilan
 Faktor lainnya : kelompok wanita di beberapa Latin
American menggunakan konsep makanan ‘hot’ or ‘cold’
selama kehamilan, untuk mempertahankan
keseimbangannya
 Percaya bahwa perkembangan uterus selama kehamilan
dapat mempengaruhi kesehatan dari bumil
 Studi yang dilakukan di Michigan, dipercaya bahwa
uterus adalah organ berongga yang akan menutup selama
kehamilan untuk melindungi kehilangan dari fetus
 Kepercayaan mengenai fisiologi dan bahaya selama
kehamilan mempunyai aspek sosial, psikologikal, & fisik
KEPERCAYAAN DARAH MENSTRUASI

• Southwales UK
• Zulu, Afrika Selatan
• Michigan, USA
Beliefs About Menstrual Blood In South
Wales, UK
 Divided into 2
 The first: that the menstrual blood is ‘bad blood’ &
menstruation the process by which the system is purged of
badness or excess. The menstrual process as ‘essential to
producing & maintaining a healthy equilibrium’ by regular
purging of badness. They have a pessimistic attitude towards
the menopause
 The second: believed that menstruation damaging to their
overall health & were fearful of ‘losing their life`s blood’.
They wished to cease menstruating as early as possible and
much more positive about the menopause & its attendant
symptoms
Beliefs About Menstruation Among The
Zulu Of South Africa
 Menstruating women are believed to have a
contagious pollution, which is dangerous to
other humans & to the natural world
 Men`s virility may be weakened by this
blood, especially if they have intercourse
 Women may be confined each month to an
isolated ‘menstrual hut’ to protect the
community from their dangerous pollution
Beliefs About Menstruation Among
Low Income Women In Michigan, USA
 Saw menstruation as a method of riding the body impurities
that might otherwise cause illness or poison the system
 Saw the uterus as a hollow organ that is opens up to allow the
blood to escape during the period
 While uterus was open, they believed themselves to be
particularly vulnerable to illness, caused by entry of external
forces (cold air or water, germs, witchcraft)
 Certain ‘cold’ foods might clot the ‘hot’ blood and interrupt
the flow & can caused a stroke, cancer, sterility
 ‘Cold’ foodstuffs included fresh fruits, especially citrus,
tomatoes, green vegetables (caused deficient in vitamins)
 The fear of impeded menstruation may also lead some women
to avoid some methods of contraception
PENYAKIT GENDER SOSIAL PADA PRIA
• Beberapa budaya pada pria berhubungan dengan
kesehatannya
• Contoh, dibandingkan dengan wanita: minum alkohol
lebih, merokok lebih, melakukan pekerjaan dengan resiko
(perang, olah raga berbahaya, dll)
• Kalau sakit, pria: tidak boleh mengeluh dan menangis
• Pria menyangkal tanda pertama dari penyakit yang serius
• Hubungan antara budaya dan penyakit pada pria: Tipe A
behavior pattern
PENYAKIT GENDER SOSIAL PADA PRIA

• Tipe A behavior pattern: kompetitif, ambisius yang


dapat meningkatkan resiko penyakit jantung koroner
Kematian karena PJK 2 kali lebih tinggi pada pria
(USA)
Pria lebih sukses dalam bidang pekerjaan dan
wanita dalam bidang domestik
PENYAKIT GENDER SOSIAL PADA WANITA
• Mammoplasty (operasi plastik), resiko infeksi, anestesi
• Perubahan permukaan tubuh (kaki diikat, tatoo, bibir dihias),
resiko terhadap kesehatan
• Gaya berbusana yang membahayakan kesehatan: sepatu
hak tinggi (ortopedi), penggunaan kosmetik, deodorant
(dermatitis, urtikaria)
• Diet (anoreksia nervosa) depressi
• Biasa konsultasi ke dokter, bahasa lebih emosional yang
dideskripsikan berbeda menurut budaya
• Dapat menimbulkan salah diagnosa dari klinisi dan terapi
yang tidak perlu
• Wanita modern stress: beban sebagai IRT dan karir
PERSALINAN
• Persalinan, melengkapi keluarga inti
• Persalinan dianggap pengalaman biasa yang
tidak membahayakan (Eskimo, Indian Amerika)
• Persalinan merupakan peristiwa penting yang
disertai tindakan ritual (Indian Washo)
• persalinan menimbulkan pergumulan dengan roh
yang tertarik oleh unsur yang keluar dari tubuh
manusia (non barat)
• Tzintzuntzan, Indian Araucania (Amerika
Selatan): bumil = sakit, bila bayi telah lahir =
sehat
• Amerika: birokrasi kedokteran paling
berwewenang dalam proses persalinan
Karena ketidakpuasan orang Amerika dengan
bentuk umum dari persalinan di RS dan mencari
bentuk alternatif didasarkan atas keyakinan

Bentuk-bentuk alternatif:
1. Kedokteran barat telah membuat kompleks dan
mekanis proses persalinan yang normal
2. Persalinan harus dikembalikan ke rumah dari rumah
sakit
3. Bidan, bukan dokter, merupakan orang yang tepat
untuk membantu persalinan
Kedokteran barat telah membuat kompleks dan
mekanis proses persalinan yang normal
• Mayoritas manusia lahir di rumah
• Mengapa 90% persalinan di Amerika terjadi di RS?
• Mengapa ibu-ibu secara rutin tidak bersalin di rumah?
• Memudahkan dokter, bila pasien datang ke RS, aktivitas
profesional lain tidak terganggu
• Tidak semua persalinan di RS ditangani dokter, tetapi
sertifikat persalinan ditandatangani oleh dokter
• RS: ketidaknyamanan psikologis
• Lebih diutamakan kenyamanan dokter
Persalinan harus dikembalikan ke rumah dari
rumah sakit
• Semakin ilmiah dan maju tingkat perawatan ibu dan anak,
semakin efektif mencegah mortalitas, cedera dan cacat
persalinan  tidak terdapat bukti yang kuat
• % persalinan tertinggi di Amerika di RS, tetapi urutan 15
untuk kematian  persalinan rumah dianggap lebih
aman?
• persalinan merupakan peristiwa paling penting yang
terjadi dalam keluarga
• persalinan di rumah memberikan kesempatan pada
suami untuk memainkan peranan penyembuh pada
waktu proses berlangsung
Bidan, bukan dokter, merupakan orang yang
tepat untuk membantu persalinan

• Bidan bekerjasama dengan ahli kandungan


• California: persalinan rumah populer, UU bersifat dualistis
• Teluk San Fransisco: tidak menolak persalinan rumah
sakit, asal syarat mereka diterima
REPRODUKSI DAN PERSALINAN
• Berbeda-beda persepsi sehubungan dengan kehamilan,
persalinan, perawatan anak sesuai masing-masing
kultur
• Eropa dan Amerika: kehamilan dan persalinan
(termasuk menstruasi dan menopause): kondisi medis
perlu diagnosis dan pengobatan medis
KULTUR BARAT
• Semua kultur: wanita melahirkan dengan 1/lebih asisten
(keluarga/teman wanita)
• Abad 17: Sebagian besar pengetahuan paraji didapat
berdasarkan pengalamannya sendiri
• Abad 19: bidan bekerjasama dengan sistem medis,
hanya boleh menolong persalinan normal
• s/d 1880: melahirkan di rumah dan ditolong keluarga
atau dukun beranak. Dokter dipanggil bila ada penyulit
• 1902: profesi kebidanan diakui di Amerika
• 1930: melahirkan di RS >> daripada di rumah
PERTUMBUHAN KLINIK BERSALIN
• United Kingdom (UK) tahun 1959: 1 dari 3 persalinan
adalah di rumah/rumah bidan
• UK, sekarang: 99% persalinan di RS  penurunan
persalinan di rumah  karena jumlah klinik bersalin oleh
bidan meningkat dan bidan yang bekerja di masyarakat
menurun
• USA: 98% di RS
• Alasan: menurunkan angka kematian dan kesakitan ibu
dan neonatal, diagnosa kelainan kongenital in utero,
pengobatan infertilitas, mempertahankan hidup bayi
prematur
PERTUMBUHAN KLINIK BERSALIN
Terdapat kritikan/kekurangan dari aspek modern ini
Kekurangan:
• Terlalu menekankan fisiologi daripada psikologi selama
kehamilan dan persalinan
• Mengubah partus normal menjadi masalah bedah
(episiotomi, seksio sesaria) pasien menjadi sangat
pasif dan tergantung dokter/bidan
PERSALINAN MENURUT BUDAYA BARAT
• Ibu dan bayi dipisahkan merupakan dasar dari
teknologi persalinan
• Bayi diperiksa, dimandikan, diberikan injeksi
vitamin K, tetes mata antibiotik
• Selama proses persalinan dikelilingi oleh teknologi:
alat monitor fetus, drip IV, instrumen, dll
PERSALINAN MENURUT BUDAYA TIMUR
• Barat: posisi litotomi
• Thailand utara, India, Sri Lanka, Afrika Timur: berdiri /
duduk / setengah duduk
• Vietnam, Thailand, Burma, India, Afrika barat dan timur,
Jamaika, Guatemala, dan Brazil: tali pusat dipotong
setelah plasenta lepas
• Periode post partum: antara 20 - 40 hari
Tamils: “Childbirth pollution” 31 hari, upacara memandikan
ibu dan mencukur kepala anak
Masyarakat Cina (Cina dan Taiwan): “doing the month”
dirumahkan, saudara/teman datang mengunjungi, diet,
taboo
• Dilarang berhubungan seksual, ex: Cina (100 hari)
MEDICALIZATION
• Persalinan bukan sekedar pengobatan modern,
berhubungan dengan psikologi
• Ibu memasuki pelayanan kesehatan saat mulai hamil dan
meninggalkannya setelah persalinan
• Kehidupan sosial yang baru: keadaan finansial, status
pernikahan, kondisi rumah, dan hubungan antar personal
• Timbul gap antara dokter spesialis (biasanya pria) dan ibu
• Masa kehamilan dan persalinan lebih daripada kejadian
biologi, tetapi perubahan status wanita dari
“wanita/woman” menjadi “ibu/mother”
• USA: Ambivalen (perasaan bertentangan) karena
perbedaan dalam pertolongan persalinan
DUKUN BERSALIN/ TRADITIONAL BIRTH
ATTENDANT (TBA)
• Indonesia: paraji/dukun bersalin
• Meksiko : parteras
• Puerto Rico: comadronas
• Jamaika: nanas
• India: dais
• Mesir: dayas
• Afrika dan pedesaan India: 80% oleh dukun bersalin
• Mesir: 80% - 90% oleh dukun bersalin
• WHO memperkirakan 60% - 80% persalinan di dunia ditolong
oleh dukun bersalin
• Banyak ditemukan: Afrika, Asia, Amerika Latin,
DUKUN BERSALIN
• Dukun bersalin: menolong persalinan, perawatan sebelum
dan setelah persalinan, dengan berbagai upacara ritual
• Training TBA (1978 & 1993)  tujuan (WHO): integrasi
dengan program kesehatan, terutama neara berkembang
• Training:
- pertolongan pertama
- memberikan saran: KB, oralit pada kasus diare pada bayi
- Pendidik kesehatan masyarakat: nutrisi, pencegahan
infeksi HIV, pentingnya kesehatan perseorangan dan
lingkungan
- membawa balita ke klinik kesehatan: vaksinasi dan
monitoring pertumbuhan dan perkembangannya
DUKUN BERSALIN
• Training dan dilibatkan dalam pelayanan kesehatan dasar
(30 tahun): Ghana, Indonesia, Malaysia, Pakistan,
Filipina, Thailand, dan Sudan

• Tujuan training:
1. Memperluas bidang prakteknya
2. Meningkatkan keamanan dalam tekhnik
yang digunakan
3. Meningkatkan rujukan ke RS untuk bayi dan ibu yang
beresiko
4. Meningkatkan kerjasama antara dukun bersalin dan
staff kesehatan lokal
STUDI KASUS: NANA DI JAMAIKA
• 25% kasus persalinan, terutama di pedesaan
• Nana: kedudukan tinggi dan mempunyai otoritas yang
besar
• Keahlian: diturunkan dari ibu ke putrinya
• Masa kehamilan sampai hari ke 9 post partum (ritual &
taboo)
• Nana sangat berpengalaman dalam tekhnik perawatan
dan mereka mulai belajar obstetri modern dan akan
merujuk ke bidan/RS dengan cepat bila ada
masalah
STUDI KASUS: NANA DI JAMAIKA
• Banyak wanita di pedesaan menggunakan nana saat
menjelang persalinan dan pindah ke bidan yang lebih
berkualitas saat persalinan
• Sekarang: sudah berkurang sehubungan kampanye
pendidikan kesehatan dan kebijaksanaan pemerintah
(bumil lebih percaya RS, terutama bidan)
FERTILITAS DAN INFERTILITAS
• Kesalahan perilaku individual
• Alamaiah
• Diguna-guna orang lain
• Kekuatan supernatural
• Guatemala: rahim dingin tidak cukup panas
untuk menerima semen. Pengobatan: hot (teh herbal)
dan menghangatkan rahim
CARA TERBARU (NEW REPRODUCTIVE
TECHNOLOGY)
• Sekarang: terutama negara industri, mengobati infertilitas
wanita/pria
• Teknologi terbaru:
Tahun 1994: 40.000 bayi dilahirkan melalui invitro
1. Invitro fertilization (IVF)
2. Ibu pengganti (surrogate)
• Ibu lengkap:
genetik, mengandung, mengasuh
EFEK CARA TERBARU (NEW REPRODUCTIVE
TECHNOLOGY)
• Mengubah budaya
• Memisahkan antara orang tua biologi dan sosial (donatur
sperma)
• Mempengaruhi kekeluargaan
INFANTICIDE
• Alasan infanticide: jumlah populasi – persediaan makanan
• Contoh: Tenetehera (Indian Brazil): dipercaya wanita hanya
boleh mempunyai 3 anak (tidak semua sama jenis
kelaminnya)
• Masyarakat yang tinggal di tempat dan sumber daya yang
terbatas mempraktekkan infanticide mengatur jumlah
populasi, kebijakan pemerintah, nilai budaya
• Infanticide bayi perempuan, terutama
di pedesaan (India utara, Cina)
KEHAMILAN DAN PRIA
• Kehamilan, persalinan, dan masa nifas: kasus
wanita, tapi pria turut terlibat (fisik dan sosial)
• Ayah mempunyai tugas untuk melindungi ibu dan
anak, mempermudah proses persalinan dan hal
ini dinamakan “ritual cauvade”
• Contoh: Jawa, Filipina: suami mempunyai taboo
yang sama dengan istri, mendukung istri selama
persalinan)
Suku Hopi Indian di USA dan Chiriguano Indian
di Paraguay, suami dan anak terkecil melakukan
“couvade” selama istri hamil
KEHAMILAN DAN PRIA

• Budaya di mana “ritual couvade” tidak dilakukan,


dilaporkan kadang pria merasa tidak enak
secara fisik dan/atau psikologikal selama istrinya
hamil, melahirkan, dan masa nifas
• Dikenal sebagai “Couvade syndrome”:
rasa lemas, pusing, gejala
seperti hamil