Anda di halaman 1dari 20

Anggota kelompok

1. Hario muhammad akbar


2. Monica putri siscawat
3. Nita kris ariana
4. Rina yuli agita devi
5. Yuyun erviana
6. Yetri mastri yani seo
7. Yust ratna rensini
Penyakit radang panggul
(PELVIC INFLAMMATORY
DISEASE – PID)
A. Pengertian

Penyakit Radang Panggul (Pelvic


Inflammatory Disease - PID) adalah infeksi
pada alat genital atas. Proses penyakitnya
dapat meliputi endometrium, tubafalopii,
ovarium, miometrium, parametria, dan
peritonium panggul. PID adalah infeksi yang
paling penting dan merupakan komplikasi
infeksi menular seksual yang paling biasa
(Sarwono,2011; h.227)
B. Penyebab

Peradangan biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri, dimana


bakteri masuk melalaui vagina dan bergerak ke rahim lalu ke tuba
fallopi. Sekitar 90 – 95 % kasus PID disebabkan oleh bakteri yang
juga menyebabkan terjadinya penyakit menular seksual (misalnya
klamidia, gonore, mikoplasma, staphylococus, strepococus). Infeksi
ini jarang terjadi sebelum menstruasi pertama setelasi menopause
maupun selama kehamilan.
B. Penularan

Hubungan seksual

Prosedur kebidanan / kandungan, seperti :


IUD, Persalinan, keguguran, aborsi dan biopsi
endometrium yang tidak steril
C. Faktor Resiko Terjadinya PID
Aktivitas seksual
Pernah
pada masa
menderita PMS
remaja

Berganti – ganti
pasangan seksual
Pemakaian alat
kontrasepsi Pernah menderita
yang bukan PID sebelumnya
penghalang
E. GEJALA
Di dalam tuba fallopi, ovarium Gejala lainnya yang mungkin
ditemukan penderita PID, SEPERTI :
maupun panggul bisa terbentuk
- Keluar cairan dari vagina dengan
abses (penimbunan nanah). warna, konsistensi, dan bau yang
abnormal
- Demam
- Pendarahan menstruasi yang tidak
teratur atau spotting (bercak –
bercakkemerahan di celana dalam)
- Kram karena menstruasi
- Nyeri ketika melakukan hubungan
seksual
- Pendarahan setelah melakukan
hubungan seksual
- Nyeri punggung bagian bawah
- kelelahan
E. GEJALA
F. Akibat Lanjut PID
Kehamilan ektopik / hamil diluar Bayi cacat atau
kandungan. Untuk medeteksi meninggal. Jika bayi
kemungkinan hal ini terjadi dilahirkan lewat vagina
segera lakukan pemerikasaan yang memiliki banyak
USG apabila terjadi kehamilan kuman, maka kuman –
setelah menderita PID kuman itupun akan ikut
dengan bayi. Akibat lain
dari peradangan saat
hamil adalah bayi terlahir
Infertilitas. Penyakit radang
prematur, terjadi
panggul dapat meningkat pada
penyebaran kuman pada
penderita hingga 17%. Hal ini
tubuh bayi, serta jika
karena terjadi perubahan pada infeksi parah, bayi dalam
anatomi tubafallopi. rahim bisa meninggal.
G. DIAGNOSIS
Diagnosa ditegakan berdasarkan gejala dan hasil dari pemeriksaan fisik
yangdilakukan pemeriksaan panggul dan perabaan perut. Pemeriksaan lainya
dilakukan adalah:
1. Pemeriksaan darah lengkap, untuk mengetahui adanya peningkatanleukosit
darah yang merupakan indikator dari infeksi. mengetahui Hb, Ht, leukosit dan
jenisnya
2. Pemeriksaan cairan dari serviks
3. Kuldosintesis Untuk mengetahui bahwa perdarahan yang terjadi diakibatkan
oleh hemoperitoneum (berasal dari KET yag rupture atau kista hemoragik)
dapat menyebabkan sepsis pelvis (salpingitis,abses pelvis rupture, atau
appendiks yang rupture).
4. TVS (transvaginal sonografi)

5. TAS (transabdominal sonografi)


H. Pengobatan

a. PID tanpa komplikasi bisa diobati dengan antibiotik dan


penderita tidak perlu dirawat
b. Jika terjadi komplikasi atau penyebaran infeksi, maka
penderita harus dirawat di rumah sakit
c. Antibiotik diberikan secara intravena lalu diberikan
peroral
d. Jika tidak ada respon terhadap pemberian antibiotik,
perlu diakukan pembedahan
e. Pasangan seksual penderita sebaiknya juga menjalani
pengobatan secara bersamaan dan selama menjalani
pengobatan jika melakukan hubugan seksual, pasangan
penderita sebaiknya menggunakan kondom.
Asuhan keperawatan

 Ny. Z datang ke rumah sakit dengan keluhan bahwa dirinya kurang lebih sudah 4 hari
smrs, pasien juga mengeluh nyeri pinggang belakang bagian tengah, nyeri pinggang di
rasakan terus menerus, nyeri dirasakan seperti tertekan, nyeri tidak menghilang bila
istirahat. Nyeri semakin dirasakan saat berakivitas, pasien juga mengatakan belum
mengobati keluhannya, serta BAK dan BAB tidak ada keluhan. kemudia pasien juga
mengatakan tidak ada baal, tidak ada kelemahan, untuk kelemahan pasien mengatakan
iya ada. Gerakan pasien juga terbatas karena nyeri yang di rasakan. Pasien juga
mengatakan mual dan tidak muntah. setelah dikaji lebih dalam pasien mengatakan
bahwa kurang lebih 2 tahun yang lalu ia mengalamai keputihan yang terkadang gatal,
berbau amis, dan berwarna kekuningan, keputihan yang keluar tidak terlalu banyak,
keputihan timbul tidak menentu, sebulan 1 – 2 kali. Dan pasien pun belum pernah
melakukan tindakan medis serta berobat. Pasien tidak mengetahui kondisinya dikira
hanya keputihan saja. Pemerikaan TTV pasien di dapatkan TD : 120/90 mmHg, Suhu :
39oC, Nadi : 100 x/menit, RR: 20 x/menit. Hasil Lab. Swab Vagina, Px. Gram : coccus
gram positive dan Diploccus gram negative : positive intracell dan extracel.
No Analisa data Etiologi Masalah keperawatan
1 Do : Agen cidera biologis, Nyeri akut
- Pasien mengatakan sakit nyeri pinggang Proses Infeksi
bagian tengah dirasakan semakin hebat, nyeri
dirasakan seperti tertekan, nyeri dirasakan terus
menerus, nyeri tidak mengilang dengan
istirahat.

Ds :
- TD : 120/90 mmHg
- Suhu : 39oC
- Nadi : 100 x/menit
- RR : 20 x/menit
- P : nyeri saat istirahat dan beraktivitas
- Q: seperti tertekan
- R: pinggang belakang
- S: 7
- T: Nyeri berterus-terus
No Analisa data Etiologi Masalah keperawatan
2. Do : proses penyakit reaksi Hipertermi
- Pasien mengatakan badan terasa lemas dan inflamasi
deman beberapa hari terakhir ini.

Ds :
- Akral teraba hangat
- TD : 120/90 mmHg
- Suhu : 39oC
- Nadi : 100 x/menit
- RR : 20 x/menit

3. Do : kelemahan umum, nyeri Intoleransi Aktivitas


- Pasien mengatakan nyeri tidak menghilang saat beraktivitas
dengan istirahat
- Nyeri semakin dirasakan saat beraktivitas.
- Nyeri dirasakan pada skala 7.

Ds :
- Keadaan umum : Tampak meringis dan lemah
- gerakan pasien menjadi terbatas karena nyeri
yang di rasakan
No Analisa data Etiologi Masalah
keperawatan
4 Do : kurangnya Defisiensi
- Pasien nampak belum begitu pengetahuan pengetahuan
mengetahi tentang pennyakitnya, tentang penyakit
karena pasien sudah lama mengalami
keputihan yang berbau dan Suami
pasien mengalami Nyeri saat BAK dan
keluar nanah. Pasien dan suami tidak
tau penyebabnya dan tidak
mengobatinya.

Ds :
- Pasien mengatakan tidak menetahui
apa penyakit yang diderita
No Diagnosa keperawatan NOC NIC
1 Nyeri Akut b/d proses infeksi Kriteria Hasil Pain Management
Definisi : pengalaman sensori dan emosional yang - Mampu mengontrol nyeri - Melakukan pengkajian nyeri secara
tidak menyenangkan yang muncul akibat kerusakan - Mampu mengenali nyeri komprehensif
jaringan yang actual atau potensial. - Mengatakan rasa nyaman - Mengkaji kultur yang mempengaruhi
Batasan Karakteristik : respon nyeri
- Perubahan selera makan - Mengevaluasi pengalaman nyeri masa
- Laporan isyarat lampau
- Sikap melindungi - Mengevaluasi keefektifan control
- Gangguan tidur nyeri
- Tingkatkan istirahat

Analgesic Administration
- Menentukan lokasi, karakteristik,
kualitas, dan derajat nyeri sebelm
pemberian obat
- Cek riwayat alergi
- Pilih analgesic yang diperlukan
- Memonitor vital sign sebelum dan
sesudah pemberian analgesic pertama
kali
- Evaluasi efektivitas analgesic, tanda
dan gejala.
No Diganosa keperawatan NOC NIC
2 Hipertermi b/d proses penyakit Criteria Hasil : Fever Treatment
reaksi inflamasi - Suhu tubuh dalam - Monitor suhu
Definisi : peningkatan suhu tubuh diatas rentang normal sesering mungkin.
kisaran normal - Nadi dan RR dalam - Monitor IWL
Batasan Karaktteristik : rentang normal - Monitor warna dan
- Konvulsi - Tidak ada perubahan suhu kulit
- Kulit kemerahan warna kulit dan tidak - Monitor intake dan
- Takikardi ada pusing output
- Takipnea - Tingkatkan sirkulasi
- Kulit terasa hangat udara
- Selimuti pasien
Faktor yang berhubungan - Monitor TD, Nadi, RR
- Anstesia - Tingkatkan intake
- Deidrasi cairan dan nutrisi
- Penyakit - Ajarkan pasien cara
- Medikasi mencegah keletihan
- Trauma akibat panas
- Aktivitas berlebihan - berikan anti piretik
- monitor tanda-tanda
hipertermi dan
hipotermi
No Diagnosa keperawatan NOC NIC
3 Intoleransi aktivitas b/d kelemahan Kriteria Hasil Activity Therapy
umum, nyeri saat beraktivitas - Berpartisipasi dalam - Kolaborasi dengan
Definisi: ketidakcukupan energy aktivitas fisik tenaga rehabilitasi
psikologi atau fisiologis untuk - Tanda tanda vital medic dalam
melanjutkan atau menyelesaikan normal merencanakan
aktifitas kehidupan sehari-hari. - Sirkulasi status baik program terapi
Batasan Karakteristik : - Mampu melakukan - Bantu klien untuk
- respon tekanan darah abnormal aktivitas sehari-hari mengidentifikasi
- menyatakan merasa lemah aktivitas yang mampu
- menyatakan merasa letih dilakukan
- Bantu untuk memilih
factor yang berhubungan aktivitas kosisten
- imobilitas - Bantu klien untuk
- gaya hidup monoton membuat jadwal
- kelemahan umum latihan diwaktu luan
- Monitor respon fisik,
emosi, social, dan
spiritual
No Diagnosa keperawatan NOC NIC
4 Defisiensi pengetahuan b/d Kriteria hasil Teaching : disease
kurangnya pengetahuan tentang Pasien dan keluarga proses
penyakit menyatakan - Berikan penilaian
Definisi : ketiadaan atau defisiensi pemahaman tentang tentang tingkat
informasi kognitif yang berkaitan penyakit, kondisi, pengetahuan pasien
dengan topic tertentu prognosis, dan tentang proses
Batasan Karakteristik : program pengobatan penyakit spesifik
- Prilaku hiperbola - Pasieen dan - Gambarkan tanda
- Prilaku tidak tepat keluarga mampu dan gejala yang biasa
- Pengungkapa menjelaskan prosedur muncul pada
yang dijelaskan penyakit, dengan cara
secara benar yang tepat
- Identifikasi
kemungkinan
penyebab dengan
cara yang tepat
- Hindari jaminan
yang kosong
- Diskusikan
perubahan gaya hidup
mungkin diperlukan
untuk mencegah
komplikasi

Anda mungkin juga menyukai