Anda di halaman 1dari 25

TINJAUAN PERALATAN ESP PADA

PT PERTAMINA EP ASSET 5
TARAKAN FIELD

Disusun oleh :
WAHYU WIBOWO (16.420.410.1111)

JURUSAN TEKNIK PERMINYAKAN


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS PROKLAMASI 45
YOGYAKARTA
2019
Outline Of
Presentation
01 Pendahuluan
a. Latar Belakang
b. Tujuan Kerja Prakterk
c. Batasan Masalah
d. Metode Pelaksanaan
e. Sistematika Penulisan

02 Profile Perusahaan
03 Dasar Teori
04 Pembahasan
05 Kesimpulan
I. PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Proses pengangkatan fluida dari sumur ke permukaan terdiri dari beberapa
metode, salah satunya Primary Recovery. Dimana primary recovery dapat dibagi menjadi
dua yaitu Natural Flow dan Artifiacial Lift. Natural Flow adalah
Option A sumur yang mengangkat
fluida reservoir dari dasar sumur ke permukaan dengan kemampuan alamiah tekanan
Get a modern
PowerPoint
formasi. Apabila tekanan formasi sudah mulai mengecil sehingga tidak dapat untuk
mengangkat fluida ke permukaan,maka baru dilakukan pengangkatan buatan. Salah satu
jenis pengangkatan buatan yang bisa dilakukan adalah Electric Submersible Pump (ESP).
Peralatan pompa listrik submersible terdiri dari Pompa Sentrifugal,Intake, Protector dan
motor listrik. Unit ini ditenggelamkan didalam cairan hidrokarbon pada sumur minyak
dan disambungkan dengan tubing,dan motornya dihubungkan dengan kabel
kepermukaan dengan Switchboard dan Transformer. Pompa ESP dapat memproduksi
minyak antara 200 bpd - 60000bpd dan ke dalam pompa sampai 15000 ft. Ukuran
motornya antara 1 - 700horse power. Pompa ESP tidak dibuat hanya dengan satu ukuran
saja karena pastinya setiap sumur akan berbeda-beda spesifikasi dan jumlah
hidrokarbon dibawahnya maka dari itu Pompa ESP terdiri dari banyak ukuran guna
menyesuaikan dengan spesifikasi sumur dan jumlah hidrokarbon yang akan diangkat
kepermukaan.
TUJUAN KERJA PRAKTEK
Tujuan dari kerja praktek ini adalah :
1. Memenuhi kurikulum yang telah ditetapkan untuk program Strata Satu (S1) program
Studi Teknik Perminyakan Fakultas Teknik Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta.
2. Memberikan gambaran umum kepada mahasiswa mengenai
Option A praktek dan aplikasi dari
ilmu yang diperoleh di bangku kuliah. Get a modern
PowerPoint
3. Sebagai wahana latihan bagi mahasiswa untuk terjun memasuki dunia kerja yang
berbeda dengan dunia pendidikan.
4. Menambah wawasan serta apresiasi terhadap keilmuan Teknik Perminyakan
khususnya mengenai sistem dan proses kerja yang diterapkan dalam perusahaan.

BATASAN MASALAH
Pada kerja praktek ini, penyusun hanya membahas tentang tinjauan peralatan-peralatan
Pompa ESP di lapangan PT. PERTAMINA EP ASSET 5 TARAKAN FIELD.
TEMPAT DAN WAKTU PELAKSANAAN
Kerja Praktek dilakukan di PT.Pertamina EP Asset 5 Tarakan Field yang berlokasi di
Jl. Pulau Lingitan NO. 1Adapun waktu pelaksanaan Kerja Praktek dilaksanakan pada
tanggal 1 Febuari – 4 Maret 2018.

Option A

METODE PELAKSANAAN Get a modern


PowerPoint

Metode pelaksanaan kerja praktek dengan pengumpulan data yang digunakan


untuk memperoleh data– data atau informasi yang dibutuhkan dalam penyusunan
laporan kerja praktek ini, yaitu :
a. Studi Literatur.
b. Pengamatan Lapangan
- Metode Interview
- Metode Observasi
c. Konsultasi dengan pembimbing dan karyawan PT. ASSET 5 TARAKAN FIELD
SISTEMATIKA PENULISAN
Sistematika penulisan yang digunakan dalam laporan kerja praktek ini adalah sebagai berikut:

BAB I berisi latar belakang, tujuan kerja praktek, batasan masalah, metodologi
pelaksanaan, dan sistematika penulisan.
Option A
BAB II Pada bab ini berisi Tinjauan PT. Pertamian
Get a modern EP Asset 5 Tarakan. yang terdiri
PowerPoint
dari sejarah dan perkembangan perusahaan visi dan misi , daerah kerja
dan keadaan geologi lapangan
BAB III Pada bab ini Pada bab ini berisi Dasar Teori yang terdiri dari konsep dasar
prinsip kerja Work Over & Well Service
BAB IV berisi tentang pembahasan.
BAB V berisi kesimpulan.
II. PROFILE PERUSAHAAN
PERIODE OPERATOR
1905 – 1942 BPM
MANGATAL
1658 M 0.9 KM2 1942 – 1945 Jepang
1200 M JUATA
2 KM2
1945 - 1972 Pertamin / Pertamina
1972 – 1992 TAC Tesoro
500 M
SESANIP
0.67 KM2
1992 – 2008 TAC Exspan / Medco
PAMUSIAN
KOTA
TARAKAN
1400 M
6.28 KM2 2008 – Now Pertamina EP
SUMUR PRODUKSI
Pelabuhan ARTIFICIAL LIFT JML JML JML
STRUKTUR Pumping Unit ESP SMR SMR Dry SMR TOTAL
SST PCP PROD. INJ. SUSP.
SRP HPU
(Inov.)
Pamusian 17 10 18 2 47 6 115 1103 1271
Area Tarakan Juata 5 1 1 7 - 13 89 109
Sesanip 1 - - 1 - 14 5 20
Mengatal 2 - - 2 - 3 9 14
Total 25 11 19 2 57 6 145 1206 1414
VISI DAN MISI PERUSAHAAN
Visi
“Menjadi perusahaan eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi kelas dunia.”

Misi Option A

“Melaksanakan pengusahaan sektor hulu minyak Get adan gas dengan penekanan pada asek
modern
PowerPoint
komersial dan operasi yang baik serta tumbuh bersama lingkungan hidup.”
III. DASAR TEORI

Primary Oil Recovery


Dimana sumur masih mampu mengalirkan
fluidanya sendiri secara natural dengan tenaga
pendorong dari reservoirnya ataupun dengan
bantuan pompa

Produksi adalah suatu kegiatan Secondary Oil Recovery


pengambilan fluida hydrocarbon Add Text
Metode Dilakukan ketika produksi minyak mulai menurun
PowerPoint
dari dalam reservoir menuju ke Produksi
Presentation
akibat terjadinya penurunan tekanan reservoir.
Dengan cara penginjeksian fluida air ataupun gas.
permukaan.

Tertiary Oil Recovery


Teknik produksi tersier dilakukan dengan
menginjeksikan fluida khusus, terdiri atas
teknik injeksi termal, proses pelarutan gas dalam
minyak (miscible gases), dan teknik kimiawi
Bagan Alir Metode Produksi
Electrical
Submersible Pump
Electric Submersible Pump (ESP) adalah sejenis
pompa sentrifugal berpenggerak motor listrik
yang didesain untuk mampu ditenggelamkan di
dalam sumber fluida kerja.
LIFTING SELECTION
DESKRIPSI GAS LIFT ESP HJP SRP PCP
Q < 1,000 BFPD
1,000< Q < 1,000 BFPD
Q > 10,000 BFPD
Viskositas < 100CP
100 < Viskositas < 500CP
Viskositas > 500CP
GLR < 500 scf/bbl
1,000 < GLR < 2000 scf/bbl
GLR > 2000 scf/bbl
Scale
Sand
Parafin
Corrossion
Deviaton
Depth
Temperatur
Efficiency

Sangat Baik Baik Sedang Kurang


IV. PEMBAHASAN
Bagan Alir
Berdasarkan hasil kerja praktik lapangan di PT.
PERTAMINA EP ASSET 5 TARAKAN pada tanggal
1 Februari – 4 Maret 2019, langkah-langkahnya
dapat disajikan dalam bentuk bagan alir sebagai
berikut :
Skema Peralatan ESP

Electric Submersible Pump adalah pompa yang


dimasukkan kedalam sumur yang digerakkan
oleh motor dan disambung dengan tubing ke
permukaan. ESP dibuat dengan stage
bertingkat, setiap stage terdiri dari satu
impeller yang dikunci dengan shaft dan
merupakan bagian yang berputar dan satu
diffuser (bagian yang tidak berputar) yang
berfungsi mengarahkan fluida ke stage
berikutnya. Stage dirancang untuk
menghasilkan produksi fluida dengan kapasitas
tertentu sesuai kebutuhan. Untuk
mengoptimalkan kerja pumpa, pumpa dipakai
pada sumur dengan influx yang besar.
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN
Kelebihan Kekurangan
1. Dapat beroperasi pada kecepatan tinggi. 1. Biaya Pertama pemasangan ESP relatif lebih mahal
2. Mampu memompa fluida dalam jumlah dibanding dengan system artificial lift yang lain.
besar. 2. Kurang baik pada sumur yang memiliki problem
3. Dapat memisahkan gas yang mungkin kepasiran.
mengganggu proses pengisapan. 3. Pada sumur produksi dengan reservoir yang tidak
4. Sesuai dipasang pada sumur-sumur miring kompak dimana akibat dari pemompaan dengan rate
karena tidak ada bagian-bagian yang dan kecepatan yang tinggi, bisa menyebabkan pasir
bergerak baik di permukaan maupun terlepas dari sedimennya dan masuk ke dalam
di dalam sumur. pompa sehingga pompa mengalami abrasi.
5. Panas yang ditimbulkan oleh putaran motor 4. Pada sumur yang saturated reservoir (reservoir
akan mengatasi masalah paraffin dan fluida jenuh) dengan tekanan lapisan di bawah tekanan
yang viscositasnya tinggi pada temperatur saturasi maka gas dalam cairan yang dipompakan
yang rendah. bisa menurunkan efisiensi pompa dan bisa terjadi
gas locking.
5. Mempercepat terjadinya water conning. Akibat dari
pemompaan dengan rate yang tinggi maka akan
memacu terjadinya water conning. terutama pada
perforasi yang dekat dengan water oil contact.
Transformer
Merupakan alat untuk mengubah tegangan
listrik, bisa untuk menaikan atau menurunkan
tegangan. Alat ini terdiri dari core (inti) yang
dikelilingi oleh coil dan lilitan kawat tembaga.
Keduanya, baik core maupun coil direndam
dengan minyak trafo sebagai pendingin dan
isolasi. Perubahan tegangan akan sebanding
dengan jumlah lilitan kawatnya. Biasanya
tegangan input transformer diberikan tinggi
agar didapat ampere yang rendah pada jalur
transmisi, sehingga tidak dibutuhkan kabel
(penghantar) yang besar. Tegangan input yang
tinggi akan diturunkan dengan menggunakan
step-down tranformer sampai dengan tegangan
yang dibutuhkan oleh motor. 16
Switchboard
Switchboard adalah panel kontrol kerja
dipermukaan saat pompa bekerja yang dilengkapi
motor controller, overload dan underload
protection serta alat pencatat (recording
instrument) yang bisa bekerja secara manual
ataupun otomatis bila terjadi penyimpangan.
Junction Box
Junction Box merupakan suatu tempat yang
terletak antara switchboard dan wellhead yang
berfungsi untuk tempat sambungan kabel atau
penghubung kabel yang berasal dari dalam
sumur dengan kabel yang berasal dari
switchboard. Junction Box juga digunakan
untuk melepaskan gas yang ikut dalam kabel
agar tidak menimbulkan kebakaran di
switchboard.
Wellhead
Wellhead atau kepala sumur dilengkapi dengan
tubing hanger khusus yang mempunyai lubang
untuk cable pack off atau penetrator. Cable pack off
biasanya tahan sampai tekanan 3000 psi. Tubing
hanger dilengkapi lubang hidraulic control line,
saluran cairan hidraulik untuk menekan subsurface
ball valve agar terbuka
Motor
Jenis motor ESP adalah motor listrik induksi 2
kutub 3 fasa yang diisi dengan minyak pelumas
khusus yang mempunyai tahanan listrik
(dielectric strength) tinggi. Tenaga listrik untuk
motor diberikan dari permukaan mulai kabel
listrik sebagai penghantar ke motor. Putaran
Motor adalah 3400 RPM – 3600 RPM
tergantung besarnya frekuensi yang diberikan
serta beban yang diberikan oleh pompa saat
mengangkat fluida.
Protector
Protector sering juga disebut Seal Section. Alat ini
berfungsi untuk menahan masuknya fluida sumur
kedalam motor, menahan thrust load yang
ditimbulkan oleh pompa pada saat pompa
mengangkat cairan, juga untuk menyeimbangkan
tekanan yang ada didalam motor dengan tekanan
didalam annulus.
Standar Intake
Standart intake, dipakai untuk sumur dengan
GLR rendah. Jumlah gas yang masuk pada
intake harus kurang dari 10% sampai dengan 15
% dari total volume fluida. Intake mempunyai
lubang untuk masuknya fluida ke pompa, dan
dibagian luar dipasang selubung (screen) yang
gunanya untuk menyaring partikel masuk ke
intake sebelum masuk kedalam pompa.
Unit Pompa
Unit pompa merupakan Multistage Centrifugal
Pump, yang terdiri dari: impeller, diffuser, shaft
(tangkai) dan housing (rumah pompa). Di dalam
housing pompa terdapat sejumlah stage, dimana
tiap stage terdiri dari satu impeller dan satu diffuser.
Jumlah stage yang dipasang pada setiap pompa
akan dikorelasi langsung dengan Head Capacity dari
pompa tersebut. Dalam pemasangannya bisa
menggunakan lebih dari satu (tandem) tergantung
dari Head Capacity yang dibutuhkan untuk
menaikkan fluida dari lubang sumur ke permukaan.
Impeller merupakan bagian yang bergerak,
sedangkan diffuser adalah bagian yang diam.
Seluruh stage disusun secara vertikal, dimana
masing-masing stage dipasang tegak lurus pada
poros pompa yang berputar pada housing
Power Cable
Tenaga listrik untuk menggerakan motor yang
berada didasar sumur disuplai oleh kabel yang
khusus digunakan untuk pompa ESP. Kabel yang
dipakai adalah 3 jenis konduktor. Dilihat dari
bentuknya ada dua jenis, yaitu flat cable type
dan round cable type. Fungsi kabel tersebut
adalah sebagai media penghantar arus listrik
dari switchboard sampai ke motor di dalam
sumur
V. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan selama kerja Praktek di PT. PERTAMINA EP ASSET 5 TARAKAN, Indonesia pada
tanggal 1 Februari – 4 Maret 2019, maka dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut :
1. Produksi adalah suatu kegiatan pengambilan fluida hydrocarbon dari dalam reservoir menuju ke permukaan
2. Metode Produksi dapat dibagi menjadi tiga bagian yaitu Primary oil recovery, Secondary oil recovery, dan Tertiary oil Recovery
3. Kelebihan dari penggunaan pompa ESP antara lain : Dapat beroperasi pada kecepatan tinggi, Mampu memompa fluida dalam jumlah besar,
Dapat memisahkan gas yang mungkin mengganggu proses pengisapan, Sesuai dipergunakan pada sumur-sumur yang mempunyai PI tinggi,
Sesuai dipasang pada sumur-sumur miring karena tidak ada bagian-bagian yang bergerak baik di permukaan maupun di dalam sumur, Panas
yang ditimbulkan oleh putaran motor akan mengatasi masalah paraffin dan fluida yang viscositasnya tinggi pada temperatur yang rendah,
Biaya peralatan relatif kecil jika dibandingkan dengan laju produksi yang diperoleh.
4. Kekurangan dari penggunaan pompa ESP antara lain : Biaya Pertama pemasangan ESP relatif lebih mahal dibanding dengan system artificial
lift yang lain, Pada sumur produksi dengan reservoir yang tidak kompak dimana akibat dari pemompaan dengan rate dan kecepatan yang
tinggi, bisa menyebabkan pasir terlepas dari sedimennya dan masuk ke dalam pompa sehingga pompa mengalami abrasi, Pada sumur yang
saturated reservoir (reservoir jenuh) dengan tekanan lapisan di bawah tekanan saturasi maka gas dalam cairan yang dipompakan bisa
menurunkan efisiensi pompa dan bisa terjadi gas locking, Menimbulkan emulsi yang diakibatkan dari perputaran impeller pompa yang
tinggi, Mempercepat terjadinya water conning. Akibat dari pemompaan dengan rate yang tinggi maka akan memacu terjadinya water
conning. terutama pada perforasi yang dekat dengan water oil contact.
5. Peralatan ESP terbagi atas dua bagian yaitu Peralatan Atas Permukaan dan Peralatan Bawah Permukaan.
6. Peralatan Atas Permukaan terdiri dari : Generator, Vsd, Swicthboard, Juntion Box, Well Head. Sedangkan Peralatan Bawah Permukaan terdiri
dari : Centralizer, Bleeder Valve, Check Valve, Electric Cable, Pompa, Gas Separator, Protector, Motor, Psi Unit.