Anda di halaman 1dari 54

PT PLN (Persero)

Listrik Untuk Kehidupan Yang Lebih Baik

PROSES BISNIS PROYEK

DIVISI KONSTRUKSI REGIONAL JAWA BAGIAN BARAT


RANGKAIAN KEGIATAN PERUSAHAAN
Sesuai Undang-undang RI no. 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan dan berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan,
rangkaian kegiatan perusahaan adalah :
1. Menjalankan usaha penyediaan tenaga listrik yang mencakup:
• Pembangkitan tenaga listrik
• Penyaluran tenaga listrik
• Distribusi tenaga listrik
• Perencanaan dan pembangunan sarana penyediaan tenaga listrik
• Pengembangan penyediaan tenaga listrik
• Penjualan tenaga listrik
2. Menjalankan usaha penunjang listrik yang mencakup : BISNIS PROYEK
• Konsultasi ketenagalistrikan
• Pembangunan dan pemasangan peralatan ketenagalistrikan
• Pemeriksaan dan pengujian peralatan ketenagalistrikan
• Pengoperasian dan pemeliharaan peralatan ketenagalistrikan
• Laboratorium pengujian peralatan dan pemanfaatan tenaga listrik
• Sertifikasi peralatan dan pemanfaatan tenaga listrik
• Sertifikasi kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan
3. Kegiatan-kegiatan lainnya mencakup :
• Pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam dan sumber energi lainnya untuk tenaga listrik
• Jasa operasi dan pengaturan (dispatcher) pada pembangkitan, penyaluran, distribusi dan retail tenaga listrik
• Industri perangkat keras, lunak dan lainnya di bidang ketenagalistrikan
• Kerja sama dengan pihak lain atau badan penyelenggara bidang ketenagalistrikan di bidang pembangunan,
operasional, telekomunikasi dan informasi terkait dengan ketenagalistrikan
• Usaha jasa -ketenagalistrikan
Simple - Inspiring - Performing - Phenomenal - 4
INSTALASI PENYEDIAAN TENAGA LISTRIK
ENERGI LISTRIK INFRASTRUKTUR

- Simple - Inspiring - Performing - Phenomenal - 5


PERAN ORGANISASI DI PLN

Supporting

Litbang Pusat Sertifikasi PUSMANKON Pusdiklat Pusharlis

Perencanaan
Konstruksi Operasi Niaga
/ Enjiniring

•Pusenlis Penyaluran :
•UIP Pembangkit :
•PLN Enjiniring (9) •Rekadaya Elektrika
•P2B Jawa Bali
•Reka Consult •KIT SBU •P3B Sumatera
•KIT SBS •Wilayah/Distribusi
•Wilayah/Distribusi •PLN Batam
•Indonesia Power
Unit PLN
•PJB Distribusi / Niaga :
Anak / Cucu Perusahaan PLN
•PLN Batam •Wilayah
Anak Perusahaan PLN : •PLN Tarakan •Distribusi
-PT PLN Batubara (Pemasok) •PT Haleyora Power •PLN Batam
-PT Icon+ •PT PLN Geothermal •PLN Tarakan
-Majapahit Holding BV •PT Geo Dipa Energi •Haleyora
- Simple - Inspiring - Performing - Phenomenal -
HIERARKI PERENCANAAN PERUSAHAAN
Draft Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional - Kebijakan ketenagalistrikan nasional
- Rencana kebutuhan & penyediaa tng listrik
(RUKN) 2012 – 2031 dan Draft RUKN 2015–2034 - Potensi sumber energi primer
- Kebutuhan investasi
(20 Tahun)

Keputusan Menteri RUPTL (2015-2024) - Forecast energi supply dan


ESDM Nomor 0074 demand 10 tahun
K/21/MEM/2015 (10 Tahun) - Kebutuhan bahan bakar
- Penyediaan & Investasi GTD

RUPS Kementerian - Tujuan, Sasaran Korporat


BUMN
RJP 2015-2019 - Strategi Korporat jangka panjang
(5 Tahun) - Proyeksi keuangan 5 tahunan
- Risiko

RJP Anak Perusahaan / Unit Bisnis


(5 Tahun)

- Stratejik inisiatif tahunan


RKAP - Program kerja tahunan
(1 Tahun) - Target, anggaran tahunan
- Simple - Inspiring - Performing - Phenomenal -
Hasil Prakiraan Kebutuhan Listrik 2015-2024

464
TWh
23 57
TWh TWh
Kalimantan: 10,4%
83 IT : 11,1%
31 TWh Maluku: 10,3%
TWh
219
Sulawesi: 12,4% TWh
Sumatera: 11,6%
Papua: 9,4%

165 324
TWh TWh
Nusa Tenggara: 9,6%
JB : 7,8%
2015 2024
Indonesia: 8,7%
Tahun 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024
Kebutuhan (TWh) 202 219 239 260 283 307 332 361 392 427 464
Rasio Elektrifikasi 82.4 85.7 89,3 91,6 93,8 95,5 96,5 97,0 97,2 97,4 97,6
Rasio Elektrifikasi
(PLN & Non PLN) 84.4 87.7 91.3 93.6 95.8 97.4 98.4 98.9 99.1 99.3 99.4
- Simple - Inspiring - Performing - Phenomenal -
8
Tambahan Infrastruktur Kelistrikan 2015-2019

Sumatera: Kalimantan: Sulawesi: Maluku: Papua:


PLN : 1.108 MW PLN : 916 MW PLN : 2.022 MW PLN : 259 MW PLN : 224 MW
IPP : 7.632 MW IPP : 955 MW IPP : 682 MW IPP : 20 MW IPP : 118 MW
Total : 8.740 MW Total : 1.871 MW Total : 2.704 MW Total : 279 MW Total : 342 MW

Kalimantan Maluku
Sumatera
Sulawesi Papua

Java-Bali
Nusa Tenggara

Jawa-Bali: Nusa Tenggara: Indonesia:


PLN : 5.019 MW PLN : 675 MW PLN : 10.223 MW
IPP : 15.872 MW IPP : 26 MW IPP : 25.305 MW
Total : 20.891 MW Total : 701 MW Total : 35.529 MW
- Simple - Inspiring - Performing - Phenomenal - 9
Pembangunan Pembangkit, Transmisi dan Gardu
Induk
Kalimantan Juta USD
Sumatera Juta USD Sulawesi & Juta USD
103 2.852 MW 42 Pembangkit 4.000 Nusa Tenggara
11.326 MW 14.282
Pembangkit 7.883 kms 68 Transmisi 1.122 112
4.159 MW 5.434
19.305 kms 210 Transmisi 3.840 115 Gardu Pembangkit
3.910 MVA 324 7.207 kms 90 Transmisi 1.169
32.406 398 Gardu Induk
2.475
MVA Induk 165 Gardu
5.620 MVA 412
Induk

Total Indonesia Juta USD


42.940 MW 402 Pembangkit ** 53.663
46.597 kms 732 Transmisi 10.893
108.789 Jawa-Bali Juta USD Maluku & Papua Juta USD
1.375 Gardu Induk 8.386
MVA
23.864 MW 96 Pembangkit 28.955 739 MW 49 Pembangkit 992
Total 72.942*
11.185 kms 349 Transmisi 4.615 1.017 kms 15 Transmisi 148
66.083 672 Gardu 25 Gardu
5.114 770 MVA 61
*belum termasuk kebutuhan dana MVA Induk Induk
untuk tanah, Interest During
Construction (IDC) dan pajak-pajak Legenda: MW: Megawatt kms: Kilometer-sirkuit MVA: Mega-volt ampere
**PLTM tersebar sudah dibreakdown
- Simple - Inspiring - Performing - Phenomenal -
per-lokasi.
Kegiatan Ekonomi Program 35.000 MW + 7.000 MW Carry Over

Investasi : 72.942 Juta USD**

402 pembangkit 732 paket transmisi 1.375 unit Gardu Induk


42.940 MW 46.597 kms 108.789 MVA
(75.000 set tower)

301.300 km konduktor aluminium


2.600 set trafo
3,5 juta ton baja (profil dan pipa luar pembangkit)
Tenaga Kerja TKDN
Langsung: 650 Ribu ~40% dari Investasi
Tak Langsung : 3 Juta (~29,2 Juta USD)
* Perkiraan
**belum termasuk kebutuhan dana untuk tanah, Interest During Construction (IDC) dan
pajak-pajak
- Simplesudah
***Jumlah PLTM tersebar - Inspiring - Performing
dibreakdown - Phenomenal -
per-lokasi
Pembangkit 35.000 MW

Jenis Pembangkit PLN PLN/Sewa Swasta Grand Total


PLT Biomass 20 20
PLTA 284 150 434
PLTB 50 50
PLTD 10 10
PLTG/MG 935 0 1.020 1.955
PLTGU 3.600 3.585 7.185
PLTGU/MG 400 1.050 1.450
PLTGU/MGU 450 750 1.200
PLTM 122 535,5 657,5
PLTMG 899 178 1.077
PLTP 100 410 510
PLTU 2.115* 16.145** 18.260
PLTU MT 2.400 2.400
PS 1040 1.040
Grand Total 8.945 0 26.303,5 35.528,5
*PLTU Indramayu-4 (1x1000 MW) dimundurkan dari COD RUPTL 2019 ke COD RUPTL 2021
**PLTU Jawa-9 (Banten) (1x600 MW) dimundurkan setelah 2019, diganti dengan PLTU Jawa-3 Tanjung Jati-A (2x660 MW) COD RUPTL 2018

- Simple - Inspiring - Performing - Phenomenal -


PROYEK
adalah suatu kegiatan sementara yang memiliki
tujuan dan sasaran yang jelas, berlangsung
dalam jangka waktu terbatas, dengan alokasi
sumber daya tertentu.
MANAJEMEN
adalah kemampuan untuk memperoleh hasil dalam
rangka pencapaian suatu tujuan melalui kegiatan
sekelompok orang.
- Simple - Inspiring - Performing - Phenomenal - 13
CIRI-CIRI PROYEK
• Ada awal dan ada akhir
• Pencatatan mulai dari inisiasi – perencanaan –
pengadaan – pengujian – dokumentasi – operasi
pemeliharaan
• Manajemen BMW (biaya, mutu, waktu)
• Manajemen MPP (material, pekerja, pendanaan)
• Manajemen RP (resiko, pengadaan)
• Penguasaan badan dan jiwa kontrak
• Memperhatikan stake holder, pihak2 yang ikut terkait

- Simple - Inspiring - Performing - Phenomenal -


PERATURAN PERUNDANGAN-UNDANGAN TERKAIT
PELAKSANAAN PEKERJAAN KONTRUKSI PROYEK

A. SUMBER DANA APBN/APBD B. SUMBER DANA APLN

1. PP No 29/2000 1. Permen BUMN Nomor 5/2008  Permen BUMN No 15/2012


2. Perpres No 54 /2010 2. Kepdir PLN No 304/2009  Kepdir PLN No 0596/2013)
3. Perpres No 35/ 2011 3. Kepdir PLN No 305/2010
Perubahan Pertama Perpres No 4. Kepdir PLN No 017/2010  Kepdir PLN No 055/2010
54 /2010 5. Kepdir PLN No 1036/2011
4. Perpres No 70/ 2012 Tentang 6. Kepdir PLN No 222/2012
Perubahan Kedua Perpres No 7. Kepdir PLN No 317/2012
54 /2010

- Simple - Inspiring - Performing - Phenomenal -


Proses Pengelolaan Proyek

RUKN
Strategic Management

RUPTL
• Pemilihan prioritas proyek
berdasarkan RUKN dan RUPTL
Portfolio Management Seleksi • Penentuan proyek yang akan
dilaksanakan berdasarkan
ketersediaan anggaran

Pengelolaan, pengendalian
Program Management Office
PMO dan pengawasan multi
proyek

Project
Management Pengelolaan dan
Office
Proyek Proyek
- Simple - Inspiring - Performing - Phenomenal -
Proyek pelaksanaan Proyek
PROJECT MANAGEMENT

PROJECT
CONTROLLING &
PROJECT CONTROL
SYSTEM

MONITORING &
CONTROLLING

EXECUTION

PLANNING &
DESIGN

INITIATING

- Simple - Inspiring - Performing - Phenomenal -


TAHAPAN PELAKSANAAN PROYEK

INISIASI PERENCANAAN PRA- PELAKSANAAN PENYELESAIAN


PELAKSANAAN
DIVEPP, SBAT, SGBM, DIV DIV RKO, DIV KEU, DIV AKO, UIP, DIV AKO, DIV KKR, DIV
DIVSIS MRO, DIV PR
DIV ANG, DIVDAS, SIPP, UIP, DIVKR OR
SGBM, SBAT, DIV PPT, UIP

Analisis Keperluan Analisis Kelayakan & Persiapan Lingkungan Aktivitas Konstruksi Finalisasi
Aset Rancangan Proyek dan Pengadaan Lahan • Progress fisik Kontraktual
• Penyusunan RUPTL • Penyusunan monitoring • Testing
Inisiasi Sumber
Spesfikasi Teknis, Commissioning
dan KKP Pendanaan • Pencatatan progress
Basic Design • COD
• APLN fisik dan resiko
• Penyusunan HPE/ • STOP
• APBN proyek
engineering • TOC
• Two Steps Loan • Pencatatan Progres
• Pembuatan Studi • FAC
• Direct Loan Expanse & Disburse
Kelayakan Proyek • STP
non IPP Pengadaan Kontraktor
• Penyusunan • Perencanaan
Rencana Program Pengadaan
Implementasi • Pelaksanaan
Pengadaan
Penyusunan
Spesifikasi Energi Pengadaan
Primer Pengembang IPP
Penyusunan Kajian Pengadaan Pemasok
Risiko Proyek Energi Primer

- Simple - Inspiring - Performing - Phenomenal -


18
PROSES BISNIS PROYEK
1
DIV SIS PRA RUPTL

DIV EPP
DIV SIS RUPTL FS DIV EBT 4
UIP APLN DIV ANG
RISK ANALYSIST DIV MRO
UIP APBN DIV AKO
DIV KR 6 PRA PROJECT FUND
Two Steps Loan DIV RKO
SCOPE
PROCUREMENT
TIME
5 Direct Loan DIV KEU
Environmental and
PROJECT 2 Land Acquisition
COST DIV SIS UIP 3 DIV DAS
DIV PPT CONTRACTOR UIP
RISK & ISSUES UIP DIV PR
COMPLETION DEVELOPER SIPP
7 DIV KR
DIV OR DIV EPP
CONSULTANT UIP
PRIMARY SBAT
POST PROJECT ENERGY SGBM

Keterangan Menu dalam Aplikasi PMO :


1. Modul “RUPTL” 3. Modul “Contract” 5. Modul “Project” 7. Modul “Risks & Issues”
- Simple - Inspiring - Performing - Phenomenal -
2. Sub Modul “Environmental Process” 4. Modul “Finance” 6. Modul “Progress” 19
Fase Inisiasi
 Fase Inisiasi merupakan fase atau tahap pertama dari Proses Bisnis Proyek.
Pada fase ni terdapat proses analisi keperluan Aset melalui sebuah Forum
Perencanaan yang dihadiri oleh berbagai Divisi terkait di PLN. Hasil forum
tersebut nantinya akan dituangkan dalam bentuk Rencana Usaha
Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL).

 Kegiatan dalam Fase Inisiasi :


- Menyusun dan memasukan daftar Proyek dalam RUPTL
- Mengkoordinasikan Penyusunan KKP (Kajian Kelayakan Proyek)

 Output Fase Inisiasi :


- Dokumen RUPTL
- Dokumen KKP

- Simple - Inspiring - Performing - Phenomenal -


Fase Perencanaan
 Setelah suatu calon Aset dituangkan dalam RUPTL, maka langkah selanjutnya adalah
menyusun perencanaan proyek. Fase Perencanaan ini sangat penting karena hanya dengan
perencanaan yang matang dan cermat maka proyek dapat dijalankan dengan baik dan
terkontrol. Fase Perencanaan akan menilai apakah suatu proyek layak secara teknis dan
layak secara komersil.

 Pada Fase inilah suatu proyek ditetapkan apakah dilanjutkan atau dihentikan (Go or Not Go).

 Kegiatan dalam Fase Perencanaan :


- Melakukan survey pendahuluan
- Menetapkan ruang lingkup proyek, khususnya terkait energi primer yang digunakan
- Menyusun Spesifikasi Teknis/ Desain Awal/ Basic Design dan Harga Perkiraan Enjiner
(HPE)
- Menyusun Kajian Risiko
- Menyusun Financial Projection/ Proyeksi Pendanaan
- Menyusun Dokumen Feasibility Study (Studi Kelayakan Proyek)

 Output Fase Perencanaan :


- Project Charter - Dokumen Kajian Risiko - Dokumen FS
- Basic Design - Dokumen Financial Projection - Dll

- Simple - Inspiring - Performing - Phenomenal -


Fase Perencanaan
 Setelah suatu calon Aset dituangkan dalam RUPTL, maka langkah selanjutnya adalah
menyusun perencanaan proyek. Fase Perencanaan ini sangat penting karena hanya dengan
perencanaan yang matang dan cermat maka proyek dapat dijalankan dengan baik dan
terkontrol. Fase Perencanaan akan menilai apakah suatu proyek layak secara teknis dan
layak secara komersil.

 Pada Fase inilah suatu proyek ditetapkan apakah dilanjutkan atau dihentikan (Go or Not Go).

 Kegiatan dalam Fase Perencanaan :


- Melakukan survey pendahuluan
- Menetapkan ruang lingkup proyek, khususnya terkait energi primer yang digunakan
- Menyusun Spesifikasi Teknis/ Desain Awal/ Basic Design dan Harga Perkiraan Enjiner
(HPE)
- Menyusun Kajian Risiko
- Menyusun Financial Projection/ Proyeksi Pendanaan
- Menyusun Dokumen Feasibility Study (Studi Kelayakan Proyek)

 Output Fase Perencanaan :


- Project Charter - Dokumen Kajian Risiko - Dokumen FS
- Basic Design - Dokumen Financial Projection - Dll

- Simple - Inspiring - Performing - Phenomenal -


Fase Pra Pelaksanaan
 Setelah suatu calon Aset dinyatakan Layak secara Teknis dan Komersil yang tuangkan
dalam Dokumen Feasibility Study, maka langkah selanjutnya adalah
 (1) Menentukan Pendanaan,
 (2) Melakukan Pengadaan Kontraktor/Pengembang IPP/Pemasok Energi Primer, dan
 (3) Melakukan Persiapan Lingkungan dan Pengadaan Tanah.

 Fase ini sangat penting karena akan menentukan proses selanjutnya berdasarkan jenis
pendanaan yang digunakan. Setiap jenis pendanaan memiliki mekanisme yang berbeda-
beda.

 Kegiatan dalam Fase Pra-Pelaksanaan :


- Menentukan dan Mempersiapkan Pendanaan  APLN/ APBN/ Loan
- Membuat Tender Document dan melaksanakan pengadaan
- Mempersiapkan proses perizinan dan pengadaan Tanah
- Dll

 Output Fase Pra-Pelaksanaan :


- Surat Kuasa Investasi (APLN) - DIPA APBN - DIPA SLA (Loan)
- Tender Document - Dokumen Kontrak
- Dokumen Studi Lingkungan - AMDAL - Izin Prinsip
- Bukti Pembebasan Lahan - Dll
- Simple - Inspiring - Performing - Phenomenal -
Fase Pelaksanaan
 Tahap Pelaksanaan Proyek (Project Execution) adalah suatu proses untuk melaksanakan
perencanaan proyek yang tertuang dalam RUPTL, dan untuk mencapai objective
(sasaran) proyek. Adapun tujuan Pelaksanaan Proyek adalah:
1. Merealisasikan perencanaan proyek yang tertuang dalam Project Management Plan.
2. Mengkoordinasikan dan mengoptimalkan kinerja Project Team serta pemanfaatan
sumber daya non-personil.
3. Melaksanakan aktivitas proyek sesuai metodologi dan standar proses yang sudah
didefinisikan.
4. Merealisasikan perubahan perencanaan proyek yang sudah disetujui.
5. Mendokumentasikan aktivitas dan kemajuan proyek serta mengkomunikasikan
secara internal dan eksternal.

 Kegiatan dalam Fase Pelaksanaan :


- Aktivitas Konstruksi
- Pembayaran Konstruksi sesuai Progres Pekerjaan
- Melanjutkan proses pengadaan Lahan (untuk proyek Transmisi jika belum selesai)

 Output Fase Pelaksanaan :


- Laporan Rutin Progress Konstruksi
- Invoice Pembayaran
- Dll

- Simple - Inspiring - Performing - Phenomenal -


Fase Penyelesaian
 Tahapan Penyelesaian Proyek/ Project Closing merupakan suatu rangkaian aktivitas
untuk mengakhiri proyek atau fase proyek yang meliputi serah terima deliverables, post
project review, penutupan kontrak, pengarsipan dokumen proyek dan pembubaran tim.
Tujuan Project Closing adalah :
1. Secara formal mengakhiri proyek dengan pihak-pihak yang terlibat di dalam suatu
proyek.
2. Memperoleh Acceptance of Deliverables dari Customer.
3. Mengarsipkan dokumen proyek sebagai Historical Information dan dokumentasi
Lesson Learned.
4. Mengakhiri penugasan anggota tim proyek.

 Kegiatan dalam Fase Penyelesaian :


- Finalisasi Kontraktual yang ditandai dengan membuat BA SLO, COD, TOC, dan
FAC.
- Finalisasi Kepentingan Stakeholder berupa membuat Laporan Kegiatan Selesai
(APBN)

 Output Fase Penyelesaian :


- Sertifikat Laik Operasi (SLO) - Commercial Operational Date (COD)
- Taking Over Certificate (TOC) - Final Acceptance Certificate (FAC)
- Serah Terima Proyek (STP) - Laporan Kegiatan Selesai (LKS)
- Simple - Inspiring - Performing - Phenomenal -
2. PIHAK-PIHAK YANG TERLIBAT DALAM KONTRAK DAN PEKERJAAN
KONSTRUKSI
1 Pemerintah selaku owner/bowheer (pemilik pekerjaan/PPK) (sumber dana APBN/APBD, pinjaman
/hibah dari luar negeri dan kerjasama pemerintah dengan swasta
PT PLN (Persero) selaku owner/bowheer (pemilik pekerjaan/pengguna barang/jasa) (sumber dana
2 APLN, dan kerjasama pln dengan swasta, pinjaman /hibah dari luar negeri dan dalam negeri (non
apln), sepanjang tidak diatur dalam naskah pemberian pinjaman (guide lines) dan atau peraturan
perundangan yang berlaku)

Konsultan perencana adalah orang/badan yang membuat perencanaan konstruksi secara lengkap
3 yang meliputi bidang arsitektur, sipil, elektrikal, mekanikal maupun sanitasi dan plumbing yang
PIHAK
menjadi satu YANG
kesatuan TERLIBATsebuah
membentuk DALAM PEKERJAAN
sistem bangunan konstruksi. Konsultan Perencana dapat
berupa perseorangan/perseorangan berbadan KONSTRUKSI
hukum/badan hukum yang bergerak dalam bidang
perencanaan pekerjaan bangunan.

4 Konsultan Pengawas adalah orang/badan yang ditunjuk oleh pengguna jasa untuk membantu
dalam pengelolaan pelaksanaan pekerjaan konstruksi mulai dari tahap awal pelaksanaan sampai
berakhirnya pekerjaan dimaksud.

Kontraktor Pelaksana/Penyedia jasa adalah orang/badan yang menerima pekerjaan dan


menyelenggarakan pelaksanaan pekerjaan sesuai biaya yang telah ditetapkan berdasarkan gambar
5 rencana dan peraturan serta syarat-syarat yang telah ditetapkan. Kontraktor/penyedia jasa dapat
berupa badan usaha atau orang perseorangan yang berbadan hukum atau sebuah badan hukum
yang bergerak dalam bidang pelaksanaan pekerjaan konstruksi.
- Simple - Inspiring - Performing - Phenomenal - 26
FUNGSI MANAJEMEN
KONSTRUKSI/PROYEK
1. Sebagai Quality Control sehingga dapat menjaga
kesesuaian antara perencanaan dan pelaksanaan.
2. Mengantisipasi terjadinya perubahan kondisi di
lapangan yang tidak pasti serta mengatasi kendala
terjadinya keterbatasan waktu pelaksanaan.
3. Memantau prestasi dan kemajuan proyek yang telah
dicapai. Hal itu dilakukan dengan opname (laporan) TIME COST
harian, mingguan dan bulanan.
4. Hasil evaluasi dapat dijadikan tindakan dalam
pengambilan keputusan terhadap masalah-masalah QUALITY
yang terjadi di lapangan.
5. Fungsi manajerial dari manajemen merupakan sebuah
sistem informasi yang baik yang dapat digunakan
untuk menganalisis performa dilapangan.
SCOPE
Alasan perlunya Manajemen dalam Proyek
Tenaga Listrik :

- Time (Waktu) yang terbatas


- Cost (Biaya) yang terbatas dan
- Scope (Ruang lingkup)
- Simple - Inspiring - Performing - Phenomenal - 27
CONTOH PROJECT MASTER SCHEDULE PROYEK PLTU

No Milestone

1 Contract Signing

Contract Effective
2
date
3 Start Piling
4 Start Boiler Steel

Start Pressure
5
Part

6 Backfeeding

7 Energize

8 Boiler Hydro Tes

9 First Firing Oil

10 First Firing Coal


- Simple - Inspiring - Performing - Phenomenal - 11 TOC
12 FAC
Masih sangat lemah
Kwantitas dan kwalitas
Masih belum memenuhi

Metodologi
SDM

INITIASI PROJECT OUTPUT

Maturity Scope
Tidak didefinisikan
dengan jelas

Tidak ada prosedur formal Dokumentasi tdk tertata


Kontrol minimum, Tanpa guidelines sesuai kaidah

- Simple - Inspiring - Performing - Phenomenal -


LESSON LEARNED - EKSEKUSI FTP 1

Data hasil FS, SI Tanggal Efektif Ambigue pasal2 Pembayaran kpd Penanganan adm
kurang akurat mundur, Jadwal dalam kontrak Kontraktor sering kontrak kurang
sehingga Klaim. Proyek tetap. sering dispute terlambat cakap
Azas BMW Proyek
Tidak Tercapai

Pendanaan Pemahaman Proses Proses


Lokasi bergeser,
belum ada, tanah Kontrak EPC CDA, Pembayaran, Pengawasan,
perijinan sangat
belum bebas. General TOP, BG, Pengendalian
banyak dan lama, PERFORMA
Kontraktor Condition, Penganggaran Kontrak,
kondisi actual PROYEK
diminta mulai Spesifikasi (Cash flow Komisioning,
berbeda (pasal
bekerja (tidak Ambigue (Hak terkendala dan STOP (Proyek
sapujagat)
boleh klaim) Owner) progress stop) tidak selesai2)

1. Pelayanan Plg
terkendala
Perlu waktu yang Perlu pelatihan GC Kontrak Tanamkan bahwa Semua pihak 2. Keuangan
cukup utk proses membaca kontrak menggunakan keterlambatan harus bersinergi Memburuk
inisiasi proyek & dan PMS (CPM) FIDIC yang sesuai proyek merugikan utk pengendalian
perencanaannya. type kontraknya semua pihak Kontrak
Terus dilakukan
Perlu counterpart Knowledge Perlu secara rutin Jangan berpikir Pertumbuhan
dan pengawasan Sharing lintas dilakukan forum sektoral agar hasil ekonomi nasional
yang lebih ketat Divisi, Unit Induk, diskusi FIDIC yg dicapai terkendala
utk akurasi hasil Unit Penunjang membawa
kebaikan kepada
Koorporat.

- Simple - Inspiring - Performing - Phenomenal -


- Simple - Inspiring - Performing - Phenomenal -
Masih sangat lemah
Kwantitas dan kwalitas
Masih belum memenuhi

Metodologi
SDM

INITIASI PROJECT OUTPUT

Maturity Scope
Tidak didefinisikan
dengan jelas

Tidak ada prosedur formal Dokumentasi tdk tertata


Kontrol minimum, Tanpa guidelines sesuai kaidah

- Simple - Inspiring - Performing - Phenomenal -


Sumber : SHARING VISION™

- Simple - Inspiring - Performing - Phenomenal -


LESSON LEARNED - FTP I & II PROJECTS

FTP-1 (37 Projects) FTP-2 (76 Projects) -> Permen ESDM No 21 Tahun 2013

TOTAL 9.975 MW
PLN (17 lokasi : 5.749 MW)
IPP (59 lokasi : 12.169 MW)
PLN
-PLTA (4 lokasi : 1.379 MW)
IPP
TOTAL (76 lokasi : 17.918 MW) -PLTG (1 lokasi : 280 MW) -PLTA (6 lokasi : 424 MW)
-PLTP (6 lokasi : 340 MW) -PLTP (46 lokasi : 4.625 MW)
-PLTU (6 lokasi : 3.750 MW) -PLTU (7 lokasi : 7.120 MW)

Proyek Reguler (198 lokasi )

PLN (140 lokasi : 1.902 MW) PLN IPP


IPP (58 lokasi : 10.591 MW) -PLTA (3 lokasi : 993 MW)
-PLTA (2 lokasi : 497 MW)
-PLTGB (1 lokasi : 8 MW)
TOTAL : 12.493 MW -PLTP (3 lokasi : 15 MW)
-PLTG (1 lokasi : 82 MW)
-PLTGU (2 lokasi : 90 MW)
-PLTS (89 lokasi : 17 MW)
-PLTMG (2 lokasi : 22 MW)
-PLTU(44 lokasi : 869 MW) :
-PLTP (17 lokasi : 1.320 MW)
•Skala Kecil (24 lokasi : 265 MW)
-PLTU (34 lokasi : 8.580 MW)
•Merah Putih (17 lokasi : 364 MW)
•Di luar skala kecil dan Merah Putih (3
lokasi : 240 MW)
- Simple - Inspiring - Performing - Phenomenal -
KONDISI FTP 1
Karena waktu sangat terbatas (42
bulan), maka dipilih konsep EPC Proses Pendanaan
Contract dgn meminimalkan resiko Pengadaan
PLN (modifikasi ‘FIDIC’). Loan, APBN,
EPC APLN

Perencanaan Perijinan,
Pengadaan
(FS,SI, BD) Implementasi Tanah dll
Serentak
Proses FS, SI, BD, Pendanaan dan (Kit, T/L, GI)
Pengadaan Tanah dilakukan paralel
dengan proses pengadaan EPC dan
masa Konstruksi

Inisiasi Perencanaan Pengadaan Eksekusi Penyelesaian

- Simple - Inspiring - Performing - Phenomenal -


LESSON LEARNED - EKSEKUSI FTP 1

Data hasil FS, SI Tanggal Efektif Ambigue pasal2 Pembayaran kpd Penanganan adm
kurang akurat mundur, Jadwal dalam kontrak Kontraktor sering kontrak kurang
sehingga Klaim. Proyek tetap. sering dispute terlambat cakap
Azas BMW Proyek
Tidak Tercapai

Pendanaan Pemahaman Proses Proses


Lokasi bergeser,
belum ada, tanah Kontrak EPC CDA, Pembayaran, Pengawasan,
perijinan sangat
belum bebas. General TOP, BG, Pengendalian
banyak dan lama, PERFORMA
Kontraktor Condition, Penganggaran Kontrak,
kondisi actual PROYEK
diminta mulai Spesifikasi (Cash flow Komisioning,
berbeda (pasal
bekerja (tidak Ambigue (Hak terkendala dan STOP (Proyek
sapujagat)
boleh klaim) Owner) progress stop) tidak selesai2)

1. Pelayanan Plg
terkendala
Perlu waktu yang Perlu pelatihan GC Kontrak Tanamkan bahwa Semua pihak 2. Keuangan
cukup utk proses membaca kontrak menggunakan keterlambatan harus bersinergi Memburuk
inisiasi proyek & dan PMS (CPM) FIDIC yang sesuai proyek merugikan utk pengendalian
perencanaannya. type kontraknya semua pihak Kontrak
Terus dilakukan
Perlu counterpart Knowledge Perlu secara rutin Jangan berpikir Pertumbuhan
dan pengawasan Sharing lintas dilakukan forum sektoral agar hasil ekonomi nasional
yang lebih ketat Divisi, Unit Induk, diskusi FIDIC yg dicapai terkendala
utk akurasi hasil Unit Penunjang membawa
kebaikan kepada
Koorporat.

- Simple - Inspiring - Performing - Phenomenal -


- Simple - Inspiring - Performing - Phenomenal -
Fase Inisiasi
 Fase Inisiasi merupakan fase atau tahap pertama dari Proses Bisnis Proyek.
Pada fase ni terdapat proses analisi keperluan Aset melalui sebuah Forum
Perencanaan yang dihadiri oleh berbagai Divisi terkait di PLN. Hasil forum
tersebut nantinya akan dituangkan dalam bentuk Rencana Usaha
Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL).

 Kegiatan dalam Fase Inisiasi :


- Menyusun dan memasukan daftar Proyek dalam RUPTL
- Mengkoordinasikan Penyusunan KKP (Kajian Kelayakan Proyek)

 Output Fase Inisiasi :


- Dokumen RUPTL
- Dokumen KKP

- Simple - Inspiring - Performing - Phenomenal -


- Simple - Inspiring - Performing - Phenomenal -
Fase Perencanaan
 Setelah suatu calon Aset dituangkan dalam RUPTL, maka langkah selanjutnya adalah
menyusun perencanaan proyek. Fase Perencanaan ini sangat penting karena hanya dengan
perencanaan yang matang dan cermat maka proyek dapat dijalankan dengan baik dan
terkontrol. Fase Perencanaan akan menilai apakah suatu proyek layak secara teknis dan
layak secara komersil.

 Pada Fase inilah suatu proyek ditetapkan apakah dilanjutkan atau dihentikan (Go or Not Go).

 Kegiatan dalam Fase Perencanaan :


- Melakukan survey pendahuluan
- Menetapkan ruang lingkup proyek, khususnya terkait energi primer yang digunakan
- Menyusun Spesifikasi Teknis/ Desain Awal/ Basic Design dan Harga Perkiraan Enjiner
(HPE)
- Menyusun Kajian Risiko
- Menyusun Financial Projection/ Proyeksi Pendanaan
- Menyusun Dokumen Feasibility Study (Studi Kelayakan Proyek)

 Output Fase Perencanaan :


- Project Charter - Dokumen Kajian Risiko - Dokumen FS
- Basic Design - Dokumen Financial Projection - Dll

- Simple - Inspiring - Performing - Phenomenal -


- Simple - Inspiring - Performing - Phenomenal -
- Simple - Inspiring - Performing - Phenomenal -
Fase Pra Pelaksanaan
 Setelah suatu calon Aset dinyatakan Layak secara Teknis dan Komersil yang tuangkan
dalam Dokumen Feasibility Study, maka langkah selanjutnya adalah
 (1) Menentukan Pendanaan,
 (2) Melakukan Pengadaan Kontraktor/Pengembang IPP/Pemasok Energi Primer, dan
 (3) Melakukan Persiapan Lingkungan dan Pengadaan Tanah.

 Fase ini sangat penting karena akan menentukan proses selanjutnya berdasarkan jenis
pendanaan yang digunakan. Setiap jenis pendanaan memiliki mekanisme yang berbeda-
beda.

 Kegiatan dalam Fase Pra-Pelaksanaan :


- Menentukan dan Mempersiapkan Pendanaan  APLN/ APBN/ Loan
- Membuat Tender Document dan melaksanakan pengadaan
- Mempersiapkan proses perizinan dan pengadaan Tanah
- Dll

 Output Fase Pra-Pelaksanaan :


- Surat Kuasa Investasi (APLN) - DIPA APBN - DIPA SLA (Loan)
- Tender Document - Dokumen Kontrak
- Dokumen Studi Lingkungan - AMDAL - Izin Prinsip
- Bukti Pembebasan Lahan - Dll
- Simple - Inspiring - Performing - Phenomenal -
3-1 PENDANAAN

- Simple - Inspiring - Performing - Phenomenal -


3-1 PENDANAAN

- Simple - Inspiring - Performing - Phenomenal -


3-1 PENDANAAN

- Simple - Inspiring - Performing - Phenomenal -


3-2 PENGADAAN

- Simple - Inspiring - Performing - Phenomenal -


3-3 LINGKUNGAN DAN LAHAN

- Simple - Inspiring - Performing - Phenomenal -


3-3 LINGKUNGAN DAN LAHAN

- Simple - Inspiring - Performing - Phenomenal -


Fase Pelaksanaan
 Tahap Pelaksanaan Proyek (Project Execution) adalah suatu proses untuk melaksanakan
perencanaan proyek yang tertuang dalam RUPTL, dan untuk mencapai objective
(sasaran) proyek. Adapun tujuan Pelaksanaan Proyek adalah:
1. Merealisasikan perencanaan proyek yang tertuang dalam Project Management Plan.
2. Mengkoordinasikan dan mengoptimalkan kinerja Project Team serta pemanfaatan
sumber daya non-personil.
3. Melaksanakan aktivitas proyek sesuai metodologi dan standar proses yang sudah
didefinisikan.
4. Merealisasikan perubahan perencanaan proyek yang sudah disetujui.
5. Mendokumentasikan aktivitas dan kemajuan proyek serta mengkomunikasikan
secara internal dan eksternal.

 Kegiatan dalam Fase Pelaksanaan :


- Aktivitas Konstruksi
- Pembayaran Konstruksi sesuai Progres Pekerjaan
- Melanjutkan proses pengadaan Lahan (untuk proyek Transmisi jika belum selesai)

 Output Fase Pelaksanaan :


- Laporan Rutin Progress Konstruksi
- Invoice Pembayaran
- Dll

- Simple - Inspiring - Performing - Phenomenal -


4 .1 – AKTIVITAS KONSTRUKSI

- Simple - Inspiring - Performing - Phenomenal -


4 .2 – PEMBAYARAN KONSTRUKSI

- Simple - Inspiring - Performing - Phenomenal -


Fase Penyelesaian
 Tahapan Penyelesaian Proyek/ Project Closing merupakan suatu rangkaian aktivitas
untuk mengakhiri proyek atau fase proyek yang meliputi serah terima deliverables, post
project review, penutupan kontrak, pengarsipan dokumen proyek dan pembubaran tim.
Tujuan Project Closing adalah :
1. Secara formal mengakhiri proyek dengan pihak-pihak yang terlibat di dalam suatu
proyek.
2. Memperoleh Acceptance of Deliverables dari Customer.
3. Mengarsipkan dokumen proyek sebagai Historical Information dan dokumentasi
Lesson Learned.
4. Mengakhiri penugasan anggota tim proyek.

 Kegiatan dalam Fase Penyelesaian :


- Finalisasi Kontraktual yang ditandai dengan membuat BA SLO, COD, TOC, dan
FAC.
- Finalisasi Kepentingan Stakeholder berupa membuat Laporan Kegiatan Selesai
(APBN)

 Output Fase Penyelesaian :


- Sertifikat Laik Operasi (SLO) - Commercial Operational Date (COD)
- Taking Over Certificate (TOC) - Final Acceptance Certificate (FAC)
- Serah Terima Proyek (STP) - Laporan Kegiatan Selesai (LKS)
- Simple - Inspiring - Performing - Phenomenal -
5 .1 – FINALISASI KONTRAKTUAL

- Simple - Inspiring - Performing - Phenomenal -


5 .1 – FINALISASI KONTRAKTUAL

- Simple - Inspiring - Performing - Phenomenal -


5 .2 – STAKEHOLDER

- Simple - Inspiring - Performing - Phenomenal -