Anda di halaman 1dari 29

BAB 11 PENGUKURAN VARIABEL:

DEFINISI OPERASIONAL
BAB 12 PENGUKURAN:
PENSKALAAN, RELIABILITAS,
DAN VALIDITAS

Kelompok 9
Inas Nurfadia Futri (F0217053)
Rabi’ah Hanun Afifah (F0217085)
Vina Ayu Yuliyanti (F0217115)
Bagaimana mengukur variabel
 Pengukuran adalah penempatan angka
atau smbol lain untuk ciri-ciri objek sesuai
dengan rangkaian peraturan yang
dijelaskan sebelumnya.
 Atribut dari objek yang dapat diukur
secara fisik berdasarkan beberapa
instrumen yang disesuaikan tidak
menyebabkan masalah pengukuran
 Pengukuran atribut yang lebih abstrak
dan subjektif lebih sulit
 Penguraian konsep abstrak untuk
membuatnya menjadi dapat diukur
dengan cara yang nyata disebut
mengoperasionalkan konsep
 Mengoperasionalkan konsep meliputi
serangkain langkah. Langkah:
1. Menyatakan definisi ide yang diukur
2. Membuat rangkaian poin atau
pertanyaan yang tepat dan representif

Definisi Operasional
 Dengan menggunakan elemen yang dapat
diamati dan diukur
 Agresi adalah ide dengan lebih dari satu
dimensi
 Agresi paling tidak dua dimensi: agresi
verbal dan agresi fisik

Operasionalisasi: dimensi dan


elemen
 Setelah menjelaskan ide, langkah
selanjutnya dalam proses mengukur ide
abstrak seperti motivasi pencapaian adalah
menggunakan karya tulisan/literatur untuk
menemukan apakah terdapat ukuran yang
sudah ada untuk konsep
 Kegunaan penggunaan skala pengukuran:
a. Menghemat banyak waktu dan tenaga
b. Memverifikasi temuan orang lain dan
menggunakan keberhasilan dari karya
orang lain

Mengoperasionalkan konsep dari


motivasi pencapaian
 Karakteristik dimensi:
1. Mereka akan digerakkan oleh pekerjaan
2. Tidak memliki suasana hati untuk
bersantai dan mengarahkan perhatian
3. Ingin mencapai dan menyelesaikan
4. Pikiran dan hati yang dituju pada
prestasi dan pencapaian
5. Ingi mengetahui bagaimana kemajuan
mereka dalam pekerjaan selama
melakukannya

Dimensi dan elemen motivasi


pencapaian
 Elemen dimensi 1
Terdapat kemungkinan untuk menjelaskan perilaku seseorang yang
digerakkan oleh pekerjaan.
Individu seperti ini akan:
1. Bekerja sepanjang waktu
2. Enggan untuk tidak masuk kerja
3. Gigih
 Elemen dimensi 2
Tingkat ketidakinginan untuk bersantai dapat diukur dengan mengajukan
pertanyaan, seperti:
1. Apakah hobi anda?
2. Bagaimana anda menghabiskan waktu ketika tidak di tempat kerja?
 Elemen dimensi 3
Individu dengan motivas pencapaian tinggi tidak sabar dengan orang
yang tidak efektif dan enggan bekerja dengan orang lain
 Elemen dimensi 4
Ukuran seberapa orang mencari pekerjaan yang menantang dapat
diperoleh dengan menanyakan kepada karyawan, jenis pekerjaan
apa yang mereka pilih
 Elemen dimensi 5
Mereka mengingingkan pendapat atau opini akan mencarinya dari
atasan, rekan kerja, dan kadang bawahan.
 Operasional tidak menjelaskan korelasi
konsep
 Jika menilai motivasi pencapaian orang
tersebut dengan kinerja standar, kita akan
mengukur konsep yang salah.
 Jadi mengoperasionalkan suatu konsep tidak
termasuk menggambarkan alasan, latar
belakang, konsekuensi, atau
mengkorelasikan konsep. Akan tetapi
menjelaskan karakteristik yang dapat diamati

Apa yang tidak termasuk


operasional
 Operasional diperlukan untuk mengukur
konsep yang abstrak dan subjektif
 Operasional dimulai dengan definisi
konsep, menemukan atau membuat
rangkaian pertanyaan tertutup,
 Anda mencatat refrensi yang membahas
instrumen yang digunakan untuk
mendapatkan konsep dalam studi
tersebut

Tinajauan definisi operasional


 Dalam penelitian transnasional, untuk
mengngat bahwa variabel tertentu
memiliki arti dan konotasi berbeda dalam
kebudayaan yang berbeda

Definisi internasional dari


operasionalisasi
BAB 12 PENGUKURAN:
PENSKALAAN,
RELIABILITAS, DAN
VALIDITAS
Pengukuran adalah penggunaan angka-
angka atau simbol lain untuk mencirikan
(atau mengatribusikan) objek berdasarkan
sekumpulan aturan yang telah ditentukan
sebelumnya
 Skala (scale) adalah perangkat atau
mekanisme dimana para individu
diketahui berdasarkan bagaimana individu
tersebut berbeda satu sama lain pada
variabel ketertarikan (minat) dalam
penelitian kita.
 Terdapat empat jenis skala: nominal,
ordinal, interval, dan rasio.

EMPAT JENIS SKALA


Skala yang memngkinkan peneliti untuk
menempatkan subjek berdasarkan kategori
atau kelompok tertentu. Sebagai contoh:
terkait dengan variabel gender, responden
dapat dikelompokkan kedalam dua
kategori, yakni pria dan wanita.

Skala Nominal (nominal scale)


Skala yang tidak hanya menkategorikan
variabel-variabel dalam suatu cara untuk
menunjukkan perbedaan diantara berbagai
kategori, tetapi juga mengurutkannya
menjadi beberapa cara yang bermakna.
Skala ordinal dapat digunakan dengan
variabel apapun untuk berbagai kategori
yang digunakan berdasarkan berbagai
pilihan.

Skala Ordinal (ordinal scale)


Skala yang memungkinkan kita melakukan
operasi aritmatika tertentu terhadap data
yang dikumpulkan dari responden.
Sementara skala nominal hanya
memungkinkan kita untuk membedakan
kelompok secara kualitatif dengan
menkategorikannya kedalam kumoulan
yang saling lepas dan lengkap secara
kolektif dan skala ordinal mengurutkan.

Skala Interval (interval scale)


Skala rasio memiliki titik nol absolut, yang
merupakan titik pengukuran berarti. Skala
rasio tidak hanya mengukur besaran
perbedaan antartitik pada skala, namun
juga menunjukkan proporsi dalam
perbedaan tersebut.

Skala Rasio (ratio scale)


 Empat skala yang dpaat digunakan pada
pengukuran variabel adalah skala
nominal, ordinal, interval, dan rasio.
 Teknik skala khusus yang secara umum
digunakan dalam penelitian bisnis dapat
diklasifikan dalam skalan peringkat dan
skala ranking.

Tinjauan Skala
SKALA PERINGKAT
1. Skala Dikotomi, digunakan untuk memperoleh jawaban ya atau
tidak.
2. Skala Kategori, menggunakan beberapa poin untuk memperoleh
respon tunggal.
3. Skala Diferensial Semantik, digunakan untuk menilai sikap
responden terhadap merek, iklan,objek, atau orang tertentu.
4. Skala Numeric, hampir sama dengan skala diferernsial semantik,
hanya saja terdapat angka pada skala lima-titik atau tujuh-titik,
dgn kata sifat pada kedua kutubnya.
5. Skala Peringkat Terperinci, menggunakan skala lima-titik atau
tujuh-titik dengan panduan , diberikan setiap poin dan responden
dapat melingkari nomor yang sesuai.
6. Skala Likert, menelaah seberapa kuat subjek untuk setuju atau
tidak dengan pernyataan lima-titik.
7. Skala Stapel, mengukur arah dan intensitas sikap terhadap poin
yang ingin diteliti.
8. Skala Peringkat Grafik, terdapat representasi grafis membantu
responden untuk menunjukkan jawaban mereka pada skala atas
pertanyaan tertentu dengan memberikan tanda titik yang sesuai
pada garis.
9. Skala Konsensus, dibuat setelah poin yang terpilih diperiksa dan
 Digunakan untuk memperoleh preferensi
di antara dua atau lebih objek atau item
(bersifat ordinal).
 Metode alternatif yang digunakan adalah
perbandingan berpasangan, pilihan yang
diharuskan, dan skala komparatif.

SKALA RANKING
a. Perbandingan Berpasangan (paired comparison
scale), digunakan diantara sebagaian kecil
objek, responden diminta untuk memilih
diantara dua objek dalam satu waktu.
b. Pilihan yang Diharuskan (forced choice),
memungkinkan responden untuk meranking
objek yang disesuaikan satu sama lain,
diantara alternatif yang disediakan.
c. Skala Komparatif (comparative scale),
memebrikan acuan atau poin referensi untuk
menilai sikap terhadap objek, kejadian, atau
situasi yang sedang diteliti.
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa
orang-orang dari berbagai negara berbeda
dalam hal kecenderungan mereka untuk
menggunakan ekstrem dari skala rating
dan untuk merespon dengan cara yang
diinginkan. Temuan ini menggambarkan
bahwa menganalisis dan menafsirkan data
yang dikumpulkan di beberapa negara
merupakan suatu usaha yang sangat
menantang.

DIMENSI SKALA INTERNASIONAL


Ketepatan pengukuran dapat dilakukan
dengan menggunakan analisis item
terhadap respon atas pertanyaan yang
mengungkap variabel dam kemudian
keandalan dan validitas ukuran.

KETEPATAN PENGUKURAN
1. Analisis Item
Analisis item dilakukan untuk melihat
apakah item dalam instrument memang
sudah seharusnya berada dalam instrument
atau tidak untuk membedakan subjek yang
total skornya tinggi dan yang rendah.
2. VALIDITAS
Adalah pendalaman persoalan otentisitas hubungan sebab dan akibatdan generalisasinya untuk lingkungan
eksternal. Ada beberapa jenis uji validitasyang digunakan untuk menguji ketepatan yakni:
a.validitas isi yaitu memastikan bah)a pengukuran memasukkansekumpulan item yang memadai dan me)akili
dalam mengungkapkonsep;
b.validitas berdasarkan kriteria yaitu terpenuhi jika pengukuranmembedakan individu menurut suatu kriteria
yang diharapkan diprediksi; c.validitas konsep yaitu menunjukkan seberapa baik hasil yang diperolehdari
penggunaan ukuran cocok dengan teori yang mendasari desain tes."al tersebut dapat dinilai melalui validitas
konvergen dan validitasdiskriminan.0ecara umum, jenis-jenis validitas sebagai berikut :
Validitas deskripsi
Validitas isiapakah pengukuran benar-benar mengukur konsep
Validitas mukaapakah para ahli mengesahkan bah)a instrument mengukur apayang seharusnya diukur
Validitasberdasarkancriteriaapakah pengukuran membedakan cara yang membantumemprediksi criteria
variabel
Validitas konkurenapakah pengukuran membedakan cara yang membantumemprediksi criteria saat ini
Validitas prediktifapakah pengukuran membedakan individual dalam membantumemprediksi di masa depan
Validitas Konsepapakah instrument menyediakan konsep sebagai teori
Validitaskonvergenapakah dua instrument mengukur konsep dengan korelasi yangtinggi
Validitasdiskriminanapakah pengukuran memiliki korelasi rendah dengan variabelyang diperkirakan tidak ada
hubungannya dengan variabel tersebut.
Keandalan memperlihatkan penelitian bebas dari kesalahan sehingga menjamin
pengukuran yang konsisten lintas waktu dan lintas beragam item dalam
instrument. Keandalan suatu pengukuran merupakan indikasi mengenai stabilitas
dan konsistensi di mana instrument mengurup konsep dengan menekankan pada:

1. Stabilitas pengukuran, yakni kemampuan suatu pengukuran untuk tetap


sama sepanjang waktu meskipun terdapat kondisi yang tidak dapat dikontrol.
2. Keandalan tes ulang, yakni diperoleh dnegan pengulangan ukuran yang
sama pada kesempatan kedua.
3. Keandalan bentuk pararel, yakni diperoleh jika respons terhadap dua tes
serupa yang mengungkap ide yang sama menunjukkan korelasi yang tinggi.
4. Konsistensi ukuran internal, merupakan indikasi homogenitas item dalam
ukuran yang mengungkap ide.
5. Keandalan Konsistensi Antar-Item, merupakan pengujian konsistensi
jawaban responden atas semua item yan diukut.
6. Keandalan Belah Dua, mencerminkan korelasi antara dua bagian
instrument.

KEANDALAN ( Reliabilitas )
Dalam skala reflektif, item (keseluruhan
item) diharapkan untuk dapat terkorelasi.
Skala formatif digunakan ketika
membangun pandangan yang jelas
indikatornya. Skala yang berisi item yang
tidak selalu berhubungan disebut skala
formatif.

PENGUKURAN SKALA REFLEKTIF


VS FORMATIF
SEKIAN DAN TERIMA KASIH