Anda di halaman 1dari 50

STRUKTUR CANGKANG

(SHELL STRUCTURE)
KELOMPOK :
PENDAHULUAN
Struktur dan konstruksi merupakan suatu bagian dari ilmu arsitektur dengan
fungsi seperti yang dikemukakan sebelumnya sebagai pendukung pencapaian bentuk
dalam arsitektur. Sebagai sebuah ilmu, merupakan suatu hal yang penting untuk
menpelajari dan mendalaminya. Penafsiran yang lebih luas tentang struktur adalah yang
didalamnya alat-alat penopang dan metode-metode konstruksi dianggap sebagai faktor
intrinsik dan penentu bentuk dalam proses perancangan bangunan.
(Snyder&Catanese,1989:359).
Struktur yang akan dibahas adalah Struktur Bentangan Lebar. Bangunan bentang
lebar merupakan bangunan yang memungkinkan penggunaan ruang bebas kolom yang
selebar dan sepanjang mungkin. Bangunan bentang lebar biasanya digolongkan secara
umum menjadi 2 yaitu bentang lebar sederhana, yaitu konstruksi bentang lebar yang ada
dipergunakan langsung pada bangunan berdasarkan teori dasar dan tidak dilakukan
modifikasi pada bentuk yang ada. dan bentang lebar kompleks yang merupakan bentuk
struktur bentang lebar yang melakukan modifikasi dari bentuk dasar, bahkan kadang
dilakukan penggabungan terhadap beberapa sistem struktur bentang lebar.
Struktur Cangkang

“Struktur shell adalah plat yang melengkung ke satu arah atau lebih yang tebalnya jauh lebih
kecil dari pada bentangnya.”

Jürgen Joedicke

“Shell atau cangkang adalah bentuk struktural tiga dimensional yang kaku dan tipis
yang mempunyai permukaan lengkung.”

Daniel L. Schodeck
Struktur Cangkang

“Cangkang adalah kulit kerang. Sebuah kulit kerang tipis merupakan suatu membran
melengkung yang cukup tipis untuk mengerahkan tegangan-tegangan lentur yang dapat
diabaikan pada sebagian besar permukaannya, akan tetapi cukup tebal sehingga tidak
akan menekuk di bawah tegangan tekan kecil, seperti yang akan terjadi pada suatu
membran ideal.”

Salvadori dan Levy


Tiga dimensional

secara singkat, “SHELL adalah


Permukaan
bentuk structural tiga
Lengkung
dimensional yang kaku dan tipis
yang mempunyai permukaan
lengkung.”
Struktur Cangkang

Bentuk umum: Kurva


yang diputar pada satu
sumbu

Bentuk lain:
b. Menggeserkan kurva
bidang di atas kurva
bidang lainnya
c. Menggeserkan dua
ujung segmen garis pada
dua kurva bidang
PERSYARATAN STRUKTUR SHELL

FUNGSI STRUKTUR SHELL • Harus memiliki bentuk lengkung,


tunggal, maupun ganda (single or double
Struktur shell biasanya digunakan hanya curved)
dalam keadaan dimana persyaratan struktur
khusus diperlukan untuk mencapai tingkat • Harus tipis terhadap permukaan atau
efisiensi struktur yang tinggi, baik karena bentangannya
diperlukan bentang yang sangat panjang
atau karena diperlukan berat struktur yang • Harus dibuat dari bahan yang keras, kuat,
sangat ringan. ulet dan tahan terhadap tarikan dan
tekanan.
MATERIAL
Material yang paling cocok untuk konstruksi struktur shell adalah beton, karena beton adalah material yang ketika
dicampur dengan air dapat membentuk berbagai macam bentuk yang berpusat di dalam bekisting. Bagian kecil
tulangan bisa ditekuk untuk mengikuti kelengkungan shell.

Saat semen sudah mengering dan beton sudah mengeras, R.C.C. Membran berperan sebagai shell yang kuat dan kaku
dan berfungsi sebagai struktur sekaligus penutup bangunan.
GAYA PADA
STRUKTUR CANGKANG
Beban-beban yang bekerja pada permukaan cangkang diteruskan ke tanah dengan menimbulkan tegangan geser,
Tarik, dan tekan pada arah dalam bidang (in-plane) permukaan tersebut. Tipisnya permukaan cangkang
menyebabkan tidak adanya tahanan momen yang berarti. Struktur cangkang yang tipis khususnya cocok
digunakan untuk memikul beban terbagi rata pada atap gedung, Struktur ini tidak cocok memikul beban terpusat

Adanya dua kumpulan gaya pada arah yang saling tegak lurus di dalam permukaan cangkang menjadikan
cangkang berprilaku seperti struktur plat dua arah. Gaya geser yang bekerja di antara jalur-jalur plat planar
mempunyai kontribusi dalam memberikan kapasitas pikul beban plat. Hal yang sama terjadi juga pada struktur
cangkang.
Variasi pola beban yang ada, bagaimanapun,
harus merupakan transisi perlahan agar
momen lentur tidak timbul. Diskontinuitas
tajam pada pola beban (misalnya beban
terpusat) dapat menyebabkan timbulnya
momen lentur. Pada pelengkung beban
seperti ini dapat menimbulkan tegangan
lentur yang sangat besar, sedangkan pada
cangkang, lentur dengan cepat akan
dihilangkan dengan adanya aksi melingkar.
Jadi, beban yang sembarang pada
pelengkung, misalnya gangguan tepi yang
diasosiasikan dengan tumpuan-tumpuannya,
dapat menyebabkan timbulnya momen
lentur di seluruh bagian pelengkung. Pada
cangkang, hal ini dapat dilokalisasi.
Cangkang adalah struktur yang unik. Cangkang
dapat disebut bekeja secara funicular untuk banyak
jenis beban yang berbeda meskipun bentiknya
tidak benar-bebar funicular. Cangkang berbentuk
segmen bola dapat juga memikul beban hanya
dengan gaya-gaya dalam bidang. Dalam hal ini gaya
melingkar akan terjadi, meskipun bebannya penuh,
karena beban strukturnya tidak benar-benar
funicular. Gaya meridional pada cangkang yang
mengalami beban vertikal penuh adalah selalu
gaya tekan. Sedangkan gaya melingkar dapat
berupa titik atau tekan, bergantung pada lokasi
cangkang yang ditinjau. Pada cangkang setengah
lingkaran, atau cangkang tinggi, ada
kecenderungan pada jalur meridional bawah untuk
berdeformasi ke arah luar. Jadi, jelas gaya-gaya
melingkar yang terjadi adalah tarik. Di dekat
puncak cangkang tersebut, jalur meridional
cenderung berdeformasi ke dalam, yang berarti
gaya melingkarnya adalah tekan.
Tegangan yang diasosiasikan dengan gaya
melingkar dan meridional umumnya kecil
untuk kondisi beban terbagi merata. Beban
terpusat pada umumnya menyebabkan
terjadinya tegangan yang sangat besar,
karena itu sebaiknya dihindari pada
permukaan cangkang. Lubang pada
permukaan cangkang seperti yang
disebutkan diatas mungkin saja ada, tetapi
sebaiknya dihindari karena hal ini
mengganggu kontinuitas dan juga
mengurangi efisiensi permukaan cangkang.
Apabila memang harus ada lubang, cangkang
harus secara khusus diperkuat di tepi lubang
tersebut.
Distribusi Gaya

Distribusi gaya melingkar dan meridional dapat diperoleh dengan memplot persamaan kedua gaya
tersebut. Jelas terlihat bahwa gaya meridional selalu bersifat tekan, sementara gaya melingkar
mengalami transisi pada sudut 51 49’ diukur dari garis vertikal. Potongan cangkang diatas batas ini selalu
mengalami tekan, sedangkan di bawahnya dapat timbul tarik dalam arah melingkar. Tegangan-tegangan
tersebut selalu relatif kecil. Sebagaimana yang terjadi pada struktur lain, momen eksternal pada setiap
potongan harus dapat diimbangi oleh momen tahanan internal (dalam hal ini diberikan oleh kopel yang
dibentuk antara gaya melingkar dan gaya cincin). Dengan cara demikian, kita dapat mempelajari
distribusi tegangan melingkar tarik pada kubah.
Permukaan-Permukaan
Shell Structure
Permukaan- permukaan dibagi kedalam tiga kategori yang berbeda tergantung kepada variasi dari
kelengkungan mereka disekitar satu titik:

Kalau kelengkungan pada suatu titik


dalam semua arah mempunyai tanda
sama, maka permukaan disebut
sinklastik pada titik tersebut. Kalau
kelengkungan pada suatu titik dalam
semua arah mempunyai tanda yang
sama kecuali pada satu arah, yaitu
nol, maka permukaan itu disebut
juga dapat direbahkan (developable)
pada titik tersebut.
Permukaan-Permukaan
Shell Structure

Kalau kelengkungan pada suatu


titik adalah positif dalam arah-
arah tertentu dan negatif dalam
arah- arah lainnya, permukaan
disebut sebagai antiklastik atau
suatu permukaan pelana (saddle
surface) pada titik tersebut.

Antikalstik/Permukaan
pelana (saddle surface
BERDASARKAN
BENTUK DAN TERJADINYA
1. Rotational Surface
suatu garis lengkung yang datar diputar terhadap suatu sumbu. Shell dengan permukaan rotasional dapat dibagi tiga
yaitu:

a. Spherical Surface b.Eliptical Surface c. Parabolic Surface

Merupakan shell yang bidang


bidang permukaaanya terbentuk jika ½ ellips bidang permukaaanya terbentuk jika ½ parabola berputar
permukaanya terbentuk jika suatu
berputar terhadap sumbu vertikal (kurang mampu terhadap sumbu vertikal (lebih kuat memikul beban vertikal
segment lingkaran berputar terhadap
memikul beban vertikal dibandingkan Spherical dibandingkan Spherical dome Surface.
sumbu vertikal.
dome Surface
BERDASARKAN
2. Spherical Surface Eliptical Surface
BENTUK DAN TERJADINYA
3. Translational surface
Adalah bidang yang diperoleh bilamana ujung-ujung suatu
garis lurus digeser pada dua bidang sejajar. Shell dengan Adalah bidang yang diperoleh jika suatu garis
permukaan transasional dibagi dua yaitu cylindrical surface lengkung yang datar digeser sejajar diri sendiri
dan eliptic paraboloid.
terhadap garis lengkung yang datar lainnya. Shell
dengan permukaan ruled ada dua macam, yaitu
Hyperbolic Paraboloid dan Conoid.

Contoh:translational

Contoh surface Eliptical


Berdasarkan
Bentuk Geometris
Klasifikasi Shell
Berdasarkan Bentuk Kelengkungan
Berdasarkan Melengkungnya
Bidang
1. Single curved shell, terbentuk
dari perpindahan bidang
lengkung.yang permkaaanya
digeser atau dibentuk konus yang
sama

2. Double curved shell with


principle curves in the same direction
(domical shell) dibentuk dengan
memutar bidang lengkung terhadap
sumbu pada bidang tersebut dan
membentuk lengkungan kearah
sumbunya.

1. Kurva-kurva membuka ke arah yang 2.Kurva-kurva kearah yang


sama (synclastic) saling berlawanan
(antisynclastic)
Klasifikasi Shell
Berdasarkan Bentuk Kelengkungan
BARREL SHELLS
Barrel termasuk pada Developable Surface yang
gulungannya bisa dibuka menjadi bidang datar tanpa
merobek atau meregangkannya.
Barrel terbentuk dengan cara membengkokkan sebuah
bidang datar, dan barrel membentuk hanya ke satu arah.
Barrel terbentuk dari gabungan arch action dan beam
action. Ada dua jenis utama dari barrel, yaitu :
o Long Barrels, arch action yang menonjol
o Short Barrels, beam action yang menonjol
Biasanya di support pada
sudut-sudutnya dan
berperilaku sebagai balok
besar pada arah
longitudinal.

Akibat tekanan pada Shell yang menyerupai tekanan pembengkokan pada balok, maka pada bagian atas
mengalami tekanan di sepanjang baloknya, sedangkan pada bagian bawahnya mengalami tegangan.
Peran diafragma pada shell yang tipis memberikan perlawanan yang diperlukan pada pergeseran secara horizontal
dan vertikal yang memiliki sifat yang mudah membengkok.
Biasanya di support pada sudut-sudutnya dan berperan pada satu
Short Barrels
atau beberapa kombinasi.

Cara pertama adalah Cara kedua yaitu untuk setiap


Karena ketebalan minimum
membuat setiap sisinya tepian longitudinal yang lebih
dari shell yang diperlukan
menjadi lengkungan yang rendah dibuat menjadi balok
untuk practical konstruksi
kaku, lalu dengan shell yang yang lebih kaku, dengan shell
jauh melebihi dari yang
berperan sebagai tipis yang berperan sebagai
diperlukan, maka dari itu
lempengan yang rangkaian dari rentangan antara
shell jenis ini tidak efisien
membentang di antara sisi sisi balok dengan lengkung yang
dan jarang digunakan.
lengkungan. berdekatan.
Kondisi Ujung
(Edge Condition)
Kondisi Ujung
(Edge Condition)

(a) Ujungnya dikakukan menjadi lengkungan pada


kolom dengan menggunakan tie-rods untuk
menahan gaya lateral.

(a) Ujungnya menggunakan bearing wall yang


memberikan topangan vertikal, mempertahankan
bentuk dari ujung shell itu sendiri, dan berperan
sebagai shear wall yang menahan dorongan dari
arah luar
Gaya lengkung dari Ketika Shell diulang-ulang
barrel shell terjadi di dalam bentuk lekukan
sepanjang bangunan itu (multibay), gaya dari arah luar
sendiri (tidak hanya shell yang berdekatan menjadi
pada ujungnya). seimbang satu sama lain,
Akibatnya, gaya dari hanya ujung yang tidak
arah luar berkembang di bertumpu pada shell pertama
sepanjang bangunan itu dan terakhir yang harus
juga. menahan gaya dorong.

Flange sebagai stiffener Ujung Shell bagian luar berperan


(pengkaku) untuk menahan sebagai balok tipis yang akan
gaya lateral yang bisa mentransfer gaya dorong sampai
menyebabkan terjadinya ujung yang tertopang dan harus
tekukan pada ujung Shell. dikakukan untuk menghindari
terjadinya tekukan.
BARREL SHAPES
SURFACES OF
REVOLUTION
Surfaces of revolution dibentuk dari putaran
lengkungan bidang yang disebut lengkungan
meredional, pada sebuah garis axis yang
disebut putaran axis.

 Pada kasus kasus tertentu,


bentuk permukaan silindris dan
konikal, lengkungan (kurva)
meredional terdiri dari sebuah
ruas garis

 Contoh: silinder, kerucut, bola,


atau eliptikal dome, putaran
hyperboloid, toroid
SURFACES OF
TRANSLATION

 Surfaces of translation (perubahan permukaan) dibentuk dengan menggeser


lengkungan bidang sepanjang lengkungan bidang yang lain, sambil
mempertahankan orientasi pergeseran lengkungan tetap konstan.

HYPERBOLIC PARABOLOID

Lengkungan yang terakhir yang berasal


dari lengkungan awal disebut generator
permukaan. Pada kasus tertentu dimana
generator merupakan garislurus
menjadikan permukaan tersebut silindris

CYLINDRICAL PARABOLOID ELLIPTIC PARABOLOID


SURFACES OF
TRANSLATION

Jika dua parabola memiliki bentuk yang serupa, maka permukannya menjadi sebuah
permukaan yang berevolusi, disebut Paraboloid of Revolution.
SURFACE RULED

Ruled surface dihasilkan dari


Garis garis ini tidak selalu pada sudut yang tepat pergeseran/pelengkungan setiap akhir
untuk permukaan yang memiliki lengkungan garis lurus pada lengkungan atasnya.
pada ujungnya.
ROTATION
CURVED SHELL
ROTATIONAL
SHELL SYSTEM
HEMISPHERE ELLIPSOID PARABOLOID

Dome merupakan revolusi permukaan yang dibuat


melengkung sesuai garis axis. Potongan vertical pada
rotational shell disebut garis meridian/ longitudinal
dan potongan horizontal disebut hoop atau parallel.

Synclastic/ rotation/ dome shape shell merupakan salah satu


jenis doubly curved shell dan memiliki lengkungan yang sama
disemua arahnya.
ROTATIONAL
SHELL SYSTEM
A.HEMISPHERE
Pada rotation shell berbentuk hemisphere, karena
garis-garis lengkung berbentuk setengah
lingkaran,terdapat kecenderungan dome akan
stabil diatas tapi melendut dibagian bawah.

Pada spherical dome yang landai hanya menahan


kompresi horizontal/hoop saja, tetapi pada
spherical dome yang tinggi berada di kompresi
horizontal diatas 45 derajat dan kompresi
dibawah
B.ELLIPSOID
C.PARABOLOID
Ellipsoid dome adalah bentuk dome yang lebih datar
• Paraboloid dome yang memiliki bentuk keatas
dibagian atas daripada dibagian bawah, mampu
• Memiliki kecenderungan yang lebih sedikit
menahan kecenderungan untuk melendut dibagian
untuk melendut dibagian bawah dan
bawah sehingga lebih bergantung pada ketegangan
• Menghasilkan tekanan ring/hoop yang lebih
ring untuk stabilitas
rendah.
HYPERBOLIC PARABOLOID
SHELL

TRANSLATIONAL SURFACE
CONOID SHELL

Anti-clastic shell system merupakan


salah satu jenis struktur double curved
shell. Strukturnya berbentuk pelana
dengan arah lengkungan yang berbeda
pada setiap arahnya.

Sistem anticlastic biasanya terdapat pada bentuk struktur


cangkang Translational surface, yaitu bidang yang diperoleh
dengan garis lengkung yang datar digeser sejajar diri sendiri
terhadap garis lengkung yang datar lainnya
Merupakan suatu bidang geseran
(translational surface) yang terbentuk
jika kedua garis lengkung tersebut
merupakan garis lurus yang saling
bersilangan (rulled surface)
hypar with curved edges • HYPAR WITH STRAIGHT
(tepi-tepi lengkung) EDGES (TEPI-TEPI LURUS
 Sama seperti hypar shell, conoid merupakan
bidang berbentuk pelana. Namun tegangan
pada membrannya tidak dapat
disimpulkan sesederhana tegangan
pada membran hypar. Secara
keseluruhan, conoid lebih susah terbentuk

 Bidang conoid dapat dibentuk dengan


memindahkan salah satu tepi megikuti
garis lengkung dan tepi yang lainnya
mengikuti garis lurus
OPERA HOUSE
Lokasi : Sydney, Australia
Arsitek : Jorn Utzon
Tahun Berdiri : 1958
Fungsi : Gedung Pertunjukan Seni
Sydney Opera House berdiri di atas tanah seluas 2,2 Ha dan luas bangunan 1,8 Ha dengan bentang bangunan 185 m x
120 m dan ketinggian atap mencapai 67 meter di atas permukaan laut. Atap terbuat dari 2194 bagian beton precast yang
masing-masing seberat 15,5 ton. Kesemuanya disatukan dengan kabel baja sepanjang 350 km. Berat atap keseluruhan
mencapai 27.230 ton yang dilapisi 1. 656. 056 keramik Swedia. Berat bangunan 161.000 ton ditopang oleh 580 kostruksi
baja yang ditanam pada kedalaman 25 m di bawah permukaan laut. Penyangga atap terdiri dari 32 kolom beton yang
masing-masing 2,5 meter persegi dengan struktur dinding curtain wall.
Sydney Opera House memiliki lebih dari 1000 ruang yang diantaranya adalah: Concert Hall, Opera Theatre, Playhouse,
Studio, Reception Hallm Foyer, Lima Auditorium, lima studio, empat restaurant, enam bar theatre, 60 ruang ganti,
perpustakaan, kantor administrasi dan ruang utilitas.
Atap pada bangunan menerapkan sistem shell free form. Dimana bentuk shell yang ada
tidak mengikuti pola geometri tetapi terikat secara structural.

Shell pada Sydney opera house terbentuk dari proses rotasional kearah vertikal dengan
lengkung dua arah (vertikal dan horizontal)/ double curved shell dengan permukaan
lengkung sinklastik.
Shell pada Sydney opera house terbentuk dari proses
rotasional kearah vertical dengan lengkung dua arah
(vertical dan horizontal)/ double curved shell dengan
permukaan lengkung sinklastik. Dan gaya yang bekerja
antara lain adalah :
– Gaya meredional
– Gaya rotasional
– Beban Lentur
– Kondisi Tumpuan
Gaya meredional pada atap Sydney opera house
berasal dari berat itu sendiri yang kemudian gaya
itu disalurkan melalui tulangan baja kekolom
penyangga atap. Gaya meredional yang bekerja
pada atap diatasi dengan mempertebal permukaan
dan membentuk permukaannya menyerupai sirip-
sirip dengan tujuan agar permukaan lebih kaku
• Gaya rotasional bekerja kearah
vertical mengikuti lengkung atap
kemudian beban disalurkan ke
tanah melaui tiga kolom yang
ada. Beban tekan dan tarik
disalurkan melalui tulangan atap.

•Beban Lentur
Pertemuan atap dan dinding dibuat
lebih tebal agar dapat menyokong
gaya yang bekerja pada arah vertical
dan horizontal dari gaya meredional,
yang juga agar dapat menahan gaya
dorong keluar yang terjadi.
Kondisi tumpuan pada atap Sydney opera
house sudah memenuhi syarat tumpuan layak
yang diizinkan untuk shell struktur.
• Tumpuan yang disalurkan kekolom mampu
mengerahkan reaksi dari membrane baik
itureaksi tekan maupun tarik. Perpindahan
gaya tekan tarik yang bekerja pada permukaan
cangkang.
• Perpindahan- perpindahan membrane pada
perbatasan kulit kerang yang timbul akibat
tegangan dan regangan membrane diatasai
dengan memperkaku sudut- sudut pertemuan
permukaan shell