Anda di halaman 1dari 9

Agama Menjamin Kebahagiaan

Nama:

1. Hamzah Alfasury (B12.2015.02935)


2. Nurmansya Perkasa Ricky Setyawan (B12.2015.02963)
3. Renni Septiani (B12.2015.02946)
4. Wahyu Rizki Aditiya (B12.2016.03107)
5. Safira Anindya (B12.2016.03117)
Makna Kebahagiaan Menurut Pandangan Islam

arti kebahagiaan sejati atau kebahagiaan hakiki, islam mempunyai pandangan


mengenai pengertian atau arti dari kebahagiaan sejati berdasarkan dalil dari firman
Allah swt. dalam Kitabullah Al-Qur’an dan juga dalil Hadits Nabi Muhammad
saw. Kebahagiaan sejati seseorang tidak bisa diukur dengan banyaknya harta atau
kekayaan, status atau pangkat sosial dalam kemasyarakatan dan atau semua
kemewahan yang dimiliki oleh seseorang. Kebahagiaan yang sesungguhnya atau
sejati terletak pada ketenangan hati seseorang.

Hal ini sudah dijelaskan oleh Allah swt. dalam firman-Nya yang berbunyi:

ُ‫أ َ ۡل َه ٰى ُك ُُم ٱلت َّ َكاث ُ ُر‬. ُ‫ى ُز ۡرت ُُُم ۡٱل َمقَا ِب َر‬
ُٰ َّ ‫َحت‬

Artinya: “Bermegah-megahan telah melalaikan kamu. Sampai kamu masuk


kedalam kubur” (QS. At-Takatsur: 1-2)
Oleh sebab itu, untuk mencari dan kemudian mendapatkan kebahagiaan sejati adalah
dengan cara :
Selalu mengingat Allah swt. sebagaimana dalam penjelasan firman Allah swt tersebut
bahwa Allah-lah Dzat yang memberi, menciptakan dan menentukan kebahagiaan pada
hamba-Nya.
Berusahalah selalu untuk memperoleh ketenangan dalam jiwa dan hati dengan
bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benarnya taqwa.
Allah swt. adalah pemberi ketenangan kepada siapapun yang di kehendaki-Nya,
sebagaiman firman Allah swt. yang lain,

:‫ن أَنَاب‬
ُۡ ‫ِي ِإلَ ۡي ُِه َم‬
ُ‫شا ا ُُء َويَهۡ د ا‬
َ َ‫ضلُ َمن ي‬
ِ ُ‫ٱّلل ي‬ ُۡ ُ‫ل َعلَ ۡي ُِه َءايَةُ ِمن َّربِ ِهۦۚ ق‬
َُّ ‫ل ِإ‬
ََُّ ‫ن‬ ِ ُ‫ل أ‬
َُ ‫نز‬ ُ‫ل ٱلَّذِينَُ َكفَ ُرواُ لَ ۡو َا‬
ُُ ‫َويَقُو‬

Artinya: “Orang-orang kafir berkata; “Mengapa tidak diturunkan kepadanya


(Muhammad) tanda (mukjizat) dari Tuhannya?” Katakanlah, “Sesungguhnya Allah
menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan menunjuki orang-orang yang bertaubat
kepada-Nya” (QS. Ar-Ra’d :27)
Dan juga Allah berfirman:
Menelusuri Konsep dan Karakteristik Agama sebagai Jalan Menuju
Tuhan dan Kebahagiaan

Kebahagiaan dalam islam adalah kebahagiaan autentik artinya lahir dan


tumbuh dari nilai-nilai hakiki islam dan mewujud dalam diri seseorang hamba
yang mampu menunjukan sikap tobat (melakukan introspeksi dan koreksi diri)
untuk selalu berpegang pada nilai-nilai dan kebenaran ilahiah, mensyukuri
karunia Allah berupa nikmat iman, islam, dan kehidupan. Berikut pendapat
dari beberapa ahli mengenai makna kebahagiaan:
• Pendapat Al-Alusi
• Pendapat Ibnu Qayyim Al-Jauziyah
• Imam Al-Ghazali
Karakteristik hati yang sehat adalah sebagai berikut:
• Hati menerima makanan yang berfungsi sebagai nutrisi dan obat. Adapun makanan yang paling
bermanfaat untuk hati adalah makanan “iman”, sedangkan obat yang paling bermanfaat untuk hati
adalah Al-Qur’an.
• Selau berorientasi ke masa depan dan akhirat. Untuk sukses pada masa depan, kita harus berjuang
pada waktu sekarang. Orang yang mau berjuang pada waktu sekarang adalah pemilik masa depan,
sedangkan yang tidak mau berjuang pada waktu sekarang menjadi pemilik masa lalu.
• Selalu mendorong pemiliknya untuk kembali kepada Allah. Tidak ada kehidupan, kebahagiaan, dan
kenikmatan kecuali dengan ridha-Nya dan dekat dengan-Nya. Berzikir kepada Allah adalah makanan
pokoknya, rindu kepada Allah adalah kehidupana dan kenikmatannya.
• Tidak pernah lupa dari mengingat Allah (berdzikir kepada Allah), tidak berhenti berkhidmat kepada
Allah, dan tidak merasa senang dengan selain Allah swt.
• Jika sesaat saja lupa kepada Allah segera segera ia sadar dan kembali mendekat dan berdzikir
kepada-Nya.
• Jika sudah masuk dalam shalat, maka hilanglah semua kebingungan dan kesibukan duniawinya dan
segera ia keluar dari dunia sehingga ia mendapatkan ketenangan, kenikmatan, dan kebahagiaan dan
berlinanglah air matanya serta bersukalah hatinya.
• Perhatian terhadap waktu agar tidak hilang sia-sia melebihi perhatian kepada manusia lain dan
hartanya.
• Hati yang sehat selalu berorientasi kepada kualitas amal bukan kepada amal semata.
Beberapa sebab yang dapat merusak hati manusia
sehingga fungsi hati terganggu dan menjadi tidak normal
atau sakit:
• Banyak bergaul dengan orang-orang yang tidak baik.
• At-Taman (berangan-angan)
• Menggantungkan diri kepada selain Allah
• Asy-Syab’u (terlalu kenyang)
• Terlalu banyak tidur
• Berlebihan melihat hal-hal yang tidak berguna
• Berlebihan dalam berbicara

Mengapa Manusia Harus Beragama dan Bagaimana Agama Dapat
Membahagiakan Umat Manusia

Kunci beragama berada pada fitrah manusia. Fitrah itu sesuatu yang
melekat dalam diri manusia dan telah menjadi karakter (tabiat)
manusia. Kata “fitrah” secara kebahasaan memang asal maknanya
adalah “suci”. Yang dimaksud dengan suci adalah suci dari dosa dan
suci secara genetis. Meminjam term Prof. Udin Winataputra, fitrah
adalah lahir dengan membawa iman. Berbeda dengan konsep teologi
islam, teologi tertentu berpendapat sebaliknya yaitu bahwa setiap
manusia lahir telah membawa dosa yakni dosa warisan. Di dunia,
menurut teologi ini, manusia dibebani tugas yaitu harus membebaskan
diri dari dosa itu. Adapun dalam teologi islam, seperti telah dijelaskan
bahwa setiap manusia lahir dalam kesucian yakni suci dari dosa dan
telah beragama yakni agama islam. Tugas manusia adalah berupaya
agar kesucian dan keimanan terus terjaga dalam hatinya hingga
kembali kepada Allah.
Membangun Argumen tentang Tauhidullah sebagai Satu-satunya Model
Beragama yang Benar.

Tauhidullah membebaskan manusia dari takhayul, khurafat, mitos, dan


bidah. Tauhidullah menempatkan manusia pada tempat yg
bermartabat, tidak menghambakan diri kepada mahluk yang lebih
rendah derajatnya daripada manusia.

Setiap orang harus bersikap hati hati bahwa tauhtdullah yang


merupakan satu-satunya jalan menuju kebahagiaan menurut Said
Hawa dapat rusak dengan hal-hal sebagai berikut.
• Sifat Al-Kibr (sombong)
• Sifat Azh-Zhulm (kezaliman) dan sifat Al-Kizb (kebohongan)
• Sikap Al-Ifsad (melakukan perusakan
• Sikap Al-Ghafiah (lupa)
• Al-Ijram (berbuat dosa)
• Sikap ragu menerima kebenaran.
Thanks you