Anda di halaman 1dari 62

KELAINAN PADA PAYUDARA

Carlven Lenim 1740312408


Reno Hulandari 1840312244
Kirbi Vira Akesa 1840312242
Noufal Riandi K 1840312287
Rizkha Amaliya 1740312275
Alvin Alkhaliq 1840312289

Preseptor :
dr. Syahredi SA, Sp.OG (K)
BAB 1 PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Kelainan payudara seringkali memberi kesan menakutkan

Semakin meningkat angka kejadian keganasan pada payudara, terutama pada wanita berisiko tinggi

Walaupun, tumor jinak seperti fibroadenoma, displasia (fibrokistik, adenosis), mastitis dan nekrosis lemak
tidak dapat diabaikan

frekuensi karsinoma payudara yang relatif tinggi


FREKUENSI CA MAMMAE

Di Indonesia,
berada
Negara maju 5: diurutan kedua
1 dibandingkan setelah Ca
Ca serviks Serviks

SLIDE 4
Penegakan diagnosis
pada kelainan payudara

Pemeriksaan Pemeriksaan
Anamnesis
fisik penunjang

SLIDE 5
Tatalaksana
Di Indonesia,
berada
Negara maju 5: diurutan kedua
1 dibandingkan setelah Ca
Operatif
Ca servik Kemoterapi
ServikRadioterapi

SLIDE 6
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

SLI
DE
7
ANATOMI PAYUDARA

Payudara terdiri atas dua jenis jaringan


• jaringan kelenjar
• jaringan stromal.
Jaringan kelenjar meliputi lobus dan duktus.

jaringan stromal meliputi jaringan lemak dan jaringan ikat


PERDARAHAN SISTEM LIMFATIK PERSARAFAN
JARINGAN PAYUDARA SENSORIK
ArteriPAYUDARA
perforantes anterior Pleksus subareola PAYUDARA
Cabang pleksus servikalis
yang merupakan cabang dari Pleksus profunda Cabang saraf interkostalis ke-2
arteri mammaria interna, sampai ke-6
Arteri torakalis lateralis
Arteri interkostalis posterior
HISTOLOGI PAYUDARA

Payudara terdiri dari 15 sampai 25 lobus kelenjar tubulo


dipisahkan oleh jaringan ikat padat interlobaris

Jaringan kelenjar meliputi lobus dan duktus.

lobus payudara terdapat lobulus–lobulus yang terdiri da


intralobularis yang dilapisi oleh epitel kuboid atau kolum
SLIDE 12
FISIOLOGI PAYUDARA
Sel epitel asinus memproduksi air
• . susu dengan komposisi dari
unsur protein yang disekresi
Unit fungsional terkecil jaringan • . apparatus golgi bersama faktor
payudara adalah asinus
imun IgA dan IgG, unsur lipid
dalam bentuk droplet yang
diliputi sitoplasma sel

Kelenjar payudara dipengaruhi Kelenjar hipofisis anterior


oleh hormon dari berbagai memiliki pengaruh terhadap
kelenjar endokrin seperti hormonal siklik Follicle
hipofisis anterior, adrenal, dan Stimulating Hormone (FSH) dan
ovarium Luteinizing Hormone (LH)
KELAINAN PADA PAYUDARA
SLIDE 14

ginekomastia
Kongenital
anomali
Breast
Disease
Mastitis
Infeksi
Fistel
Paraareola
kista

Fibroadenoma

Tumor Tumor filoides


jinak
Galaktokel

Papiloma
intraduktus
Breast
disease Duktus ektasia

Ductal carcinoma insitu

infiltrating ductal
carcinoma

Tumor medullary carcinoma


Ganas
infiltrating lobular
carcinoma

Tubular carcinoma SLIDE 15


KELAINAN PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN :

Amastia
congenital
absence one
Or both
breasts

16
GYNECOMASTIA
Gynecomastia: enlargement of the ductal and stroma tissue
of the male breast.

• Grading menurut Simon:


• G. I. Ukuran kecil tidak ada
kelebihan kulit
• G.II. Ukuran sedang tidak
ada kelebihan kulit
• G.III. Ukuran sedang dengan
kelebihan kulit
• G.IV. Ukuran besar seperti
payudara wanita
Mammary Abberan =
Polimastia = Supernumary breast
=
Ectopic breast
INFEKSI PAYUDARA :
MASTITIS
Terjadi infeksi dan
peradangan pada mammae
terutama pada primigravida

Staphylococcus aureus
penyebab terbanyak
Mastitis
• Akut vs kronik
• Spesifik (TB) vs non spesifik
• Mikroorganisme vs benda asing (silikon)
• Mastitis akut
 Paling sering
 Saat laktasi → 1 bulan post partum
Mg I → ok fissura papila → infeksi
 Bengkak, kemerahan, nyeri, panas (+) → lanjut → abses → terjadi nekrosis +
netrofil
Mammae
bengkak dan
nyeri

Kulit memerah
GEJALA
MASTITIS
Demam

Lesu, tidak nafsu


makan SLIDE 21
TERAPI
PREVENTIF :
Hentikan pemberian asi - Bersihkan dengan sabun
pada yang sakit puting susu sebelum dan
Pemberian antibiotik sesudah menyusui
Pemberian analgetik - Hentikan menyusui
pada mammae yang luka

SLIDE 22
Ektasia Duktus Mammae
SLIDE 23

• proses pelebaran sistem duktus sampai percabangan duktulus


yang disertai fibrosis periduktal dan reaksi radang mononukleus

• Kerusakan elastin dinding duktus payudara diikuti oleh infiltrasi


sel radang

• Kelainan ini biasa ditemukan pada wanita yang pernah


melahirkan dan sudah berumur 40–50 tahun
Duktus yang melebar, berisi bahan berwarna putih kehijauan yang
merupakan discharge papila

Pada pemeriksaan klinis, kasus yang berat sering dikelirukan dengan


karsinoma mammae karena terdapat discharge papila mamma yang
terkadang bercampur darah

tidak berhubungan dengan proses keganasan

SLIDE 24
KETIDAKSEIMBANGAN HORMON :
FIBROKISTIK MAMMAE

Akibat peningkatan hormone estrogen

Ketidakseimbangan hyperplasia epitel, dilatasi


ductus dan lobulus pada setiap siklus menstruasi

Keluhan: payudara terasa bengkak, penuh, berat

Ukuran benjolan berubah sesuai fluktuasi estrogen,


membesar sebelum periode menstruasi
NEOPLASMA JINAK:
FIBROADENOMA MAMMAE
Insiden tertinggi: usia setelah pubertas, pada usia 21-
25 th, dekade 3, <50% yang terjadi pada usia 50 th

Faktor risiko: tidak menikah, tidak menyusui, menikah


< 21 tahun, nullipara, IMT > 30

Lesi: jinak, mobile, tidak nyeri, kenyal,ukuran 1- 4cm

Benjolan dapat bertambah 1 cm dibawah pengaruh


estrogen haid hormonal, kehamilan, laktasi, KB oral.
GALACTOCELE
Cyst filled with milky material as result from obstruction of the duct
Develops during or after peiode of lactation TERAPI :
Pathegenesis, 3 factors in galactocele development : Asymptomatic and small → observation
Secretion of ductal epithelial Symtomatic → massage + pumping
Prolactin stimulus Aspiration for diagnostic and therapy
Ductal obstruction Concomitant with infection: aspiration or and
drainage

27
NEOPLASMA JINAK:
PAPILOMA DUKTUS
Wanita usia pertengahan
Lebih jarang ditemukan
atau paruh baya

Keluhan: sekret serosa


Benjolan dari epitel
yang dapat bercampur
ductus
darah

Lesi berbentuk panjang Menyebabkan distensi


duktus, memiliki bentuk
berkelok, tumbuh mirip kista, merupakan
sepanjang duktus lesi prekanker
NEOPLASMA JINAK:
TUMOR FILOIDES
• Insiden terbanyak: usia 40 tahun
• Pola pertumbuhan seperti FAM tipe
intrakanalikuler
• Stroma sangat seluler, tumbuh cepat
• Dapat disertai peradangan kulit
• Nekrosis iskemik pada kulit
• DD: karsinoma payudara
KARSINOMA PAYUDARA

Klasifikasi Duktal Lobular


duktal Insidensi invasif sekitar 70-80% Insidensi invasif sekitar 20%
lobular Subtipe papilotubular Sel Kecil
Solid tubular Sel Besar
skirus Atypical invasive lobular
carcinoma
Riwayat Keluarga • Risiko >3x lipat pada wanita dengan ibu atau saudara kandung
menderita kanker payudara

• Usia >30 tahun


Usia • Risiko terus bertambah hingga menopause

• Estrogen: merangsang pertumbuhan sel kanker.


Hormon • Early menarche, late menopause, nulipara, anak pertama pada usia >35
th, tidak menyusui, kontrasepsi oral, hormon replacement therapy

Faktor Risiko
BRCA 1 atau
Dietary &
BRCA 2 Radiasi
Lifestyle
mutation

FAKTOR RISIKO
MANIFESTASI KLINIS

• Benjolan keras • Sifat lesi: invasif


yang tidak nyeri • Menghancurkan
• Terus tumbuh jaringan
• Melekat ke kulit: • Berbau busuk
dimple, p’eau • Mudah
d’orange berdarah
DIAGNOSIS
ANAMNESIS

KELUHAN UTAMA

Keluar
Benjolan Nyeri Luka Retraksi
cairan
FAKTOR RISIKO
Riwayat Riwayat
Usia
Pernikahan Kehamilan

Riwayat Riwayat Riwayat


Menyusui Ginekologi Keluarga

Diet tinggi
Obesitas Radiasi
lemak
Presentasi Kemungkinan Penyebab Patologis

Klinis < 25 tahun 25-35 tahun 35-55 tahun >55 tahun

FAM,
a.Benjolan mobile FAM FAM Phyloides
Phyloides
b.Benjolan
Jarang Fibrokistik Fibrokistik Jarang
berbatas tegas
Karsinoma,
c.Benjolan keras
Jarang Karsinoma Karsinoma Nekrosis
dan melekat
lemak
Duktus
d.Discharge papila Jarang Jarang Duktus eksatia
eksatia
Paget
Paget disease,
Adenoma Adenoma disease,
e.Ulserasi papila adenoma
papila papila adenoma
papila
PEMERIKSAAN FISIK
Inspeksi
Payudara:
Tangan di
samping
Inspeksi
Payudara:
Tangan di
pinggang
Inspeksi
Payudara:
Menunduk
Simetris Benjolan P’eau d’orange Nodul Satelit

Venektasi Inflamasi Ulkus Sekret

Retraksi Dimple Benjolan di aksila


PALPASI
PAYUDARA
Menggunakan
permukaan jari

Mulai dari payudara


yang tidak memiliki
keluhan

Sesuai kuadran, dari


luar ke dalam
Besar
Jumlah
Batas
PENILAIAN Permukaan
TUMOR
Konsistensi
Rasa nyeri
Mobilitas
Penilaian kedalaman
infiltrasi tumor
• Relaksasi m.pectoralis
• Kondisi kontraksi m.pectoralis
PALPASI AKSILA

• Pasien relaks
• Sisi aksila diperiksa oleh tangan
yang berlawanan
• Sisi tangan yang sama
(pemeriksa) menyangga lengan
pasien
• Lakukan pemeriksaan sambil
menggerakkan lengan pasien
sesekali
PALPASI KLAVIKULA

• Palpasi kelenjar limfe supra dan


infraklavikula
Tanda atau Gejala Dasar Patologis
Benjolan
 Difus Fibrosis, hiperplasia eptel dan kista pada perubahan
fibrokistik
 Soliter Neoplasma atau kista soliter
 Mobile Neoplasma jinak (biasanya FAM)
 Melekat Neoplasma Invasif (karsinoma)
Gambaran Kulit
 Edema Gangguan aliran limfe akibat karsinoma
 Berkerut atau berlekatan Invasi kulit akibat karsinoma
 Eritema Aliran darah meningkat akibat radang atau tumor

Papila Mammae
 Discharge Discharge mirip ASI atau darah
 Retraksi Hal ini terkait karsinoma invasive, Penyakit paget
 Eritema papila mamma atau ekzema

Pembesaran Kelenjar aksila Metastasis karsinoma mammae

Nyeri tulang Metastasis Karsinoma mamma atau berhubungan


dengan hiperkalsemia
PEMERIKSAAN
PENUNJANG
FNAB: Fine Needle
Aspiration Biopsy
• Untuk mengambil sampel sel pada massa yang
ingin diperiksa
• Panduan: mamografi atau usg pada tumor yang
tidak teraba
• Diagnosis pra bedah, pengganti frozen section
• Wanita usia < 30 tahun
• Kekurangan: tidak dapat menilai luasnya invasi
tumor. Tidak dapat identifikasi subtipe kanker,
sehingga dapat terjadi negatif palsu
MAMOGRAFI
• Deteksi massa yang
palpable dan
impalpable
• Menentukan lokasi
lesi
• Membedakan tumor
solid, kistik dan ganas
• Cocok untuk skrining
• Tidak dianjurkan pada
wanita usia muda
ULTRASONOGRAFI

• Membedakan lesi padat atau kistik


• Membutuhkan tambahan
pemeriksaan lain untuk menegakkan
diagnosis kelainan payudara
HISTOPATOLOGI

TINGKAT KEAKURATAN: METODE: INSISI ATAU PEWARNAAN ANASTESI, MAHAL,


HAMPIR 100% EKSISI HEMATOXYLIN DAN EOSIN WAKTU PEMULIHAN
LAMA KARENA INSISI,
TIMBUL JARINGAN
PARUT PADA BEKAS
INSISI
RISIKO PERDARAHAN
ATAU INFEKSI AKIBAT
PERLUKAAN
TATALAKSANA

EKSISI MASTEKTOMI

RADIASI KEMOTERAPI
MASTEKTOMI
SADARI: Pemeriksaan Payudara Sendiri
Kelainan
Infeksi: mastitis
pertumbuhan: Ketidakseimbangan
puerperalis akut,
ginekomastia dan hormonal: fibrokistik
mastitis tuberkulosa
kelainan kongenital mammae
dan fistel paraaerola
seperti amastia

Neoplasma: Neoplasma jinak:


FAM, papilloma Neoplasma ganas:
neoplasma jinak dan duktus dan tumor Karsinoma payudara
ganas. filoides.

KESIMPULAN
Diagnosis: anamnesis,
Anamnesis:
pemeriksaan fisik, Pemeriksaan fisik:
identifikasi keluhan
pemeriksaan inspeksi & palpasi
utama & faktor risiko
penunjang

Pemeriksaan
penunjang: Tatalaksana: eksisi Tatalaksana: radiasi &
mamografi, USG, tumor, mastektomi kemoterapi
FNAB, histopatologi

KESIMPULAN
TERIMAKASIH