Anda di halaman 1dari 23

Tindakan Pembedahan di bidang

THT-KL
Oleh: Cut Dhora Narenza, S.Ked
Pembimbing: dr. Suherman, Sp. THT-KL
Trakeostomi

Trakeostomi adalah prosedur


operatif dengan membuat lubang
untuk bernapas pada dinding
depan trakea. Trakeostomi
menurut letak yaitu letak yang
tinggi dan letak yang rendah dan
batasnya adalah cincin trakea
ketiga. Trakeostomi menurut
waktu yaitu trakeostomi darurat
dan trakeostomi berencana.
Indikasi & Kontraindikasi Trakeostomi

Indikasi Kontraindikasi
 Alasan trakeostomi dilakukan, yaitu : Tidak terdapat adanya kontraindikasi
 Obstruksi saluran napas atas absolute untuk tindakan trakeostomi.
 Insufisiensi mekanis respirasi Salah satu kontraindikasi adalah, pasien
 Kesulitan pernapasan akibat sekresi dengan laryngeal carcinoma. Pada kasus
seperti ini, biasanya akan dilakukan
 Elektif: trakesotomi dilakukan untuk tindakan laryngectomy. Tindakan
mempertahankan aliran udara saat trakeostomi temporer (sementara) dapat
saluran napas atas tidak dapat dilakukan. dilakukan di bawah cincin trakea pertama
 Untuk membantu pemasangan alat bantu sebelum dilakukan tindakan laryngectomy.
pernapasan
 Kelainan kongenital (eg, laryngeal
hypoplasia, vascular web)
 Subcutaneous emphysema
 Upper airway edema, akibat trauma, Referensi:
luka bakar, infeksi, atau anafilaksis https://www.jevuska.com/2010/06/11/trakeostomi/
https://emedicine.medscape.com/article/865068-overview#a3
 Aspirasi
Continued

 Pasien-pasien yang tergolongkan kedalam kategori sulit


dilakukan trakeostomi:
 Pasien dengan obesitas
 Pasien dengan kelainan koagulopati
 Pasien pediatric
 Pasien dengan pembesaran kelenjar tiroid

Referensi:
https://emedicine.medscape.com/article/865068-overview#a3
Prosedur trakeostomi
Alat-alat yang diperlukan:

1. Spoit (semprit) dengan anestesi local (lidokain 2%)


2. Pisau (bisturi no. 11 & 15 dan penanganannya)
3. Pinset anatomi
4. Gunting panjang dengan tepi/ujung yang tumpul
5. Haak tumpul yang kecil, klem arteri (hemostat) lurus &
bengkok
6. Retraktor untuk membuka lumen trakea
7. Suction dan kauterisasi
8. Kanul trakea
9. Forceps. Referensi:
https://www.jevuska.com/2010/06/11/trakeostomi/
https://emedicine.medscape.com/article/865068-overview#a3
Prosedur trakeostomi

Kanul Trakeostomi:

Terdiri dari 3 bagian yaitu kanul luar, kanul dalam dan abturator.
Kanul dalam dapat ditarik untuk dapat dibersihkan dalam waktu yang
singkat. Obturator hanya digunakan sebagai penuntun untuk kanul luar
dan dicabut kembali setelah kanul luar masuk pada tempatnya.
Bentuk-bentuk kanul dapat pula bervariasi sesuai dengan jenis dan
kegunaannya masing-masing.

Referensi:
https://www.jevuska.com/2010/06/11/trakeostomi/
Referensi:https://www.jevuska.com/2010/06/11/trakeostomi
/

Jenis-jenis kanula
Trakeostomi:

Kanul Metal: Dewasa dan anak-anak

Kanul Plastik:
Tube Shiley dan Tube Portex
Prosedur trakeostomi

Pasien tidur terlentang dengan posisi kepala lebig tingga daripada kaki untuk
mengurangi tekanan aliran balik vena. Kulit daerah leher dibersihkan secara asepsis dan
antisepsis dan ditutup dengan kain kasa steril.
Insisi horisontal direkomendasikan pada trakheostomi elektif. Insisi kulit
dilakukan pada daerah landmark sepanjang ± 5 cm,yaitu cincin ke-2 dan ke-4. Ikatan-
ikatan otot dipisahkan selapis demi selapis dan dijauhkan satu sama lain dengan dua
penarik kecil samapi cincin trachea tampak Isthmus ini bisa diretraksi maka dapat ditarik
ke atas dan ke bawah menjauhi lapangan trakheostomi.
Irisan trakhea dilakukan pada jajaran setinggi cincin kedua dan ketiga. Kanul
trakheostomi disesuaikan dengan diameter dari lumen trakhea dan panjangnya
disesuaikan dengan panjang trakhea. Setelah kanul terpasang, dilakukan fiksasi berupa
pengikatan dari kanul dan diikatkan disisi leher.
Referensi:
https://www.jevuska.com/2010/06/11/trakeostomi/
Perawatan Pasca Trakeostomi

 Awasi tanda vital


 Foto dada segera dilakukan dan 48 jam kemudian untuk
melihat komplikasi lambat yang mungkin ada.
 Udara hangat yang lembab harus disediakan selama 48
sampai 72 jam
 Aspirasi teratur harus dilakukan dalam beberapa hari
segera setelah operasi

Referensi:
https://www.jevuska.com/2010/06/11/trakeostomi/
Komplikasi

 Immediate
 Apneu, akibat lambatnya penanganan hipoksia
 Perdarahan
 Pneumothoraks dan pneumomediastinum
 Trauma pada kartilago krikoid
 Trauma pada struktur dekat trachea, seperti esophagus, n.laringeal rekurens dan
pleura.
 Intermediate
 Erosi trachea dan perdarahan
 Disposisi dari kanul trakheostomi
 Emfisema subkutan
 Aspirasi dan abses paru
 Late
 Fistel trakheokutanes yang menetap
 Stenosis dari laring dan trachea
 Pembentukan jaringan ikat pada trachea
Referensi:
 Fistel trakheaosofagus https://www.jevuska.com/2010/06/11/trakeostomi/
Krikotiroidektomi

 Definisi
 Krikotirotomi: tindakan darurat untuk mengatasi obstruksi jalan nafas, dengan
membuka/ melubangi membran krikotiroidea.

 Ruang lingkup
 Krikotirotomi harus segera dilakukan untuk mengamankan jalan nafas, terutama
pada kasus obstruksi jalan nafas bagian atas yang hebat. c. Indikasi operasi:

 Indikasi operasi:
 Obstruksi jalan nafas atas yang hebat, dimana persiapan trakeostomi belum
dapat dilakukan. d. Kontra indikasi :

 Kontraindikasi:
Referensi:
 Tidak ada kontra indikasi http://bedah.usu.ac.id/images/Modul/Modul_KL/2-
Krikotirotomi.pdf
Algoritma dan Prosedur

Algoritma

Referensi:
http://bedah.usu.ac.id/images/Modul/Modul_KL/2-
Krikotirotomi.pdf
Alat dan Bahan

 For surgical cricothyroidotomy, materials needed include the following:

 Antiseptic preparation solution



 Lidocaine

 Sterile drape/gown/gloves

 No. 11 scalpel blade

 Syringe (10 mL)

 Bag-valve mask

 Trousseau dilator

 Tracheal hook

 Tracheostomy tube or endotracheal tube

Referensi:
https://emedicine.medscape.com/article/1830008-
overview#a2
Teknik operasi

Menjelang operasi:
Persetujuan operasi yang ditanda tangani pasien atau keluarga (informed consent)
prosedur operasi, hilangnya suara, komplikasi, penjelasan perawatan paska bedah.
Dikerjakan dimanapun dengan penerangan yang baik, alat penghisap yang
memadai, ada asisten.
Antibiotika profilaksis, Cefazolin atau Clindamycin kombinasi dengan
Garamycin, dosis menyesuaikan untuk profilaksis.
Dapat dilakukan dengan anestesi lokal atau tanpa anestesi. Pada anestesi lokal
diperlukan lidokain dengan dosis maksimal 7 mg/ kg BB.
 Posisi pasien: Terlentang dengan hiperekstensi kepala, bahu diberi bantalan
sehingga trakea lebih tampak ke anterior, kepala diberi bantalan ‘doughnut’
Tahapan operasi:
-Stabilisasi laring dengan jari dan palpasi membran krikotiroid
-Insisi dengan skalpel posisi transversal menembus membran krikotiroid skalpel,
putar 900 supaya lubang terbuka, lebarkan lubang dengan klem Kelly. Hati-hati
jangan melukai kartilago krikoid.
-Pasang kanul trakeostomi kecil. Selanjutnya pasien dilakukan ventilasi.
Komplikasi
Komplikasi durante operasi:
Perdarahan.
Trauma corda vokalis

Komplikasi paska operatif:


Infeksi

Mortalitas

- Mortalitas rendah

Perawatan pasca bedah

Hisap lendir dalam trakea intermiten/ tiap jam


Pemberian uap air hangat (nebulizer/stoom) tiap 6 jam @ 15menit
Anak kanul dicuci tiap jam
Rawat luka tiap hari Referensi:
Secepatnya disusul tindakan trakeostomi http://bedah.usu.ac.id/images/Modul/Modul_KL/2-
Krikotirotomi.pdf
Thank you for listening 