Anda di halaman 1dari 9

Amalia novitasari

Devi aprelia harum


Fairuzza luthfon
Fatihatun nasiroh
Galih andhika agam
Hanis faroqi
Hasna yuna
Kafita kumala dewi
M agung g
M sholahudin
Novia fitriyani
Ririn wijayanti
Siti sofiyah
Sulsi rahmawati
Ulya irnanda

Asuhan Keperawatan
Keluarga Sesuai
Kebutuhan Tumbuh
Kembang
A. Keluarga Dengan Neonatus
a. Pertumbuhan dan perkembangan
Masa neonatus ( 0-28 hari )

- terjadinya adaptasi pada semua sistem organ tubuh .
- Pada masa neonatal, perkembangan motorik kasar
ditandai dengan mulai mengangkat kepala,
perkembangan motorik halus. Ditandai dengan
kemampuan anak mengikuti garis tengah bila kita
memberikan respon terhadap gerakan jari/tangan,
perkembangan bahasa, adanya kemampuan bersuara
(menangis).
 Definisi
BBLR : Bayi Baru Lahir dalam presentase belakangan
kepala melalui vagina tanpa memakai alat, pada usia
kehamilan genap 37-42 minggu dengan berat badan

antara 2500-4000gram tanpa cacat bawaan ( rukiyah,
2010).
Ciri – ciri bayi baru lahir normal
• BB 2500-4000 gram
• Panjang badan : 48-52cm
• LB : 30-38cm
• LK : 33-35cm
• Reflek hisap dan menelan sudah terbentuk dengan
baik
• Reflek moro sudah baik
 Pengkajian
• Identitas : nama ayah, ibu, alamat
• Riwayat persalinan : BB/TB ibu, tempat persalinan
• Keadaan bayi saat lahir , tgl dan jam lahir, jenis kelamin,


kelahiran (tunggal/gamali)
Nilai APGAR 
• Pengkajian fisik
• Status neorologi
• Nutrisi
 Penanganan bayi baru lahir :
• Membersihkan jalan nafas
• Memotong dan merawat tali pusat
• Mempertahankan suhu tubuh bayi
• Memberi vit K
• Memberikan obat tetes/saleb mata
B. KELUARGA DENGAN ANAK USIA TOODLER
a. Pengertian
pertumbuhan berkaitan dengan masalah perubahan dalam


jumlah, ukuran, besar, dimensi dan tingkat sel. Perkembangan
adalah bertambahnya kemampuan dalam struktur dan fungsi
tubuh yang lebih komplek dalam pola yang teratur dan dapat
diramalkan sebagai hasil proses pematangan.

b. Tumbuh kembang pada anak usia toodler


• Pertumbuhan
• Parameter penilaian pertumbahan fisik
- Ukuran antropometrik (BB,TB,LK,LLA,LLKULIT)
- Tanda dan gejala pemeriksaan fisik (keseluruhan fisik, jaringan
otot, jaringan lemak, rambut, gigi geligi)
- Pemeriksaan laborat ( Hb, serum, protein, hormon)
- Pemeriksaan radiologi ( umur, dan tulang )
• Perkembangan
- Usia 12-18 bulan ( belajar sendiri, mengambil benda
sendiri menggunakan ibu jari dan telunjuk )
- Usia 18-24 bulan ( berjalan mundur, mencorat-coret
alat tulis )

- Usia 2-3 tahun ( berdiri dengan satu kaki, melepas
pakaian sendiri )
• Parameter penilaian perkembangan (DDST)
- Alat yang digunakan ( alat peraga, DDST, buku
petunjuk )
- Prosedur DDST ( tahap 1 : dilakukan anak usia 5-
6bulan, 9-12 bulan, 18-24 bulan, 3-5 tahun ). (tahap 2
: pada anak yang dicurigai mengalami hambatan
perkembangan )
- Penilaian ( abnormal, meragukan , tidak dapat dites,
normal )
c. Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan
dan perkembangan
1. Genetik
2. Faktor lingkungan

3. Stimulasi dasar/kebutuhan dasar untuk tumbang
yang diberikan ibu dan anak
- Usia 12-18 bulan
- Usia 18-24 bulan
- Usia 2-3 tahun
C. Keluarga dengan anak usia sekolah
a. Definisi
anak usia sekolah adalah suatu periode yang


dimulai saat anak masuk sekolah dasar sekitar usia 6
tahun sampai menunjukan tanda akhir masa kanak-
kanak yaitu usia 12 tahun.
b. Ciri ciri anak usia sekolah
- Usia yang menyulitkan karena anak tidak mau lagi
menuruti orangtua
- Usia tidak rapi karena anak cenderung tidak
memperdulikan dan ceroboh dalam penampilan
c. Masalah perawatan kesehatan keluarga
- Gangguan citra tubuh
- Gangguan tumbuh kembang
- Resiko terhadap tindak kekerasan