Anda di halaman 1dari 26

INTEGRAL GARIS

(Bidang Vektor, Integral Garis & Integral


Garis Bidang Vektor)

OLEH:
KELOMPOK IV

1. ELITA ERAWATI SILABAN (8186171010)


2. RIA PURNAMASARI (8186171012)
Bidang Vektor

Definisi
Bidang vektor pada ruang dua (atau tiga) dimensi adalah
fungsi F yang memberikan masing-masing titik (x, y) atau
(x, y, z) vektor dua (atau tiga dimensi) yang diberikan oleh
๐นิฆ ๐‘ฅ, ๐‘ฆ atau ๐นิฆ ๐‘ฅ, ๐‘ฆ, ๐‘ง .

Notasi standar untuk fungsi F adalah,


๐นิฆ ๐‘ฅ, ๐‘ฆ = ๐‘ƒ(๐‘ฅ, ๐‘ฆ) ๐‘–ิฆ + ๐‘„(๐‘ฅ, ๐‘ฆ) ๐‘—ิฆ
ิฆ ๐‘ฆ, ๐‘ง) = ๐‘ƒ(๐‘ฅ, ๐‘ฆ, ๐‘ง) ๐‘–ิฆ + ๐‘„(๐‘ฅ, ๐‘ฆ, ๐‘ง) ๐‘—ิฆ + ๐‘… (๐‘ฅ, ๐‘ฆ, ๐‘ง) ๐‘˜
๐น(๐‘ฅ,
tergantung pada apakah kita berada dalam dua atau tiga
dimensi. Fungsi P, Q, R (jika ada) kadang-kadang disebut
fungsi skalar.
Contoh 1
Buat sketsa dari bidang arah berikut.
ิฆ ๐‘ฆ) = โˆ’๐‘ฆ ๐‘–ิฆ + ๐‘ฅ ๐‘—ิฆ
๐น(๐‘ฅ,

Solusi:
๐‘ญ ๐’™, ๐’š = โˆ’๐’š ๐’Šิฆ + ๐’™ ๐’‹ิฆ
Untuk membuat grafik bidang vektor kita perlu mendapatkan
beberapa "nilai" dari fungsi. Ini berarti memasukkan beberapa
titik ke dalam fungsi.

๐Ÿ ๐Ÿ ๐Ÿ ๐Ÿ
๐‘ญ , = โˆ’ ๐’Š + ๐’‹ิฆ
ิฆ
๐Ÿ ๐Ÿ ๐Ÿ ๐Ÿ
๐Ÿ ๐Ÿ ๐Ÿ ๐Ÿ
๐‘ญ ,โˆ’ = โˆ’ โˆ’ ๐’Šิฆ + ๐’‹ิฆ =
๐Ÿ ๐Ÿ ๐Ÿ ๐Ÿ
๐Ÿ‘ ๐Ÿ ๐Ÿ ๐Ÿ‘
๐‘ญ , = โˆ’ ๐’Šิฆ + ๐’‹ิฆ
๐Ÿ ๐Ÿ’ ๐Ÿ’ ๐Ÿ
1 1
Pertama kita tahu bahwa pada titik , kita akan memplot
2 2
1 1
vektor-vektor โˆ’ ๐‘–ิฆ + ๐‘—ิฆ. Demikian juga, evaluasi ketiga memberi
2 2
3 1
tahu kita bahwa pada titik , , kita akan memplot vektor
2 4
1 3
โˆ’ ๐‘–ิฆ + + ๐‘—ิฆ .
4 2
Contoh 2
Temukan bidang vektor gradien dari fungsi-fungsi
berikut.
a. ๐‘“ ๐‘ฅ, ๐‘ฆ = ๐‘ฅ 2 sin(5๐‘ฆ)
b. ๐‘“ ๐‘ฅ, ๐‘ฆ, ๐‘ง = ๐‘ง๐‘’ โˆ’๐‘ฅ๐‘ฆ

Solusi:
a. ๐‘“ ๐‘ฅ, ๐‘ฆ = ๐‘ฅ 2 sin(5๐‘ฆ)
Perhatikan bahwa kami hanya memberikan definisi vektor
gradien untuk fungsi tiga dimensi, tetapi jangan lupa
bahwa ada juga definisi dua dimensi.Semua itu perlu kita
jatuhkan komponen ketiga vektor.
Berikut adalah bidang vektor gradien untuk fungsi ini.

๐›ป๐‘“ = 2๐‘ฅ sin 5๐‘ฆ , 5๐‘ฅ 2 cos(5๐‘ฆ)
b. ๐‘“ ๐‘ฅ, ๐‘ฆ, ๐‘ง = ๐‘ง๐‘’ โˆ’๐‘ฅ๐‘ฆ
Tidak banyak yang bisa dilakukan di sini selain
mengambil gradien.
๐›ป๐‘“ = โˆ’๐‘ฆ๐‘ง๐‘’ โˆ’๐‘ฅ๐‘ฆ , โˆ’๐‘ฅ๐‘ง๐‘’ โˆ’๐‘ฅ๐‘ฆ , ๐‘’ โˆ’๐‘ฅ๐‘ฆ
Mari kita lakukan contoh lain yang akan
menggambarkan hubungan antara bidang
vektor gradien fungsi dan konturnya.
Integral Garis I

Salah satu jenis generalisasi integral tentu


๐’ƒ
โ€ซ๐’‡ ๐’‚ืฌโ€ฌ ๐’™ ๐’…๐’™ diperoleh dengan menggantikan
himpunan [a,b] yang kita integralkan menjadi
himpunan berdimensi dua dan berdimensi
tiga. Generalisasi yang benar-benar berbeda
diperoleh dengan menggantikan [a,b] dengan
kurva C pada bidang xy. Integral yang
dihasilkanR โ€ซ ๐’”๐’… ๐’™ ๐’‡ ๐’„ืฌโ€ฌdisebut integral garis
atau integral kurva.
Misalkan C adalah sebuah kurva bidang mulus; dalam hal
ini, misalkan C dinyatakan secara parametris dengan
x = x(t), y = y(t), a โ‰ค t โ‰ค b di mana xโ€™ dan yโ€™ kontinu dan
tidak secara simultan nol pada [a,b]
Kita akan sering ingin menulis parameterisasi kurva
sebagai fungsi vektor. Dalam hal ini kurva diberikan
oleh,
๐‘Ÿิฆ ๐‘ก = โ„Ž ๐‘ก ๐‘– + ๐‘” ๐‘ก ๐‘— ๐‘Žโ‰ค๐‘กโ‰ค๐‘

Kurva disebut smooth jika ๐‘Ÿ(t)


ิฆ kontinu dan ๐‘Ÿ(t)
ิฆ โ‰  0 untuk
semua t. Integral garis ๐‘“(๐‘ฅ๐‘ฆ) sepanjang C dilambangkan
dengan

เถฑ ๐‘“ ๐‘ฅ, ๐‘ฆ ๐‘‘๐‘ 
๐ถ
Panjang busur dari kurva yang diberikan oleh persamaan parametrik,
kami menemukannya,
๐‘

๐ฟ = เถฑ ๐‘‘๐‘ 
๐‘Ž

๐‘‘๐‘ฅ 2 ๐‘‘๐‘ฆ 2
Dimana ๐‘‘๐‘  = + ๐‘‘๐‘ก
๐‘‘๐‘ก ๐‘‘๐‘ก
Bukan kebetulan bahwa kami menggunakan ds untuk kedua masalah
ini. ds adalah sama untuk kedua integral panjang busur dan notasi
untuk integral garis.
Jadi, untuk menghitung garis integral kita akan mengkonversi
semuanya ke persamaan parametrik. Integral garis kemudian,
2 2
๐‘‘๐‘ฅ ๐‘‘๐‘ฆ
๐ฟ = เถฑ ๐‘“ ๐‘ฅ, ๐‘ฆ ๐‘‘๐‘  = ๐‘“(โ„Ž ๐‘ก , ๐‘” ๐‘ก ) + ๐‘‘๐‘ก
๐‘‘๐‘ก ๐‘‘๐‘ก
๐ถ
Jangan lupa untuk plug persamaan parametrik
ke dalam fungsi juga. Jika kita menggunakan
bentuk vektor dari parameterisasi, kita dapat
menyederhanakan notasi dengan
๐‘‘๐‘ฅ 2 ๐‘‘๐‘ฆ 2
memperhatikannya, + = ๐‘Ÿ(๐‘ก)
ิฆ
๐‘‘๐‘ก ๐‘‘๐‘ก
dimana ๐‘Ÿ(๐‘ก)
ิฆ adalah besarnya atau normal
๐‘Ÿ(๐‘ก).
ิฆ Dengan menggunakan notasi ini integral
garis menjadi,
๐‘

เถฑ ๐‘“ ๐‘ฅ, ๐‘ฆ ๐‘‘๐‘  = เถฑ ๐‘“(โ„Ž ๐‘ก , ๐‘” ๐‘ก ) ๐‘Ÿ(๐‘ก)
ิฆ ๐‘‘๐‘ก
๐ถ ๐‘Ž
Contoh: Hitunglah โ€ซ ๐‘ฆ๐‘ฅ ๐ถืฌโ€ฌ4 di mana C adalah bagian
kanan dari lingkaran ๐‘ฅ 2 + ๐‘ฆ 2 = 16.
Solusi
Pertama-tama kita membutuhkan parameterisasi
lingkaran. Ini diberikan oleh,
๐‘ฅ = 4 cos ๐‘ก ๐‘ฆ = 4 sin ๐‘ก
Kita sekarang membutuhkan rentang t yang akan
memberikan setengah bagian kanan dari lingkaran.
Rentang t berikut akan melakukan ini.
๐œ‹ ๐œ‹
โˆ’ โ‰ค๐‘กโ‰ค
2 2
Sekarang, kita membutuhkan turunan dari
persamaan parametrik dan mari kita hitung ds.
๐‘‘๐‘ฅ ๐‘‘๐‘ฆ
= โˆ’4 sin ๐‘ก = 4 cos ๐‘ก
๐‘‘๐‘ก ๐‘‘๐‘ก
๐‘‘๐‘  = 16 ๐‘ ๐‘–๐‘›2 ๐‘ก + 16 ๐‘๐‘œ๐‘  2 ๐‘ก ๐‘‘๐‘ก = 4 ๐‘‘๐‘ก

๐œ‹
2
เถฑ ๐‘ฅ๐‘ฆ 4 ๐‘‘๐‘  = เถฑ 4 cos ๐‘ก (4 sin ๐‘ก) 4 4 ๐‘‘๐‘ก
๐œ‹
โˆ’
๐ถ 2
๐œ‹
= 4096 โ€ซ ืฌโ€ฌcos ๐‘ก ๐‘ ๐‘–๐‘›4 ๐‘ก ๐‘‘๐‘ก
2
๐œ‹
โˆ’2
๐œ‹
4096
=
5
๐‘ ๐‘–๐‘›5 ๐‘ก แ‰ฎ 2๐œ‹
โˆ’
2
Selanjutnya kita perlu berbicara tentang integral garis
atas kurva halus piecewise. Kurva halus piecewise
adalah setiap kurva yang dapat ditulis sebagai gabungan
dari sejumlah kurva halus, ๐ถ1 โ€ฆ ๐ถ๐‘› di mana titik akhir๐ถ๐‘–
adalah titik awal ๐ถ๐‘–+1

Di bawah ini adalah ilustrasi dari kurva halus piecewise.


Menghitung integral garis terhadap kurva halus
piecewise adalah hal yang relatif sederhana untuk
dilakukan.Yang kami lakukan adalah mengevaluasi garis
yang tidak terpisahkan dari masing-masing bagian dan
kemudian menambahkannya. Garis integral untuk
beberapa fungsi di atas kurva piecewise di atas adalah,

เถฑ ๐’‡ ๐’™, ๐’š ๐’…๐’” = เถฑ ๐’‡ ๐’™, ๐’š ๐’…๐’” + เถฑ ๐’‡ ๐’™, ๐’š ๐’…๐’” + เถฑ ๐’‡ ๐’™, ๐’š ๐’…๐’” + เถฑ ๐’‡ ๐’™, ๐’š ๐’…๐’”
๐‘ช ๐‘ช๐Ÿ ๐‘ช๐Ÿ ๐‘ช๐Ÿ‘ ๐‘ช๐Ÿ’
Contoh 2
Hitunglah โ€ซ ๐ถืฌโ€ฌ4๐‘ฅ 3 ๐‘‘๐‘  di mana C adalah kurva yang ditunjukkan di
bawah ini.

Solusi:
Jadi, pertama-tama kita perlu parameter masing-masing kurva.
๐‘ช๐Ÿ : ๐’™ = ๐’•, ๐’š = โˆ’๐Ÿ, โˆ’๐Ÿ โ‰ค ๐’• โ‰ค ๐ŸŽ
๐‘ช๐Ÿ : ๐’™ = ๐’•, ๐’š = ๐’•๐Ÿ‘ โˆ’ ๐Ÿ, โˆ’๐Ÿ โ‰ค ๐’• โ‰ค ๐ŸŽ
๐‘ช๐Ÿ‘ : ๐’™ = ๐’•, ๐’š = โˆ’๐Ÿ, โˆ’๐Ÿ โ‰ค ๐’• โ‰ค ๐ŸŽ
Sekarang mari kita lakukan garis integral pada masing-masing kurva ini.
0 0 0
เถฑ 4๐‘ฅ 3 ๐‘‘๐‘  = เถฑ 4๐‘ก 3 1 2 + 0 2 ๐‘‘๐‘ก = เถฑ 4๐‘ก 3 ๐‘‘๐‘ก = ๐‘ก 4 แ‰ฎ = โˆ’16
โˆ’2 โˆ’2 โˆ’2
๐ถ1
1
เถฑ 4๐‘ฅ 3 ๐‘‘๐‘  = เถฑ 4๐‘ก 3 1 2 + 3๐‘ก 2 2 ๐‘‘๐‘ก
0
๐ถ2
1
= โ€ซืฌโ€ฌ0 4๐‘ก 3 1 2 + 9๐‘ก 4 ๐‘‘๐‘ก
3
1 2
= 1+ 9๐‘ก 4 2 แ‰š10
9 3
3
2
= (102 โˆ’1)
27
= 2268
2
เถฑ 4๐‘ฅ 3 ๐‘‘๐‘  = เถฑ 4(1)3 0 2 + 1 2 ๐‘‘๐‘ก
0
๐ถ3
2
= เถฑ 4 ๐‘‘๐‘ก
0
=8
integral garis yang diminta untuk kita hitung adalah,

เถฑ 4๐‘ฅ 3 ๐‘‘๐‘  = เถฑ 4๐‘ฅ 3 ๐‘‘๐‘  + เถฑ 4๐‘ฅ 3 ๐‘‘๐‘  + เถฑ 4๐‘ฅ 3 ๐‘‘๐‘ 
๐ถ ๐ถ1 ๐ถ2 ๐ถ3
= โˆ’16 + 2268 + 8
= โˆ’5732

Perhatikan bahwa kita meletakkan panah arah pada


kurva pada contoh di atas. Arah gerakan sepanjang
kurva dapat mengubah nilai integral garis seperti yang
akan kita lihat di bagian selanjutnya. Perhatikan juga
bahwa kurva dapat dianggap sebagai kurva yang
membawa kita dari titik (โˆ’2, โˆ’1) ke titik (1,2). Pertama
mari kita lihat apa yang terjadi pada integral garis jika
kita mengubah jalur antara dua titik ini.
Integral Garis II
Pada bagian sebelumnya kita melihat integral garis
sehubungan dengan panjang busur.Pada bagian ini kita
ingin melihat integral garis sehubungan dengan x dan y.
Seperti pada bagian terakhir kita akan mulai dengan
kurva dua dimensi C dengan parameterisasi,
๐‘ฅ=๐‘ฅ ๐‘ก ๐‘ฆ=๐‘ฆ ๐‘ก ๐‘Žโ‰ค๐‘กโ‰ค๐‘

Integral garis f sehubungan dengan x adalah,


๐‘
โ€ซ๐‘ฅ ๐‘“ ๐ถืฌโ€ฌ, ๐‘ฆ ๐‘‘๐‘ฅ = โ€ซ๐‘“ ๐‘Žืฌโ€ฌ ๐‘ฅ ๐‘ก , ๐‘ฆ ๐‘ก ๐‘ฅ โ€ฒ ๐‘ก ๐‘‘๐‘ก
Integral garis f sehubungan dengan y adalah,
๐‘
โ€ซ๐‘ฅ ๐‘“ ๐ถืฌโ€ฌ, ๐‘ฆ ๐‘‘๐‘ฆ = โ€ซ๐‘“ ๐‘Žืฌโ€ฌ ๐‘ฅ ๐‘ก , ๐‘ฆ ๐‘ก ๐‘ฆ โ€ฒ ๐‘ก ๐‘‘๐‘ก
Perhatikan bahwa satu-satunya perbedaan notasi antara
keduanya dan integral garis sehubungan dengan panjang
busur (dari bagian sebelumnya) adalah diferensial. Ini
memiliki dx atau dy sedangkan integral garis sehubungan
dengan panjang busur memiliki ds. Jadi, ketika mengevaluasi
garis integral, berhati-hatilah untuk mencatat diferensial
mana yang Anda miliki sehingga Anda tidak bekerja dengan
jenis garis integral yang salah.

Kedua integral ini sering muncul bersama sehingga kami


memiliki notasi steno berikut untuk kasus-kasus ini.

เถฑ ๐‘ƒ ๐‘‘๐‘ฅ + ๐‘„ ๐‘‘๐‘ฆ = เถฑ ๐‘ƒ ๐‘ฅ, ๐‘ฆ ๐‘‘๐‘ฅ + เถฑ ๐‘„ ๐‘ฅ, ๐‘ฆ ๐‘‘๐‘ฆ
๐ถ ๐ถ ๐ถ
Contoh 1
Hitunglah โ€ซ ๐ถืฌโ€ฌsin ๐œ‹๐‘ฆ ๐‘‘๐‘ฆ + ๐‘ฆ๐‘ฅ 2 ๐‘‘๐‘ฅ dimana C adalah segmen garis
dari 0,2 ke (1, 4).

Solusi:
Berikut adalah parameterisasi kurva.

๐‘Ÿ ๐‘ก = 1 โˆ’ ๐‘ก 0,2 + ๐‘ก 1,4 = ๐‘ก, 2 + 2๐‘ก 0โ‰ค๐‘กโ‰ค1

Integral garis adalah,


โ€ซ ๐ถืฌโ€ฌsin ๐œ‹๐‘ฆ ๐‘‘๐‘ฆ + ๐‘ฆ๐‘ฅ 2 ๐‘‘๐‘ฅ
= โ€ซ ๐ถืฌโ€ฌsin ๐œ‹๐‘ฆ ๐‘‘๐‘ฆ + โ€ซ ๐‘ฅ๐‘ฆ ๐ถืฌโ€ฌ2 ๐‘‘๐‘ฅ
1 1 2
= โ€ซืฌโ€ฌ0 sin ๐œ‹ 2 + 2๐‘ก 2 ๐‘‘๐‘ก + โ€ซืฌโ€ฌ0 2 + 2๐‘ก ๐‘ก 1 ๐‘‘๐‘ก
1 2 2 1
= ๐‘๐‘œ๐‘  2๐œ‹ + 2๐œ‹๐‘ก แ‰š10 + ๐‘ก + ๐‘ก 4 แ‰š10
๐œ‹ 3 2
7
=
6
Contoh 2
Hitunglah โ€ซ ๐ถืฌโ€ฌsin ๐œ‹๐‘ฆ ๐‘‘๐‘ฆ + ๐‘ฆ๐‘ฅ 2 ๐‘‘๐‘ฅ dimana C adalah
segmen garis dari 1,4 ke (0,2).

Solusi
Jadi, cukup mengubah arah kurva. Berikut adalah
parameterisasi baru.
๐’“ ๐’• = ๐Ÿ โˆ’ ๐’• ๐Ÿ, ๐Ÿ’ + ๐’• ๐ŸŽ, ๐Ÿ
= ๐Ÿ โˆ’ ๐’•, ๐Ÿ’ โˆ’ ๐Ÿ๐’• ๐ŸŽโ‰ค๐’•โ‰ค๐Ÿ
โ€ซ ๐’š๐’… ๐’š๐… ๐’๐’Š๐’” ๐‘ชืฌโ€ฌ+ ๐’š๐’™๐Ÿ ๐’…๐’™
= โ€ซ ๐’š๐’… ๐’š๐… ๐’๐’Š๐’” ๐‘ชืฌโ€ฌ+ โ€ซ๐’™๐’… ๐Ÿ๐’™๐’š ๐‘ชืฌโ€ฌ
๐Ÿ ๐Ÿ ๐Ÿ
= โ€ซ ๐Ÿ’ ๐… ๐’๐’Š๐’” ๐ŸŽืฌโ€ฌโˆ’ ๐Ÿ๐’• โˆ’๐Ÿ ๐’…๐’• + โ€ซ ๐Ÿ’ ๐ŸŽืฌโ€ฌโˆ’ ๐Ÿ๐’• ๐Ÿ โˆ’ ๐’• โˆ’๐Ÿ ๐’…๐’•
๐Ÿ ๐Ÿ ๐Ÿ’ ๐Ÿ– ๐Ÿ‘
= ๐’„๐’๐’” ๐Ÿ’๐… โˆ’ ๐Ÿ๐…๐’• แ‰š๐Ÿ๐ŸŽ โˆ’ โˆ’ ๐’• + ๐’• โˆ’ ๐Ÿ“๐’•๐Ÿ + ๐Ÿ’๐’• แ‰š๐Ÿ๐ŸŽ
๐… ๐Ÿ ๐Ÿ‘
๐Ÿ•
= โˆ’
๐Ÿ”
Fakta
Jika C adalah kurva apa pun maka,
โ€ซืฌโ€ฌโˆ’๐ถ ๐‘“ ๐‘ฅ, ๐‘ฆ ๐‘‘๐‘ฅ = โˆ’ โ€ซ๐‘ฅ ๐‘“ ๐ถืฌโ€ฌ, ๐‘ฆ ๐‘‘๐‘ฅ dan
โ€ซืฌโ€ฌโˆ’๐ถ ๐‘“ ๐‘ฅ, ๐‘ฆ ๐‘‘๐‘ฆ = โˆ’ โ€ซ๐‘ฅ ๐‘“ ๐ถืฌโ€ฌ, ๐‘ฆ ๐‘‘๐‘ฆ
Dengan bentuk gabungan kedua integral ini kami dapatkan,
เถฑ ๐‘ƒ ๐‘‘๐‘ฅ + ๐‘„ ๐‘‘๐‘ฆ = โˆ’ เถฑ ๐‘ƒ ๐‘‘๐‘ฅ + ๐‘„ ๐‘‘๐‘ฆ
โˆ’๐ถ ๐ถ

Kita juga bisa melakukan integral ini melalui kurva tiga


dimensi juga. Dalam hal ini kita akan mengambil integral
ketiga (sehubungan dengan z) dan tiga integral akan
menjadi.
๐‘

เถฑ ๐‘“ ๐‘ฅ, ๐‘ฆ, ๐‘ง ๐‘‘๐‘ฅ = เถฑ ๐‘“ ๐‘ฅ ๐‘ก , ๐‘ฆ ๐‘ก , ๐‘ง ๐‘ก ๐‘ฅ โ€ฒ ๐‘ก ๐‘‘๐‘ก
๐ถ ๐‘Ž
Kita juga bisa melakukan integral ini melalui kurva tiga
dimensi juga. Dalam hal ini kita akan mengambil integral
ketiga (sehubungan dengan z) dan tiga integral akan menjadi.
๐‘

เถฑ ๐‘“ ๐‘ฅ, ๐‘ฆ, ๐‘ง ๐‘‘๐‘ฅ = เถฑ ๐‘“ ๐‘ฅ ๐‘ก , ๐‘ฆ ๐‘ก , ๐‘ง ๐‘ก ๐‘ฅ โ€ฒ ๐‘ก ๐‘‘๐‘ก
๐ถ ๐‘Ž
๐‘

เถฑ ๐‘“ ๐‘ฅ, ๐‘ฆ, ๐‘ง ๐‘‘๐‘ฆ = เถฑ ๐‘“ ๐‘ฅ ๐‘ก , ๐‘ฆ ๐‘ก , ๐‘ง ๐‘ก ๐‘ฆ โ€ฒ ๐‘ก ๐‘‘๐‘ก
๐ถ ๐‘Ž
๐‘

เถฑ ๐‘“ ๐‘ฅ, ๐‘ฆ, ๐‘ง ๐‘‘๐‘ง = เถฑ ๐‘“ ๐‘ฅ ๐‘ก , ๐‘ฆ ๐‘ก , ๐‘ง ๐‘ก ๐‘ง โ€ฒ ๐‘ก ๐‘‘๐‘ก
๐ถ ๐‘Ž
di mana kurva C adalah diparameteris dengan
๐‘ฅ=๐‘ฅ ๐‘ก ๐‘ฆ=๐‘ฆ ๐‘ก ๐‘ง=๐‘ง ๐‘ก ๐‘Žโ‰ค๐‘กโ‰ค๐‘
Seperti versi dua dimensi, ketiganya akan sering muncul
bersamaan sehingga singkatan yang akan kami gunakan
di sini adalah:

โ€ซ ๐‘ฅ๐‘‘ ๐‘ƒ ๐ถืฌโ€ฌ+ ๐‘„ ๐‘‘๐‘ฆ + ๐‘… ๐‘‘๐‘ง
= โ€ซ๐‘ฅ ๐‘ƒ ๐ถืฌโ€ฌ, ๐‘ฆ, ๐‘ง ๐‘‘๐‘ฅ + โ€ซ๐‘ฅ ๐‘„ ๐ถืฌโ€ฌ, ๐‘ฆ, ๐‘ง ๐‘‘๐‘ฆ + โ€ซ๐‘ฅ ๐‘… ๐ถืฌโ€ฌ, ๐‘ฆ, ๐‘ง ๐‘‘๐‘ง

Contoh 3

Hitung โ€ซ ๐‘ฅ๐‘‘ ๐‘ฆ ๐ถืฌโ€ฌ+ ๐‘ฅ ๐‘‘๐‘ฆ + ๐‘ง ๐‘‘๐‘ง dimana C diberikan oleh x


= cos t, y = sin t, z = t2
0 โ‰ค ๐‘ก โ‰ค 2๐œ‹
Solusi Jadi, kita sudah memiliki kurva parameterisasi
sehingga benar-benar tidak banyak yang harus dilakukan
selain mengevaluasi integral.
โ€ซ ๐‘ฅ๐‘‘ ๐‘ฆ ๐ถืฌโ€ฌ+ ๐‘ฅ ๐‘‘๐‘ฆ + ๐‘ง ๐‘‘๐‘ง
= โ€ซ ๐‘ฅ๐‘‘ ๐‘ฆ ๐ถืฌโ€ฌ+ โ€ซ ๐‘ฆ๐‘‘ ๐‘ฅ ๐ถืฌโ€ฌ+ โ€ซ๐‘ง๐‘‘ ๐‘ง ๐ถืฌโ€ฌ
2๐œ‹ 2๐œ‹
= โ€ซืฌโ€ฌ0 sin ๐‘ก โˆ’ sin ๐‘ก ๐‘‘๐‘ก + โ€ซืฌโ€ฌ0 cos ๐‘ก cos ๐‘ก ๐‘‘๐‘ก +
2๐œ‹ 2
โ€ซืฌโ€ฌ0 ๐‘ก 2๐‘ก ๐‘‘๐‘ก
2๐œ‹ 2๐œ‹ 2๐œ‹
= โˆ’ โ€ซืฌโ€ฌ0 sin ๐‘ก ๐‘‘๐‘ก + โ€ซืฌโ€ฌ0 cos ๐‘ก ๐‘‘๐‘ก + โ€ซืฌโ€ฌ0 2๐‘ก 3 ๐‘‘๐‘ก
2 2
1 2๐œ‹ 2๐œ‹
= โˆ’ โ€ซืฌโ€ฌ0 1 โˆ’ ๐‘๐‘œ๐‘  2๐‘ก ๐‘‘๐‘ก + โ€ซืฌโ€ฌ0 1 + ๐‘๐‘œ๐‘  2๐‘ก ๐‘‘๐‘ก +
2
2๐œ‹
โ€ซืฌโ€ฌ0 2๐‘ก 3 ๐‘‘๐‘ก
1 1 1 1 1 4 2๐œ‹
= โˆ’ ๐‘ก โˆ’ ๐‘ ๐‘–๐‘› 2๐‘ก + ๐‘ก + ๐‘ ๐‘–๐‘› 2๐‘ก + ๐‘ก แ‰š 0
2 2 2 2 2
= 8๐œ‹ 4
TERIMA KASIH
ATAS PERHATIANNYA
๏Š

Anda mungkin juga menyukai