Anda di halaman 1dari 33

ATRIAL FIBRILASI

Oleh:
Ahmad Muttaqim
130611038

Pembimbing
dr. Hj. Sri Murdiati, Sp.JP(K)-FIHA

28/05/20FAKULTAS KEDOKTERAN
BAGIAN/ SMF KARDIOLOGI DAN KEDOKTERAN VASKULAR 1
19
UNIVERSITAS SYIAH KUALA RSUD Dr. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH
PENDAHULUAN
28/05/20
2
19
Fibrilasi atrium (atrial fibrillation) adalah aritmia
supraventrikuler dengan karakteristik aktivasi atrium
yang tidak terkoordinasi, suatu aritmia yang ditandai
oleh gangguan koordinasi dari depolarisasi atrium.

AF adalah gangguan irama yang paling sering


ditemukan. Sering terjadi pada pria dibandingkan
wanita.

28/05/20
3
19
Di Amerika Serikat diperkirakan 2,3 juta penduduk
mengalami AF dengan >10% berusia diatas 50 tahun
dan diperkirakan akan terus bertambah menjadi 4,78
juta pada tahun 2035

RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita →


7,1% (2010); 9,0% (2011); 9,3% (2012) dan 9,8%
(2013)

28/05/20
4
19
LAPORAN KASUS
28/05/20
5
19
Identitas Pasien
Identitas Pasien
Nama : MR.RZ
Umur : 47 tahun
Jenis Kelamin : Laki-Laki
No. CM : 1-19-61-73
Alamat : Aceh Jaya
Agama : Islam
Suku : Aceh
Status perkawinan : Menikah
Tgl. Masuk RS : 22 April 2019

28/05/20
6
19
Anamnesis
AutoAnamnesis

Keluhan Utama
Sesak nafas

Keluhan tambahan
Sesak nafas, jantung berdebar-
debarpusing, nyeri dada dan mudah lelah.
Alloanamnesis 04 Januari 2018

28/05/20
7
19
Riwayat Penyakit Sekarang

Pasien masuk ke poli jantung RSUZA. dengan keluhan


sesak nafas dan jantung berdebar-debar sejak seminggu
sebelum masuk rumah sakit. Pasien mengatakan sesak
saat ber aktivitas, dan semakin memberat sejak 3 bulan
terkahir ini. Sesak dapat berkurang dengan istirahat dan
posisi berbaring harus menggunakan minimal 2 bantal.
Pasien sering terbangun tengah malam saat tidur.
Sebelumnya pasien sudah pernah di rawat di RS Aceh jaya
dengan keluhan yang sama selama 18 hari.

28/05/20
8
19
Lanjutan...
Pasien juga mengeluhkan cepat lelah saat ber
aktivitas, hal ini dirasakan pasien saat melakukan
kegiatan di rumah serta membaik dengan istirahat. Pasien
juga terkadang sering mengeluhkan nyeri dada kiri yang
dapat di lokalisir dan tidak menjalar ke punggung ataupun
lengan kiri, nyeri dirasakan seperti di timpa benda berat.
Pasien sangat sering mengeluhkan jantung berdebar-debar
yang dapat timbul kapan saja dan tanpa ada faktor
pencetus yang jelas. Serta saat berdebar-debar terasa
seperti mulai pitam dan hendak pingsan ataupun seperti
keseimbangan terganggu, berkeringat banyak serta suhu
badan terasa dingin dan sulit untuk bergerak atau
badannya terasa kaku. Pasien sering mengeluhkan pusing,
tetapi mual dan muntah di sangkal.
28/05/20
9
19
Riwayat Penyakit Dahulu

Hipertensi : Tidak Ada


Diabetes Mellitus : Tidak Ada
Stroke : Tidak Ada

Riwayat Penyakit Keluarga

Hipertensi : Tidak Ada


Diabetes Mellitus : Tidak Ada
Stroke : Tidak Ada

28/05/20
10
19
Riwayat Pemakaian Obat
Ator vastatin 1x20mg
Ramipril 1x2,5mg
Digoxin 1x0,25
Notisil 1x2mg
Spironolakton 1x25mg
Allopurinol 1x100mg

Riwayat Sosial Ekonomi

Pasien bekerja sebagai petani dengan aktivitas biasa, pasien


sudah merokok sejak remaja sampai sekarang dan minum minuman
ber alkohol disangkal serta makan seperti biasa pada masyarakat
umunya.

28/05/20
11
19
Pemeriksaan Fisik
Status Generalis
 Keadaan Umum : Baik
 Kesadaran : Compos Mentis
 Tekanan darah : 120/80 mmHg
 Frekuensi nadi : 62 x/i irreguler
 Frekuensi nafas : 28 x/i
 Suhu : 36,8 ºC

28/05/20
12
19
Status Lokalis
MATA
KEPALA : Konjungtiva palp. Inf. Pucat
normocephali , warna (-/-), sklera ikterik (-/-), pupil
rambut hitam isokor, RCL/RCTL (+/+)
TELINGA : Normotia
Serumen (-/-) THORAKS : I : simetris
Sekret -/-), HIDUNG: (+/+), retraksi dinding
Sekret (-/-) dada (-), P: Stem Fremitus
normal. P: (sonor/ sonor).
LEHER: Pembesaran A: vesikuler (+/+) , ronkhi (-
KGB (-), TVJ (N). /-), wheezing(-/-).
Pembesaran Tiroid (-)

ABDOMEN : soepel, Nyeri


tekan (-), shifting dullness JANTUNG : I : ictus cordis tdk
(-) peristaltik (+), distensi terlihat, P : Ictus cordis teraba di ICS
(-). V-VI midclavicula sinistra, Thrill (-),
P: batas jantung tidak melebar,
A : S1>S2, Murmur holosistolik di
EXTREMITAS INFERIOR 28/05/20tricuspid dengan penjalaran ke
13
Ikterik (-/-), Edema (-/-), 19
mitral grade 5/6
sianosis (-/-)
Pemeriksaan Penunjang
Hasil laboratorium ( 4 April 2019 )
Jenis pemeriksaan hasil Nilai rujukan Satuan

Darah rutin

Hemoglobin 14,2 12,0-15,0 g/dl

Hematokrit 43 37-47 %

Eritrosit 4,8 4,2-5,4 Juta/mm3

Trombosit 158 150-450 Ribu/mm3

Leukosit 6,5 4,5-10,5 Ribu/mm3

MCV 89 80-100 Fl

MCH 30 27-31 Pg

MCHC 34 32-36 %

RDW 13,6 11,5-14,5


28/05/20 %
14
19

MPV 10,3 7,2-11,1 Fl


Hitung jenis :

Eosinofil 3 0-6 %

Basofil 0 0-2 %

Netrofil batang 0 2-6 %

Netrofil segmen 64 50-70 %

Limfosit 26 20-40 %

Monosit 7 2-8 %

Kimia Klinik

Diabetes

Glukosa darah puasa 114 60-110 Mg/dl

Ginjal-Hipertensi

Ureum 38 13-43 Mg/dl

Kreatinin 1,02 0,67-1,17 Mg/dl

Elektrolit-serum

Natrium (Na) 140 132-146 Mmol/L

Kalium (K) 4,5 3,7-5,4 Mmol/L

Klorida (Cl) 112 98-106 Mmol/L

Hepatitis
28/05/20
15
19
Hbsag Negatif Negatif Mg/dl
EKG
Tanggal 22 April 2018

Intepretasi EKG :
Irama : Atrial Fibrilasi
Axis : normo axis
QRS rate : 45 x permenit
Gel p : Tidak dpt dinilai Kesan:
PR Int : Tidak dpt dinilai
Kompl QRS : 0,12 s Atrial fibrilasi SVR dengan ventricular
Q patologis : V1-V2
abberant 28/05/20
complex, iskemik inferior dan
ST Segment : isoelektrik
T Wave : T inversi : II-III-AVF VI-V3 anteroseptal. 19 16
ECHOCARDIOGRAPHY

Hasil echocardiogram

Dilatasi ruang jantung, Global LV fungsi baik. EF 57% Global Normokinetik, MS

severe, MR severe, Score 8, TR mild, Ar Mood Severe, PR trivial, PH severe, SEC


28/05/20
17
19

(+) di LV, RV fungsi baik.


Resume
Seorang laki-laki usia 47 tahun datang ke Poli RSUZA dengan keluhan jantung
berdebar-debar dan sesak nafas sejak seminggu sebelum masuk rumah sakit dan
memberat sejak 3 bulan terakhir. Pasien juga mengeluhkan cepat lelah saat ber
aktivitas serta ada nyeri dada. Pasien rutin berobat jalan setiap bulannya di
rumah sakit kabupaten dan RSUZA. Pada pemeriksaan fisik auskultasi jantung
S1>S2, Murmur holosistolik di tricuspid dengan penjalaran ke mitral grade
5/6. Pada pemeriksaan laboratorium tidak ditemukan adanya kelainan. Pada
hasil EKG menunjukkan, Atrial fibrilasi SVR dengan ventricular abberant
complex, iskemik inferior dan anteroseptal.

28/05/20
18
19
Diagnosa
 CHF Fc NYHA II ec RHD
 AR Severe + Sec LA
 MR Severe

 EKG = Atrial fibrilasi SVR dengan ventricular abberant


complex, iskemik inferior dan anteroseptal.

28/05/20
19
19
Tata Laksana
 Non Farmakologis
 Bed rest
 Posisi semi fowler

28/05/20
20
19
• Farmakologis

• Atorvastatin 1x20mg

• Ramipril 1x2,5mg

• Spironolactone 1x25mg

• Digoxin 1x0,25mg

• Notisil 1x2mg

• Allopurinol 1x100mg

28/05/20
21
19
Prognosa
 Quo Ad vitam : Dubia ad bonam
 Quo Ad fungsionam : Dubia ad bonam
 Quo Ad sanctionam : Dubia ad bonam

28/05/20
22
19
Follow Up
Tanggal S O A P

22/4/ - Cepat Kesadaran: CM 1. CHF Fc Th/ Bedrest


2019 lelah bila TD: 120/60 NYHA II Tre way
H+1 berjalan > mmHg ec RHD Diet jantung
20 m RR: 25 x/i 2. MR Atorvastatin
- Jantung HR: 62 x/i Severe 1x20mg
berdebar- T: 36,7oC Ramipril 1x2,5mg
debar Spironolactone
- sesak Cor = S1>S2, 1x25mg
napas mumur Digoxin 1x0,25mg
holosistolik di Notisil 1x2mg
tricuspid Allopurinol 1x100mg
dengan P/ Coroangiografi
penjalaran ke hari selanjutnya
mitral grade
5/6.

28/05/20
23
19
23/4/2019 -sesak napas TD: 120/60 mmHg 1. CHF Fc NYHA Th/ Bedrest
H+2 berkurang HR: 60 x/i II ec RHD Diet Jantung
- nyeri dada (-) RR: 22 x/i 2. AR Severe + Tre way
- kondisi stabil T : 36,5 oC SEC LA Atorvastatin 1x20mg
3. MR Severe Ramipril 1x2,5mg
Cor = S1>S2, mumur Spironolactone 1x25mg
holosistolik di Ekg : Atrial fibrilasi Digoxin 1x0,25mg
tricuspid dengan svr dengan Notisil 1x2mg
penjalaran ke mitral. kompleks Allopurinol 1x100mg
ventrikuler P/ Coroangiografi
abberant + iskemik
inferior dan
anteroseptal

24/4/2019 - Kondisi stabil TD: 100/80 mmHg 1. CHF Fc NYHA II- Th/ Bedrest
H+3 - nyeri post HR: 65 x/i III ec RHD Diet jantung
angiografi RR: 20 x/i 2.AR Severe + SEC Atorvastatin 1x20mg
T : 36,5 oC LA Ramipril 1x2,5mg
Cor = S1>S2, mumur 3.MR Severe Spironolactone 1x25mg
holosistolik di tricuspid Digoxin 1x0,25mg
dengan penjalaran ke Ekg : Atrial fibrilasi Notisil 1x2mg
mitral. svr dengan Allopurinol 1x100mg
kompleks P/ PBJ
Coroangiografi = ventrikuler
Normal koroner abberant + iskemik
inferior dan
28/05/20
24
19
anteroseptal
PEMBAHASAN
28/05/20
25
19
Seorang laki-laki usia 47 tahun datang ke Poli RSUZA dengan keluhan
jantung berdebar-debar dan sesak nafas sejak seminggu sebelum masuk
rumah sakit dan memberat sejak 3 bulan terakhir. Pasien juga mengeluhkan
cepat lelah saat ber aktivitas serta ada nyeri dada. Pasien rutin berobat
jalan setiap bulannya di rumah sakit kabupaten. Pada pemeriksaan fisik
auskultasi jantung S1>S2, Murmur holosistolik di tricuspid dengan penjalaran
ke mitral grade 5/6.
Pada pemeriksaan laboratorium tidak ditemukan adanya kelainan. Pada
hasil EKG menunjukkan, Atrial fibrilasi SVR dengan ventricular abberant
complex, iskemik inferior dan anteroseptal.

28/05/20
26
19
 Atrial fibrilasi (AF) adalah suatu aritmia yang ditandai oleh disorganisasi dari
depolarisasi atrium sehingga berakibat pada gangguan fungsi mekanik
atrium.2Atrial fibrilasi mempunyai karakteristik sebagai berikut:3
 Interval RR tidak teratur, yaitu tidak ada pola repetitif pada elektrokardiografi (EKG)
 Tidak ada gambaran gelombang P yang jelas pada EKG
 Siklus atrial (jika terlihat) yaitu interval di antara dua aktivasi atrial sangat
bervariasi >300 kali per menit
 Terdapat dua mekanisme yang memicu dan mempertahankan kejadian AF yaitu
adanya otomatisasi satu atau lebih focus depolarisasi dan adanya re-entry yang
menjadi suatu sirkuit agar AF dapat terus berlangsung. Hal ini menyebabkan
remodeling atrium yang ditandai dengan fibrosis yakni suatu penumpukan
kolagen yang abnormal dan berlebihan, infiltrasi lemak pada nodus sinoatrial,
perubahan molecular pada kanal ion dan perubahan pola depolarisasi dan
penggunaan energy sel serta apoptosis.5

28/05/20
27
19
 Secara klinis, terdapat 5 tipe AF yang dapat dibedakan berdasarkan
presentasi dan durasi aritmia.

1. First diagnosed AF
2. Paroxysmal AF
3. Persistent AF
4. Long standing persistent AF
5. Permanent AF

28/05/20
28
19
 Berdasarkan laju respon ventrikel, AF dibagi menjadi :
 AF respon cepat (rapid response) dimana laju ventrikel >100 kali/menit
 AF respon lambat (slow response) dimana laju ventrikel ±60 kali/menit
 AF respon normal (normo response) dimana laju ventrikel antara 60-100 kali
permenit.

28/05/20
29
19
 Tata laksana AF bertujuan untuk mengurangi gejala dan mencegah
komplikasi.
 Pencegahan komplikasi AF diupayakan melalui terapi antitrombotik,
mengontrol laju ventrikel (rate control) dan terapi adekuat terhadap
penyakit jantung penyerta.
 Terapi tersebut juga akan menghilangkan symptom, tetapi untuk
menghilangkan symptom sepenuhnya diperlukan terapi kontrol irama
(rhythm control) melalui kardioversi, terapi antiaritmia atau bahkan ablasi.

28/05/20
30
19
KESIMPULAN
28/05/20
31
19
 Seorang laki-laki usia 47 tahun datang ke Poli RSUZA dengan keluhan
jantung berdebar-debar dan sesak nafas sejak seminggu sebelum masuk
rumah sakit dan memberat sejak 3 bulan terakhir. Pasien juga
mengeluhkan cepat lelah saat ber aktivitas serta ada nyeri dada. Pasien
rutin berobat jalan setiap bulannya di rumah sakit kabupaten. Pada
pemeriksaan fisik auskultasi jantung S1>S2, Murmur holosistolik di
tricuspid dengan penjalaran ke mitral grade 5/6. Pada pemeriksaan
laboratorium tidak ditemukan adanya kelainan. Pada hasil EKG
menunjukkan, Atrial fibrilasi SVR dengan ventricular abberant complex,
iskemik inferior dan anteroseptal.
 Terapi yang diberikan pada pasien ini adalah Atorvastatin 1x20mg,
Ramipril 1x2,5mg, Spironolactone 1x25mg, Digoxin 1x0,25mg, Notisil
1x2mg, Allopurinol 1x100mg. dan dilakukan tindakan coroangiografi
dengan hasil normal coroner. 28/05/20
19
TERIMA KASIH