Anda di halaman 1dari 15

ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN

DENGAN APPENDICITIS

By KELOMPOK III
Pengertian
Peradangan pada appendiks
vermifornis dan merupakan
penyebab abdomen akut yang
paling sering (Arief Mansjoer
2000).
Epidemiologi
 Dapat menyerang semua kelompok termasuk
lanjut usia. Pada anak-anak dan dewasa
muda terinfeksi sistemik seperti infeksi
pernapasan dapat menyebabkan hyperplasia
jaringan limfoid pada appendiks dimana
respon hiperplastik dapat melibatkan lumen
appendiks dan mulai terjadi appendicitis.
Rata-rata insiden yaitu 1-2 per 1000 dengan
dewasa muda antara 20-30 tahun.
Doughty, D. B. et al. (1993).

• Obstruksi pada colon oleh fecalit (faeses yang keras)


• Pemberian barium
• Berbagai macam penyakit cacing
• Tumor
• Striktur karena fibrosis pada dinding usus
Patofisiologi

Apendisitis disebabkan oleh penyumbatan lumen


Apeendiks oleh hyperplasia , folikel limfoid, fekalit,
benda asing, striptur karena fibrosis akibat
peradangan sebelumnya atau neoplasma

Obtruksi tersebut menyebabkan mucus yang diproduksi mukosa mengalami


bendungan. Makin lama mukus tersebut makin banyak, namun elastisitas dinding
apendik mempunyai keterbatasan sehingga menyebabkan peningkatan tekanan
intralumen. Tekanan yang meningkat tersebut akan menghambat aliran limfe
yang mengakibatkan edema, diapidisis bakteri, dan ulserasi mukosa. Pada saat
inilah akan terjadi apendik akut fokal yang ditandai oleh nyeri epdestrium. Bila
sekresi mukus terus berlanjut, tekanan akan terus meningkat, hal tersebut akan
menyebabkan obstruksi vena, edem bertambah, dan bakteri akan menembus
dinding. Peradangan yang timbul meluas dan mengenai peritoneum setempat
sehingga menimbulkan nyeri di daerah kanan bawah. Bila kemudian aliran arteri
terganggu akan terjadi invak dinding appendik yang diikuti dengan ganggren (Arif
Mansjoer, 2000).
Pathway
Hyperplasia Striktur Tumor Fecalith Peradangan Cacing
Folikel (feses keras)
Limfoid

Mual, muntah Obstruksi intralumen

Kurang Volume Tekanan intra lumen meningkat Aliran darah terganggu


Cairan
Bendungan sekresi mucus meningkat Iskemia

Distensi jar. usus


Aliran limfe tersumbat Respons Aktivitas
inflamasi bakteri

Nyeri Odema appendiks


Peningkatan Nekrosis
Suhu tubuh
Perubahan status kesehatan Appendik
Hipertermia Perforasi

Cemas
KLASIFIKASI
 APPENDIK ADA 2 BAGIAN :
1. APPENDIK ACUT TERDIRI DARI :
- APP . ACUT FOCALIK
- APP . ACUT PURULENTA DIFUSA
- APP . ACUT TRAUMATIK
2. APPENDIK KRONIK TERDIRI DARI
- APP. KRONIK FOCALIS
- APP. KRONIK OBLITERATIVE
GEJALA KLINIS
 NYERI TEKAN PADA PERUT
KANAN BAWAH / TITIK MC
BURNEY
 MUAL KADANG MUNTAH
 DEMAM RINGAN DENGAN
LEUCOSITOSIS
 ANOREKSIA
 DISTENSI JIKA APPENDIK
MENGALAMI INFLASI AKUT
 TANDA ROVSING POSITF
PEMERIKSAAN FISIK
 POSISI KLIEN BERBARING
1.INSPEKSI
A.KLIEN TAMPAK KESAKITAN,EKSPRESI TIDAK CERIA
B.PERGERAKAN HATI-HATI PADA FASE ACUT
C.BILA BERBARING KAKI KANAN SEDIKIT DITEKUK
D.KLIE MERASA SAKIT BILA MENEKUK KAKI KANAN
2.PALPASI
A.SUHU BADAN HANGAT 37-38 C
B.NYERI TEKAN PADA PERUT KANAN BAWAH
3.PERKUSI
BILA DIKETUK PADA KWADRAN KANAN BAWAH KLIEN AKAN
MENJERIT / MERINGIS KARENA SAKIT YANG HEBAT
Pemeriksaan diagnostik
 Hitung sel darah putih :
meningkat 10000-16000
mm3 dengan pergeseran ke
kiri (75% neutrofil).

 X-ray perut : menunjukkan fecalith pada kuadran


kanan bawah atau daerah ileus untuk membedakan
apendisitis dengan ulser perforasi (udara bebas
dibawah diafragma indikasi perforasi).
 Urinalisis : tidak ada atau sedikit leukositosis dan
SDM, digunakan untuk membedakan apendisitis
dengan penyakit saluran kemih.
Manajemen Umum
 Status puasa, cairan dan
elektrolit per IV, persiapkan
untuk pembedahan
(informed consent,
pendidikan preoperasi).

 Pembedahan : appendictomy
 Terapi obat : antibiotic seperti Metronidasole atau
cefamandole biasanya dosis tunggal sebelum
pembedahan, dilanjutkan setelah pembedahan bila
perforasi dengan kontaminasi peritoneal ; analgesic
diberikan setelah pembedahan.
Manajemen Keperawatan
Pengkajian
Data subyektif Data obyektif
Sebelum operasi Sebelum operasi
Nyeri daerah pusar menjalar ke Nyeri tekan di titik Mc. Berney
daerah perut kanan bawah Spasme otot
mual, muntah, kembung Takhikardi, takipnea
Tidak nafsu makan, demam Pucat, gelisah
Tungkai kanan tidak dapat Bising usus berkurang atau tidak ada
diluruskan Demam 38 - 38,5  C
Diare atau konstipasi Sesudah operasi
Sesudah operasi Terdapat luka operasi di kuadran kanan
Nyeri daerah operasi bawah abdomen
Lemas Terpasang infus
Haus Terdapat drain/pipa lambung
Mual, kembung Bising usus berkurang
Pusing Selaput mukosa mulut kering
Diagnosa Keperawatan
Sebelum operasi

 Nyeri abdomen b.d distensi jaringan usus.

 Hiperthermi b. d respon inflamasi

 Kekurangan volume cairan b.d mual, muntah.

 Kecemasan berhubungan dengan perubahan


status kesehatan.
EVALUASI
1. Nyeri pasien berkurang

2. Suhu tubuh dalam batas normal

3. Mempertahankan keseimbangan cairan

4. Mengatakan tidak cemas lagi.


PENDIDIKAN PASIEN
 Berikan pasien dan orang terdekat informasi
verbal dan tertulis mengenai hal berikut :

• Obat - obatan termasuk nama obat, tujuan, dosis,


jadwal, kewaspadaan, interaksi obat – obatan dan
makanan/obat dan potensial efek samping.

• Indikator - indikator infeksi : demam, menggigil, nyeri


insisi, kemerahan, bengkak dan keluar drainase
purulent.