Anda di halaman 1dari 17

Keracunan akibat merkuri

PIPIH SHOLIHAH
RIRIN NUR ISNAINI
SINTA PURNAMA SARI
SULYANTI
SUSILONINGSIH
Definisi Merkuri

 Merkuri atau disebut juga air raksa atau hydrargyrum adalah elemen kimia dengan
symbol Hg ,berwujud logam cair berwarna perak, toksik, dan uapnya dapat
ditransportasikan dengan jauh di atmosfer.
 Keberadaannya di lingkungan juga bisa berasal dari erupsi gunung berapi dan ikutan hasil
tambang
 Efek toksisitas merkuri dalam tubuh tergantung pada bentuk merkuri,jalan masuk ke
dalam tubuh,dan lamanya pajanan.Merkuri masuk ke dalam tubuh dengan cara
tercerna,inhalasi,dan absorbsi melalui kulit.
Siklus Merkuri di Lingkingan

Siklus merkuri di lingkungan berasal dari


kegiatan manusia dan sumber-sumber
alam yang bersirkulasi di atmosfer selama
6 - 18 bulan, lalu turun ke tanah atau
badan air, berubah menjadi bentuk lain
yang mudah larut, kemudian mengendap
dalam sedimen.
Dengan bantuan bakteri merkuri
elemental berubah menjadi metil merkuri
yang dapat memasuki rantai makanan.
Mekanisme merkuri dalam tubuh
Metil
Metil merkuri
merkuri(lewat
keluar bersama
SDM) terikat
ASI (conc 5%)
pada plasma

Menembus Peningkatan metil


membran merkuri dalam
(distribusi meluas) pembentukan
Melintasi plasenta rambut

Merkuri anorganik
Dosis terakumulasi
tersimpan paling
dalam SSP (
banyak di hati
bentuk organik)
dan ginjal
Pemanfaatan Merkuri

 Di bidang pertambangan, khususnya Pertambangan Emas Skala Kecil (PESK), jenis


merkuri elemental dipergunakan untuk pemurnian emas melalui proses amalgamasi.
 Di sektor industri manufaktur, merkuri dipergunakan untuk produksi klor-alkali sebagai
katoda, vinil klorida monomer sebagai katalis, peralatan listrik dan elektronik aktif seperti
lampu, baterai, alat kesehatan seperti termometer dan tensimeter, peralatan mekanik
seperti barometer dan termostat,
 Di bidang kesehatan gigi, merkuri digunakan sebagai amalgam penutup lubang gigi.
 Selain sebagai pengawet, merkuri dipergunakan dalam produk vaksin, kertas, pewarna,
deterjen, sabun, dan kosmestik.
 Sebagai pereaksi, merkuri juga dipergunakan di laboratorium kimia, baik untuk keperluan
penelitian maupun uji analisis.
Contoh Kasus Keracunan Merkuri

Pada tahun 1932, Chisso Chemical Corporation membuka pabrik pupuk di


Minamata (terletak di pulau Khyusu, Jepang Selatan).
Kasus ini terungkap setelah 600 ton merkuri, yang digunakan sebagai katalis
dalam prosesnya, dibuang secara bertahap sekitar 45 tahun.
• Sinyal pertama kasus ini datang pada tahun 1950, yaitu sejumlah ikan mati
tanpa diketahui sebabnya.
• Tahun 1952 timbul penyakit aneh pada kucing yang kadangkala berakhir
dengan kematian.
• Antara tahun 1953-1956 gejala yang dikenal sebagai “kucing menari”
ditemui pula pada manusia.
• Pada tahun 1976 sekitar 120 penduduk Minamata meninggal karena
Minamata Diseases disebabkan oleh keracunan merkuri dan 800 orang menderita sakit. Akhirnya pembuangan
konsumsi makanan laut yang merkuri dihentikan dengan ditutupnya pabrik tersebut, dan pemerintah
terkontaminasi dengan senyawa
menyatakan bahwa Chisso adalah penanggung jawab penyakit yang
methylmercury yang berasal dari
Minamata Plant Chisso Corporation. berjangkit di Minamata.
Contoh Kasus Keracunan Merkuri

 Di Indonesia, kasus pencemaran merkuri yang cukup serius juga pernah terekspos di
Teluk Buyat, Sulawesi Utara pada 2004.
 Perusahaan tambang emas PT Newmont Minahasa Raya yang beroperasi di area Teluk
Buyat diduga telah membuang limbah tailing-nya ke ke dasar Teluk Minahasa.
 Ditemukan sejumlah ikan memiliki benjolan semacam tumor dan mengandung cairan
kental berwarna hitam dan lendir berwarna kuning keemasan. Fenomena yang sama juga
ditemukan pada sejumlah penduduk Buyat, di mana mereka memiliki benjol-benjol di
leher, payudara, betis, pergelangan, pantat dan kepala.
 Hasil penelitian WALHI (2004) menemukan bahwa sejumlah konsentrasi logam berat
(arsen, merkuri, antimon, mangan) dan senyawa sianida pada sedimen di Teluk Buyat
sudah tinggi.
Jenis sampel dan analisis merkuri

 Untuk mengetahui adanya pajanan merkuri (Hg) didalam tubuh dapatdiketahui


melalui pengukuran kadar polutan dalam jaringan tubuh, seperti rambut, darah ,
urin, kuku dan ASI (Air Susu Ibu).
Cara pengambilan dan analisis sampel

Darah
Persiapan sampel darah
Sampel darah sebanyak 10 ml diambil dari
vena lengan dengan mengggunakan Analisis sampel
tabung vacum tutup ungu yang telah Spesimen darah di destruksi basah dengan cara ambil
mengandung antikoagulan EDTA, sampel specimen darah 5 ml kemudian tambah kan 5 ml asam
darah tersebut di centrifuge untuk nitrat. Panaskan dihotplate pada suhu 90 - 1200C
memisahkan sel darah dengan plasma sampai uap kuningnya hilang, kira - kira selama 3 jam.
selama 10 menit dengan kecepatan 3600 kemudian tambahkan peroksida 3 ml, panaskan lagi
rpm, disimpan dalam suhu 40ºC dan bisa selama 15 menit sampai didapatkan larutan kuning
bertahan dalam waktu sampai 3 minggu jernih. Inginkan, saring dan paskan volumenya 10 ml.
dan bila menginginkan penyimpanan lebih kemudian, diukur absorbansinya pada ICP dengan
lama, diperlukan frezer dengan suhu 18ºC panjang gelombang 253,7 nm. Data diolah dengan
sampai 20ºC menggunakan uji-t.
Cara pengambilan dan analisis sampel
Urin

Analisis sampel
Sampel urin yang telah ditampung dari penambang ditambahkan
Persiapan sampel HNO3 (p) sebanyak 2 tetes setelah itu sampel urin diproses
Tampung urin dalam dengan destruksi basah. Sampel urin dalam pot urin diambil
wadah yang bersih. Jika dengan pipet ukur sebanyak 20 ml dan dimasukkan ke dalam
sampel urin tidak langsung labu takar. Kemudian sampel tersebut ditambahkan larutan
diperiksa maka bisa NHO3(p) sebanyak 8 ml dan didiaman selama 48 jam. Sampel
disaring dengan menggunakan kertas saring whatmann 42.
ditambahkan pengawet
Kemudian setelah selesai destruksi basah kemudian diperiksa
urin (Toluena, formalin, kadar merkuri (Hg) dalam urin.
Dll) lalu disimpan di
dalam lemari es.
Cara pengambilan dan analisis sampel

Rambut Analisis sampel


Sampel yang telah disiapkan ditimbang 1 g dan dimasukkan ke
dalam Erlenmeyer 100 mL. Pada Erlenmeyer ditambahkan 5 mL
Persiapan sampel H2SO4 dan 5 mL HNO3 : HClO4 (1:1). Erlenmeyer dipanaskan
Persiapan sampel dilakukan di atas hotplate hingga jernih dan keluar asap putih. Hasil yang
dengan menimbang masing- diperoleh disaring dan larutan hasil penyaringan ditepatkan
masing sampel rambut sebanyak dengan akuades pada labu takar 50 mL hingga batas tanda tera.
1 g dengan timbangan analitik, Dibuat blanko dengan perlakuan sama tanpa sampel. Setelah
kemudian sampel dimasukkan pembuatan blanko, diambil sampel dengan labu takar 10
dalam kantong plastik yang mL,dimasukkan ke dalam tabung reaksi, dan ditambahkan 0,1 mL
telah diberi label dan siap untuk KMnO4 0,1% dikocok, kemudian ditambahkan 0,1 mL hidroksil-
dianalisis lebih lanjut. Prosedur aminhidroklorida dikocok, ditambahkan 0,5 mL SnCl2.2H2O.
ini dilakukan untuk semua Kemudian dianalisis menggunakan Spektrofotometer Serapan
sampel. Atom Uap Dingin.
Ambang batas kandungan merkuri

 Ambang batas kadar merkuri dalam rambut adalah 0,5 ppm

 Ambang batas kadar merkuri dalam urin maksimal 4 μg/l (WHO, 1990).

 Ambang batas kadar merkuri dalam darah menurut PERMENKES RI


No.445/MENKES/PER/V/1998 adalah sebesar 0,04 mg/L.
Pencegahan

Menurut Widowati et.al. (2008), upaya pencegahan yang harus dilakukan terhadap
pencemaran limbah merkuri sebagai dampak dari kegiatan PESK diantaranya adalah sebagai
berikut :
 1. Menerapkan sistem pertambangan tertutup dengan tujuan memperkecil keluaran Hg
dari dalam tanah. Hal ini adalah sebagai bentuk dari pemilihan teknik penggalian yang
ramah lingkungan.
 2. Mengganti penggunaan Hg dalam proses pengolahan emas menjadi menggunakan
mikroba, contohnya adalah Thiobacillus feroxidans (Bapeldada Sulut, 2002).
Penanggulangan

Adapun cara yang perlu dilakukan sebagai bentuk penanggulangan terhadap pencemaran
limbah merkuri di lingkungan sebagai dampak dari kegiatan PESK adalah diantaranya adalah
sebagai berikut (Widowati et.al., 2008):
 Memindahkan sedimen yang telah tercemar oleh Hg dan mengisolasinya dengan membuat
bak pengendap yang selain berfungsi sebagai tempat pengisolasi sedimen, tetapi juga
dapat menjadi tempat isolasi bagi material lainnya yang telah tercemar oleh Hg .
 Untuk uap merkuri yang dilakukan di ruangan yang tertutup dapat pula dialirkan masuk
kedalam bak pengendap yang tertutup rapat.
 Melakukan treatment terhadap tanah dan air yang telah tercemar, salah satunya dengan
menerapkan fitoremediasi, yaitu pengolahan bahan pencemar dengan menggunakan
tanaman. Tanaman yang dapat digunakan seperti Stelaria setacea atau eceng gondok
(Siswoyo, 2011), Selain itu, dapat juga menerapkan bioremediasi, yaitu penggunaan
mikroorganisme untuk mengabsorpsi polutan Hg, contohnya adalah Pseudomonas
syringae.
Kesimpulan

 Merkuri atau disebut juga air raksa atau hydrargyrum adalah elemen kimia dengan symbol
Hg ,berwujud logam cair berwarna perak, toksik, dan uap
 Efek toksisitas merkuri dalam tubuh tergantung pada bentuk merkuri,jalan masuk ke
dalam tubuh,dan lamanya pajanan.Merkuri masuk ke dalam tubuh dengan cara
tercerna,inhalasi,dan absorbsi melalui kulit.
 Salah satu pemanfaatan merkuri yaitu,di bidang pertambangan, khususnya Pertambangan
Emas Skala Kecil (PESK), jenis merkuri elemental dipergunakan untuk pemurnian emas
melalui proses amalgamasi,tetapi penggunaan merkuri ini tidak diimbangi oleh
pengetahuan dan kepedulian masyarakat akan bahaya merkuri,sehingga masyarakat atau
lingkungan hidup yang tinggal di sekitar lokasi PESK pun berisiko terpapar bahaya
merkuri.
Kesimpulan

 Untuk mengetahui adanya pajanan merkuri (Hg) didalam tubuh dapat diketahui melalui
pengukuran kadar polutan dalam jaringan tubuh, seperti rambut, darah , urin, kuku dan
ASI (Air Susu Ibu).
 Upaya pencegahan terhadap pencemaran limbah merkuri dapat dilakukan dengan cara
menerapkan sistem pertambangan tertutup dengan tujuan memperkecil keluaran Hg dari
dalam tanah, mengganti penggunaan Hg dalam proses pengolahan emas menjadi
menggunakan mikroba.