Anda di halaman 1dari 10

MEKANISME ANTIHISTAMIN

PRAMESTI WIDYA KIRANA (2012.730.075)


PEMBIMBING : DR. HERYANTO, SP.KK

KEPANITERAAN KLINIK
ILMU KESEHATAN KULIT DAN KELAMIN
RS ISLAM JAKARTA SUKAPURA
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA
Definisi
Histamin
Adalah mediator utama yang berperan
terhadap terjadinya reaksi alergi, reaksi
inflamasi, sekresi asam lambung,
neurotransmiter dan modulator

Histamin -> mensensitisasi ujung serabut saraf C


di bagian superfisialis kulit
(reseptor rasa gatal)
Antihistamin
Adalah zat-zat yang dapat mengurangi atau
menghalangi efek histamin terhadap tubuh
dengan jalan memblok reseptor histamin

Mekanisme
Bekerja secara kompetitif inhibitor terhadap
histamin pada reseptor jaringan, sehingga
mencegah kerja histamin pada organ sasaran
nnnnnnnnnnnnnnnn
Antihistamin H1
Mekanisme Kerja
• Menurunkan produksi dari sitokin pro
inflamasi, ekspresi molekul adhesi, kemotaksis
eosinofil dan sel lainnya
Antihistamin H1
Farmakokinetik

Generasi 1 Generasi 2

• efek sedasi 30 menit - • tidak menyebabkan


1 jam efek sedasi
• lama kerja 4-8 jam • lama kerja 8-24 jam
• Etilendiamin, • Cetirizin,feksofenadin,
etanolamin, alkilamin, loratadin
fenotiazin, piperazin,
piperidin
Antihistamin H2
Mekanisme Kerja
• Mengurangi hipersekresi asam klorida,
mengurangi vasodilatasi, dan menurunkan
tekanan darah
Antihistamin H2
Farmakokinetik
• Cepat diabsorbsi melalui traktus
gastrointestinal dan mencapai pucak 1-2 jam
setelah minum obat

Contoh: simetidin, ranitidin, famotidin, nizatidin,


Indikasi Antihistamin
dalam Dermatologi
• Antihistamin H1 secara luas digunakan untuk
mengobati urtikaria, angioudema, dan
pruritus akibat berbagai penyebab
• Pemberian AH diperlukan untuk mengurangi
gejala pruritus untuk memperbaiki quality of
life
Terima Kasih