Anda di halaman 1dari 9

PAJAK HOTEL, PAJAK

RESTORAN, PAJAK HIBURAN


OLEH KELOMPOK 5:
CLAUDIA ELISABETH (115020300111079)
EDWINA LIONY PUTRI (115020300111082)
PUTRI HUSNAH A (115020300111089)
BAB 8 : PAJAK HOTEL
PENGERTIAN

Undang-undang Nomor 28 Tahun 2009 Pasal 1 angka 20 dan 21, Pajak Hotel
adalah pajak atas pelayanan yang diberikan oleh hotel

hotel adalah fasilitas penyedia jasa penginapan/peristirahatan termasuk jasa terkait lainnya
dengan dipungut bayaran, yang mencakup juga motel, losmes, gubuk pariwisata, wisma
pariwisata, pesanggrahan, rumah penginapan dan sejenisnya, serta rumah kos dengan jumlah
kamar lebih dari sepuluh.
Dasar hukum
Undang-undang Nomor Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi
Daerah.

Undang-undang Nomor 34 Tahun 2000 yang merupakan perubahan atas


Undang-undang Nomor 18 tahun 1997 tentang Pajak daerah dan Retribusi
Daerah.

Peraturan pemerintah Nomor 65 Tahun 2001 tentang Pajak Daerah.

Peraturan daerah kabupaten/kota yng mengatur tentang Pajak Hotel.

Keputusan bupati/walikota yang mengatur tentangPajak Hotel sebagai


aturan pelaksanaan Peraturan daerah tentang Pajak Hotel pada
kabupaten/kota dimaksud.
OBJEK PAJAK
Objek Pajak Hotel adalah pelayanan yang disediakan oleh hotel dengan pembayaran, termasuk jasa penunjang
sebagai kelengkapan hotel yang sifatnya memberikan kemudahan dan keyamanan, termasuk fasilitas olahraga dan
hiburan.

Objek Pajak Hotel Bukan Objek Pajak Hotel


• Fasilitas penginapan atau fasilitas tinggal • Jasa tempat tinggal asrama yang diselenggarakan
jangka pendek. oleh pemerintah pusat atau pemerintah daerah.
• Jasa sewa apartemen, kondominium, dan
• Pelayanan penunjang sebagai sejenisnya. Pengecualian apartemen,
kelengkapan fasilitas penginapanan atau kondominium, dan sejenisnya didasarkan atas izin
tempat tinggal jangka pendek yang usahanya.
sifatnya memberikan kemudahan dan • Jasa tempat tinggal di pusat pendidikan atau
kenyamanan. kegiatan keagamaan.
• Fasilitas olah raga dan hiburan yang • Jasa tempat tinggal di rumah sakit, asrama
disediakan khuss untuk tamu hotel, perawat, panti jompo, panti asuhan, dan panti
bukan untuk umum. sosial lain yang sejenis.
• Jasa biro perjalanan atau perjalanan wisata yang
• Jasa persewaan ruangan untuk kegiatan diselenggarakan oleh hotel yang dapat
acara atau pertemuan di hotel. dimanfaatkan oleh umum.
SUBJEK PAJAK DAN WAJIB PAJAK HOTEL
Subjek pajak adalah orang pribadi atau badan yang melakukan pembayaran kepada orang pribadi atau
badan yang mengusahakan hotel.

Wajib pajak adalah orang pribadi atau badan yang mengusahakan hotel, yaitu orang pribadi atau badan
dalam bentuk apapun yang dalam lingkungan perusahaan atau pekerjaannya melakukan usaha di bidang
jasa penginapan.

Pada Pajak Hotel subjek pajak dan wajib pajak tidak sama, di mana konsumen yang menikmati pelayanan
hotel merupakan subjek pajak yang membayar (menanggung) pajak sementara orang pribadi atau badan
yang mengusahakan hotel bertindak sebagai wajib pajak yang diberi kewenangan untuk memungut pajak
dari konsumen (subjek pajak) dan melaksanakan kewajiban perpajakan lainnya.
Dasar Pengenaan, Tarif, dan Cara Perhitungan Pajak Hotel

Dasar pengenaan Pajak Hotel adalah jumlah pembayaran atau yang


seharusnya dibayar kepada hotel.

Tarif Pajak Hotel diterapkan paling tinggi sebesar sepuluh persen dan
dtetapkan dengan peraturan daerah kabupaten/kota yang bersangkutan

Pajak Terutang = Tarif Pajak x dasar pengenaan pajak


Masa Pajak, Tahun Pajak, Saat Terutang Pajak
dan Wilayah Pemungutan Pajak Hotel
masa pajak merupakan Tahun pajak adalah jangka
jangka waktu yang lamanya waktu yang lamanya satu
sama dengan satu bulan tahun takwim, kecuali wajib
takwim atau jangka waktu pajak menggunakan tahun
lain yang ditetapkan dengan buku yang tidak sama
keputusan bupati/walikota. dengan tahun takwim.

Pajak yang terutang


merupakan Pajak Hotel yang Pajak Hotel yang terutang
harus dibayar oleh wajib dipungut di wilayah
pajak pada suatu saat, dalam kabupaten/kota tempat
masa pajak, atau dalam hotel berlokasi.
tahun pajak
Penetapan Pajak Hotel