Anda di halaman 1dari 16

Pencegahan Infeksi pada Keteter Vena Sentral

pada Unit Perawatan Intensif

Oleh:
Sari Azisya Fausi

Pembimbing:
dr. Firman Ansar

Supervisior:
dr. Fransciscus J Manibuy, Sp.An-KIC
Pendahuluan
Di Amerika Serikat, lebih dari lima juta pasien
memerlukan akses vena sentral setiap tahunnya.
Sayangnya, akses vena sentral dapat
dihubungkan dengan kondisi membahayakan
yang sifatnya fatal bagi pasien dan memerlukan
biaya yang mahal untuk proses perawatan.
Infeksi masih merupakan komplikasi kateter
intravaskular utama pada pasien yang
mengalami kondisi kritis.
Infeksi aliran darah akibat kateter telah
dilaporkan terjadi pada 3 hingga 8% kateter
yang dimasukkan serta merupakan penyebab
pertama dari infeksi aliran darah nosokomikal
pada unit perawatan intensif, dengan 80.000
kasus per tahun yang memakan biaya $300 juta
hingga $2.3 milliar.
Protokol Perawatan Kateter Vena sentral
 Persiapan alat dan proteksi diri.

 Antiseptik pada lokasi pemasangan kateter.

 Manipulasi dan perawatan kateter.

 Evaluasi berkala terhadap infeksi yang mungkin timbul


setelah pemasangan kateter.
Program Perbaikan
Kualitas/Pendidikan Staff
 Mendidik dan memberikan pelatihan bagi penyedia
layanan kesehatan yang memasukkan dan merawat
kateter vena sentral sangat penting untuk mencegah
infeksi yang berhubungan dengan kateter,
memperbaiki kondisi pasien, dan mengurangi biaya
kesehatan.

 Pengurangan staf perawat di bawah tingkat kritis dapat


berperan dalam meningkatkan infeksi yang berkaitan
dengan kateter dengan mempersulit perawatan kateter.

 Studi ini jelas menunjukkan bahwa perawat terlatih,


dalam jumlah yang cukup, harus tersedia untuk
perawatan pasien yang optimal di ICU.
Jenis Kateter

 Bersifat biokompatibel, hemokompatibel, biostabil.


 Netral secara kimiawi.
 Kateter harus fleksibel, tahan dan tidak tembus cahaya.
 Kateter poliuretan merupakan jenis yang paling banyak digunakan untuk saat ini.
Jalur Pemasangan Kateter
Jalur Vena
Jalur
Jugularis
Femoralis
Interna

Jalur
Subklavia
Penempatan USG
Pemeriksaan ultrasound digunakan untuk
melokalisasi vena dan untuk mengukur kedalaman
bawah kulit. Lokasi vena dengan USG mengurangi
gagalnya tusukan dan komplikasi (misalnya,
lubangnya arteri), dan mengurangi waktu untuk
insersi kateter. penempatan USG mengakibatkan
penurunan infeksi aliran darah.
Teknik Pemasangan
Ketika memasukkan kateter, tindakan pencegahan
penghalang steril yang maksimal, termasuk masker, topi,
baju steril, sarung tangan steril, dan tirai steril besar,
haruslah digunakan. Pendekatan ini telah terbukti
mengurangi angka infeksi aliran darah yang
berhubungan dengan kateter Situs insersi harus
didisinfeksi secara luas dengan larutan berbasis
chlorhexidine. Kateter kemudian harus dimasukkan
dengan menggunakan teknik Seldinger dan dipastikan
aman.
Antisepsis kulit

Yodium
Povidon Chlorhexidine
Profilaksis antibiotik
Tidak ada penelitian yang telah menunjukkan
pengurangan tingkat infeksi kateter vena sentral dengan obat
antibakteri atau antijamur oral maupun parenteral diberikan
selama insersi kateter. Sebaliknya, banyak penelitian telah
melaporkan bahwa pemberian antibiotik pada pasien dengan
kateter vena sentral in situ secara signifikan mengurangi risiko
kateter kolonisasi dan infeksi aliran darah.

Profilaksis antibiotik sistemik tidak boleh digunakan


selama insersi kateter atau pemeliharaannya hanya untuk
tujuan mencegah infeksi kateter.
Proses Tunneling
Keuntungan lain dari tunneling adalah fiksasi yang
lebih baik dari kateter. Bukti dari studi tentang khasiat
tunneling telah menyarankan bahwa teknik ini
mengurangi infeksi kateter vena sentral pada pasien
dengan perangkat jangka pendek, di mana patogen yang
paling terkoloni timbul dari situs penyisipan kateter.
Dressing

Dressing transparan

• Dressing steril, trasnparan dan semi permeabel


merupakan dressing yang paling sering
Perawatan garis vena
Kesimpulan
Infeksi aliran darah yang berhubungan dengan kateter
tetap menjadi komplikasi yang paling serius dari akses
vena sentral dan merupakan penyebab utama infeksi
nosokomial di ICU. Pencegahan infeksi yang
berhubungan dengan kateter melibatkan beberapa
langkah-langkah yang harus digunakan dalam
kombinasi.
Terima kasih