Anda di halaman 1dari 57

Strategi Penanggulangan

ANEMIA pada REMAJA

Endang L. Achadi
FKM UI
D i s a m p a i k a n p a d a Wo r k s h o p P e n a n g g u l a n g a n A n e m i a p a d a
R e m a j a P u t e r i d i K a b Ta n g e ra n g
D i s e l e n g g a ra k a n o l e h D i n a s K e s e h a t a n K a b Ta n g e ra n g
3 0 N o v e m b e r 2 0 1 6 , H o t e l G ra n d S e r p o n g , Ta n g e r a n g
SISTEMATIKA

 MASALAH ANEMIA DI INDONESIA


 ANEMIA DAN IMPLIKASINYA
 STRATEGI PENANGGULANGAN ANEMIA PADA
REMAJA PUTERI
 KESIMPULAN
KEADAAN ANEMIA DI INDONESIA
Prevalensi Anemia, Riskesdas 2013

Kelompok Umur Persen


Balita:
Laki-laki 29.7
Perempuan 26.5
Anak 6-12 thn:
Laki-laki 28.0
Perempuan 27.4
Perempuan >= 15 thn, tidak hamil 22.7
Laki-laki >= 15 thn 16.6
Ibu Hamil 37.1
Laki-laki 18.4
Perempuan 23.9
Ketaatan Minum TTD pada Ibu Hamil
(Riskedas 2013)

• Ibu hamil yg pernah


mengonsumsi TTD
tinggi: 89.1%
• Hanya 33.3%
mengonsumsi 90
tablet atau lebih
 Total ibu hamil yg
mengonsumsi TTD
>= 90 TTD hanya
29.7%
Apakah Anemia?
 Anemia adalah suatu kondisi tubuh dimana kadar
hemoglobin (Hb) dalam darah lebih rendah dari
standar/patokan yang seharusnya.
 Apakah Hemoglobin/Hb?
 Hb: suatu zat didalam sel dalam darah, yg dibentuk
dari gabungan protein dan zat besi, yang berfungsi
untuk mengikat oksigen dan menghantarkannya ke
seluruh sel jaringan tubuh
 Oksigen diperlukan oleh jaringan tubuh, seperti otot
dan otak, untuk melakukan fungsinya. Kekurangan
oksigen akan berakibat fungsi tersebut terganggu,
misalnya kurang konsentrasi dan kurang bugar
Kapan remaja dikatakan Anemia?

 Remaja putri dikatakan mengalami anemia


jika hasil pemeriksaan hemoglobin darah
menunjukkan nilai kurang dari 12 mg/dL,

 Remaja putra dikatakan anemia jika


hemoglobin darah kurang dari 13 mg/dL

 Ibu hamil, baik remaja maupun dewasa,


dikatakan menderita Anemia jika kadar Hb
kurang dari 11 mg/dL.
Apa saja penyebab Anemia?
 Anemia secara langsung terutama disebabkan oleh 2 hal
 rendahnya asupan zat gizi yang penting untuk
pembuatan darah (zat besi, asam folat, dan vitamin
B12),
 meningkatnya pengeluaran zat gizi (perdarahan
karena kecacingan, pecahnya sel darah merah karena
malaria, atau perdarahan dengan sebab lainnya)

Di Indonesia diperkirakan sebagian besar


anemia terjadi akibat defisiensi/kekurangan
zat besi  Mengapa?
Defisiensi zat besi di negara
berkembang seringkali terjadi akibat:

 Kurang mengonsumsi makanan kaya


sumber zat besi dan zat gizi lainnya,
terutama pangan hewani

 Meningkatnya pengeluaran zat besi dari


tubuh akibat menderita kecacingan dan
malaria di daerah endemis
Makanan Sumber Zat Besi
 Sumber utama zat besi adalah bahan makanan
hewani, misalnya : hati, daging (sapi &
kambing), unggas (ayam, bebek, burung), dan
ikan

 Bahan makanan dari nabati (tumbuh-


tumbuhan) juga kaya zat besi namun jumlah
zat besi yang bisa diserap oleh usus jauh lebih
sedikit dibanding zat besi dari bahan makanan
hewani. Contohnya: sayuran berwarna hijau
tua (bayam, singkong, kangkung, dll)
 Bahan makanan sebagian besar penduduk
Indonesia berasal dari nabati, sementara
zat besi dari nabati lebih sulit diserap oleh
tubuh. Akibatnya, rata-rata makanan
penduduk Indonesia mengandung zat gizi
besi lebih rendah dari yang dibutuhkan
untuk membentuk Hb

 Penyerapan zat besi dari pangan nabati


dipengaruhi oleh berbagai faktor
Faktor yg Mempengaruhi Penyerapan Besi
dari Sumber Nabati
 Faktor Promotor :

 MFP: meat/fish/poultry (sebaliknya susu, keju,


telur, bukan promotor yang baik),
 Vitamin C

 Faktor inhibitor:
 Penghambat: Tannin (Teh hitam, Kopi),
Kalsium, Fosfor, Serat, Fitat
 Tannin : mengikat besi dan denature protein

 Fitat : mengikat & menghambat absorpsi


 Apa saja gejala umum Anemia?
 5 L (letih, lemah, lesu, lelah, lalai)

 Apakah bahaya Anemia bagi remaja?


Anemia dapat menyebabkan berbagai dampak
buruk pada remaja, di antaranya:
 Merasa cepat lelah dan lemah, sehingga malas dan
lamban melakukan aktivitas, dan menyelesaikan
pekerjaan dalam waktu lebih lama
 Ketangkasan berpikir menurun dan menyebabkan
turunnya prestasi di sekolah
 Turunnya kekebalan tubuh sehingga lebih sering
menderita penyakit infeksi
 Bagi remaja putri, dampak buruk anemia akan
terbawa hingga ia menjadi ibu hamil sehingga dapat
berdampak buruk pada janin yang dikandungnya
 Remaja anemia yang kemudian menjadi ibu hamil
dapat mengakibatkan:
1. Meningkatnya risiko melahirkan bayi dengan berat
badan di bawah 2.500 gram (Berat Badan Lahir
Rendah), yang meningkatkan risiko sakit dan
meninggal di usia muda
2. Bayi lahir dengan cadangan zat besi (Fe) yang rendah,
yang menyebabkan bayi mudah mengalami anemia
pada usia dini. Anemia pada usia dini yang tidak segera
dikoreksi akan meningkatkan risiko kesakitan dan
kematian bayi dan risiko turunnya kecerdasan
Penting untuk diingat bahwa penurunan
pada kemampuan kognitif/kecerdasan
yang terjadi pada bayi umur 0-2 tahun
akibat anemi, yang tidak segera dikoreksi
pada umur tsb, pada umumnya bersifat
permanen/tidak dapat kembali normal
dan terbawa hingga dewasa

3. Kelahiran bayi sebelum waktunya


(prematur)

4. Perdarahan sebelum dan saat melahirkan


yang dapat mengancam keselamatan ibu
dan bayinya
Mengapa remaja putri mudah
mengalami Anemia?

1. Remaja putri yang memasuki masa pubertas


mengalami pertumbuhan pesat sehingga
kebutuhan zat besi juga meningkat untuk
membantu pertumbuhannya, sementara asupan
makanan mungkin tidak mengandung zat gizi yg
cukup untuk kebutuhannya yg meningkat tajam

2. Remaja putri yang sudah mengalami haid akan


kehilangan darah setiap bulan sehingga
membutuhkan zat besi lebih banyak dibanding
remaja putra
Mengapa remaja putri mudah
mengalami Anemia?

3. Sebagian Remaja putri kadang-kadang


mengalami gangguan haid seperti haid yang lebih
lama dari biasanya atau lebih banyak dari
biasanya

4. Banyak remaja putri melakukan diet yang keliru


yang bertujuan untuk menurunkan berat badan,
diantaranya mengurangi asupan protein hewani,
padahal protein terutama protein hewani
dibutuhkan untuk pembentukan hemoglobin
darah
Prevalensi Anemia Defisiensi
Besi versus Prevalensi
Defisiensi Besi
Defsiensi Besi & Anemia Defisiensi Besi

 Anemia Defisiensi Besi pada umumnya


terjadi melalui proses panjang, kecuali yg
disebabkan oleh sebab akut (perdarahan)

 Didahului dengan menurunnya simpanan


besi (Defisiensi Besi) untuk jangka waktu
yang relatif lama, tergantung persediaan
dan kebutuhan tubuh
Status Gizi Besi
S P E K T R U M STAT U S G I Z I B ES I LUA S , M E R U PA K A N S UAT U
KO N T I N U M :

 D E F I S I E N S I B ES I YA N G D I S E RTA I A N E M I A
R I N G A N , S E DA N G , B E R AT

 D E F I S I E N S I B ES I TA N PA A N E M I A
R I N G A N , S E DA N G

N O R M A L ( D G S I M PA N A N B E S I YA N G B E R VA R I A S I )

 OV E R LOA D
Overload

Normal
Defisiensi Besi
Ringan

Defisiensi Besi
Sedang

Defisiensi Besi Berat


Anemia Ringan

Anemia Sedang

Anemia Berat
Proyeksi Prevalensi Defisiensi Besi
Berdasarkan Prevalensi Anemia Defisiensi Besi
Sumber: Ray Yip, berdasarkan the Second US National Health and Nutrition
(NHANES II), dan Pizzarro et al

Dg Anemia Tanpa nemia

100 Semakin tinggi


Prev. Anemia,
80 smkn tinggi
prev Anem.
60 Def. Besi.
40

20

0
5 10 15 20 30 40 50 60 70 80
Saat Anemia Def. Besi mencapai 40%
 defisiensi besi 100%  Def. Besi +
2.5 kali Anemia Def. Besi
Diagram Konseptual Hubungan Defisiensi
Besi dan Anemia pada Populasi Hipotetis

Populasi
Total
Defisiensi Besi

Anemia
Defisiensi
Besi
(Sumber: Ray Yip. Iron
Nutritional Status Defined. In:
Filer IJ, ed. Dietary Iron: birth to
Anemia two years. New York, Raven Press,
1989:19-36).
Keterangan dlm Diagram

 Anemia dalam suatu populasi dapat disebabkan


oleh Defisiensi Besi atau oleh sebab lainnya (def.
Vit. B12, Folat, Malaria, dsb). Di negara
berkembang, sebagian besar anemia disebabkan
oleh Defisiensi Besi

 Anemia Defisiensi Besi didahului oleh Defisiensi


Besi (walaupun belum mencapai status Anemia)

 Proporsi Populasi yang Defisiensi Besi (dg atau


tanpa Anemia) diperkirakan 2.5 kali Proporsi
Anemia Defisiensi Besi
Contoh:

Prevalensi Anemia di suatu populasi 40%.


Sebesar + 60%-nya disebabkan defisiensi besi
(Anemia Defisiensi Besi)
Proporsi Anemia Defisiensi Besi :
40%*60%=24%
Proporsi populasi yg Defisiensi Besi (dg atau
tanpa Anemia) : 2.5*24%=60%.

Dep. Gizi FKM UI


Mengapa Defisiensi Besi, walaupun belum
menjadi Anemia Defisiensi Besi penting?

Defisiensi besi tanpa Anemia sudah dapat


memberikan dampak negatif:
 Menurunnya Kebugaran
 Menurunnya Produktivitas

 Menurunnya Kemampuan kognittif

 Bila hamil  janin yg dikandung berisiko


menderita ADB pada usia dini karena janin
dilahirkan dengan persediaan besi yg rendah
Mengapa pada Remaja Puteri?
Dan sebelum ibu Hamil?
Mengapa Remaja Puteri perlu
Suplementasi rutin?
 Pola makan berisiko defisiensi besi
Mengubahnya memerlukan BCC (behaviour
Change Communication) berkualitas, dan tidak
selalu ditunjang oleh kondisi ekonomi keluarga dan
pola pikir yg benar krn pendidikan rendah

 Prevalensi faktor penyebab Anemia def Besi,


kecacingan dan malaria di daerah endemis, tinggi

 Periode defisiensi besi yang panjang sebelum


anemia defisiensi besi: tidak diketahui tanpa
pemeriksaan laboratorium
Defisiensi Besi dan Anemia Defisiensi
Besi pada kehamilan menimbulkan
berbagai konsekuensi kesehatan:
 Oucome kehamilan yg lebih jelek
 Gangguan imunitas
 Meningkatkan Kesakitan/ Morbiditas

Bayi yang Lahir dari ibu Defusiensi Besi,


dengan atau tanpa Anemia:
Mempunyai Persediaan Besi dalam tubuh
rendah yg rendah
Intake makanan yg mengandung Zat Besi yg
Bioavailable pada bayi umur 4 bulan
(presentasi Dr. Scrimshaw)
1.6 Separo kebutuhan dipenuhi dari ASI,
1.4 separo dari persediaan bayi 
ketersediaan simpanan zat besi dlm tubuh
1.2
bayi sebelum lahir menjadi sangat penting
Iron (mg)

1
Iron Stores
0.8
Breastmilk
0.6

0.4

0.2

0 Kebutuhan Besi
Breastfeeding + supplement 0.8mg
Risiko yg dihadapi Bayi dg Defisiensi Besi:
Persisten

 Performance poorer at FIVE years of age in


children treated for iron deficiency in infancy.
Lozoff et al. 2000 N.Eng.J.Med 325:687-694.

 Performance poorer at TEN years after


treatment for iron deficiency in infancy. (on
arithmetic, written expression, motor
functioning, specific cognitive processes, and
social and attention problems).
Lozoff et al. Ped 2000 105 1-11.
Pengaruh desiensi besi pada bayi terhadap
neurotransmitter pada kehidupan selanjutnya

 Studies in Israel with rats indicates that


postnatal iron deficiency selectively impairs the
development of dopamine neurotransmitters
and irreversably damage to developing
dopamine neurons.

Youdim MBH, Ben-Shachar D, Yehuda S. Am J Clin Nut.


50(30):607-617,1989.
Yehuda S, Youdim MBH. : Am J Clin Nutr 50(3):618-
629,1989.
Perikonsepsi, “jendela kritis” keterpaparan yg
dapat mempengaruhi tumbuh kembang janin
 Periode: lebih kurang 4 minggu sebelum dan sesudah
konsepsi
 Mengapa? Proses pembelahan sel dan pembentukan cikal
bakal organ terjadi dalam 8 minggu pertama pasca
konsepsi  bila suplementasi diberikan setelah kehamilan
diketahui, tergantung kapan diketahui, terlambat, Contoh:
asam folat: risiko NTD. (Namun demikian suplementasi MMN pada
ibu yg minum obat anti epilepsi, yg merupakan angtagonis asam folat, masih
bisa bermanfaat untuk menurunkan risiko kelainan jantung congenital dan
traktus urinarius, serta bibir sumbing (Diaz, 2000))
 Pemberian rutin pada remaja dan calon ibu, secara praktis
“menjamin” ketersediaan zat gizi dalam tubuh ibu bila
suatu saat terjadi kehamilan
Konsekuensi Defisiensi Besi dan Anemia pada
Usia Dewasa

 Kapasitas Fisik berkurang: Lemah/Lelah/Lesu


dll  produktivitas turun
 Imunitas turun, meningkatkan risiko menderita
penyakit infeksi
 Menurunkan kapasitas Kognitif yang dapat
permanen  prestasi sekolah turun
 Pada Anemia berat: Tidak mampu
mempertahankan suhu tubuh setelah terpapar
pada suhu dingin
PROGRAM PENCEGAHAN ANEMIA
PADA REMAJA PUTERI
Strategi Umum Intervensi Pencegahan
Defisensi Mikronutrien

Bila fortifikasi
dan Pola makan
Supplementasi
masyarakat
masih belum
mendukung
CAKUPAN

asupan
Mikronutrienyg
Fortifikasi optimal sesuai
kebutuhan,
termasuk zat
Perubahan Diet Besi, maka
keberhasilan
program
WAKTU
Suplementasi
sangat penting
Bagaimana mencegah Anemia?

 Mengonsumsi makanan be-Gizi


Seimbang, termasuk didalamnya makanan
kaya sumber zat besi baik yang berasal dari
sumber makanan hewani maupun nabati
 Mengonsumsi makanan yang meningkatkan
absorbsi zat besi, seperti jeruk, vitamin C,
dan makanan hewani (daging, unggas, ikan)
Bagaimana mencegah Anemia?

 Jangan mengonsumsi teh, kopi atau susu


bersamaan saat makan atau segera setelah
makan karena akan menghambat
penyerapan zat besi dari makanan. Beri jeda
sekitar 2 jam sebelum atau sesudah makan
jika ingin mengonsumsi teh, kopi atau susu

 Mengonsumsi Tablet Tambah Darah sesuai


anjuran
Tablet Tambah Darah

 Apakah Tablet Tambah Darah (TTD)?


 Tablet Tambah Darah (TTD) adalah suplemen yang
berisi zat besi dan asam folat yang berfungsi untuk
membantu membentuk hemoglobin darah.

 Siapa yang harus minum Tablet Tambah Darah (ttd)?


 Remaja dan wanita usia subur
 Ibu hamil dan nifas
 Calon pengantin
Bagaimana Cara Minum TTD?
 Bagi remaja putri yang tidak Anemia:
Minum 1 TTD setiap minggu, ATAU
Minum 1 TTD setiap minggu selama 3 bulan,
diikuti penghentian konsumsi selama 3 bulan
berikutnya. Selanjutnya dimulai lagi dengan 1
tablet setiap minggu selama 3 bulan, dst
 Untuk pengobatan bagi remaja putra dan
putri yang anemia, dianjurkan untuk
konsultasi ke dokter.
Anjuran WHO untuk konsumsi TTD intermittent
Apakah TTD Berbahaya?
 TIDAK bila diminum sesuai anjuran, kecuali
untuk mereka yg menderita penyakit darah
tertentu spt Thalassemia dan
Hemochromatosis, dan pada kasus malaria
harus dg monitor

MENGAPA?
MENGAPA?
 Tubuh mempunyai mekanisme pengaturan
penyerapan besi ke dalam tubuh (Sifat OTO
REGULASI)
 Bila tubuh mempunyai cadangan zat besi yang
cukup, maka besi dari makanan atau TTD
hanyalah sedikit yang diserap, sisanya dibuang
melalui faeces
 Sebaliknya bila tubuh kekurangan zat besi,atau
bahkan sudah menderita anemia, maka zat besi
yang diserap lebih banyak
 Gejala yg mungkin timbul saat mengonsumsi
TTD:

 Gejala yang sering muncul adalah perut perih,


mual, sembelit, dan kotoran berwarna hitam.
 Gejala ini tidak berbahaya, dan biasanya
setelah beberapa waktu gejala ini berkurang.
 Untuk mengurangi gejala ini, minumlah TTD
kira-kira 1 jam setelah makan malam sebelum
tidur agar efek samping tidak terasa.
Mitos yg salah tentang Minum TTD

 Menyebabkan Tekanan Darah Tinggi


 Menyebabkan Kebanyakan Darah
 Pada ibu hamil, menyebabkan Bayi terlalu
besar
 TTD adalah Obat
 Efek Samping TTD berbahaya
PERBAIKAN KONSUMSI

 Makan bergizi seimbang


 seharusnya dengan pola makan bergizi
seimbang maka konsumsi makanan kaya
besi juga akan masuk dalam menu
 Demikian juga makanan promotor
penyerapan zat besi (buah kaya vitamin C)
Pemanfaatan Pekarangan Rumah dan Sekolah

 Menanam Vitamin C dan Vit A di pekarangan


 Buah:
 Pepaya
 Tomat
 Markisa, dll

 Sayuran berdaun hijau tua


 Bayam
 Kangkung
 Sawi
 Katuk
 Daun Singkong
 Daun Kelor
 dll
Tanaman rumah
di pot polybag:
Buncis
kacang panjang,
bayam,
kangkung
Tanaman rumah
di pot polybag:
Buncis
kacang panjang,
bayam, kemangi
Cabe, tomat, terong
dan Sawi di pojok
halaman

Markisa
merambat
di pagar
rumah
Target Intervensi
 Anak usia sekolah, terutama remaja
puteri, melalui:
 Sekolah

 Pesantren

 Karang Taruna
 Lainnya

 Calon Pengantin Perempuan


STUDI di Kalsel:
Suplementasi TTD pada Catin

 Program promosi TTD untuk calon pengantin


dilakukan melalui kerjasama KUA dan Puskesmas
 KUA melakukan penyuluhan ttg Anemia dan
pentingnya TTD, dan menganjurkan mendapatkan
TTD dari Puskesmas sambil mendapatkan suntikan
TT
 Setelah satu bulan intervensi, yaitu anjuran minum 1
TTD setiap hari, prevalensi Anemia pada Catin
turun sebesar 40% dari 23.8% menjadi 14.2%
KESIMPULAN
 Masalah Anemia pada Remaja Puteri di Indonesia
tinggi  sebagian besar diperkirakan disebabkan
Defisiensi Besi
 Defisiensi Besi, walaupun blm mencapai tahap
Anemia, mempunyai dampak negatif terhadap
kualitas SDM: Produktivitas & prestasi belajar
 Ibu yg mengalami ADB dan DB tanpa Anemia
menempatkan janinnya pada risiko lahir dg
persediaan b esi yg rendah, sehingga berisiko
Anemia pada usia 4 bulan
KESIMPULAN
 TTD efektif mengatasi ADB, tetapi perlu program
KIE untuk meningkatkan konsumsi TTD
 Minum TTD dlm waktu lama tidak berbahaya
kecuali pad sekelompok kecil masyarakat
 Masyarakat Sekolah, pesantren dan institusi lain
termasuk tempat kerja merupakan target
strategis
 Program UKS dan Pemanfaatan Pekarangan
potensial untuk pendidikan dan sumber zat gizi
promotor penyerapan zat besi
TERIMAKASIH