Anda di halaman 1dari 26

Manajemen edisi kesepuluh

Stephen P. Robbins Mary Coulter

Bab
Mengelola di
Lingkungan
4 Global

Penerbit Erlangga 1
Kerangka Pembelajaran
Ikuti Kerangka Pembelajaran ini ketika membaca dan
mempelajari bab ini.
4.1 Bagaimanakah Perspektif Global Anda?
• Mendefinisikan parokialisme.
• Membandingkan tingkah laku etnosentris, polisentris, dan
geosentris dalam bisnis global.
4.2 Memahami Lingkungan Global
• Mendeskripsikan status saat ini dari Uni Eropa, North American
Free Trade Agreement, dan aliansi perdagangan regional
lainnya.
• Mendiskusikan peran WTO.

Penerbit Erlangga 2
Kerangka Pembelajaran
4.3 Melakukan Bisnis Secara Global
• Membandingkan organisasi multinasional, multidomestik, global,
dan transnasional.
• Mendeskripsikan cara berbeda bagi organisasi untuk masuk
dalam dunia internasional.
4.4 Mengelola di Lingkungan Global
• Menjelaskan bagaimana lingkungan politik-hukum dan ekonomi
global mempengaruhi manajer.
• Mendiskusikan lima dimensi dari Hofstede untuk menilai
budaya.
• Mendiskusikan tantangan melakukan bisnis global di dunia
masa kini

Penerbit Erlangga 3
Pasar Global
• Peluang dan Tantangan
 Mengatasi kemunculan tak terduga kompetitor baru
 Mengakui perbedaan budaya, politik dan ekonomi
 Menghadapi peningkatan dari ketidakpastian,
kekhawatiran, dan kecemasan
 Beradaptasi dengan perubahan di lingkungan global
 Menghindari parokialisme

Penerbit Erlangga 4
Bagaimanakah Perspektif Global
Anda?
• Parokialisme
 Yakni melihat dunia hanya berdasarkan penglihatan
dan perspektif diri sendiri.
 Tidak mengakui bahwa orang lain memiliki jalan hidup
dan pekerjaan yang berbeda.
 Merupakan rintangan yang signifikan bagi manajer
yang bekerja di dunia global.
 Masuk dalam perangkap budaya global, yakni tidak
mengindahkan nilai serta kebiasaan orang lain dan
secara ketat mengaplikasikan perilaku bahwa “kita
lebih baik dari mereka”.
Penerbit Erlangga 5
Mengadopsi Perspektif Global
• Sikap Etnosentris
 Keyakinan parokialis bahwa pendekatan dan praktek
kerja terbaik berasal dari negara asal.
• Sikap Polisentris
 Pandangan bahwa manajer di negara tuan rumah
mengetahui pendekatan dan praktik terbaik dalam
menjalankan bisnis.
• Sikap Geosentris
 Pandangan yang berorientasi pada dunia (world-
oriented) yang berfokus pada penggunaan
pendekatan dan tenaga kerja terbaik dari penjuru
dunia.
Penerbit Erlangga 6
Kesepakatan Perdagangan
Regional
• Uni Eropa (European Union—EU)
 Sebuah entitas kesatuan ekonomi dan perdagangan
 Belgia, Denmark, Prancis, Yunani, Irlandia, Italia,
Luksemburg, Belanda, Portugis, Spanyol, Inggris, Jerman,
Austria, Finlandia, dan Swedia

• North American Free Trade Agreement (NAFTA)


 Menghilangkan hambatan dari perdagangan bebas
(tarif, lisensi impor, prasyarat, and biaya lain)
 Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko

Penerbit Erlangga 7
Peraga 4–1 Uni Eropa

Finlandia
Norwegia
Eslandia
Swedia
Estonia

k
alti
Laut

tB
Latvia Rusia
Utara

Lau
Samudera Irlandia Kerajaan
Lituania
Atlantik Inggris Rusia
Utara
Belarusia
Belanda
Polandia
Selat Inggris
Belgia
Negara Uni Jerman
Eropa Rep. Ceko Ukraina
Luksemburg
Mendaftarkan
Slovakia
Keanggotaan Teluk
Biscay Swiss Austria Moldova
Prancis Hungaria
Slovenia Romania
Kroasia
Bosnia-
Serbia Laut Hitam
Herzegovina
Portugal Andora La
Spanyol u Montenegro Bulgaria
Italia t A
dr Masedonia
ia
Laut tik Albania
La Tyrenia Turki
ut
Me Laut Laut
dI Yunani
te Ionia Aegea
ra
nI
a
Siprus
Malta

Penerbit Erlangga 8
Kesepakatan Perdagangan
Regional
• U.S.-Central America Free Trade Agreement (CAFTA)
• Free Trade Area of the Americas
• Southern Cone Common Market (Mercosur)
• Association of Southeast Asian Nations (ASEAN)
 Aliansi Perdagangan dari 10 negara Asia Tenggara
• African Union
• South Asian Association for Regional Cooperation
(SAARC)

Penerbit Erlangga 9
Peraga 4–2 Anggota ASEAN

Anggota

Kamboja
Filipina

Singapura

Penerbit Erlangga 10
World Trade Organization (WTO)
• Dikembangkan dari General Agreement on
Tariffs and Trade (GATT) pada 1995.
• Berfungsi sebagai satu-satunya organisasi
global yang berhadapan dengan peraturan
perdagangan antara negara-negara.
• Memiliki 149 negara anggota dan 32 pemerintah
pengamat.
• Mengawasi dan memajukan perdagangan
dunia.

Penerbit Erlangga 11
Jenis Organisasi Internasional

• Perusahaan Multinasional (Multinational


Corporation—MNC)
 Beroperasi di berbagai negara.
• Perusahaan Multidomestik
 Merupakan MNC yang mendesentralisasikan
manajemen dan keputusan lain pada negara lokal.
• Perusahaan Global
 Merupakan MNC yang memusatkan manajemen dan
keputusan lain di negara asal (home country).
Penerbit Erlangga 12
Jenis Organisasi Internasional

• Perusahaan Transnasional (Borderless


Organization)
 Merupakan MNC yang telah menghilangkan
pembagian struktural dari hambatan geografis dan
diorganisasikan sepanjang jaringan bisnis dan
merefleksikan sikap geosentris.

Penerbit Erlangga 13
Peraga 4–3 Bagaimana Organisasi Memasuki Pasar Global

Investasi Global Investasi Global


Minimal Signifikan

• Global Sourcing • Ekspor Impor • Aliansi Strategis


• Licensing • Joint Venture
• Franchising • Cabang Luar Negeri

Penerbit Erlangga 14
Bentuk Lain Globalisasi
• Aliansi Strategis (Strategic Alliance)
 Kerja sama antara organisasi dan perusahaan asing
yang saling berbagi sumber daya dan pengetahuan
dalam mengembangkan produk baru atau
membangun fasilitas produksi baru.
• Joint Venture
 Jenis aliansi strategis di mana rekan usaha setuju
untuk membentuk organisasi terpisah dan berdiri
sendiri untuk tujuan bisnis tertentu.
• Cabang Luar Negeri (Foreign Subsidiary)
 Secara langsung berinvestasi di negara asing dengan
mendirikan fasilitas atau kantor terpisah dan berdiri
sendiri.
Penerbit Erlangga 15
Mengelola di Lingkungan Global
• Lingkungan Hukum (Legal Environment)
 Stabilitas atau ketidakstabilan sistem hukum & politik
 Prosedur resmi ditetapkan dan diikuti
 Pemilihan yang jujur dan adil dilakukan secara berkala
 Perbedaan Hukum di berbagai negara
 Dampak terhadap kegiatan usaha
 Dampak terhadap distribusi produk dan jasa

Penerbit Erlangga 16
Lingkungan Ekonomi
• Sistem Ekonomi
 Ekonomi Pasar Bebas
 Perekonomian di mana sumber daya dimiliki dan
dikendalikan oleh sektor swasta.
 Ekonomi Komando
 Perekonomian di mana semua keputusan ekonomi dilakukan
oleh pemerintah pusat.
• Faktor Moneter dan Keuangan
 Nilai Tukar Mata Uang
 Tingkat Inflasi
 Perbedaan kebijakan pajak

Penerbit Erlangga 17
Lingkungan Budaya
• Budaya Nasional
 Merupakan nilai dan sikap yang dimiliki individu dari
negara tertentu yang membentuk perilaku dan
kepercayaan mengenai apa yang penting.
 Memiliki lebih banyak pengaruh terhadap organisasi
dibandingkan budaya organisasi.

Penerbit Erlangga 18
Peraga 4–4 Seperti Apa Masyarakat Amerika

Warga Amerika sangat informal.


Warga Amerika sangat to the point / direct.
Warga Amerika kompetitif.
Warga Amerika membutuhkan pencapaian.
Warga Amerika mandiri dan individualis.
Warga Amerika memiliki banyak pertanyaan.
Warga Amerika tidak menyukai kesunyian.
Warga Amerika menjunjung ketepatan waktu.
Warga Amerika menjunjung kebersihan.

Penerbit Erlangga 19
Kerangka Penentuan Budaya
Hofstede
Individualisme
Individualisme
versus
versus
Kolektivisme
Kolektivisme

Orientasi
OrientasiJangka-
Jangka-
Panjang versus
Panjang versus Jarak
JarakKekuasaan
Kekuasaan
Jangka-Pendek
Jangka-Pendek
Budaya
Budaya

Prestasi
Prestasi Penghindaran
Penghindaran
versus
versus Ketidakpastian
Ketidakpastian
Nurturing
Nurturing

Penerbit Erlangga 20
Peraga 4–5 Lima Dimensi Hofstede mengenai Budaya Nasional

(1) Individualistik—individu memenuhi kebutuhan dirinya sendiri dan


keluarganya
Kolektivistik—individu mempercayakan kepada kelompok atas pemenuhan
kebutuhan dan perlindungan dirinya

Individualistik Kolektivistik
Amerika Serikat, Jepang Meksiko, Thailand
Kanada, Australia

(2) Jarak kekuasaannya jauh—Menerapkan pembedaan berdasarkan


kekuasaan, rasa hormatnya besar terhadap otoritas
Jarak kekuasaannya dekat—Meminimalkan ketidaksetaraan: pekerja tidak
takut untuk mendekati dan tidak diintimidasi oleh manajernya

Jarak kekuasaannya jauh Jarak kekuasaannya dekat


Meksiko, Singapura Italia, Jepang Amerika Serikat, Swedia
Penerbit Erlangga 21
Peraga 4–5 Lima Dimensi Hofstede mengenai Budaya Nasional

(3) Penghindaran ketidakpastiannya tinggi—Merasa terancam ketika


menghadapi ambiguitas dan menghadapi kecemasan tinggi
Penghindaran ketidakpastiannya rendah—Tenang ketika menghadapi risiko;
toleran terhadap perbedaan perilaku dan opini

Penghindaran ketidakpastiannya tinggi Penghindaran ketidakpastiannya rendah


Italia, Meksiko, Prancis Kerajaan Inggris, Kanada,
Amerika Serikat, Singapura

(4) Prestasi—Menjunjung nilai asertivitas, menghasilkan uang dan barang, serta


persaingan
Nurturing—Menjunjung nilai persaudaraan dan peduli sesama

Achievement Nurturing
Amerika Serikat, Jepang, Kanada, Yunani Prancis, Swedia
Meksiko

Penerbit Erlangga 22
Peraga 4–5 Lima Dimensi Hofstede mengenai Budaya Nasional

(5) Orientasi jangka-panjang—Masyarakat berfokus ke masa depan dan


menjunjung nilai kesederhanaan dan kegigihan
Orientasi jangka-pendek—Masyarakat menjunjung tradisi dan sejarah

Orientasi jangka-panjang Orientasi jangka-pendek


Jerman, Australia, China, Taiwan, Jepang
Amerika Serikat, Kanada

Penerbit Erlangga 23
Peraga 4–6 Rangkuman GLOBE
Dimensi Negara-negara dengan Rating Negara-negara dengan Rating Negara-negara dengan Rating
Rendah Menengah Tinggi

Asertivitas Swedia Arab Spanyol


Selandia Baru Irlandia Amerika Serikat
Swiss Filipina Yunani

Orientasi ke masa depan Rusia Slovenia Denmark


Argentina Arab Kanada
Polandia Irlandia Belanda

Pembedaan gender Swedia Italia Korea Selatan


Denmark Brazil Arab
Slovenia Argentina Maroko

Penghindaran ketidakpastian Rusia Israel Austria


Hungaria Amerika Serikat Denmark
Bolivia Meksiko Jerman

Jarak kekuasaan Denmark Inggris Rusia


Belanda Prancis Spanyol
Afrika Selatan Brazil Thailand

Individualisme/kolektivisme* Denmark Hongkong Yunani


Sinngapura Amerika Serikat Hungaria
Jepang Arab Jerman

Kolektivisme dalam-kelompok Denmark Jepang Arab


Swedia Israel China
Selandia Baru Qatar Maroko

Orientasi performa Rusia Swedia Amerika Serikat


Argentina Israel Thailand
Yunani Spanyol Selandia Baru

Orientasi kemanusiaan Jerman Hongkong Indonesia


Spanyol Swedia Arab
Prancis Thailand Malaysia

*Skor yang rendah mewakili kolektivisme.

Penerbit Erlangga 24
Manajemen Global di Dunia
Masa Kini
• Tantangan
 Keterbukaan berasosiasi dengan globalisasi
 Memiliki perbedaan budaya signifikan (sebagai
contoh, Americanization atau Amerikanisasi )
 Menyesuaikan gaya kepemimpinan dan pendekatan
manajemen
• Risiko
 Kehilangan investasi di negara yang tidak stabil
 Meningkatnya terorisme
 Ketergantungan ekonomi

Penerbit Erlangga 25
Istilah Yang Harus Diketahui
• Parokialisme • Born global
• Sikap etnosentrik • Global sourcing
• Sikap polisentrik • Ekspor
• Sikap geosentrik • Impor
• Uni Eropa (European Union/EU) • Lisensi
• Euro • Waralaba (franchise)
• North American Free Trade • Strategic alliance
Agreement (NAFTA) • Joint venture
• Association of Southeast Asian • Foreign subsidiary
Nations (ASEAN)
• Ekonomi pasar
• World Trade Organization (WTO)
• Ekonomi komando
• Multinational corporation (MNC)
• Budaya nasional
• Multidomestic corporation
• GLOBE
• Global company
• Wiki
• Transnational/borderless organization
• Blog
Penerbit Erlangga 26

Anda mungkin juga menyukai