Anda di halaman 1dari 28

Penganggaran Modal

KELOMPOK 6 :
SHANNIE (160503063)
DELLA VIDA SIMBOLON (160503065)
ANUGERAH WIRA SURYANI HIA (160503143)
VINNA ISNAINI (160503146)
FEBINEZ CHRISTY PANJAITAN (160503147)
ESTERLINA SINAGA (160503152)
PENGERTIAN
Penganggaran modal (capital budgeting) adalah sebuah proes
pengambilan keputusan oleh manajemen atas kegiatan yang akan
memberikan tingkat pengembalian investasi lebih dari satu tahun.
Penganggaran modal umunya melibatkan kegiatan pengambilan
keputusan untuk pengadaan asset tetap yang memiliki masa
manfaat lebih dari satu tahun. Penganggaran modal hanya
memfokuskan pada kegiatan-kegiatan yang memiliki jangka waktu
pelaksanaan lebih dari satu tahun.
PENTINGNYA PENGANGGARAN MODAL
Penganggaran modal sangat menentukan keberhasilan perusahaan
dalam jangka panjang karena hal-hal berikut :
Jumlah dana yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan
sangat besar.
Kegiatan penganggaran modal memerlukan banyak sekali sumber
daya yang ada di perusahaan, tidak hanya uang, tetapi juga fasilitas
dan sumber daya manusia.
Jika kegiatan yang dijalankan oleh perusahaan dilaksanakan
dengan sukses, maka perusahaan akan memperoleh keuntungan
yang besar dimasa mendatang.
TEKNIK DAN KONSEP PENGANGGARAN MODAL

Contoh:
PT ABC ingin menambah mesin poduksinya dari 3 buah menjadi 5
buah. Untuk itu, PT ABC harus membeli 2 buah mesin baru yang diperkirakan
akan dipakai selama 10 tahun. Harga beli mesin sebesar Rp20.000.000.000
per unitnya sehingga diperlukan dana sebesar Rp40.000.000.000.
Langkah 1
Tentukan nilai investasi awal (initial outlay) dari kegiatan yang akan dijalankan oleh perusahaan. Misalnya,
perusahaan ingin mengganti mesin lama dengan mesin baru agar lebih efisien dalam berproduksi. Nilai
investasi awal pembelian mesin baru adalah seluruh pengeluaran untuk memperoleh mesin baru tersebut.
Berikut ini adalah contoh-contoh pengeluaran untuk pembelian mesin.
Harga beli mesin baru = xxx
Ditambah :
Ongkos angkut pembelian = xxx
Biaya asuransi selama pengiriman = xxx
Biaya tes mesin baru = xxx
Biaya pemasangan mesin baru = xxx
Dikurangi :
Harga jual mesin lama =(xxx)
Nilai investasi awal mesin baru xxx
Langkah 2
Tentukan sumber pendanaan untuk mendanai kegiatan yang akan dilakukan oleh perusahaan.
Sumber-sumber pendanaan untuk nmendanai kegiatan perusahaan adalah :
Dana kas internal perusahaan,
Hasil penerbitan obligasi kepada masyarakat,
Hasil dari meminjam dana kepada lembaga keuangan, misalnya ke bank,
Penerbitan saham baru.
Setiap sumber pendanaan masyarakat adanya biaya modal (cost of capital) yang harus dibyarkan oleh
perusahaan. Sebagai contoh, jika perusahaan menggunakan sumber pendanaan dari penerbitan
obligasi, maka perusahaan harus membayar bunga setiap tahunnya kepada pemegang obligasi.
Bunga tersebut adalah biaya modal dari penerbitan obligasi.
Langkah 3
Tentukan arus kas masuk dan arus kas keluar Selama kegiatan tersebut dijalankan. Arus kas masuk dimasa depan
dapat berasal dari penjualan produk dan jasa kepada pelanggan atau dari penghematan yang diterima perusahaan.
Misalnya, perusahaan akan mengganti mesin lama yang dimiliki dengan mesin baru. Mesin baru tersebut memiliki
masa manfaat selama 5 tahun dan penghematan pertahun yang akan diterima oleh perusahaan dengan
menggunakan mesin baru sebesar Rp150.000.000. total penghematan dari mesin baru tersebut selama masa
manfaanya sebesar Rp750.000.000. arus kas keluar kegiatan berasal dari semua pengeluaran kas selama
pelaksanaan kegiatan. Misalnya untuk pembayaran gaji pelaksana kegiatan dan pembelian bahan baku. Arus kas
masuk kegiatan nantinya dikurangkan dengan arus kas keluar kegiatan untuk memperoleh arus kas bersih kegiatan.
Langkah 4
Menghitung kelayakan pelaksanaan kegiatan dengan menggunakan metode-metode yang ada di penggaran modal
. Buku ini hanya akan membahas dua metode,yaitu metode payback period dan net present value.
METODE PAYBACK PERIOD

Metode ini mengukur lamanya waktu yang dibutuhkan oleh sebuah kegiatan
untuk menutupi pengeluaran investasi awalnya atau kembali modal.
Contoh :
PT XYZ ingin mengganti mesin lamanya dengan sebuah mesin baru yng lebih efisien.
Harga mesin baru diperkirakan sebesar Rp1.000.000.000. mesin baru tersebut diharapkan
akan memberikan manfaat seama 10 tahun . Penghematan yang diperoleh dengan
menggunakan mesin baru setiap tahunnya sebesar Rp250.000.000. PT XYZ mensyaratkan
untuk dapat membeli mesin baru tersebut, maka payback period-nya harus tidak lebih dari 6
tahun. Dengan menggunakan metode payback period , tentukan apakah PT XYZ akan
menyetujui permohonan pembelian mesin baru tersebut.
Langkah 1
Tentukan nilai investasi awal dari pembelian mesin baru tersebut. Nilai investasi awal
sebesar Rp1.000.000.000

Langkah 2
Tentukan arus kas bersih dari pembelian mesin baru tersebut sejak mesin tersebut dibeli
sampai habis masa manfaatnya. Arus kas bersih yang diperoleh setiap tahunnya selama 10
tahun adalah Rp250.000.000.
Langkah 3

Tentukan payback period dari pembelian mesin baru tersebut. Jika arus kas bersih

dari sebuah kegiatan nilainya sama untuk setiap tahunnya, maka kita dapat

menggunakan rumus di bawah ini.

𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑖𝑛𝑣𝑒𝑠𝑡𝑎𝑠𝑖 𝑎𝑤𝑎𝑙


Payback period =
𝑎𝑟𝑢𝑠 𝑘𝑎𝑠 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ 𝑠𝑒𝑡𝑖𝑎𝑝 𝑡𝑎ℎ𝑢𝑛

1.000.000.000
Payback period =
250.000.000
Payback period = 4 𝑡𝑎ℎ𝑢𝑛
Langkah 4

Analisis kelayakan kegiatan tersebut dengan membandingkan antara payback period

dari mesin tersebut dengan kebijakan yang ada di perusahaan. PT XYZ akan menolak

permohonan pembelian mesin baru tersebut karena payback period nya (8 tahun)

lebih lama dibandingkan dengan kebijakan perusahaan. PT yang mensyaratkan

payback period selama 6 tahun.


Contoh :

PT ABC memiliki rencana untuk membangun sebuah ruko di daerah Jakarta Utara.
Nilai investasi awal proyek tersebut diperkirakan sebesar Rp 1.500.000.000. Berikut ini
adalah arus kas bersih yang diperkirakan akan diperoleh dari proyek tersebut.Hitunglah
payback period dari pembangunan ruko oleh PT ABC.

Tahun Arus kas bersih masuk


1 500.000.000
2 600.000.000
3 800.000.000
4 900.000.000
5 100.000.000
Langkah 1
Tentukan nilai investasi awal dari pembangunan ruko tersebut, yaitu sebesar Rp 1.500.000.000.

Langkah 2
Tentukan arus kas bersih dari pembangun ruko. Berikut ini adalah arus kas bersih selama 5 tahun.

Tahun Arus kas bersih masuk


1 500.000.000
2 600.000.000
3 800.000.000
4 900.000.000
5 100.000.000
Langkah 3
Sehubungan dengan nilai arus kas bersih yang masuk tiap tahun tidak sama, kita tidk lagi dapat
menggunakan rumus yang terdapat pada contoh sebelumnya
Berikut ini adalah tabel yang dapat digunakan untuk menghitung payback period sebuah kegiatan
yang nilai arus kas bersihnya tidak sama setiap tahun.

Tahun Arus kas bersih Arus kas bersih Nilai investasi awal yang belum
kumulatif tertutupi sampai akhir tahun
Langkah 4
Isi pada kolom tahun yang ada di tabel dimulai dengan 0. Tahun 0 adalah tahun dikeluarkannya investasi
awal, yaitu Rp 1.500.000.000 Masukkan nilai investasi awal tersebut pada kolom nilai investasi awal yang
belum tertutupi sampai akhir tahun pada baris pertama.

Tahun Arus kas bersih Arus kas bersih Nilai investasi awal yang belum
kumulatif tertutupi sampai akhir tahun
0 1.500.000.000
1
2
3
4
5
Langkah 5
Masukkan arus kas bersih setiap tahunnya pada kolom arus kas bersih.

Tahun Arus kas bersih Arus kas bersih Nilai investasi awal yang belum
kumulatif tertutupi sampai akhir tahun

0 1.500.000.000
1 500.000.000
2 600.000.000
3 800.000.000
4 900.000.000
5 100.000.000
Langkah 6
Hitung arus kas bersih kumulatif untuk 1 tahun. Arus kas bersih kumulatif untuk tahun ke-1 adalah Rp
500.000.000.
Kemudian, masih pada baris tahun ke-1, kurangkan nilai investasi awal yang beum tertutupi sampai akhir
tahun pada tahun 0 dengan arus kas bersih kumulatif tahun ke-1 (Rp 1.500.000.000-Rp 500.000.000).

Tahun Arus kas bersih Arus kas bersih Nilai investasi awal yang belum
kumulatif tertutupi sampai akhir tahun
0 1.500.000.000
1 500.000.000 500.000.000 1.000.000.000
2 600.000.000
3 800.000.000
4 900.000.000
5 100.000.000
Langkah 7
Hitung arus kas bersih kumulatif untuk tahun ke-2. Arus kas bersih kumulatif untuk tahun ke-2 adalah
Rp1.100.000.000 (arus kas bersih kumulatif tahun 1 ditambah arus kas bersih tahun ke-2).
Kemudian, masih pada baris tahun ke-2, kurangkan nilai investasi awal yang belum tertutupi sampai akhir
tahun pada tahun 0 dengan arus kas bersih kumulatif tahun ke-2 (Rp 1.500.000.000 - Rp1.100.000.000)

Tahun Arus kas bersih Arus kas bersih Nilai investasi awal yang belum
kumulatif tertutupi sampai akhir tahun

0 1.500.000.000
1 500.000.000 500.000.000 1.000.000.000
2 600.000.000 1.100.000.000 400.000.000
3 800.000.000
4 900.000.000
5 100.000.000
Langkah 8
Hitung arus kas bersih kumalatif untuk ke-3. Arus kas bersih kumulatif untuk tahun ke-3 adalah Rp
1.900.000.000 (arus kas bersih kumulatif tahun ke-2 ditambah arus kas bersih tahun ke-3)
Karena nilai arus kas bersih kumulatif tahun ke-3 sudah melebihi nilai investasi awal, Payback period dari
proyek terjadi antara tahun ke-2 dan tahun ke-3.

Tahun Arus kas bersih Arus kas bersih Nilai investasi awal yang belum
kumulatif tertutupi sampai akhir tahun
0 1.500.000.000
1 500.000.000 500.000.000 1.000.000.000
2 600.000.000 1.100.000.000 400.000.000
3 800.000.000 1.900.000.000 0
4 900.000.000 2.800.000.000 0
5 100.000.000 2.900.000.000 0
Langkah 9
Hitunglah payback period dari proyek pembangunan ruko tersebut.
Payback period terjadi setelah tahun ke-2, tetapi sebelum tahun ke-3 berakhir.
Jadi,
Payback period = 2 tahun + (400.000.000/800.000.000) x I tahun
= 2 tahun + 0,5 tahun
= 2,5 tahun.
400.000 adalah nilai investasi awal yang belum tertutupi sampai akhir tahun pada tahun
ke-2, sedangkan 800.000.000 adalah arus kas bersih tahun ke-3.
NET PRESENT VALUE
Metode net present value,seluruh nilai arus kas bersih yang diterima di tahun-tahun
mendatang akan dihitung saat investasi awal dikeluarkan (di-present value-kan) dengan
menggunakan tingkat diskonto tertentu.
Tingkat diskonto yang digunakan dapat diperoleh dari tingkat pengembalian investasi
yang diharapkan oleh perusahaan (required rate of return), kemudian arus kas bersih
tersebut dikurangi dengan nilai investasi awalnya untuk memperoleh NPV.
 Jika NPV > 0,maka proyek tersebut layak untuk dilaksanakan
Jika NPV < 0, maka proyek tersebut tidak layak untuk dilaksanakan
Contoh
PT ABC berniat membangun sebuah ruko didaerah Surabaya. Nilai Investasi awal pembangunan
ruko adalah Rp 1.500.000.000 berikut ini adalah arus kas bersih yang di perkirakan akan diterima dari
kegiatan pembangunan ruko.
PT ABC memutuskan hanya menggunakan dana kas internal perusahaan untuk membangun
ruko tersebut dan menginginkan tingkat pengembalian investasi sebesar 10%
.kemudian,manajemen PT ABC hendak menentukan kelayakan pembangunan ruko tersebut dengan
menggunakan metode net present value.
Tahun Arus kas bersih masuk

1 500.000.000
2 600.000.000
3 800.000.000
4 900.000.000
5 100.000.000
Langkah 1
Tentukan nilai investasi awal dari pembangunan ruko tersebut, yaitu sebesar Rp 1.500.000.000

Langkah 2
Tentukan arus kas bersih masuk dari pembangunan ruko (lihat soal).

Langkah 3
Tentukan tingkat diskonto untuk pembangunan ruko. Tingkat pengembalian investasi sebesar 10%
yang dipersyaratkan oleh PT ABC merupakan tingkat diskonto pembangunan ruko.
Langkah 4

Tentukan present value untuk setiap Rp 1 dari tahun ke 1—5

𝐑𝐩 𝟏
Rumus present value =
𝟏+𝒅𝒊𝒔𝒄𝒐𝒖𝒏𝒕 𝒓𝒂𝒕𝒆 n

Rp 1
Nilai present value tahun ke-1 = = 0,9091
1+10% 1

Rp 1
Nilai present value tahun ke-2 = = 0,8264
(1+10%)2

Rp 1
Nilai present value tahun ke-3 = = 0,7513
(1+10%)3

Rp 1
Nilai present value tahun ke-4 = = 0,6830
(1+10%)4

Rp 1
Nilai present value tahun ke-5 = = 0,6209
(1+10%)5
Langkah 5
Arus kas bersih masuk yang diperoleh dari tahun ke 1 sampai tahun 5 dikalikan
dengan PV setiap tahunnnya untuk memperoleh net present value dari arus kas bersih
yang masuk.
Langkah 6
Kurangkan NPV dari arus kas bersih masuk dengan nilai interval awal.
Kegiatan pembangunan ruko memiliki NPV positif sehingga layak dijalankan.