Anda di halaman 1dari 51

OPTIMALISASI FKTP SEBAGAI GATEKEEPER DALAM

UPAYA PENINGKATAN MUTU PELAYANAN PRIMER

Dr. I Made Puja Yasa, AAK


Deputi Direksi Wilayah Sulselbartramal

Disampaikan pada Monev KBK Sulsel


Kedeputian Wilayah Sulselbartramal
Makassar, 14 Januari 2019
AGENDA
OVERVIEW PROGRAM JKN - KIS

EVALUASI PELAYANAN PRIMER

PENUTUP

2
TARGET RPJMN 2015-2019
JAMINAN KESEHATAN NASIONAL

2019

95% penduduk
2018 ditargetkan menjadi
90% penduduk peserta JKN; 40%
ditargetkan penduduk miskin &
2017 menjadi peserta tidak mampu
JKN; 39,0% ditargetkan
77% penduduk penduduk miskin & tercakup dalam PBI
2016 ditargetkan menjadi tidak mampu JKN
68% penduduk peserta JKN; 36,0% ditargetkan Tingkat Kepuasan
ditargetkan menjadi (94,4 juta) penduduk tercakup dalam PBI Peserta ditargetkan
2015 peserta JKN; 35,7% miskin & tidak mampu JKN mencapai 85%
61% penduduk (92,4 juta) penduduk ditargetkan tercakup Upaya perluasan
2014 telah menjadi miskin & tidak mampu dalam PBI JKN peserta PBPU &
Awal mula peserta JKN; ditargetkan tercakup Berbagai upaya penyempurnaan
implementasi 34,4% penduduk dalam PBI JKN perbaikan pengelolaan pengelolaan
JKN miskin telah Berbagai upaya program: strategi & program
tercakup dalam perbaikain inovasi perluasan
PBI JKN pengelolaan program: kepesertaan, penguatan
monev terpadu,
penyesuaian tarif &
monev terpadu JKN, PPP
bidang kesehatan, dsb.
UHC
iuran, dsb 1 Jan
Sumber: Paparan Bappenas - RPJMN 2015-2019 (dengan penyesuaian RKP tahun berjalan) & Peta Jalan Menuju JKN 2012-2019 2019
JKN – KIS SEBAGAI AGENDA NEGARA

6. Meningkatkan Kualitas Hidup Manusia


Indonesia
 Program Indonesia Pintar
 Program Kartu Indonesia Sehat melalui
layanan kesehatan masyarakat
 Program Indonesia Kerja dan Indonesia
Sejahtera

4
PETA JALAN MENUJU JKN-KIS
HINGGA TAHUN 2019

*) Per 1 November 2018, jumlah peserta JKN-KIS:


215.784.340 jiwa (82,24% dari Penduduk Indonesia)
5
Program JKN-KIS Milik Semua

Utilization relatives to need Target SDG 3.8: mencapai


Kolaborasi stakeholders

provide access to needed health services. which do not


UHC. termasuk proteksi risiko

Kolaborasi stakeholders
determined by people’s capacity to pay nor their
geographical location finansial. akses terhadap pelayanan
kesehatan. obat dan vaksin esensial
yang berkualitas untuk semua
AKSES

UH UHC tidak berarti2:


- UHC tidak hanya mencakup
C system kesehatan. tapi UHC
berarti pembangunan
PROTEKSI
KUALIT FINANSIAL berkelanjutan menuju ekuitas.
ASQuality prioritas pembangunan dan
Financial protection inklusi sosial.
the service received ensure that the use of these services
should be in sufficient does not expose the user to financial
- UHC tidak hanya mengenai
quality to be effective hardship - pembiayaan kesehatan. tapi
meliputi semua aspek sistem
kesehatan.

PRE-REQUISITE: 1. WHO. (2018). Universal Health Coverage. diakses via


http://www.who.int/healthsystems/universal_health_coverage/en/ tanggal 3 Agust 2018.
PERLUASAN CAKUPAN 2. WHO. (2010). Health systems financing: the path to universal coverage. WHO Health Report

Sumber: DWH: 5 Oktober 2018


Perkembangan Jumlah Kepesertaan
JKN-KIS s.d. Januari 2019

CAPAIAN PESERTA: 215.784.340 jiwa


(82,24% dari total 262.379.596 Penduduk)

Sumber : Data Capaian Kepesertaan: Aplikasi BI


Acuan Jumlah penduduk: Data Dukcapil s.d Semester II 2017

12
Perkembangan Jumlah Kepesertaan
JKN-KIS s.d. 1 Desember 2018
Sulselbartramal

Jumlah Penduduk JKN Non JKN


15.502.325 12.905.146 2.597.179
Jiwa Jiwa Jiwa
PROGRES PENCAPAIAN UNIVERSAL HEALTH COVERAGE
JKN-KIS s.d. 31 Desember 2018
Sulselbartramal
PENINGKATAN AKSES DENGAN
PENAMBAHAN FASKES KERJA
SAMA

FKTP KERJASAMA TAHUN 2014 - 2018 FKRTL KERJASAMA TAHUN 2014 - 2018
25,000 21,763 22,180
19,969 20,708
2,500
20,000 17,492
2,000
15,000
1,500
2,268 2,367
10,000 2,068
1,000 1,681 1,847

5,000 500

-
- 2014 2015 2016 2017 s.d Mei 2018
2014 2015 2016 2017 s/d Mei 2018
Proporsi FKTP milik swasta sebesar Proporsi FKRTL milik swasta sebesar
49% 60%
 83% dari jumlah Rumah Sakit
teregistrasi di Indonesia
Salah satu fokus utama BPJS Kesehatan tahun 2018:
Meningkatkan kepuasan peserta melalui peningkatan
kemudahan akses peserta ke Faskes dan perbaikan Mutu
layanan Faskes
PERTUMBUHAN FASILITAS KESEHATAN TINGKAT PERTAMA
WILAYAH SULSELBARTRAMAL
DISTRIBUSI FASKES DAN TENAGA DOKTER
WILAYAH SULSELBARTRAMAL

Rasio ideal -> 1 dokter : 5.000 Peserta


DISTRIBUSI FASKES DAN TENAGA DOKTER
PROVINSI SULSEL

Rasio ideal -> 1 dokter : 5.000 Peserta


FKTP TANPA TENAGA DOKTER
WILAYAH SULSELBARTRAMAL

*) Tidak termasuk DPP dan Klinik Pratama


FASILITAS KESEHATAN RUJUKAN TINGKAT LANJUT
WILAYAH SULSELBARTRAMAL
FASILITAS KESEHATAN RUJUKAN TINGKAT LANJUT
WILAYAH SULSELBARTRAMAL
SULSEL SULBAR
A
:
2
B : 24

C : 46 C:5

D : 31 D:6
SULTRA MALUKU

B:2 B:3

C : 13 C:4

D : 11 D : 19
RASIO KECUKUPAN TEMPAT TIDUR DI FKRTL
WILAYAH SULSELBARTRAMAL

Rasio ideal => 1.000 penduduk : 1 tempat tidur


894 peserta JKN : 1 tempat tidur
REALISASI BIAYA PELKES - NASIONAL

42 T 57 T 67 T 84 T 32 T
TOTAL BIAYA PELAYANAN
KESEHATAN (2014-2017)

Rp 250 T
DISTRIBUSI BIAYA
2014 2015 2016 2017 2018
sd Mei
FKTP FKRTL
Rp 47 T Rp 203 T
I PROPORSI DISTRIBUSI
BIAYA PELKES PER TAHUN

90.00% 78.32% 79.20% 80.36% 83.57%


80.00%
70.00%
60.00%
50.00%
40.00% 21.68% 20.80% 19.64%
30.00% 16.43%
20.00%
10.00%
0.00%

Primer Rujukan

19
REALISASI BIAYA PELKES – KEPWIL SULSEBARTRAMAL

19.99%

80.01%

Bi aya Pel kes Pri mer Bi aya Pel kes Rujukan

20
REALISASI BIAYA PELKES – KEPWIL SULSEBARTRAMAL

Rasio Klaim
Tahun 2018

21
Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan
Tahun 2014-2017

Pemanfaatan pelayanan kesehatan selama 4 Atau rata-rata di


tahun di seluruh tingkat pelayanan sebanyak 640,2 Juta
tahun 2017
Pemanfaatan
612.000
Sumber : Data Kedeputian Bidang PEO Per Hari Kalender

Total Biaya Pelayanan Kesehatan selama 4 tahun  Masih terjadi Missmatch


Revenue dan Spending

PERLU PENYESUAIAN IURAN DAN PENYESUAIAN MANFAAT


(PP 87 2013)  Sustainabilitas Jangka pendek dan jangka panjang

UHC tidak berarti2:


- Cakupan gratis untuk semua intervensi medis karena tidak ada satu negara pun yang
mampu sustain jika membiayai semua pelayanan2
- Tak terbatas, Komprehensif artinya manfaat mencakup promotif, preventif, rehabilitatif
dan kuratif dengan batasan tertentu yang dijamin dan ada kriteria yang tidak dijamin

1. WHO. (2010). Health systems financing: the path to universal coverage. WHO Health Report
AGENDA
OVERVIEW PROGRAM JKN - KIS

EVALUASI PELAYANAN PRIMER

PENUTUP

23
HASIL KESEPAKATAN PEER REVIEW
SE KEPWIL SULSELBARTRAMAL
SD DESEMBER 2018

24
Sumber data : Lap. Kantor Cabang 2018
HASIL KESEPAKATAN PEER REVIEW
SE KEPWIL SULSELBARTRAMAL
SD DESEMBER 2018

25
Sumber data : Lap. Kantor Cabang 2018
Angka Kontak per Kantor Cabang
sd Desember 2018

Sumber Data : Aplikasi BI, Akses Januari 2018


26
Rasio Peserta Prolanis Berkunjung
Per Kantor Cabang sd Desember 2018

Sumber Data : Aplikasi BI, Akses Januari 2018


27
Ratio Rujukan Non Spesialistik
Per Kantor Cabang sd Desember 2018

Sumber Data : Aplikasi BI, Januari 2018


28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
UPAYA PENINGKATAN
KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN

39
UPAYA PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN
MELALUI PENINGKATAN KEMITRAAN DENGAN
PEMANGKU KEPENTINGAN UTAMA

Audiensi dengan Gubernur Provinsi Sulawesi


Selatan terkait Optimalisasi Program JKN-KIS di
Wilayah Sulawesi Selatan
UPAYA PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN
MELALUI SISTEM RUJUKAN BERJENJANG BERBASIS
KOMPETENSI TERINTEGRASI SISTEM INFORMASI

Pertemuan Penguatan Penerapan Sistem


Rujukan Berjenjang Berbasis Kompetensi
Bekerjasama dengan Dinas Kesehatan
Provinsi Sulawesi Selatan
UPAYA PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN
MELALUI KUNJUNGAN KEMITRAAN KE FASILITAS KESEHATAN
BERSAMA DENGAN DINAS KESEHATAN PROVINSI SULSEL

Kunjungan Kemitraan ke FKTP


Puskesmas Kassi-Kassi bersama
Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi
Selatan
UPAYA PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN
MELALUI PENINGKATAN KEMITRAAN DENGAN STAKEHOLDER

Pertemuan Forum Kemitraan


Pemangku Kepentingan Tingkat
Provinsi Sulawesi Selatan
UPAYA PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN
MELALUI OPTIMALISASI PERAN TIM KENDALI MUTU
KENDALI BIAYA DAN DEWAN PERTIMBANGAN MEDIK

Dukungan dan Rekomendasi Tim Kendali Mutu


dan Kendali Biaya dan Dewan Pertimbangan
Medik Provinsi Sulawesi Selatan
UPAYA PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN
MELALUI KEMITRAAN DENGAN ORGANISASI PROFESI

Pertemuan Kemitraan dengan


Organisasi Profesi dan Manajemen
Rumah Sakit
Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan
UPAYA PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN
MELALUI PENGEMBANGAN INSTRUMENT KMKB PELAYANAN SC
AGENDA
OVERVIEW PROGRAM JKN - KIS

EVALUASI PELAYANAN PRIMER

PENUTUP

47
• TANTANGAN PELAYANAN PRIMER
• People :
 Masih terdapat Puskesmas yang belum memiliki dokter
umum/Dokter Gigi
• Tools :
 Sarana dan Prasarana FKTP tidak lengkap sehingga
meningkatkan angka rujukan untuk kasus yang
seharusnya dapat diselesaikan di FKTP
• Proses (sesuai Catatan Audit KPK  Modus
Korupsi/Kecurangan Layanan Puskesmas ):
 Pelayanan FKTP kepada Peserta tidak sesuai standar
 Pasien tidak dilayani oleh tenaga medis yang sesuai
 Pasien tidak diberikan obat dengan alasan habis
sehingga harus membeli dengan biaya sendiri
 Pasien langsung dirujuk tanpa melalui diagnosa medis
Dukungan Stakeholder

• Pemenuhan dokter umum dan dokter


gigi di FKTP
• Pemenuhan Sarana dan Prasarana di
seluruh FKTP
• Edukasi kepada peserta tentang JKN
HARAPAN
HARAPAN

Dukungan dan kerja sama


semua pihak dalam
pembangunan sistem
pelayanan kesehatan yang
bermutu dan dalam rangka
menjaga Sustainibilitas Program
JKN-KIS
50