Anda di halaman 1dari 32

KETRAMPILAN PROSES

Puger Honggowiyono
Pembelajaran keterampilan
Pembelajaran keterampilan proses
• Pendekatan keterampilan
proses dapat diartikan
sebagai wawasan atau
anutan pengembangan
keterampilan–keterampilan
intelektual, sosial dan fisik
yang bersumber dari
kemampuan-kemampuan
mendasar yang prinsipnya
telah ada dalam diri siswa
Pendekatan keterampilan proses dimaksudkan untuk mengembangkan
kemampuan-kemampuan yang dimiliki oleh individu siswa, yaitu :
Pembelajaran keterampilan proses
Keterampilan proses dasar meliputi kegiatan yang berhubungan dengan :
•observasi (melalui kegiatan mengamati, siswa belajar tentang dunia
sekitar yang fantasi )
•klasifikasi ( mengidentifikasi perbedaan dan perasamaan berbagai objek
peristiwa berdasarkan sifat-sifat khususnya)
•pengukuran (Keterampilan dalam menggunakan alat dalam
memperoleh data dapat disebut pengukuran)
•komunikasi (penyampaikan dan memperoleh fakta, konsep, dan prinsip
ilmu pengetahuan dalam bentuk suara, visual, atau suara dan visual)
•prediksi (keterampilan meramal yang akan terjadi, berdasarkan gejala
yang ada.)
•inferensi(keterampilan untuk memutuskan keadaan suatu objek atau
peristiwa berdasarkan fakta, konsep dan prinsip yang diketahui.)
Pembelajaran keterampilan
dari aspek peserta didik :
a. Keterampilan proses terintegrasi
b. Inkuiri
c. discovery
• Pada discovery learning siswa didorong untuk belajar secara
mandiri. Siswa belajar melalui keterlibatan aktif dengan
konsep-konsep dan prinsip-prinsip dan guru mendorong
siswa untuk mendapatkan pengalaman dengan melakukan
kegiatan yang memungkinkan mereka menemukan konsep
dan prinsip-prinsip.Discovery terjadi apabila siswa terlibat
secara aktif dalam menggunakan mentalnya agar
memperoleh pengalaman, sehingga memungkinkan untuk
menemukan konsep atau prinsip. Proses-proses mental itu
melibatkan perumusan masalah, merumuskan hipotesis,
merancang eksperimen, melaksanakan eksprimen,
mengumpulkan dan menganalisis data, serta menarik
kesimpulan
Discovery learning memiliki
beberapa keuntungan, yaitu:
Keterampilan Berpikir
Ketrampilan berfikir
Indikator-indikator dari kemampuan
berpikir kritis .
d. Keterampilan proses sains
Pembelajaran keterampilan
dari aspek pendidik
a. Keterampilan mengadakan variasi :
Variasi yang dimaksud dalam kegiatan
pembelajaran adalah perubahan
dalam proses kegiatan yang bertujuan
untuk meningkatkan motivasi para
peserta didik serta mengurangi
kejenuhan dan kebosanan.
Keterampilan dasar mengajar
mengadakan variasi ini pada dasarnya
harus juga diterapkan dalam
keterampilan dasar mengajar lainnya,
seperti dalam menggunakan
keterampilan bertanya, memberi
penguatan, menjelaskan, penggunaan
media dan sebagainya.
Tujuan Mengadakan Variasi
Komponen Mengadakan
Variasi
Komponen-komponen keterampilan dasar mengajar mengadakan variasi meliputi:
1. Variasi dalam gaya mengajar
a. Penggunaan variasi suara
Perubahan suara dari keras menjadi lemah, dari tinggi menjadi rendah, dari cepat menjadi
lambat, dari gembira menjadi sedih, atau pada suatu saat memberikan tekanan pada kata-
kata tertentu.
b. Pemusatan perhatian peserta didik
Guru dapat memusatkan perhatian peserta didik pada hal-hal yang dianggap penting dapat
dengan gaya bahasa menurut kebutuhan mereka.
c. Kesenyapan pendidik
Adanya kesenyapan, kebisuan, atau “selingan diam” yang tiba-tiba dan disengaja selagi guru
menerangkan sesuatu, merupakan alat yang baik untuk menarik perhatian audiens.
d. Mengadakan kontak pandang dan gerak
Apabila kita sedang berbicara atau berinteraksi dengan peserta didik, sebaiknya pandangan
menjelajahi seluruh kelas dan melihat ke mata semua orang di kelas untuk menunjukkan
adanya hubungan yang akrab dengan mereka
e. Gerakan badan dan mimik
Kita perlu melakukan variasi dalam ekspresi wajah, gerakan kepala, dan gerakan badan,
sebab hal ini merupakan aspek yang sangat penting dalam berkomunikasi.
f. Pergantian posisi di dalam kelas
Pergantian posisi kita di dalam kelas dapat digunakan untuk mempertahankan perhatian
semua orang.
• 3. Variasi pola interaksi dan kegiatan siswa
Pola interaksi pendidikan dan peserta didik dalam
kegiatan pembelajaran memiliki corak yang
sangat beraneka ragam. Hal ini bergantung pada
keterampilan pendidik dalam mengelola kegiatan
pembelajaran. Penggunaan variasi pola interaksi
ini dimaksudkan untuk meningkatkan interaksi
pendidik-peserta didik dan antar peserta didik
agar kegiatan pembelajaran tidak menimbulkan
kebosanan, kejenuhan. Suasana kelas pun
menjadi hidup.
Prinsip Mengadakan Variasi
b. Pengajaran keterampilan
berfikir
c. Keterampilan menciptakan
lingkungan belajar yang optimal
• Salah satu hal yang penting diperhatikan oleh guru adalah kemampuan
mengelola kelas. Bekerja dengan anak didik memerlukan teknik dan strategi
agar tujuan belajar tercapai. Tahap awal untuk dapat mengelola kelas dengan
baik dimulai dari:
• kepribadian guru—-> humoris, santai, berwibawa, tegas, menyenangkan,
disiplin
• kepercayaan diri—-> berwawasan dan terampil
• ketahanan guru—-> tangguh, berani mengambil resiko, berprinsip
• toleransi dan kontrol diri —-> tenang, empati, sabar
• meluangkan waktu untuk menjalin kebersamaan antara guru dan siswa
• membangun komitmen antara guru dan siswa untuk saling menolong,
bekerja sama serta membawa kemajuan akademik dan perilaku positif
• kenali kelebihan dan kekuatan individu siswa
• menghargai keragaman yang dimiliki siswa
• memberikan kesempatan pada siswa untuk mengembangkan diri
• menyusun rutinitas dan mengikuti jadwal program yang telah direncanakan
• gunakan aturan serta prosedur untuk menghasilkan keharmonisan dalam
perilaku dan akademik
d. Keterampilan “Belajar Dengan Remaja”

belajar dengan remaja ehm…


harus punya jurus jitu agar
mereka mau. Berbagai alasan
akan segera dikumandangkan
agar terhindar dari acara belajar
bersama dengan orang tua.
Seiring dengan pertumbuhan
masa pubertas, perilaku seperti
itu menjadi wajar sepanjang
mereka tetap berada di koridor
yang sesuai harapan.
e. Keterampilan menghadapi
hambatan belajar
beberapa strategi yang dapat dilakukan oleh
pendidik atau orang tua yang anaknya
memiliki hambatan belajar tersebut:
1. Strategi pengajaran untuk anak didik
dengan kesulitan konsentrasi
– memerlambat kecepatan menerangkan materi
kepada anak
– menjaga keterlibatan anak dalam proses
pembelajaran
– menggunakan perangkat visual (gambar,
bagan, skema)
– melakukan remedial teaching secara intensif
– berikan motivasi, penghargaan secara
konsisten
– fokus pada proses belajar berupa
konsentrasi/ketekunan melalui penyesuaian
bentuk dan jumlah tugas
– memberikan pengawasan secara individu
dengan intensif
Pembelajaran keterampilan
pada sekolah kejuruan
• Spesifikasi Program di Sekolah
Kejuruan
Program pembelajaran di sekolah
kejuruan memang berbeda dengan
sekolah umum. Hal ini karena
tujuan pembelajaran di sekolah
kejuruan memang tidak sama
dengan sekolah umum. Hal yang
paling utama adalah pembelajaran
praktik, yaitu pembelajaran yang
bertujuan memberikan bekal
keterampil-an aplikatif. Pendidikan
kejuruan memanag
mempersiapkan anak didik sebagai
tenaga kerja kelas menengah yang
siap bekerja di masyarakat.