Anda di halaman 1dari 10

Visum et Repertum

Kevin Jonathan - 406172069


Burhan Gunawan
Visum et Repertum
 Keterangan yang dibuat dokter atas permintaan penyidik yang
berwenang mengenai hasil pemeriksaan medis terhadap manusia,
hidup maupun mati ataupun bagian atau diduga bagian dari tubuh
manusia, berdasarkan keilmuannya, dan dibawah sumpah, untuk
kepentingan peradilan.
Dasar Hukum
• Pasal 120 KUHAP
Dalam hal penyidik menganggap perlu , ia dapat minta pendapat orang
ahli atau orang yang memiliki keahlian khusus
• Pasal 133 KUHAP
• Ayat 1  Dalam hal penyidik untuk kepentingan peradilan menangani
seorang korban baik luka, keracunan ataupun mati yang diduga
karena peristiwa yang merupakan tindak pidana, ia berwenang
mengajukan permintaan keterangan ahli kepada ahli kedokteran
kehakiman atau dokter dan atau ahli lainnya
Ayat 2  Permintaan keterangan ahli sebagaimana dimaksud dalam
ayat (1) dilakukan secara tertulis, yang dalam surat itu disebutkan
dengan tegas untuk pemeriksaan luka atau pemeriksaan mayat dan
atau pemeriksaan bedah mayat.
Yang berwenang meminta VeR
• Pasal 7
(1) Penyidik sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 6 huruf a
mempunyai tugas dan wewenang:
g. mendengarkan keterangan ahli yang diperlukan dalam hubungannya dengan
pemeriksaan perkara;
• Pasal 11
(2) Untuk kepentingan penyidikan, penyidik dapat memanggil atau
mendatangi seseorang untuk memperoleh keterangan tanpa
sebelumnya memberi status orang tersebut sebagai tersangka atau
saksi.
• Pasal 6
Penyidik adalah:
A. Pejabat Kepolisian Negara Republik Indonesia;
B. Pejabat pegawai negeri yang ditunjuk secara khusus menurut undang-
undang tertentu yang diberi wewenang untuk melakukan penyidikan;
dan
C. Pejabat suatu lembaga yang ditunjuk secara khusus menurut undang-
undang tertentu yang diberi wewenang untuk melakukan penyidikan.
VeR sebagai alat bukti yang sah
Pasal 184 ayat (1) KUHAP
Alat bukti yang sah adalah :
a. keterangan saksi;
b. keterangan ahli;
c. surat;
d. petunjuk;
e. keterangan terdakwa.
Daya Bukti VeR
Statsblad 350 tahun 1937
Pasal 1 :
Visa reperta yang dibuat para dokter-dokter, yang dibuat atas sumpah
jabatan yang diikrarkan pada waktu menyelesaikan pelajaran
kedokteran dinegeri Belanda atau di Indonesia, atau atas sumpah
khusus sebagaimana dimaksud dalam pasal 2, mempunyai daya bukti
dalam perkara-perkara pidana, sejauh itu mengandung keterangan
tentang yang dilihat oleh dokter pada benda yang diperiksa
Jenis dan Bentuk VeR
A. Visum et repertum perlukaan (termasuk keracunan)
B. Visum et repertum kejahatan susila
C. Visum et repertum jenasah
D. Visum et repertum psikiatrik
Format Visum et Repertum
• Pembukaan  PRO JUSTITIA
• Pendahuluan  Identitas
• Pemberitaan  Hasil Pemeriksaan (Objektif)
• Kesimpulan  Pendapar pemeriksa (subjektif, ilmiah)
• Penutup 
“Demikianlah visum et repertum ini saya buat dengan sesungguhnya
sesuai dengan Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana”