Anda di halaman 1dari 89

PEMELIHARAAN

BOILER

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


PEMELIHARAAN BOILER
KOMPONEN DAN PENGENALAN METODE
BOILER MASTER
FUNGSINYA PEMELIHARAAN
• BOILER DRUM • Reactive maintenance
• FURNACE DAN (breakdown
WATERWALL maintenance)
• SUPERHEATER DAN • Preventive Maintenance
REHEATER • Predictive Maintenance
• ECONOMIZER • Proactive Maintenance
• SOOT BLOWER
• BURNER
• FAN
• AIR HEATER
• COAL FEEDER
• PULVERIZER
• ESP DAN BAG FILTER

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


BOILER
STEAM OUTLET
FEED WATER
DRYER INLET
SECONDARY
SEPARATOR

RISER
TUBES

BAFFLE
PRIMARYY
PLATES
SEPARATOR
DOWNCOMER

 Boiler Drum adalah bejana tempat menampung air yang datang dari
Economizer dan uap hasil penguapan dari Tube Wall (Riser). Kira-kira
setengah dari drum berisi air dan setengahnya lagi berisi uap.

 Level air didalam drum harus dijaga agar selalu tetap kira-kira setengah dari
tinggi drum. Banyaknya air pengisi yang masuk ke dalam drum harus
sebanding dengan banyaknya uap yang meninggalkan drum, sehingga level air
terjaga konstant.

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


BOILER

 Pengaturan level didalam Boiler Drum dilakukan dengan mengatur besarnya


pembukaan FLOW CONTROL VALVE.
 Apabila level didalam air drum terlalu rendah/tidak terkontrol akan menyebabkan
terjadinya OVERHEATING pada pipa-pipa Boiler, sedangkan bila level drum terlalu
tinggi, kemungkinan butir-butir air terbawa ke turbin dan mengakibatkan kerusakan
pada turbin.
 Untuk mengamankannya pada boiler drum dipasang alarm untuk level high dan level
low serta trip untuk level very low dan very high.

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


BOILER

PIPA AIR KOTAK


PIPA UNTUK
PENGISI KE KERING (DRY
BAHAN KIMIA
DRUM BOX)

STEAM
KAPASITAS KETEL SATU
PURITY (UAP
AIR ALIRAN
MURNI)

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


PIPA AIR PENGISI KE DRUM

 Semua air dapat dikirim dari


ekonomiser atau dari pipa naik
ekonomiser yang akan memberikan
mengisi ke drum, bisanya diisi air
dalam mencapai batas drum.
 Besarnya pipa atau jumlah
banyaknya pipa batas sepanjang
drum setiap base dihubungkan
bagian dalam pembagian pipa yang
satu sisi dari lubang kecil sepanjang
pipa, dapat mengisi
pendistribusiannya sepanjang drum

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


PIPA AIR PENGISI KE DRUM
 Pipa kecil dengan jumlah
yang kecil memanjang
sepanjang digunakan untuk
mendistribusikan bahan
kimia.
 Bahan kimia diisi ke drum
memakai tekanan pompa
kecil bertekanan tinggi tidak
kontinius tapi sesuai dengan
kebutuhan sesuai hasil
monitor komposisi dari air
ketel.

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


KOTAK KERING (DRY BOX)

 Semua air dapat dikirim dari


ekonomiser atau dari pipa naik
ekonomiser yang akan memberikan
mengisi ke drum, bisanya diisi air
dalam mencapai batas drum.
 Besarnya pipa atau jumlah
banyaknya pipa batas sepanjang
drum setiap base dihubungkan
bagian dalam pembagian pipa yang
satu sisi dari lubang kecil sepanjang
pipa, dapat mengisi
pendistribusiannya sepanjang drum

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


STEAM PURITY (UAP MURNI)
uap yang ditinggal didalam drum
ketel harus bebas dari kemasukan
deposit dalam superheater atau turbin.
Batasan yang berlaku untuk silika
didalam uap tidak boleh lebih dari 0,02
ppm deposit dalam superheater atau
turbin.
Konsentrasi air ketel sama dengan
0,02 ppm dalam uap dalam batas jenuh
bervariasi dengan tekanan operasi,
untuk 2350 psia sesuai dengan air ketel,
silika kira-kira 0,3 ppm. sama
ditentukan dari pengaruh hubungan
coustic soda

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


KAPASITAS AIR
 Tingkat batas normal diatur dalam
drum ketel atau mendekati dengan
batasan sekitar 4 inci dari tengah-
tengah.
 Bila kondisi darurat seperti misalnya
pompa air pengisi ketel mati,
dipertahankan tingkat batas level air
yang diizinkan agar jangan terlalu
rendah atau habis maka dijalankan
pompa air prngisi cadangan,
 bila pompa air pengisi cadangan
tidak dapat mengikuti perkembangan
operasi normal dianjurkan unit ditrip
(hentikan)
 Setelah burner distop beberapa
menit kemudian baru aliran pengisi
distop,

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


KETEL SATU ALIRAN
 Dalam sistem ketel satu
aliran fluidanya dipompa
secara tetap melalui ketel
oleh pompa pengisi yang
terkenan tinggi sampai
tekanan titik kritikal air dapat
berubah jadi uap.
Dengan tekanan kritikal
melalui satu aliran dimana
memerlukan dinding pipa
ketel yang lebih tebal (berupa
drum) dari pada ketel-ketel
biasa.

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


KETEL SATU ALIRAN
 Dalam sistem ketel satu
aliran fluidanya dipompa
secara tetap melalui ketel
oleh pompa pengisi yang
terkenan tinggi sampai
tekanan titik kritikal air dapat
berubah jadi uap.
Dengan tekanan kritikal
melalui satu aliran dimana
memerlukan dinding pipa
ketel yang lebih tebal (berupa
drum) dari pada ketel-ketel
biasa.

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


FURNACE DAN WATERWALL

KARAKTERISTIK PERENCANAAN
FURNACE
RUANG BAKAR RUANG BAKAR

RUANG BAKAR
DAN WALL TUBE
PENDINDINGAN

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


FURNACE
 Proses pembakaran dilaksanakan
didalam sebuah ruang yang
dinamakan ruang bakar, yang
disusun sedemikian sehingga dapat
mengendalikan pemberian udara
dan bahan bakar.
 Ruang bakar ini harus
direncanakan untuk dapat
menghasilkan langsung energi
panas oleh api kedalam uap dan air
di dalam unit pemanas lainnya
(ketel, superheater, ekonomiser
dan reheater).
 Selain itu juga ruang bakar harus
direncanakan untuk mereduksi
panas serendah-rendahnya.
Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal
FURNACE
 Metode pembakaran yang
digunakan untuk memasukkan udara
dan bahan bakar tergantung pada
wujud dan sifat bahan bakar.
 Jika digunakan bahan bakar bubuk,
pemasukannya ke dalam ruang bakar
dengan menggunakan brader (burner).
 Bahan bakar masuk ke dalam burner
dibawa oleh aliran cepat udara, yang
dinamakan “udara primer”.
Didalam burner diberi penambahan
udara yang dinamakan udara sekunder
dan tiupan bercampur masuk ke dalam
ruang bakar.

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


FURNACE
 Bahan bakar yang melayang dalam
ruang bakar terbakar oleh udara primer
dan disusul oleh udara sekunder.
MINYAK BAKAR juga dimasukkan ke
dalam ruang bakar dengan
menggunakan burner yang berfungsi
memecah minyak ke dalam bentuk
butiran atau atomisasi minyak. Butir-
butir ini bercampur dengan udara dan
ditiup ke dalam ruang bakar dimana
diadakan penyalaan dan pembakaran.
 BAHAN BAKAR GAS dimasukkan ke
dalam ruang bakar dengan cara yang
serupa minyak bakar, kecuali
atomisasinya tidak diperlukan.

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


FURNACE
Berdasarkan
pendinginannya, ruang bakar-
ruang bakar dibedakan atas
pemnembokan padat,
pendinginan dengan pipa-
pipa air, dan penembokan
didukung atau penembokan
gantung.

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


KARAKTERISTIK RUANG BAKAR
Berdasarkan
pendinginannya, ruang bakar-
ruang bakar dibedakan atas
pemnembokan padat,
pendinginan dengan pipa-
pipa air, dan penembokan
didukung atau penembokan
gantung.

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


KARAKTERISTIK RUANG BAKAR
Ukuran Utama Ruang Bakar-ruang Bakar Dipengaruhi Oleh Faktor-faktor
CARA PENYALAAN
WUJUD BAHAN
API (PENYALAAN
BAKAR (PADAT,
TANGAN ATAU
CAIR ATAU GAS)
MEKANIS)

PRESENTASE TINGGI JURAI


UDARA LEBIH NYALA

LUAS DAN BENTUK


TEMPERATUR ABU
KISI

KONSTRUKSI
DINDING RUANG KAPASITAS KETEL
BAKAR

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


PERENCANAAN RUANG BAKAR
Pemakaian Batu Tahan Api (Refractory) Pada Ruang Bakar Dimaksudkan Untuk

Memungkinkan
mempertahankan temperatur
Untuk melindungi bagian-bagian
yang tinggi dalam ruang bakar
ketel atau ruang bakar yang
untuk dapat menguapkan
tidak mendapat pendinginan
dengan cepat minyak yang
dengan sempurna.
disemprotkan oleh
burner/brander.

Untuk mengarahkan dan


mengintensipkan jalannya nyala
api dalam ruang bakar

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


RUANG BAKAR DAN PENDINDINGAN
Pemakaian Batu Tahan Api (Refractory) Pada Ruang Bakar Dimaksudkan Untuk
MENURUT CARA MELAKSANAKAN MENURUT GOLONGAN BAHAN
PEMBAKARAN, BAKAR YANG DIBAKAR
• pengompakan di atas kisi dan • a. bakar bahan bakar gas,
• pengopakan disemburkan. • b. ruang bakar bahan bakar cair dan
• c. ruang bakar bahan bakar padat.

MENURUT PENDINGINANNYA, MENURUT LETAK RUANG BAKAR


DIBEDAKAN ATAS RUANG BAKAR TERHADAP BIDANG-BIDANG YANG
• a. dengan penembokkan padat, HARUS DIPANASKAN dibedakan
• b. ruang bakar dengan penembokan yang atas
didukung atas gantung • a. ruang bakar api dalam,
• c. dan ruang bakar dengan pendindingan • b. ruang bakar api depan dan
pipa-pipa air.
• c. ruang bakar api bawah.

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


WALL TUBE
 Didalam tube wall terdapat air yang bersirkulasi dari boiler drum melalui
down comer dan low header.
 Berfungsi untuk membuat air menjadi uap dan juga mencegah
penyebaran panas dari dalam furnance ke udara luar dan untuk lebih
menjamin agar panas tersebut tidak terbuang ke udara luar melewati tube
wall , maka
 Dibalik tube wall (arah udara luar) dipasang dinding isolasi yang terbuat
dari mineral fiber.
 down comer merupakan pipa yang berukuran besar, menghubungkan
bagian bawah boiler drum dengan lower header.
 Down comer (pipa turun) tidak terkena panas secara langsung dari
ruang bakar. Dan untuk menghindari kerugian panas yang terbuang pada
down comer, maka down comer diberi isolasi.

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


SUPERHEATER
 Superheater ialah alat untuk memanaskan uap kenyang menjadi uap yang
dipanaskan lanjut (kering).
 Uap yang dipanaskan lanjut bila digunakan untuk melakukan kerja dengan
jalan ekspansi didalam turbin
 Superheater adalah peralatan yang berfungsi untuk menaikkan temperatur
uap jenuh sampai menjadi uap panas lanjut sesuai dengan kebutuhan untuk
menggerakkan turbin.
 Uap dalam wujud kenyang (jenuh) atau basah maka uap yang demikian jika
digunakan atau diekspansikan dalam turbin, akan menimbulkan pengembunan
yang cepat

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


REHEATER
 Reheater adalah peralatan yang berfungsi untuk menaikkan temperatur uap
dari turbin tekanan tinggi untuk dipanaskan ulang sesuai dengan kebutuhan
untuk menggerakkan turbin tingkat tekanan berikutnya.
 Uap yang telah digunakan untuk memutar turbin tekanan tinggi (HP Turbine)
mengakibatkan tekanan dan temperaturnya turun.
 Dengan memanfaatkan gas bekas maka uap tersebut dipanaskan ulang untuk
menaikkan temperaturnya dengan tekanan tetap, sehingga mendapatkan entalpi
yang lebih tinggi .
Sesuai analisa Termodinamika, baik superheater maupun reheater, efisiensi
termis suatu instalasi akan naik apabila menggunakan uap panas lanjut. Dengan
menggunakan uap basah, akan menimbulkan erosi pada sudu-sudu turbin .

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


SUPERHEATER - KONVEKSI
Superheater Dibedakan Atas
Dua Tipe Yakni

SUPERHEATER
KONVEKSI

SUPERHEATER
RADIASI-
KONVEKSI

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


SUPERHEATER – RADIASI KONVEKSI
Superheater Dibedakan Atas
Dua Tipe Yakni

SUPERHEATER
KONVEKSI

SUPERHEATER
RADIASI-
KONVEKSI

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


SUPERHEATER
Menurut Penempatannya Superheater Ditempatkan Pada

DIANTARA DIATAS
PIPA – PIPA AIR PIPA – PIPA AIR

 Pipa – pipa uap ini dibuat dari baja yang berdinding tipis dan
dilengkungkan berbentuk huruf U dengan diameter luar  22 mm.
 Tiap batang pipa – pipa dilengkung 5 – 6 kali yang masing –
masing berbentuk huruf U.
 Salah satu ujung pipa dihubungkan pada header (pengumpul)
uap basah dan ujung lainnya pada header uap kering.

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


KEUNTUNGAN – KERUGIAN BOILER
KELEBIHAN
• alat ini dapat dimasukkan dan
dikeluarkan dengan mudah
• Perpindahan panas menjadi lebih
baik

KEKURANGAN
• Kerugian tekanan yang besar
• Tarikan gas berkurang,
• Pipa – pipa uap bagian luar mudah
kotor oleh fouling (lekatan –
lekatan abu)

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


Ekonomiser terdiri dari pipa – pipa air yang ditempatkan pada lintasan gas asap sebelum meninggalkan
ketel. Pipa – pipa ekonomiser dibuat dari bahan baja atau besi tuang yang sanggup menahan panas dan
tekanan tinggi. Korosi yang mungkin terbentuk sebelah sisi air dapat dihindarkan dengan jalan melunakkan
air pengisi terlebih dahulu, dan korosi di sebelah luar (sisi gas asap) diatasi dengan mempertahankan
temperatur gas asap tinggi diatas titik embun gas sulphur. Konduktivitas panas dan tahanan aliran gas yang

berkala. ECONOMIZER
disebabkan oleh abu/debu yang melekat pada pipa – pipa dicegah dengan pembersihan pipa – pipa secara

Dengan menggunakan ekonomiser, efisiensi thermis ketel naik; diperkirakan penghematan pemakaian
bahan bakar dapat berkurang 1% tiap kenaikan temperatur air pengisi 50C.
Agar pemakaian ruangan kecil, maka permukaan pipa – pipa biasanya dibuat polos (licin) dan berliku dan
dipasang horizontal serta sejajar satu sama lain dalam saluran gas buang. Di kedua ujung pipa dibuat kotak
pengumpul (header) atas dan bawah dan juga sejajar satu sama lain. Penyerapan panas dari gas – gas
kepada air akan lebih bermanfaat bila gas asap mengalir ke bawah dan air mengalir berliku – liku keatas.
Ekonomiser yang banyak dipakai pada ketel Pembangkit Tenaga Listrik pada masing – masing seksi
terdapat kotak pengumpul (header) atas dan kotak pengumpul bawah; kotak itu dihubungkan ke delapan
buah pipa – pipa polos (licin)dan kadang bersirip yang juga dipasang sejajar satu sama lain. Kotak – kotak
pengumpul dan pipa – pipa dibuat dari bahan besi tuang. Kotak – kotak pengumpul itu tidak mempunyai
kampuh dan di kedua ujungnya dibulatkan.
Air pengisi dimasukkan ke dalam header melalui down comer, kemudian disebarkan ke semua pipa
pemanas. Air mengalir ke atas dengan kecepatan rendah melalui deretan pipa – pipa vertikal tang dipanasi
oleh gas – gas panas yang mengalir tegak lurus terhadap pipa dan selanjutnya air panas yang dihasilkan
ditekan ke dalam drum ketel melalui sebuah pipa pipa yang dihubungkan ke drum. Temperatur air itu dapat
mencapai 100 – 1500C tergantung pada temperatur gas pembakaran .
Didalam pipa-induk-atas (tepat di atas pipa – pipa vertikal) dibuat lubang pembersih untuk membersihkan
bidang dalam pipa – pipa. Dalam pipa-induk-bawah dibuat pula lubang untuk membuang lumpur yang
mengendap.
Debu dan abu melayang yang dibawa oleh gas – gas asap melekat pada sisi-luar pipa, dibersihkan dengan
blower yang bergerak pelahan-lahan turun-naik terus-menerus..
Banyak juga ekonomiser yang memakai pipa-pipa bersirip. Dengan penambahan sirip sirip ini luas bidang
panas bertambah besar sehingga pada jumlah penerima panas yang sama dengan pipa polos, ekonomiser
dapat diperkecil. Pipa –pipa bersirip untuk tekanan sedang dibuat dari bahan besi tuang yang disusut
sekitar pipa-pipa baja yang tidak berkampuh. Dengan bantuan katup-by pass, gas asap dapat dialirkan
langsung kecerobong, jadi ekonomiser tidak bekerja. Temperatur air pengisi dan gas asap, diatur dengan
bantuan katup by pass ini.
Pipa air itu dipasang horizontal dengan sumbu belah-ketupat (berliku-liku) satu sama lain. Agar gas asap
terpaksa mengalir berbelok-belok. Akibatnya, perpindahan panas kepada air dapat berlangsung lebih baik.
Air pengisi masuk ke dalam ekonomiser melalui pipa induk bawah ,demikian juga halnya dengan pipa
bagian atas.
Untuk membersihkan pipa-pipa dan sirip sirip dari ikatan abu dan debu-debu yang berterbangan, dilakukan
Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal
dengan memakai pipa penghembus-abu (soot blower) yang dipasang diantara pipa-pipa bersirip. Pipa-pipa
Ekonomiser terdiri dari pipa – pipa air yang ditempatkan pada lintasan gas asap sebelum meninggalkan
ketel. Pipa – pipa ekonomiser dibuat dari bahan baja atau besi tuang yang sanggup menahan panas dan
tekanan tinggi. Korosi yang mungkin terbentuk sebelah sisi air dapat dihindarkan dengan jalan melunakkan
air pengisi terlebih dahulu, dan korosi di sebelah luar (sisi gas asap) diatasi dengan mempertahankan
temperatur gas asap tinggi diatas titik embun gas sulphur. Konduktivitas panas dan tahanan aliran gas yang

berkala. ECONOMIZER
disebabkan oleh abu/debu yang melekat pada pipa – pipa dicegah dengan pembersihan pipa – pipa secara

Dengan menggunakan ekonomiser, efisiensi thermis ketel naik; diperkirakan penghematan pemakaian
bahan bakar dapat berkurang 1% tiap kenaikan temperatur air pengisi 50C.
Agar pemakaian ruangan kecil, maka permukaan pipa – pipa biasanya dibuat polos (licin) dan berliku dan
dipasang horizontal serta sejajar satu sama lain dalam saluran gas buang. Di kedua ujung pipa dibuat kotak
pengumpul (header) atas dan bawah dan juga sejajar satu sama lain. Penyerapan panas dari gas – gas
kepada air akan lebih bermanfaat bila gas asap mengalir ke bawah dan air mengalir berliku – liku keatas.
Ekonomiser yang banyak dipakai pada ketel Pembangkit Tenaga Listrik pada masing – masing seksi
terdapat kotak pengumpul (header) atas dan kotak pengumpul bawah; kotak itu dihubungkan ke delapan
buah pipa – pipa polos (licin)dan kadang bersirip yang juga dipasang sejajar satu sama lain. Kotak – kotak
pengumpul dan pipa – pipa dibuat dari bahan besi tuang. Kotak – kotak pengumpul itu tidak mempunyai
kampuh dan di kedua ujungnya dibulatkan.
Air pengisi dimasukkan ke dalam header melalui down comer, kemudian disebarkan ke semua pipa
pemanas. Air mengalir ke atas dengan kecepatan rendah melalui deretan pipa – pipa vertikal tang dipanasi
oleh gas – gas panas yang mengalir tegak lurus terhadap pipa dan selanjutnya air panas yang dihasilkan
ditekan ke dalam drum ketel melalui sebuah pipa pipa yang dihubungkan ke drum. Temperatur air itu dapat
mencapai 100 – 1500C tergantung pada temperatur gas pembakaran .
Didalam pipa-induk-atas (tepat di atas pipa – pipa vertikal) dibuat lubang pembersih untuk membersihkan
bidang dalam pipa – pipa. Dalam pipa-induk-bawah dibuat pula lubang untuk membuang lumpur yang
mengendap.
Debu dan abu melayang yang dibawa oleh gas – gas asap melekat pada sisi-luar pipa, dibersihkan dengan
blower yang bergerak pelahan-lahan turun-naik terus-menerus..
Banyak juga ekonomiser yang memakai pipa-pipa bersirip. Dengan penambahan sirip sirip ini luas bidang
panas bertambah besar sehingga pada jumlah penerima panas yang sama dengan pipa polos, ekonomiser
dapat diperkecil. Pipa –pipa bersirip untuk tekanan sedang dibuat dari bahan besi tuang yang disusut
sekitar pipa-pipa baja yang tidak berkampuh. Dengan bantuan katup-by pass, gas asap dapat dialirkan
langsung kecerobong, jadi ekonomiser tidak bekerja. Temperatur air pengisi dan gas asap, diatur dengan
bantuan katup by pass ini.
Pipa air itu dipasang horizontal dengan sumbu belah-ketupat (berliku-liku) satu sama lain. Agar gas asap
terpaksa mengalir berbelok-belok. Akibatnya, perpindahan panas kepada air dapat berlangsung lebih baik.
Air pengisi masuk ke dalam ekonomiser melalui pipa induk bawah ,demikian juga halnya dengan pipa
bagian atas.
Untuk membersihkan pipa-pipa dan sirip sirip dari ikatan abu dan debu-debu yang berterbangan, dilakukan
Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal
dengan memakai pipa penghembus-abu (soot blower) yang dipasang diantara pipa-pipa bersirip. Pipa-pipa
SOOT BLOWER
 Boiler-boiler modern dilengkapi dengan pembersih jelaga (sootblower)
yang dapat dioperasikan dari jarak jauh (remotely operated) dan
dikendalikan secara bergantian dan berurutan.
 Fungsi dati sootbllower adalah untuk membersihkan abu, debu atau
jelaga yang menempel pada pipa-pipa ketel, superheater, economizer dan
pada elemen air heater.
 Tujuan dari pembersihan tersebut adalah untuk menaikkan efisiensi dari
boiler dan menghindari kerusakan pipa-pipa pada boiler/superheater.
 Biasanya sootblower menggunakan uap untuk membersihkan pipa-pipa
boiler/superheater.

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


SOOT BLOWER
 Uap yang digunakan untuk membersihkan abu biasanya diambil langsung dari
boiler, dari sisi keluar pemanas lanjut primer atau dari sisi masuk cold reheater,
 namun uap dari boiler bantu (auxilary boiler) pun dapat digunakan.
 Tekanan uap yang menuju kemasing-masing blower diturunkan seperlunya oleh
plat-plat orifis (orifice plate).
 Pada pusat pembangkit lain, udara bertekanan juga digunakan sebagai media
pembersih.
 Sistem sootblowing dengan udara bertekanan ini memerlukan tambahan modal
dan biaya untuk kompressor yang berkapasitas besar.

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


JENIS - JENIS SOOTBLOWER

BOILER-BOILER PANJANG YANG


DAPAT DITARIK (LONG RETRACABLE
BLOWER-BLOWER YANG DAPAT BLOWER-BLOWER YANG DAPAT LANCE BLOWERS) YANG
DITARIK (RETRACABLE GUN DITARIK (RETRACABLE GUN BERGERAK/BERGESER DIANTARA
BLOWERS) DENGAN NOZZLE JET BLOWERS) YANG MEMPUNYAI SUSUNAN PIPA-PIPA, DENGAN NOZLE
YANG BERLAWANAN NOZZLE JET TUNGGAL. BERPUTAR DAN MEMPUNYAI JET
YANG BERLAWANAN UNTUK
MENGIMBANGKAN GAYA DORONG.

BLOWER DENGAN NOZZLE JET


BANYAK (MULTI JET TUBE BLOWERS),
DIGUNAKAN UNTUK ZONE
TEMPERATUR YANG LEBIH RENDAH SAMA DENGAN MULTI JET BLOWER
SEPERTI ECONOMIZER DAN AIR NOZZLE JET YANG DAPAT
HEATER. BLOWER TERSEBUT TIDAK DIGUNAKAN PADA POSISI TETAP
DAPAT DITARIK (NON-RETRACTRING)
TETAPI DAPAT BERPUTAR DAN/ATAU
BERGESER.

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


FAN
 Draft sistem adalah perbedaan antara tekanan atmosfer dengan tekanan statis
di ruang bakar, saluran gas buang maupun cerobong yang menghasilkan laju aliran
tertentu.
 Secara garis besar, draft sistem mempunyai peranan penting yang sama dalam
sistem pembangkit, diantaranya:
1. Untuk menyuplai udara di ruang bakar boiler agar memenuhi kebutuhan untuk
pembakaran antara udara dan bahan bakar.
2. Untuk menghilangkan gas buang dari ruang bakar dan mengalirkannya ke
cerobong dan atmosfer dengan sempurna.
3. Mengurangi polusi dari fly ash (mempermudah fly ash masuk ke hopper
 Fan yang dimaksudkan adalah Primary Air Fan (PA Fan), Force Draft Fan (FD
Fan), dan Induced Draft Fan (ID Fan).

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


FAN
 Draft sistem adalah perbedaan antara tekanan atmosfer dengan tekanan statis
di ruang bakar, saluran gas buang maupun cerobong yang menghasilkan laju aliran
tertentu.
 Secara garis besar, draft sistem mempunyai peranan penting yang sama dalam
sistem pembangkit, diantaranya:
1. Untuk menyuplai udara di ruang bakar boiler agar memenuhi kebutuhan untuk
pembakaran antara udara dan bahan bakar.
2. Untuk menghilangkan gas buang dari ruang bakar dan mengalirkannya ke
cerobong dan atmosfer dengan sempurna.
3. Mengurangi polusi dari fly ash (mempermudah fly ash masuk ke hopper

 Fan yang dimaksudkan adalah Primary Air Fan (PA Fan), Force Draft Fan
(FD Fan), dan Induced Draft Fan (ID Fan).

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


PRIMARY AIR FAN (PA FAN)
 PA Fan terletak di bagian Pulverizer
 berfungsi sebagai penghasil udara
primer (Primary Air) yang digunakan
sebagai udara pengangkut serbuk
batubara dari Pulverizer menuju Burner
untuk dibakar di Furnace Boiler
(ruangan yang berisi pipa-pipa boiler
yang digunakan untuk tempat
pembakaran).
PA Fan akan bekerja pada tekanan
tinggi untuk menyalurkan serbuk
batubara dari Pulverizer ke furnace
boiler yang dibantu oleh Seal Air Fan
(penghasil udara bertekanan
 Primary Air Heater yang berfungsi
sebagai pemanas awal udara primer
yang dihasilkan oleh PA Fan sebelum
disalurkan pada Pulverizer.
Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal
FORCE DRAFT FAN
 FD Fan terletak pada bagian ujung
saluran air intake boiler dan digerakkan
oleh motor listrik.
Fan ini bekerja pada tekanan tinggi
dan berfungsi
1. menghasilkan udara sekunder
(Secondary Air) yang akan dialirkan
ke dalam boiler untuk mencampur
udara dan bahan bakar
2. digunakan sebagai udara
pembakaran pada furnace boiler.
Udara yang diproduksi oleh Force
Draft Fan (FD Fan) diambil dari udara
luar.
bakar.

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


FORCE DRAFT FAN
 Dalam perjalananya menuju boiler,
udara tersebut dinaikkan suhunya oleh
secondary air heater (pemanas udara
sekunder) agar proses pembakaran bisa
terjadi di boiler.
FD Fan dan PA Fan bekerja sama untuk
membuat campuran antara udara dan
serbuk batubara dengan perbandingan
kurang lebih 13 : 1 agar terjadi
pembakaran sempurna.
 Dumper tetap yaitu pengatur
pengaduk udara sehingga menimbulkan
turbulensi yang memungkinkan
terjadinya pembakaran yang efisien.
Turbulensi mengacu pada gerakan udara
didalam Furnace, gerakan ini perlu
karena dapat menyempurnakan
pencampuran udara dan bahan
Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal
INDUCED DRAFT FAN
ID Fan dipasang di dekat stack
(cerobong pembuangan gas hasil
pembakaran batubara) dan electrostatic
precipitator
ID Fan berfungsi untuk
mempertahankan pressure pada
furnace boiler dan bekerja pada tekanan
atmosfir rendah karena digunakan untuk
menghisap gas dan abu sisa
pembakaran pada boiler untuk
selanjutnya dibuang melalui stack.

HAL – HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN terhadap ID fan sama dengan FD fan,
tetapi yang membedakan adalah kinerja ID fan di suhu yang tinggi, sehingga ID
fan mempunyai sistem pendinginan dengan air dan radiator untuk mencegah
overheating.

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


AIR HEATER

Pemanas udara hanya dipakai bila


ketel itu bekerja dengan tarikan paksa.
Memanaskan udara pembakaran
terlebih dahulu berarti
memperlancar/mempercepat proses
pembakaran bahan bakar. Uap air yang
dikandung oleh udara luar dapat
dihilangkan dalam pemanas udara, jadi
akan menghemat bahan bakar. Saluran
pemanas udara itu dapat dipasang
vertikal atau horizontal; bahannya
dibuat dari besi tuang atau baja tuang.
Gas asap dialirkan melalui atau di luar HAL – HAL YANG HARUS
saluran sesuai dengan bentuk dan DIPERHATIKAN terhadap ID fan
susunannya (biasanya mempunyai sama dengan FD fan, tetapi yang
beberapa saluran) membedakan adalah kinerja ID fan
di suhu yang tinggi, sehingga ID fan
mempunyai sistem pendinginan
Simple, Inspiring,
dengan Performing,
air dan radiator untuk Phenomenal
AIR HEATER
Pemanas Udara Dibedakan Atas Tiga Tipe, Yakni

TIPE PELAT BERPUTAR


TIPE PIPA TIPE PELAT (REGENERATIVE PLATE)
terdiri dari pelat baja tipis
TUBULAR (PLATE TYPE) yang bercelah-celah (seperti
saringan halus), diputar
lambat dalam saluran gas
asap. Separuh lingkaran pelat
itu dialiri tembus oleh udara
dan separuh lainnya dilalui gas
asap panas.

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


AIR HEATER
Pemanas Udara Dibedakan Atas Tiga Tipe, Yakni

TIPE PELAT BERPUTAR


TIPE PIPA TIPE PELAT (REGENERATIVE PLATE)
TUBULAR (PLATE TYPE)

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


AIR HEATER - TIPE PIPA TUBULAR
 Gas asap mengalir di dalam pipa dan udara
mengalir melintang di luar pipa, masing –
masing pada kecepatan kira – kira 10 m/detik
 Pipa – pipa ini biasanya dipasang horizontal
atau vertikal, penampang pipanya bulat atau
lonjong (ellips). Sumbu pipa-pipa itu
ditempatkan berliku-liku.
Udara masuk dari atas melalui pipa yang
dipasang menjulang tegak lurus terhadap
saluran gas.

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


AIR HEATER - TIPE PELAT (PLATE TYPE)
 Sebenarnya pelat-pelat itu berombak-
ombak tetapi untuk memudahkan dibuat
lurus).
perpindahan panas dapat dicapai tinggi
(bila dibandingkan dengan pemanas pipa).
Bocoran udara ke dalam saluran gas asap
dicegah dengan pemasangan profil baja siku
yang dilaskan kepada pelat – pelat pemanas.
Pembersihan lekatan abu dilakukan secara
berkala memakai penghembus debu.

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


AIR HEATER - TIPE PELAT BERPUTAR
(REGENERATIVE PLATE)

 terdiri dari pelat baja tipis yang bercelah-


celah (seperti saringan halus), diputar lambat
dalam saluran gas asap.
 Separuh lingkaran pelat itu dialiri tembus
oleh udara dan separuh lainnya dilalui gas
asap panas.
 Untuk mencegah/mengurangi bocoran
udara ke ruang gas asap, pelat baja itu diberi
bilah-bilah yang elastis, yang berganti-ganti
menjaga penutupan pada pelat dasar dari
ruang – ruang pemisah yang berbentuk sektor.
Untuk menghindari penyumbatan pelat itu
dibersihkan secara bekala.

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


PULVERIZER
 Fungsi mill (pulveriser) pada sistem
bahan bakar batubara adalah
menggiling/menghaluskan bongkahan-
bongkahan batubara sehingga menjadi
bubuk batubara.
 Bubuk batubara (PulveriserFuel)
mempunyai ukuran sekitar 200 Mesh.
 Tujuan menggiling batubara adalah
membuat luas permukaan bubuk
batubara menjadi besar, sehingga
dalam proses pembakaran antara
batubara dan udara lebih homogen dan
pembakaran menjadi lebih sempurna

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


PULVERIZER

Roller Mill

Penggilingan
jenis “E”
(E type mill)

Tube ball Mill

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


DEFINISI PEMELIHARAAN

segala kegiatan yang di dalamnya adalah untuk menjaga sistem


peralatan agar bekerja dengan baik (Heizer,J & Render,B, 2001)

sebuah pekerjaan yang dilakukan secara berurutan untuk


menjaga atau memperbaiki fasilitas yang ada sehingga sesuai
dengan standar (sesuai dengan standar fungsional dan kualitas)
(Sehwarat,MS & Narang, JS, 2001)

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


TUJUAN PEMELIHARAAN

memperpanjang umur dan kegunaan aset

menjaga atau mengembalikan performa


mesin

menjamin keselamatan orang yang berada


di sekitar aset ketika beroperasi

Meningkatkan keandalan ( Reliability


Improvement)

Meningkatkan Faktor Ketersediaan


(Availability Improvement)

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


JENIS PEMELIHARAAN

PEMELIHARAAN TERENCANA

• Pemeliharaan Preventive
• Pemeliharaan Prediktif,
• Pemeliharaan Proaktif dan
• Pemeliharaan Periodik

PEMELIHJARAAN TIDAK TERENCANA

• Pemeliharaan Reaktif / Breakdown Maintanance


• Pemeliharaan Runto Failure

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


PEMELIHARAAN PREVENTIF (PM)

Definisi
kegiatan pemeliharaan terhadap komponen atau
peralatan yang reguler (rutin) dan terencana

PM terdiri dari:
1. Inspeksi yang terjadual.
2. Pembersihan.
3. Pelumasan.
4. Penggantian atau perbaikan komponen yang
dilakukan secara rutin.

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


PEMELIHARAAN PREVENTIF (PM)

Dikenal juga sebagai Calendar-based Maintenance,


jenis perawatan ini menggunakan teori yang
menyebutkan bahwa umur mesin terbatas dan
kemungkinan terjadinya kegagalan akan meningkat
seiring dengan meningkatnya umur mesin.

Jadi kegiatan perawatan akan dilaksanakan sebelum


mesin membutuhkannya.
The philosophy is
“fix it before it break”

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


PEMELIHARAAN PREVENTIF (PM)

Terdapat Masalah Dalam Memperkirakan Umur Dari


Mesin Sebelum Mesin Itu Mengalami Kegagalan

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


PEMELIHARAAN PREVENTIF (PM)

Kelebihan:
1. Meningkatkan umur pakai (life cycle) dari
komponen.
2. Mengurangi kegagalan peralatan / proses
3. Lebih hemat sekitar 12% - 18% bila dibandingkan
program pemeliharaan reaktif
4. Cost effective, karena perawatan dilakukan pada
waktu yang sudah ditentukan dan dipersiapkan.
5. Ada pengaturan yang jelas terhadap penyimpanan
komponen cadangan dan biaya

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


PEMELIHARAAN PREVENTIF (PM)

Kekurangan:
1. Kegagalan Catastrophic masih sering terjadi
2. Melibatkan banyak tenaga kerja
3. Pekerjaan pemeliharaan yang tidak perlu dilakukan
4. Potensi kerusakan karena melakukan pekerjaan yang tidak
perlu
5. Masin terlalu sering diperbaiki bahkan pada saat dimana
mesin itu sebenarnya tidak mengalami masalah sama sekali.
6. Tindakan perawatan seringkali menambah masalah daripada
menguranginya.
7. Masih terjadi unscheduled breakdowns

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


PEMELIHARAAN PREVENTIF (PM)

Optimum Frequency/Interval for PM ditentukan berdasar:


1. Failure history
2. CM history
3. Manufacturer recommendations
4. Industry history
5. Regulatory requirements
6. Design and operation considerations
7. Other tasks scheduled on the same component
8. Planned outages
9. Ability to gain access to the component
10. Operator capability
11. PdM monitoring activity
12. Environment

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


PEMELIHARAAN PREVENTIF (PM)

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


PEMELIHARAAN PREVENTIF (PM)

INSPEKSI

• Memastikan performansi peralatan sesuai perancangan


• Mengevaluasi semua komponen terhadap masalah yang potensial
menimbulkan kerusakan
• Mengidentifikasi komponen yang dapat menyebabkankerusakan dan
mengestimasi waktu sampai kerusakanterjadi.
Contoh: dinding pressure vessel mengalami penipisan selama
dioperasikan.

Mengapa inspeksi?
• Karena tuntutan peraturan: Pressure vessel harusdiinspeksi secara
berkala sesuai dengan peraturan pemerintah tentang keselamatan kerja.
• Karena mesin tidak dilengkapi dengan cadangan dan beresiko terhadap
keberlangsungan proses produksi.
• Pada peralatan yang sedang rusak

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


IMPLEMENTASI
PEMELIHARAAN PREVENTIF (PM)

PEMERIKSAAN DAN PEMBERSIHAN SECARA TERATUR (TERMASUK DAERAH SEKITARNYA)

SERVICE BERKALA, MENGENCANGKAN BAUT DAN MUR YANG KENDOR, TAMBAH/GANTI


PELUMAS.

PENYETELAN BERKALA, BONGKAR/PASANG DAN PEMBERSIHAN SERTA SETTING.

PERBAIKAN KERUSAKAN, KERUSAKAN-KERUSAKAN RINGAN.

OVERHAUL/INSPECTION, MENGGANTI/MEMPERBAIKIBAGIAN-BAGIAN YANG SUDAH MENCAPAI


BATAS UMUR/RUSAK.

MEMODIFIKASI/MENYEMPURNAKAN DAN PEREMAJAAN, KARENA DISAIN KURANG SEMPURNA.

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


IMPLEMENTASI
PEMELIHARAAN PREVENTIF (PM)

PEMELIHARAAN PEMELIHARAAN PEMELIHARAAN


HARIAN MINGGUAN BULANAN

PEMELIHARAAN PEMELIHARAAN
3 BULANAN 6 BULANAN

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


IMPLEMENTASI
PEMELIHARAAN PREVENTIF (PM)

PEMELIHARAAN HARIAN

PENGAWASAN/PENGA
RAHAN, KEBERSIHAN
TERHADAP
PEMERIKSAAN MAIN
PEMBERSIHAN MESIN- PEMERIKSAAN METER- KEBOCORAN,KELAINAN
OIL, BURNER DAN
MESIN METER SUARA, KELAINAN
IGNITION BURNER.
GETARAN, KELAINAN
SUHU, LEVEL DAN
ALIRAN

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


IMPLEMENTASI
PEMELIHARAAN PREVENTIF (PM)

PEMELIHARAAN MINGGUAN

PEMERIKSAAN
KEBOCORAN SAFETY PEMERIKSAAN MENGGANTI DAN
PEMERIKSAAN KONDISI
VALVE, PRESSURE TERHADAPPIPING MEMBERSIHKAN
SOOT BLOWER.
CONTROL VALVE (PVC), HANGER. SARINGAN PLUMAS DLL.
KATUP HEADER.

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


IMPLEMENTASI
PEMELIHARAAN PREVENTIF (PM)

PEMELIHARAAN BULANAN

PEMERIKSAAN
LABOR PENGUKURAN
PEMERIKSAAN PEMERIKSAAN
TERHADAP TERHADAP KE
KONDISI PEMERIKSAAN TERHADAP
KONDISI BISINGAN,
PELUMASAN GETARAN BAUT-BAUT
MINYAK GETARAN,
BANTALAN PENGIKAT
PELUMAS, RADIASI.
BAHAN BAKAR

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


IMPLEMENTASI
PEMELIHARAAN PREVENTIF (PM)

PEMELIHARAAN 6 BULANAN

PENGUKURAN
PENGUKURAN,
KEAUSAN
PENGGANTIAN PENGGANTIAN PEMERIKSAAN LAPPING GANTI GLAND
PADA WEAR
DAN SETTING PELUMAS PELUMAS VALVE PACKING
PLATE
ULANG
PULVERIZER

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


PEMELIHARAAN PERIODIK

Definisi
Kegiatan pemeliharaan yang dilakukan secara periodik untuk semua sistem
pembangkit pada kurun waktu yang bersamaan . Pemeliharaan ini memiliki
skup yang berbeda setiap periodenya. Perbedaan yang paling mendasar
adalah pada skup pekerjaan di Turbin Uap.

SIMPLE • 30 hari

MEAN • 45 hari

SERIOUS • 60 hari

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


PEMELIHARAAN PERIODIK

UNIT 6,000 8,000 12,000 16,000 18,000 24,000 30,000 50,000 >100,000
PLTU - - SI - - SI - MO
GT - MI - MI - MI MO - LTE
PLTG - CI - HGPI - CI MO -
PLTD TO - SO - SO MO - -
ST - - SI - - SI - MO
Note:
MI = MINOR INSPECTION
MO = MAYOR OVERHAUL
TO = TOP OVER HAUL
SO = SEMI OVERHAUL
CI = COMBUSTION INSPECTION
HGPI = HOT GAS PATH INSPECTION
LTE = LIFE TIME EXTENSION

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


PEMELIHARAAN PREDIKTIF (PdM)

Definisi
Adalah bentuk ativitas dalam mendeteksi perubahan fisik dari
peralatan (gejala kerusakan) menggunakan tools PdM, memadukan
dan menggunakan semua data diagnosa dan kinerja, sejarah
kerusakan, data operasi, dan data desain yang tersedia untuk
menentukan pemeliharaan yang tepat sehingga memaksimalkan
waktu operasi peralatan tanpa meningkatkan risiko kerusakan.
Kesuksesan PdM sangat ditentukan kelengkapan dan ketepatan
interpretasi.

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


PEMELIHARAAN PREDIKTIF (PdM)

didefinisikan Lain sebagai berikut:


Pengukuran yang dilakukan untuk mendeteksi gejala
mekanisme kerusakan, sehingga memungkinkan untuk
mencegah atau mengontrol kerusakan yang biasa
terjadi sebelum terjadi penurunan performa/
kerusakan yang signifikan terhadap kondisi phisik
peralatan tersebut

The philosophy is
“if it ain’t broken, don’t fix it”

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


PEMELIHARAAN PREDIKTIF (PdM)

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


PEMELIHARAAN PREDIKTIF (PdM)

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


PEMELIHARAAN PREDIKTIF (PdM)

Infrared Thermography
Infrared (IR) Thermography didefinisikan sebagai
proses pencitraan variasi radians Inframerah dari
suatu permukaan.

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


PEMELIHARAAN PREDIKTIF (PdM)

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


PEMELIHARAAN PREDIKTIF (PdM)

Oil Analysis
Oil Analysis digunakan untuk mendefinisikan 3 kondisi dasar
mesin terkait dengan lubrikasi mesin atau sistem lubrikasi.
Pertama adalah kondisi dari oil: viscosity, acidity, flashpoint,
dll.

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


PEMELIHARAAN PREDIKTIF (PdM)

Vibration Analysis
Merupakan analisa yang didasarkan pada perubahan spektrum
frekuensi yang memperlihatkan kondisi suatu peralatan. Contoh
aplikasi adalah untuk monitoring kondisi bearing.

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


PEMELIHARAAN PREDIKTIF (PdM)

Motor Current Signature Analysis (MCSA)


Motor current signature analysis meliputi analisa arus dan
tegangan motor untuk mengetahui kondisi motor

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


PEMELIHARAAN PREDIKTIF (PdM)

Kelebihan:
1. Meningkatkan umur operasional komponen (availability)
2. Memungkinkan menghilangkan tindakan-tindakan yang bersifat
korektif
3. Mengurangi downtime peralatan atau proses
4. Kualitas produk yang lebih baik.
5. Meningkatkan kualitas pekerja dan keselamatan lingkungan
6. Meningkatkan moral pekerja
7. Menghemat energi
8. Lebih hemat 8% - 12% terhadap pemeliharaan preventif

Kekurangan:
1. Menaikkan investasi untuk peralatan diagnostik.
2. Menaikkan investasi untuk pelatihan staff.
3. Potensi penghematan tidak bisa segera dilihat oleh manajemen.

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


PEMELIHARAAN PROACTIVE

Definisi
Kegiatan pemeliharaan yang yang dilakukan untuk mengurangi atau
mengeliminasi seluruh kegiatan pemeliharaan. merupakan tindak lanjut dari
problem solving yang direkomendasikan oleh Bidang Enjinering

Dikenal juga sebagai Precision Maintenance dan Reliability Based


Maintenance. Metode perawatan ini lebih menitikberatkan pada
indentifikasi akar permasalahan dan memperbaikinya untuk mengurangi
kemungkinan mesin akan rusak.

The philosophy is
“fix it once and fix it
right”
Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal
PEMELIHARAAN PROACTIVE

Memaksimalkan umur operasi mesin dan meningkatkan


keandalan serta efisiensinya melalui :
 Analisa penyebab kegagalan (Root Cause Failure
Analysis)
 Instalasi mesin dilakukan dengan kepresisian yang
tinggi.
 Pelatihan personel.

3 hal yang harus ditelusuri:


 Mengapa mesin selalu mengalami kegagalan berulang-
ulang ?
 Jenis tindakan apa yang harus dilakukan ?
 Apakah mesin beserta komponen-komponennya telah
terpasang dengan benar ?

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


TIPE PEMELIHARAAN PROACTIVE

Design-out maintenance
• adalah aktivitas untuk mengeliminasi sebab pemeliharaan,
penyederhanaan pemeliharaan, atau meningkatkan performa
peralatan (dari sudut pandang pemeliharaan) dengan melakukan
redesain mesin dan fasilitasnya yang rentan terhadap
gangguan, dan pekerjaan perbaikan atau penggantian
memerlukan biaya yang sangat mahal

Engineering services
• termasuk di dalamnya pembangunan, modifikasi, pemindahan,
pemasanganm dan penataan ulang fasilitas.

Shutdown improvement maintenance


• salah satu tipe improvement maintenance yang dilaksanakan
saat line produksi stop total.

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


PEMELIHARAAN PREDIKTIF (PdM)

Kelebihan:
1. Program pemeliharaan yang paling efisien
2. Mengurangi biaya karena adanya pengurangan kegiatan
pemeliharaan atau overhaul yang tidak diperlukan.
3. Meminimalisir frekuensi overhaul
4. Mengurangi kemungkinan kegagalan peralatan yang tiba-tiba.
5. Umur operasi mesin bisa lebih diperpanjang
6. Keandalan mesin meningkat
7. Memungkinkan untuk fokus kegiatan pemeliharaan pada
komponen-komponen kritis.
8. Meningkatkan reliability komponen
9. Root Cause Analysis dilakukan secara korporat

Kekurangan:
1. Menaikkan investasi untuk peralatan diagnostik.
2. Menaikkan investasi untuk pelatihan staff.
3. Potensi penghematan tidak bisa segera dilihat oleh manajemen.

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


PEMELIHARAAN PREDIKTIF (PdM)

Kekurangan:
1. Dapat memberikan biaya startup, training, maupun peralatan
yang signifikan
2. Saving tidak bisa segera dilihat oleh manajemen
3. Investasi dengan biaya tinggi untuk peralatan instrumen dan
keahlian personel
4. Diperlukan keahlian khusus dari para personelnya.
5. Dibutuhkan investasi waktu untuk menerapkan metode ini.
6. Butuh perubahan cara berpikir (filosofi) dari mulai level
manajemen sampai ke level paling bawah.

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


PEMELIHARAAN PERIODIK

Definisi
Kegiatan pemeliharaan yang dilakukan secara periodik untuk semua sistem
pembangkit pada kurun waktu yang bersamaan . Pemeliharaan ini memiliki
skup yang berbeda setiap periodenya. Perbedaan yang paling mendasar
adalah pada skup pekerjaan di Turbin Uap.

SIMPLE • 30 hari

MEAN • 45 hari

SERIOUS • 60 hari

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


PEMELIHARAAN PERIODIK

UNIT 6,000 8,000 12,000 16,000 18,000 24,000 30,000 50,000 >100,000
PLTU - - SI - - SI - MO
GT - MI - MI - MI MO - LTE
PLTG - CI - HGPI - CI MO -
PLTD TO - SO - SO MO - -
ST - - SI - - SI - MO
Note:
MI = MINOR INSPECTION
MO = MAYOR OVERHAUL
TO = TOP OVER HAUL
SO = SEMI OVERHAUL
CI = COMBUSTION INSPECTION
HGPI = HOT GAS PATH INSPECTION
LTE = LIFE TIME EXTENSION

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


PEMELIHARAAN REAKTIF

Definisi
Adalah keadaan dimana sebuah kerusakan terjadi tanpa diketahui
sebelumnya, dan kita be-reaksi untuk segera memperbaikinya.
Pemeliharaan reaktif bersifat sangat mengganggu (disruptive),
paling banyak memakan biaya dan tidak efektif

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


PEMELIHARAAN REAKTIF

Kelebihan:
1. Biaya Rendah
2. Tidak memerlukan banyak pegawai
3. Peralatan tidak dipelihara secara berlebihan

Kekurangan:
1. Biaya bertambah karena downtime peralatan yang tidak
direncanakan.
2. Biaya pekerja bertambah, terutama jika diperlukan lembur.
3. Biaya mencakup juga perbaikan atau penggantian peralatan.
4. Berpotensi memberikan kerusakan peralatan/proses sekunder
akibat kegagalan suatu peralatan
5. Pemakaian sumber daya manusia yang tidak efisien

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


PEMELIHARAAN RUN TO FAILURE

Definisi
Membiarkan sebuah peralatan hingga rusak berdasarkan
pertimbangan yang matang (kritikalitas, redundancy, biaya
penggantian yang rendah, tidak memberikan efek ke proteksi,
keselamatan, dll).

Dengan metode ini, tidak ada tindakan pencegahan sebelum


kerusakan terjadi. Hal ini berarti setiap kerusakan memang sudah
diketahui dan dikelola. Tidak ada kerusakan yang tidak diketahui
sebelumnya, dan setiap tindakan korektif memang telah
direncanakan dengan matang, hanya menunggu kapan kerusakan
terjadi

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


PEMELIHARAAN

Kalau peralatan kondisinya bisa dimonitor dan ada


tools yang tersedia untuk monitor, maka lakukan
pemeliharaan prediktif.

Kalau peralatan tidak bisa dimonitor kondisinya


atau tidak tersedia tool untuk monitoring
kondisi, maka lakukan pemeliharaan preventif

Kalau pemeliharaan preventif sulit dilakukan,


atau effortnya terlalu besar dibandingkan harga
peralatan dan dampak yang ditimbulkan bila
rusak, maka biarkan dia rusak.

Kalau terjadi kegagalan berulang atau terjadi


kegagalan yang tidak semestinya, maka lakukan
root cause failure analysis

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


PEMELIHARAAN

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

Anda mungkin juga menyukai