Anda di halaman 1dari 14

MAGNOLIID

AMINA NISWA
WIDHI S
WIWIT A
ZAENUDDIN A
EVOLUSI MAGNOLIID
PERGILIRAN KETURUNAN
• Pada angiospermae yang lebih primitif dan pada semua magnoliid,
butir serbuk sari dilepaskan dalam kondisi dua sel
• satu sel tabung, yang mengembang untuk membentuk tabung
serbuk sari pada saat perkecambahan, dan
• satu sel generatif, yang membelah membentuk dua sel sperma;
• Dalam subkelas lanjutan dari tanaman berbunga, mereka dilepaskan
dalam kondisi bersel tiga (satu sel tabung dan dua sel sperma), karena
sel sperma terbentuk sebelum serbuk sari dilepaskan. Pengecualian
terjadi pada jenis Laurelia (Monimiaceae) dan Beilschmiedia
(Lauraceae) dari ordo Laurales: dalam beberapa butir serbuk sari ini
bersel dua, yang lain bersel tiga, dan yang lainnya sel sperma sedang
dalam proses pembentukan sebagai serbuk sari dibebaskan.
• Dalam magnoliid yang paling primitif, tiga dari empat megaspora yang
terbentuk dari megakaryocyte (sel induk megaspore) mengalami
degenerasi. Gametofit betina dari delapan inti, termasuk sel telur
(telur), berkembang dari megaspore yang masih hidup (lihat
angiosperma: Reproduksi). Sekitar 70 persen angiospermae memiliki
tipe perkembangan gametofit wanita ini. Dengan beberapa
pengecualian dalam subclass, dua integumen membentuk lapisan biji
ovula
• Pada magnoliid, ovula dibalik sehingga bukaan pada ovula yang
dilaluinya tabung polen masuk (mikropil) tetap berdampingan dengan
tangkai (funiculus, atau funicle) yang menempelkan ovula ke ovarium.
Ini kontras dengan gymnospermae dan beberapa kelompok
angiospermaa lanjut, di mana ovula tidak membungkuk pada dirinya
sendiri melainkan tetap tegak, dengan mikropil di satu ujung dan
funiculus di ujung lainnya.
SIFAT DAN CIRI
• Kebanyakan magnoliid memiliki ciri-ciri yang relatif kuno:
• pada bunga, karpel yang biasanya tidak digunakan dikelilingi oleh banyak kelopak
atau tidak sama sekali;
• benang sari yang banyak, kadang berbentuk daun, melepaskan serbuk sari dua sel
yang sering hanya berisi satu lubang tunggal;
• ovula dikelilingi oleh dua integumen;
• dan biji yang matang biasanya mengandung embrio kecil dan endosperma yang
berlebihan.
Secara biokimiawi, magnoliid dicirikan oleh adanya benzylisoquinoline atau alkaloid
aporfin, yang merupakan metabolit sekunder dengan fungsi pertahanan dan jarang
terjadi pada kelompok lain. Jarang magnoliid menghasilkan zat tanniferus, dan
betalains, senyawa iridoid, atau minyak mustard tidak terbukti. Namun, berbagai
kelas agen pertahanan ini terjadi pada beberapa kelompok lain
KLASIFIKASI
• Ordo Magnoliales
• Ordo Laurales
• Ordo Piperales
• Ordo Nymphales
Ordo Magnoliales
• Familia Magnoliaceae
Tumbuhan berkayu, habitusnya pohon dan atau perdu, dengan daun-daun
tunggal yang duduknya tersebar, tanpa atau dengan daun penumpu, kadang-
kadang dengan daun penumpu yang besar, serta pertulangan daun yang
menyirip. Bunga banci atau berkelamin tunggal, aktinomorf, kebanyakan
mempunyai hiasan bunga yang jelas dapat dibedakan antara kelopak dan
mahkotanya, tetapi tidak jarang terdapat daun tenda bunga dalam jumlah besar
yang tersusun dalam spiral tanpa perbedaan yang jelas antara kelopak dan
mahkotanya. Benang sari banyak, teratur dalam spiral pada perpanjangan dasar
bunga. Bakal buah juga banyak. Buahnya buah kendaga, buah kurung, atau buah
buni yang terkumpul merupakan buah ganda dengan tipe plasenta marginalis dan
apokarp. Biji dengan banyak endosperm dan lembaga yang kecil.
Contoh dari tumbuhan yang termasuk kedalam familia Magnoliceae
diantaranya Michelia champaka (cempaka bunga kuning), Michelia
alba (cempaka bunga putih), Manglieta glauca(manglid).
• Familia Annonaceae
Tumbuhan berkayu, habitusnya pohon atau perdu, dengan daun
tunggal yang duduknya tersebar atau berseling, tanpa daun
penumpu. Bunga banci, jarang berkelamin tunggal, aktinomorf, kaliks
dan korola biasanya kelipatan 3, korola dalam 2 lingkaran. Benang sari
banyak, bakal buah 1 sampai banyak, bebas satu sama lain, masing-
masing berisi banyak atau bakal biji saja, letaknya pada kampuh perut
atau basal, tiap bakal biji mempunyai 2 integumen. Buah kebanyakan
berupa buah buni, kadang-kadang berupa buah ganda. Biji dengan
endosperm berbelah dan lembaga yang kecil.
Contoh tumbuhan yang termasuk kedalam familia Annonaceae
diantaranya Annona muricata(sirsak), Annona reticulate (buah
nona), Annona squomosa (sarikaya), dan Canang odonata(kenanga).
2. Ordo Laurales
• Familia Lauraceae
Familia Lauraceae meliputi tumbuh-tumbuhan berkayu, habitus berupa pohon
atau perdu yang aromatik, dengan daun-daun tunggal yang duduknya tersebar,
kadang-kadang berhadapan, tidak mempunyai daun penumpu. Bunga banci atau
berkelamin tunggal, dengan tenda bunga berbilangan 2 sampai 5, tertanam pada
tepi sumbu bunga yang berbentuk mangkuk atau piala tersusun dalam 2
lingkaran. Benang sari tersusun dalam 3 sampai 4 lingkaran, tiap lingkaran terdiri
atas sejumlah benang sari yang sama dengan jumlah daun-daun tenda bunga
dalam lingkarannya, yang pada lingkaran dalam sering bersifat mandul sebagai
staminodium. Kepala sari membuka dengan katup. Bakal buah menumpang atau
terdapat dalam lekukan dasar bunganya, Buah untuk sebagian terbalut oleh
sumbu bangsanya yang membesar, berupa buah buni atau meyerupai buah batu,
sering sebagian tertutup dengan hypanthium yang mendaging. Biji tanpa
endosperm.
Contoh tumbuhan yang termasuk kedalam familia Lauraceae diantaranya Persea
americana(alpukat), Casytha filiformis (tali putri), dan lain-lain.
3. Ordo Piperales
• Familia Piperaceae
Terna atau tumbuh-tumbuhan berkayu seringkali memanjat dengan batang
berbuku. Daun tunggal yang duduknya tersebar atau berkarang dengan
atau tanpa daun-daun penumpu, dan biasanya daun berbentuk jantung.
Bunga tersusun dalam bunga majemuk yang disebut bunga lada
(amentum), masing-masing kecil tanpa hiasan bunga, berkelamin tunggal
atau banci dengan 1-10 benang sari : putik terdiri 1-6 dan buah
(kebanyakan 3), dengan 1-6 kepala putik. Buahnya buah batu atau buah
buni, jadi dengan endosperm dan perisperm. Dalam biji terdapat sel-sel
minyak atsiri sehingga seluruhnya berbau aromatis yang khas. Batang
dengan berkas-berkas pengangkutan yang pada penampang melintang
tersebar atau tersusun dalam bentuk lingkaran.
Contoh tumbuhan yang termasuk kedalam familia Piperaceae
diantaranya Piper nigrum (lada),Piper betle (sirih), Piper
aduntum (kiseureuh), dan lain-lain
4. Ordo Nymphales
• Familia Nymphaceae
Tumbuhan air atau hidrofita yang tumbuh di rawa-rawa atau daerah-daerah
yang tergenang air, terapung atau mempunyai akar yang dapat mencapai dasar
air. Daun-daun terapung di air atau tenggelam, tetapi ada pula yang muncul di
atas air. Bertangkai panjang dan biseksual, serta bergetah dan memiliki
rhizome. Bunga terpisah-pisah, aktinomorf dengan tenda bunga berbilangan 3
sampai banyak yang berfungsi sebagai daun kelopak, atau hanya 6 daun tenda
bunga yang tersusun dalam 2 lingkaran. Benang sari 3 sampai banyak ,
sebagian besar bersifat steril dan berubah menjadi bagian-bagian yang
menyerupai daun-daun mahkota. Polen uniaperture. Bakal buah menumpang
atau setengah tenggelam, seringkali tersebar dalam dasar bunganya. Buahnya
buah kurung atau menyerupai buah buni. Biji mempunyai salut biji, kebanyakan
dengan endosperm dan perisperm, lembaga lurus.
Contoh tumbuhan yang termasuk kedalam famillia Nymphaceae
dintaranya Nymphae nouchali (teratai bunga putih), Nymphae stellata (teratai
bunga merah/ros), dan lain-lain.
Manfaat
• Kompleks magnoliid (Magnoliidae) mencakup banyak tumbuhan
dengan nilai ekonomi tinggi, baik sebagai sumber pangan, bahan
pengobatan, parfum, produk perkayuan, maupun penghias
lingkungan, untuk menyebut beberapa di antaranya.
• Beberapa magnoliid menjadi bahan pangan dan rempah-rempah:
Apokat, diperkirakan telah dibudidayakan sejak 10.000 tahun yang lalu
di Meksiko dan Amerika Tengah[6] untuk dimakan buahnya
Jenis-jenis Annona, seperti sirsak, srikaya, dan cerimoya[7]
Pala, juga menjadi bahan pengobatan dan halusinogen
• Sumber wewangian yang utama dari magnoliid adalah
berbagai minyak atsiri dari bunga jenis-jenis cempaka (Magnoliaceae)
dan kenanga(Annonaceae). Minyaknya diekstrak, ataupun bunganya
diletakkan di ruangan, sebagai sumber pengharum.