Anda di halaman 1dari 23

Emboli Air Ketuban

 Emboli air ketuban merupakan


komplikasi persalinan dan kelahiran yang
jarang terjadi dan sering fatal.

Masuknya bahan – bahan halus dari
cairan amnion akan menyebabkan
obstruksi mekanik pada cabang paru
bagian distal.
Perjalanan cairan amnion memasuki
sirkulasi ibu tidak jelas, mungkin
melalui laserasi pada vena
endoservikalis selama dilatasi serviks,
sinus vena subplasenta, dan laserasi
pada segmen uterus bagian bawah.
Diagnosis tidak selalu jelas saat
deteriorisasi tetapi tampak dengan
sendirinya saat ibu mengalami sesak
nafas, penurunan tekanan darah dan
awitan mendadak syok yang biasanya
di ikuti dengan henti jantung.
Delapan kematian karena emboli air
ketuban dilaporkan dalam Report on
Confidential Enquiries Into Maternal
Deaths terbaru, membuktikan bahwa
emboli cairan ketuban tetap menjadi
penyebab utama mortalitas maternal.
Insiden emboli air ketuban
diperkirakan sekitar 1 : 8000
sampai 1 : 80000, dengan angka
mortalitas sampai dengan 90 %.
Tanda dan gejala
 Hipotensi ( syok )
 Gawat janin ( bila belum di lahirkan )
 Edema paru atau sindrom distres
pernapasan dewasa
 Henti kardiopulmoner
 Sianosis
 Kuagulopati
 Dispnea ( napas susah atau sesak )
 Kejang
Faktor – faktor predisposisi
 Kelahiran yang cepat dengan
kontraksi uterus yang hipertonik.
 kelahiran yang tergesa – gesa.
 multiparitas.
 kematian janin intra uterin.
 mekonium dalam cairan amnion.
 kelahiran operatif.
 plasenta previa.
Diagnosis
 Clark menjelaskan awitan tiba – tiba
trias gejala yaitu hipotensi, hipoksia,
dan koagulopati.
Penanganan
 Rujuk kerumah sakit.
 Dalam keadaan henti jantung
maternal, lahirkan bayi dalam 5
menit.
 Tangani syok mendadak.

 Pikirkan ABC. Airway ( jalan nafas ),


Breathing ( pernapasan ), dan
Circulation (sirkulasi).
Kunci Asuhan Bidan
 Gunakan keterampilan kebidanan
untuk mengatasi persalinan yang
lambat (misalnya dukungan,
mobilisasi, dan strategi memberikan
rasa nyaman) untuk menghindari
amniotomi dan penggunaan
oksitosin.
Apabila menggunakan prostaglandin
dan oksitosin dengan bijaksana dan
pantau semua ibu yang mendapat
terapi obat tersebut secara seksama
untuk menghindari overstimulasi.
Jikaibu kolaps di rumah atau
di rumah sakit, bantuan
kedaruratan yang efektif dan
segera dapat meningkatkan
kesempatan ibu untuk pulih
total.
Inversio Uteri
 Inversio uteri komplet : uterus terputar
balik sehingga fundus uteri terdapat
dalam vagina dengan selaput lendirnya
sebelah luar.
 inversio uteri inkomplet : jika hanya
fundus menekur kedalam dan tidak
keluar ostium uteri.
 inversio prolaps : jika uterus yang
berputar balik itu keluar dari vagina.
Etiologi / penyebab
 Traksi tali pusat yang di kontrol
terlalu dini dan berlebihan sebelum
tanda pelepasan plasenta.
 Traksi tali pusat yang dikontrol saat
uterus relaksasi.
 Penggunaan tekanan fundus dengan
atau tanpa traksi tali pusat.
Gejala – gejala
 Syok.
 Fundus uteri sama sekali tidak teraba
atau teraba tekukan pada fundus.
 Kadang – kadang tampak sebuah
tumor yang merah di luar vulva
(fundus uteri yang terbalik atau teraba
tumor dalam vagina).
 Perdarahan.
Terapi
 Atasi syok.
 Reposisi manual dalam anastesi
umum sesudah syok teratasi
( secara Johnson ).
 Jika reposisi manual tidak berhasil,
dilakukan reposisi operatif.
Syok
 Syok adalah berkurangnya darah
dalam peredaran umum dengan
disertai gangguan perfusi darah
dalam jaringan pada tingkat
pembuluh – pembuluh darah kapiler
jaringan tubuh.
Gangguan peredaran darah dapat
menyebabkan syok karena :
 Berkurangnya darah atau plasma darah dalam
peredaran darah ( surgical shock ).
 Timbulnya vasodilatasi : penggumpalan darah
dalam vena – vena di daerah tertentu
(vasokontriksi).
a. Syok neurogenik : karena kaget, kesakitan
( nyeri ).
b. Syok septik : karena infeksi berat, sepsis.
c. Syok anafsilaksis : karena reaksi anafilaksis.
 Syok kardiak.
 Kombinasi syok surgikal dan neurogenik.
Diagnosis dan Gambaran Klinis
 Tahap awal : penderita merasa kedinginan,
gelisah rasa kering dan kehausan, nadi menjadi
cepat, kecil dan tekanan darah menurun :
penderita berkeringat dingin, pucat mata
cekung bibir kebiru – biruan ( sianosis ).
 Lebih lanjut : lebih kedinginan, nadi cepat, kecil
( filiformis ), tekanan darah turun atau tidak
teratur, pernapasan pendek dan cepat.
 Tingkat akhir : tekanan darah tidak teratur,
nadi tidak teraba napas satu – satu, sianosis
dan pucat.
Syok hemoragik dalam obstetri
dapat dijumpai pada :
 Antepartum.
 Intra partum.
 Pos partum.
Etiologi
 Perdarahan

 Infeksiberat
 Solusio plasenta

 Luka – luka jalan lahir

 Emboli air ketuban

 Inversio uteri

 Syok postural

 Kolaps vasomotor pospartum

 Kombinasi hal – hal diatas


Klasifikasi
 Menurut penyebab utamanya dibagi
tiga yaitu :
• Syok hemoragik karena perdarahan.
• Syok endotoksin karena infeksi berat
( syok bakterial ).
• Syok oleh sebab – sebab lain.