Anda di halaman 1dari 58

MIKROBIOLOGI UDARA

FAKTOR-FAKTOR YANG
MEMPENGARUHI
KEBERADAAN MIKROBA DI
UDARA
• Kelembaban
• Ukuran dan konsentrasi debu
• Temperatur
• Aliran udara
• Jenis /sifat mikroorganisme
• Keadaan suspensi bakteri
KEBERSIHAN UDARA PERLU DIPANTAU
SEBAB
• Udara merupakan titik kontrol kritis (CCP)
pada proses produksi
• Adanya peraturan yang ketat (ISO. HACCP,
Permenkes 1204)
• Pelanggan/ konsumen lebih kritis terhadap
produk
• Memperbaiki kualitas produk sehingga
memperpanjang usia/masa simpan produk
SAMPLING LINGKUNGAN
• Sampling udara di dalam ruangan dapat
dilakukan dengan cara meletakkan cawan
petri berisi medium pertumbuhan mikroba
pada tempat-tempat tertentu
• Dapat pula menggunakan alat khusus
Source Personnel
People are the largest contributor of airborne particles
in a Clean room.
- 1 Person shed 1 billion skin flakes per day.

How many 0.3 micron particles does a person shed in 1 Minute?


Activity Particles per Minute
Person sitting or standing 100,000
Moving arm 500,000
Walking slowly 5,000,000
Walking at an average pace 7,500,000
Walking quickly 10,000,000
BAKTERIA SUMBER

Staphylococci From skin

Micrococci From skin

Pseudomonas From water

Bacilli From soil, enveronment

Coryne form bacteria From skin


Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit
Kepmenkes 1204/MENKES/SK/X/2004
Methods for microbial air sampling
Air monitoring Monitoring

Sedimentation:Petri dishes simply left open


Filtration: Air sucked through membrane filter
Impinger: Air bubbled through liquid medium
Impaction: Organisms collected directly on agar
by centrifugal force, through rotating slit,
or like MAS-100® through perforated
lid (Anderson principle)
How can we monitor the cleanliness of the
environment ?

Sedimentation
Impaction Impingement

Filtration
Sedimentation plate
Kelebihan :
Mudah dilakukan
Murah NOT
OF
Kekurangan :
REAL
Hasil Semi-kualitatif HELP !
Lama membuka petri mempengaruhi hasil.
Turbulansi udara mempengaruhi hasil.
Partikel ukuran kecil tidak tertangkap (misal spora bakteri
Tidak ada hubungannya dengan volume udara.
Presisi rendah.
EM program – sampling plan:
The sampling plan should take into account:
The cleanliness level required at each site to be sampled.
Which types of samples are appropriate that is air samples and/or
surface samples.

Air Surface Personnel

Primary method Active air sampler Contact plate Finger plate for
(cfu/m3) (cfu/25cm2) Hands (cfu/5 fingers)
Contact plate
for gowns (cfu/25cm2)
Secondary method Settle plate (cfu/90mmSwab
over “X” time period)
Environmental Monitoring- Where?

Vial transport Filling Closing Capping


Rinsing Tunnel

Door handle
(Grade B)

Air Air Floor

Door handle Chair


Lock

Floor Floor
Material lock
Table
Intercom
Bench

Air Monitoring
Surface Monitoring
Particle Monitoring

72 Customer Seminar Malaysia April 2016


PEMERIKSAAN BAKTERI UDARA

Polusi udara baik dari polusi secara fisik,


kimia dan biologi. Polutan kasat mata
seperti bakteri dan kapang dapat menjadi
sumber infeksi bagi pekerja yang
beraktivitas di ruangan tersebut. Menurut
Permenkes No:1405/MENKES/SK/XI/2002
tentang Persyaratan Kesehatan
Lingkungan Kerja Perkantoran dan
Industri, jumlah kuman kurang dari 700
koloni/m3 udara serta bebas kuman
patogen.
 Berdasarkan Keputusan Menteri
Kesehatann RI Nomor : 1335 / menkes /
SK / V / 2002
Tentang standar operasional pengambilan
dan pengukuran sampel kualitas udara di
rumah sakit.
Titik pengambilan sampel
Jumlah titik sampel minimal sebesar 10%
dari jumlah masing-masing ruangan
Metode pendedahan / pengendapan

a. Siapkan 3 buah Petri disk steril dan isikan dengan PCA tunggu
hingga beku.
b. Letakan Petri pada lokasi yang akan disempling di 3 tempat
yang berbeda (maksud 3 tempat agar populasi udara terambil
secara rata, jumlah 3 petri tidak mengikat. Bila lokasi cukup
luas dapat dilebihkan / jumlah Petri tergantung luas lokasi yang
akan disampling) Petri biarkan dalam kondisi terbuka, jauh
dari sinar matahari langsung dan biarkan selama 10 menit.
c. Inkubasi Petri pada suhu 30 ºC selama 24 jam, buat kontrol
(agar yang tidak dibuka pada praktek ini bias digunakan
kontrol agar pada pemeriksaan TPC.
d. Hitung koloni yang tumbuh pada bagian atas media, tidak ada
keterikatan antara 30 – 300, seluruh koloni yang tumbuh
dihitung..
Jumlah titik sangat tergantung dari luas ruangan ( 10% dari
luas ruangan )
Metode pengisapan udara dengan alat
impinger

A. Persiapan
1. Periksa batterai melalui indicator Flow Rate
(tingkat akhir) 2,0 Lpm (liter/menit) apabila
indicator kisaran naik turun 0,2 L-m perlu diganti
batterai.
2. Isi Impinger dengan larutan fisiologis NaCl 0,9%
atau media buffer pepton 1 % sebanyak 10 ml.
3. Tutup tabung impinger dengan rapat , jangan
sampai terdapat gelembung.
4. Sterilisasi tabung impinger yang sudah berisi
media penyerap dengan sterilisasi basah pada
suhu 121 ºC , selama 15 menit.
5. Tempatkan impinger pada badan alat.
B. Pelaksanaan.
1. Impinger yang telah berisi larutan media
atau NaCl 0,9% dihubungkan dengan Flow
meter.
2. Hidupkan alat dan atur flow meter 1-2 Lpm
(tergantung luas ruangan)
3. Baca dan catat flow meter pada skala
indicator

4. Lakukan pengambilan sampel selama 15-30


menit, sesuai dengan kondisi kebersihan
ruangan.
5. Matikan alat dan lepaskan impinger dari
badan alat.
6. Masukan sampel kedalam Cool Box dan bawa
ke laboratorium.
C. Metode Analisis
• Siapkan 5 buah cawan Petri steril
• Tuangkan sampel kedalam 4 cawan Petri steril,
masing-masing 1 ml.
• Pada Petri ke 5 digunakan sebagai kontrol (tanpa
sampel)
• ada ke 5 cawan Petri masing-masing tuangkan
media agar (Plate Count Agar) sebanyak 10-15
ml dalam suhu 46-50 ºC.
• Goyangkan ke 5 cawan Petri secara perlahan agar
bercampur merata.
• Diamkan cawan Petri yang berisi sampel sampai
membeku kemudian inkubasi dalam incubator
suhu 37 ºC selama 24 - 48 jam, dengan posisi
cawan terbalik..
• Koloni yang tumbuh di hitung.
Perhitungan
R [ koloni/ml ] =[a+e]+[b+e]+[c+e]+[d+e]
______________________________________________
4

JK = R x V x 1000/m³
____________________
Qxt

Keterangan :
JK : Jumlah Kuman
R : Jumlah koloni rata-rata
V : Larutan fisiologis / media [ ml ]
Q : Debit aliran udara [ L / menit ]
t : Lamanya waktu pengambilan sampel [ menit ]
a,b,c,d : Jumlah koloni pada cawan Petri a,b,c dan d.
e : Jumlah koloni pada cawan Petri kontrol
Contoh jenis media yang dapat
digunakan :
JENIS MEDIA TARGET MIKROORGANISME
Blood Agar Total bakteri
Nutrien Agar Total bakteri
Plate Coun Agar Total bakteri
Potato dextrosa Agar jamur
Rose bengal Chloramphenicol Jamur
STAPHYLOCOCCUS AUREUS
 Kingdom : Monera
Divisio : Firmicutes
Class : Bacilli
Order : Bacillales
Family : Staphylococcaceae
Genus : Staphilococcus
Species : Staphilococcus aureus
 Staphylococcus aureus merupakan bakteri Gram
Positif, tidak bergerak, tidak berspora dan mampu
membentuk kapsul. (Boyd, 1980),
 berbentuk kokus dan umumnya tumbuh
berpasangan maupun berkelompok tersusun
seperti buah anggur (Todar, 2002)
 Staphylococcus aureus adalah bakteri aerob dan
anaerob, fakultatif yang mampu
menfermentasikan manitol dan menghasilkan
enzim koagulase, hyalurodinase, fosfatase,
protease dan lipase.
 Staphylococcus aureus mengandung lysostaphin yang
dapat menyebabkan lisisnya sel darah merah.
 Toksin yang dibentuk oleh Staphylococcus aureus
adalah haemolysin alfa, beta, gamma delta dan apsilon.
 Toksin lain ialah leukosidin, enterotoksin dan eksfoliatin.
 Enterotosin dan eksoenzim dapat menyebabkan
keracunan makanan terutama yang mempengaruhi
saluran pencernaan.
 Leukosidin menyerang leukosit sehingga daya tahan
tubuh akan menurun.
 Eksofoliatin merupakan toksin yang menyerang kulit
dengan tanda-tanda kulit terkena luka bakar. (Boyd,
1980; Schlegel, 1994
 Suhu optimum untuk pertumbuhan
Staphylococcus aureus adalah 35o – 37o C
dengan suhu minimum 6,7o C dan suhu
maksimum 45,4o C.
 Bakteri ini dapat tumbuh pada pH 4,0 – 9,8
dengan pH optimum 7,0 – 7,5.
 Pertumbuhan pada pH mendekati 9,8 hanya
mungkin bila substratnya mempunyai
komposisi yang baik untuk pertumbuhannya
IDENTIFIKASI STAPHYLOCOCCUS

S. aerius S. epidermidid S. saprophyticus


Koagulasi + _ _
Hemolisis + +/- -
Mannitol - - +
Corynebacterium diphtheriae

 C. diphtheriae , anaerobik fakultatif dan Gram


positif, tidak berkapsul, tidak berspora, tak
bergerak,
 Merupakan basilus yang pleumorfik, umumnya sel
membentuk sudut tegak lurus satu terhadap yang
lain
 Panjang 1 hingga 8 µm dan lebar 0,3 hingga 0,8
µm.
 Banyak strain C. diphtheriae yang memproduksi
racun difteri, eksotoksin protein, dengan berat
molekul 62 kilodalton
 Ciri khas sel yang lebih tua penampilannya
seperti butiran bila di warnai dengan beberapa
pewarna seperti biru metilen butiran disebut
metakromatik
 Aerobik/anaerobik fakultatif
 Patogen penyebab difteri
 Kebanyakan energi didapat dari fermentasi
glukosa, disertai oleh produksi asam laktat
secara cepat
 Klasifikasi bakteri dari genus Streptococcus
disusun berdasarkan sifat-sifat hemolitik yang
dimiliki yaitu Streptococcus hemolitik alpha,
hemolitik beta, dan hemolitik gamma
STREPTOCOCCUS

 Streptococcus Pneumoniae adalah diplococcus gram


positif, sering berbentuk lancet atau berbentuk rantai,
 Tidak bergerak, tidak berspora dan tidak berkapsul
 Bakteri ini dapat ditemukan di bagian mulut, usus
manusia dan hewan.
 Spesies bakteri Streptococcus yang bersifat patogen
diantaranya dapat menyebabkan penyakit seperti
pneumonia, meningitis, necrotizing fasciitis, erisipelas,
radang tenggorokan, dan endokarditis.
STREPTOCOCCUS
 Selnya berbentuk bola atau bulat telur
berdiameter 0,5 sampai 1,0 Um, tidak bergerak
dan merupakan bakteri anaerob fakultatif
 Untuk membedakan antara kelompok
Streptococcus dilakukan dengan uji morfologi,
kultural, biokimia dan serologis
 Streptococcus dapat dibagi dalam kelompok yang
menghasilkan hemolisin dan kelompok yang tidak
menmghasilkan.
 Cawan agar yang mengandung darah
kemudian diinokulasi dengan bakteri
Streptococcus akan didapat koloni terpencil :
 Koloni yang dikelilingi warna kehijauan disebut
Streptococcus viridans atau alpha hemolitik
 Streptococcus dengan pelangi yang jelas
disekeliling Koloni disebut beta hemolitik
 Streptococcus tanpa zone hemolitik
disekeliling koloni disebut non hemolitik
MYCOBACTERIUM TUBERCOLOSIS

 Bakteri bentuk batang langsing, lurus atau


lengkung, ukuran 0,3 -0,6 um x 0,5 -4,0um
 Tidak bergerak dan tidak membentuk spora
atau kapsul
 Sulit diwarnai dengan zat warna biasa, tapi
mudah diwarnai dengan pewarna tahan asam
Ziehl-Neelson
BACILLUS
 Bacillus subtilis selnya berbentuk basil, ada yang tebal dan yang
tipis.
 Biasanya bentuk rantai atau terpisah. Sebagian motil dan adapula
yang non motil.
 Semua membentuk endospora yang berbentuk bulat dan oval.
 Merupakan jenis kelompok bakteri termofilik yang dapat tumbuh
pada kisaran suhu 45 °C – 55 °C dan mempunyai pertumbuhan
suhu optimum pada suhu 60 °C – 80 °.
 Bacillus subtilis termasuk jenis Bacillus. Bakteri ini termasuk bakteri
gram positif, katalase positif yang umum ditemukan di tanah.
 Bacillus subtilis mempunyai kemampuan untuk membentuk
endospora yang protektif yang memberi kemampuan bakteri tersebut
mentolerir keadaan yang ekstrim.
 Bacillus subtilis diklasifikasikan sebagai obligat
anaerob walau penelitian sekarang tidak benar.
 Bacillus subtilis tidak dianggap sebagai patogen
walaupun kontaminasi makanan tetapi jarang
menyebabkan keracunan makanan.
 ·Sporanya dapat tahan terhadap panas tinggi yang
sering digunakan pada makanan dan bertanggung
jawab terhadap kerusakan pada roti.
PSEUDOMONAS AERUGINOSA
 Berbentuk batang dengan ukuran sekitar 0,6 x 2 μm.
 ·Bakteri ini terlihat sebagai bakteri tunggal,
berpasangan, dan terkadang membentuk rantai yang
pendek.
 ·Termasuk bakteri gram negatif. Bakteri ini bersifat
aerob, katalase positif, oksidase positif, tidak mampu
memfermentasi tetapi dapat mengoksidasi
glukosa/karbohidrat lain, tidak berspora, tidak
mempunyai selubung (sheat) dan mempunyai flagel
monotrika (flagel tunggal pada kutub) sehingga selalu
bergerak. Bakteri ini dapat tumbuh di air suling dan
akan tumbuh dengan baik dengan adanya unsur N
 Suhu optimum untuk pertumbuhan P.
aeruginosa adalah 42o C. P. aeruginosa mudah
tumbuh pada berbagai media pembiakan
karena kebutuhan nutrisinya sangat
sederhana.
 ·Membentuk biofilm untuk membantu
kelangsungan hidupnya saat membentuk
koloni pada paru-paru manusia
 Koloni yang dibentuk halus bulat dengan warna
fluoresensi yang kehijau-hijauan.
PENUGASAN

 Resume/ringkaslah isi dari


perundangan/peraturan yang terkait dengan
pengendalian pencemaran udara.(nasional dan
regional)