Anda di halaman 1dari 10

Hubungan Pandangan Religious

Terhadap Penyelesaian Konflik Sosial

Noviajun Dwi Putri


102011153
Pandangan
Dualistis

Membentuk
Orientasi Hidup

Memberi
Bantuan
Membangun berupa
Kemandirian Pandangan
/pemikiran
kepada
masyarakat

Membangun
Komunitas Sehat
Konflik Sosial
Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu
proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga
kelompok) dimana salah satu pihak berusaha
menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya
atau membuatnya tidak berdaya.

Suatu konflik dapat juga terjadi karena perbedaan


pendapat, keyakinan, latar belakang, adat istiadat, salah
paham, ada pihak yang dirugikan, kurangnya iman, dan
perasaan sensitif.
Hasil dari sebuah konflik adalah sebagai berikut:
(1) meningkatkan solidaritas sesama anggota
kelompok (in-group) yang mengalami konflik dengan
kelompok lain; (2) keretakan hubungan antar
kelompok yang bertikai; (3) perubahan kepribadian
pada individu; (4) kerusakan harta benda dan
hilangnya jiwa manusia; (5) dominasi bahkan
penaklukan salah satu pihak yang terlibat dalam
konflik; (6) menurunnya nilai-nilai iman; dan (7)
traumatik yang berkepanjangan.
Strategi yang dipandang lebih efektif dalam
pengelolaan konflik meliputi: (1) koesistensi damai,
yaitu mengendalikan konflik dengan cara tidak saling
mengganggu dan saling merugikan, dengan
menetapkan peraturan yang mengacu pada perdamaian
serta diterapkan secara ketat dan konsekuen; (2)
dengan mediasi (perantaraan). Jika penyelesaian
konflik menemui jalan buntu, masing-masing pihak bisa
menunjuk pihak ketiga untuk menjadi perantara yang
berperan secara jujur dan adil serta tidak memihak.
Penyelesaian konflik bisa dilakukan dengan
cara memberi pemahaman, pemikiran, serta
pandangan yang positif seperti pandangan
agama atau religious world view jika terjadi
menurunnya nilai-nilai iman.
World view adalah asumsi-asumsi dasar
dalam melihat realitas yang ada dibalik perilaku
atau kepercayaan.
Bagi manusia harus memahami pentingnya
mengenal world view sebagai berikut :
 Membentuk orientasi hidup
 Membangun kemandirian
Religious world view dimana menekankan bahwa
:
 ALLAH itu pencipta dan penguasa dunia yang
penuh kasih
 ALLAH mempunyai tujuan dalam sejarah ini
(dunia yang baru damai sejahtera)
 ALLAH menghendaki adanya masyarakat yang
damai dan sejahtera
Dengan adanya pemberian pandangan religious
dan adanya pemahaman akan hal tersebut, maka
masyarakat tidak akan mengalami konflik sosial
jika benar-benar dipahami dan hidup saling
menghargai satu sama lain serta tetap
mengandalkan ALLAH dalam setiap pekerjaan
PANDANGAN DUALISTIS
Pandangan dualistis yang membagi seluruh kenyataan menjadi
subjek dan objek, manusia dunia, dan sebagainya.

Pandangan dualistis memisahkan antara surgawi-duniawi.


Sebagaimana contoh, apa yang kita lakukan dan kita rasa itu
perbuatan yang benar belum tentu sesuai dengan apa yang diinginkan
ALLAH.

Pandangan dualistis bisa terjadi karena timbulnya konflik sosial,


namun juga bisa menyebabkan konflik sosial.