Anda di halaman 1dari 16

TUGAS MCMR

NAMA: ASTINA
NIM: 201583071
1. Permasalahan kesehatan yang terjadi di indonesia
dan maluku
1.1 Masalah Kesehatan
1.1.1 Hepatitis
Hepatitis adalah penyakit infeksi hati yang disebabkan oleh
virus Hepatitis A, B, C, D atau E. Prevalensi hepatitis 2013 adalah
1,2 persen, dua kali lebih tinggi dibandingkan 2007 (Gambar
3.4.5). Lima provinsi dengan prevalensi hepatitis tertinggi adalah
Nusa Tenggara Timur (4,3%), Papua (2,9%), Sulawesi Selatan
(2,5%), Sulawesi Tengah (2,3%) dan Maluku (2,3%) (Tabel 3.4.5).
Bila dibandingkan dengan Riskesdas 2007, Nusa Tenggara
Timur masih merupakan provinsi dengan prevalensi hepatitis
tertinggi.
LOGO
1.1.2 Penyakit Tidak
Menular
a. Diabetes Mellitus

Gambar 3.5.2 menunjukkan kecenderungan prevalensi DM berdasarkan wawancara


tahun 2013 adalah 2,1 persen (Indonesia), lebih tinggi dibanding tahun 2007 (1,1%).
Dua provinsi, yaitu Papua Barat dan Nusa Tenggara Barat terlihat ada
kecenderungan menurun, 31 provinsi lainnya menunjukkan kenaikan prevalensi DM
yang cukup berarti seperti Maluku (0,5% menjadi 2,1%), Sulawesi Selatan (0,8%
menjadi 3,4%), dan Nusa Tenggara Timur (1,2% menjadi 3,3%).
b. Hipertensi

Gambar 3.5.3 menunjukkan kecenderungan prevalensi hipertensi

diagnosis oleh nakes berdasarkan wawancara tahun 2013 (9,5%) lebih tinggi dibanding
tahun 2007(7,6%). Tiga provinsi, yaitu Papua, Papua Barat dan Riau terlihat ada
penurunan. Enam provinsi tidak terjadi perubahan seperti Nusa Tenggara Barat,
Sumatera Barat, Bengkulu, Kalimantan Barat, Aceh, dan DKI Jakarta. Di provinsi lainnya
prevalensi hipertensi cenderung meningkat.
Gambar 3.5.4 menunjukkan kecenderungan prevalensi hipertensi
berdasarkan pengukuran yang menunjukkan penurunan yang sangat
berarti dari 31,7 persen tahun 2007 menjadi 25,8 persen tahun 2013.
c. Stroke

Gambar 3.5.5 menunjukkan kecenderungan prevalensi stroke


berdasarkan wawancara menunjukkan kenaikan dari 8,3 per mil tahun
2007 menjadi 12,1 per mil. Terlihat kecenderungan menurun yang cukup
berarti di dua provinsi yaitu Kepulauan Riau dan Aceh, provinsi lainnya
cenderung meningkat.
1.2 Penyebab Permasalahan Kesehatan di Indonesia dan Maluku
1.2.1 Pola konsumsi makanan berisiko
Perilaku konsumsi makanan berisiko, antara lain kebiasaan mengonsumsi
makanan/minuman manis, asin, berlemak, dibakar/panggang, diawetkan,
berkafein, dan berpenyedap adalah perilaku berisiko penyakit degeneratif.
Lima provinsi tertinggi di atas rerata nasional adalah Jawa Tengah
(60,3%), DI Yogyakarta (50,7%), Jawa Barat (50,1%), Jawa Timur
(49,5%), dan Banten (48,8%).

1.2.2 Perilaku aktivitas fisik


Proporsi aktivitas fisik tergolong kurang aktif secara umum adalah 26,1
persen. Terdapat 22 provinsi dengan penduduk aktivitas fisik tergolong kurang
aktif berada diatas rata-rata Indonesia. Lima tertinggi adalah provinsi
penduduk DKI Jakarta (44,2%), Papua (38,9%), Papua Barat (37,8%), Sulawesi
Tenggara dan Aceh (masing-masing 37,2%)
1.2.3 Perilaku konsumsi sayur dan buah
Riskesdas 2007 dan 2013 mengumpulkan hal yang sama
143 sehingga dapat dilakukan analisis kecenderungan
proporsi penduduk umur >10 tahun yang mengonsumsi
kurang sayur dan buah.

1.2.4 Penggunaan Tembakau


Proporsi perokok saat ini terbanyak di Kepulauan Riau dengan
perokok setiap hari 27,2 persen dan kadang-kadang merokok 3,5
persen. proporsi penduduk umur ≥15 tahun dari 2 survei tersebut,
hasil GATS 2011 dan Riskesdas 2013. Tampak proporsi perokok laki-
laki 67,0 persen tahun 2011, menjadi 64,9 persen tahun 2013.
Demikian halnya dengan perokok perempuan yang menurut GATS
adalah 2,7 persen tahun 2011 dan 2,1 persen menurut Riskesdas
2013
1.2.5 Pengolahan air minum
Dari 70,1 persen rumah tangga yang melakukan
pengolahan air sebelum diminum, 96,5 persennya
melakukan pengolahan dengan cara dimasak.
1.2.6 PHBS
1.3 Upaya Penanganan
1. Pendekatan faktor resiko penyakit tidak menular
terintegrasi di fasilitas layanan primer (Pandu PTM)
2. Posbindu PTM (Pos Pembinaan Terpadu Penyakit
Tidak Menular)
3. CERDIK dan PATUH di Posbindu PTM dan Balai gaya
hidup sehat
4. Imunisasi Hb0
5. Jaminan Kesehatan Nasional
Refrensi

1. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Profil kesehatan


indonesia 2015. Jakarta: Kementrian Kesehatan Republik Indonesia;
2016
2. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Riset Kesehatan
Dasar 2013. Jakarta: Kementrian Kesehatan Republik Indonesia; 2013