Anda di halaman 1dari 17

Oleh:

Aricandana
ANATOMI KEPALA BAYI

Dorr, P. J dan V. M Khouw. 2015. Obstetri Intervensi. Sagung Seto, Jakarta


ANATOMI KEPALA BAYI

Dorr, P. J dan V. M Khouw. 2015. Obstetri Intervensi. Sagung Seto, Jakarta


ANATOMI JALAN LAHIR
• Terdiri dari:
• Jalan lahir bagian tulang
o Tulang inominata (ileum, ischium,
pubis)
o Sakrum
o Koksigis
• Jalan lahir bagian lunak (cervix,
vagina, otot dasar panggul)

Dorr, P. J dan V. M Khouw. 2015. Obstetri Intervensi. Sagung Seto, Jakarta


ANATOMI JALAN LAHIR

• Bidang – bidang panggul


o Pintu atas panggul
o Bidang luas panggul
o Pintu tengah panggul
o Pintu bawah panggul

Dorr, P. J dan V. M Khouw. 2015. Obstetri Intervensi. Sagung Seto, Jakarta


ANATOMI JALAN LAHIR
• Hodge I  Pintu atas panggul
• Hodge II  Sejajar HI, melewati tepi bawah simfisis
• Hodge III  Sejajar HI-II, melewati spina ischiadica
• Hodge IV  Sejajar HI-III, melewati artikulasi
sakrokoksigis

Dorr, P. J dan V. M Khouw. 2015. Obstetri Intervensi. Sagung Seto, Jakarta


Bidang Batasan : D()depan), L(lateral, Dimensi(cm): D(depan),
B(belakang) B(belakang), Tr(Transversa)
Pintu Atas Panggul D: pinggir atas simfisis pubis DB : 10,5 - 11,5
L: linea inominata Tr: 13
B: promontorium
Bidang Luas Panggul D: bidang posterior tengah simfisis DB : 12 - 13
pubis Tr : 12 - 13
L: foramen obturatorium
B: vertebra sakralis III
Bidang Tengah Panggul D: tepi bawah simfisis pubis DB : 11 - 12
L: spina iskiadika Tr : 10,5 - 11,5
B: batas vertebra sakralis IV/V
Pintu Bawah Panggul Segitiga anterior: DB : 9,5 - 12
D: tepi bawah simfisis pubis Tr : 11 - 12
L: tuber iskiadika
Segitiga posterior :
L: tuber iskiadika
B: artikulasi sakrokoksigis
Berputarnya kepala dengan suatu cara yang secara bertahap
menggerakkan oksiput dari posisi asalnya ke anterior menuju
simfisis pubis atau ke posterior menuju sakrum (jarang)

Lengkap biasanya pada saat kepala mencapai dasar panggul.


7 CARDINAL MOVEMENT
• ENGAGEMENT
• DESCENT
• FLEXION
• INTERNAL ROTATION
• EXTENSION
• EXTERNAL ROTATION
• EXPULSION
Putaran paksi dalam terjadi karena :
 Akibat kombinasi elastisitas diafragma pelvis dan tekanan
intrauterine disebabkan oleh his yang berulang-ulang
 Kepala relative fleksibel terhadap badan; pada posisi fleksi, kepala
akan lebih fleksi selama penurunan kepala (dan disusul dengan
ekstensi pada posisi ekstensi)
 Kutub eksentris : karena adanya kontraksi, kutub eksentris akan
berputar ke depan melewati lengkungan jalan lahir
Kegagalan Pada Putar Paksi Dalam
• Deep Transverse Arrest  Obstruksi pada persalinan, karena kepala
bayi gagal mengadakan rotasi dari arah UUK melintang menjadi UUK
anterior
• Posisi Oksiput Posterior Persisten  Malrotasi dari arah UUK
melintang menjadi UUK posterior
TERIMA KASIH