Anda di halaman 1dari 23

BEST PRACTICE BELAJAR DARI

PROGRAM KEMITRAAN
Pembelajaran Dari Program Kemitraan
OPTIMALISASI PENGAWASAN TERHADAP PELAKSANAAN
STANDAR PROSES BERBASIS PENELITIAN TINDAKAN
KELAS
MENGGUNAKAN TEKNIK CAT-MOSI SUATU LANGKAH
CERDAS UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS
PENGELOLAAN SEKOLAH PADA SMA BINAAN DI
KABUPATEN DOMPU

Oleh :
SUAIDIN
PENGAWAS SMA/SMK
KABUPATEN DOMPU NTB
Latar Belakang

Permendiknas Nomor 65 tahun


2013 tentang Standar Proses,
mengamanatkan kepada guru
bahwa dalam melaksanakan
tugasnya hendaknya
memberikan pelayanan minimal
sesuai dengan standar yang GURU DALAM
ditetapkan. MELAKSANAKAN
PEMBELAJARAN SERING
Standar proses meliputi TIDAK MENGACU PADA
perencanaan proses STANDAR PROSES
pembelajaran, pelaksanaan (perencanaan,
proses pembelajaran, penilaian pelaksanaan,
hasil belajar, dan pengawasan penilaian, pengawasan
proses pembelajaran proses)
Permasalahan yang dihadapi

 PBM di SMAN 1 Dompu,secara umum belum mampu


melaksanakan ketentuan sebagaimana yang diatur dalam
Standar Proses. masih sangat memprihatinkan.
 Perencanaan proses Pembelajaran (RPP) masih bersifat
administrasi , belum menggunakan RPP dalam KBM di
kelas secara efektif
 Pelaksanaan Proses Pembelajaran belum mematuhi
tahapan kegiatan yang dipersyaratkan .
 Pada Standar Penilaian Hasil Belajar masih banyak
ditemukan bahwa guru belum mampu menyusun tes
secara baik, yaitu guru belum mampu mengembangkan
alat ukur terhadap apa yang hendak diukur Sehingga
sering terjadi kesenjangan nilai yang mencolok antara nilai
Ujian Sekolah (U S) dengan Nilai Ujian Nasional (U N).
Rumusan Masalah

 Bagaimanakah Optimalisasi Pengawasan


Terhadap Pelaksanaan Standar Proses
Berbasis Peneliian Tindakan Kelas
Menggunakan Teknik Cat-Mosi Menjadikan
Suatu Langkah Yang Cerdas Meningkatkan
Kualitas Pengelolaan Sekolah Pada SMA
Binaan Di Kabupaten Dompu?
Tujuan

 mengoptimalkan kegiatan Pengawasan


Terhadap Pelaksanaan Standar Proses
Berbasis PTK Menggunakan Teknik Cat-
Mosi Sebagai Langkah Cerdas
Meningkatkan Kualitas Pengelolaan
Sekolah Pada SMAN Binaan di
Kabupaten Dompu -NTB
grand theory
1. Hakikat Kualitas Sekolah Menengah
Suatu kondisi sekolah yang mampu melakukan proses
pembelajaran yang efektif dan efisien sehingga mampu
meningkatkan penguasaan kompetensi secara maksimal.
2. Hakikat Optimalisasi pengawasan
upaya peningkatan pengawasan terhadap guru dalam
pelaksanaan proses pembelajaran dengan tujuan
memberikan pelayanan dan bantuan sehingga terjadi
perbaikan proses pembelajaran.
3. Standar Proses
Standar proses meliputi; 1). Perencanaan proses
pembelajaran; 2). Pelaksanaan proses pembelajaran,; 3).
Penilaian hasil belajar; 4). Pengawasan proses pembelajaran
grand theory
4. Pelaksanaan Standar Proses Yang Berbasis PTK.
 Untuk merencanakan, melaksanakan proses
pembelajaran yang bermutu, menilai, dan mengevaluasi hasil
pembelajaran diperlukan sebuah Penelitian Tindakan Kelas
(PTK).
 Implenetasi hasil Kemitraan ,saya berusaha keras agar guru :
“ Dapat MELAKSANAKAN APA YANG DITULIS dan DAPAT MENULIS
APA YANG SUDAH DI LAKSANAKAN”. SEHINGGA SETIAP SEMESTER
DIHARAPKAN GURU DAPAT MENGHASIL PRODUK PTK SALAH SATU
SARAT WAJIB NAIK PANGKAT “
 PTK dapat membantu guru memperbaiki mutu
pembelajaran, meningkatkan profesionalitas guru,
meningkatkan rasa percaya diri guru,
 Dengan melakukan PTK, guru menjadi terbiasa menulis,
Pembahasan
 Terinspirasi dari belajar di sekolah mitra, saya berupaya
mengenjot guru melaksanakan PBM bermutu di SMAN 1
Dompu melalui “Optimalisasi Pengawasan Terhadap
Pelaksanaan Standar Proses Berbasis Peneliian
Tindakan Kelas Menggunakan Teknik Cat-Mosi
 Teknik CAT-MOSI , modifikasi Pendekatan saintifik yakni:
singkatan dari Contoh, Amati,Tiru,Modifikasi dan Presentasi. .
CAT-MOSI :teknik dalam meng-optimalkan pengawasan
pengelolaan pembelajaran berdasarkan standar proses yang
dilakukan secara teratur dan berkesinambungan .
 Oleh sebab itu optimalisasi pengawasan terhadap
pelaksanaan pengelolaan pembelajaran yang bermutu
berdasarkan standar proses dilakukan dengan strategi 5
(lima) Langkah : (Langkah Cerdas)
Strategi Pemecahan Masalah

I. Optimalisasi Pengawasan Perencanaan Proses


Pembelajaran
II. Optimalisasi Pengawasan Pelaksanaan
Pembelajaran
III. Optimalisasi Pengawasan Penilaian Hasil Belajar
IV. Optimalisasi Pengawasan Proses Pembelajaran
Berbasis PTK
V. Penulisan dan Seminar Laporan Penelitian Tindakan
Kelas
(Merayakan Keberhasil).
Optimalisasi Pengawasan Perencanaan
1 Proses Pembelajaran (11 sd 13 Mei 2015)
 Tahap I (IN-1).Kegiatan Formal
 Guru dikumpulkan dalam pertemuan melalukan kegiatan IHT dengan
membawa RPP dan permasalahan yang dihadapi dikelasnya
 Dimana guru senior golongan IVB sebagai pendamping/kolaborator.
 Fasilitator Menyampaiakan materi – materi dalam bentuk tayangan.
 Peserta diskusi kerja praktek terbimbing dengan teknik CAT-MOSI menyusun
RPP berdasarkan standar proses .
 Adapun langkah-langkah teknik CAT-MOSI meliputi Pemberian contoh
 Dari contoh RPP tersebut guru meng-Amati secara utuh model RPP ,
 Kemudian guru Men-Tiru , Me-Modifikasi dan Preentasi RPP tersebut sesuai
situasi sekolah, konsisi peserta didik dan lingkungan sekolah nya..
 Fasilitator dan guru pendamping (guru Senior) berkeliling membantu peserta yang
mengalami masalah
 Selanjutnya dengan cara yang sama , peserta diberikan contoh Proposal PTK,
tugas pesrta adalah sama di atas.
1 LANJUTAN

 Tahap II (ON-1).Kegiatan Informal (15-23 Mei 2015)


Pada tahanp II (On-1) ini dimulai tanggal 15 Mei s.d 23 Mei
2015. Tugas Peserta adalah melanjutkan diskusi informal
melakukan kegiatan mandiri dan mencobakan dalam kelas
dalam bentuk kegiatan Siklus PTK (Siklus I) didampingi oleh
guru senior pada rumpun MP sejenis.

 Tahap III (IN-2) : Kegiatan Formal.


Pada kegiatan tahap III (IN-2) kali ini peserta/guru
kembali berkumpul dalam Petemuan IHT selama
1(satu) hari yaitu tanggal 25 Mei 2015 melakukan
Presentasi Reel Teaching dan demonstrasi
pembelajaran oleh guru senior sebagai guru model..
Strategi Optimalisasi Pengawasan
2
Pelaksanaan Pembelajaran (26 Mei sd 30 mei 2015.)
 Pada tahap ini disebut ON-2, dimana semua peserta melakukan
pembelajaran dikelas berbasis Penelitian Tindakan kelas sesuai jadwal
pelajaran sekolah dengan tahapan Siklus II dan seterusnya mulai tanggal
26 Mei sd tanggal 30 mei 2015..
 Dimana setiap siklus terdiri dari empat langkah, yaitu: 1)perencanaan, 2)
pelaksanaan tindakan, 3) observasi, dan 4) refleksi.. Di obserfer langsung
oleh guru senior golongan IV-B Yang tergabung dalam Tim penilai PKG
dan kepala sekolah masing-masing

 Fokus pengawasannya terletak pada rincian kegiatannya, yaitu:


 Kegiatan Pendahuluan,
 Kegiatan Inti dan
 Kegiatan Penutup
 Untuk memudahkan pengawas dalam melaksanakan tugas
kepengawasannya, maka pengawas cukup membuat daftar ceklist pada
instrument
Strategi Optimalisasi Pengawasan
3 Penilaian Hasil Belajar (26 Mei sd 30 mei 2015.)
 Bimbingan secara individu, pengawas langsung dapat melakukan telaah
soal yang telah dibuat guru, baik soal ulangan harian, maupun ulangan
semester.
 Sedangkan bimbingan kelompok dapat dilakukan dalam kesempatan
penyusunan soal Ujian Sekolah, dengan pola WorkShop. (Acuan Materinya
: Buku Teknik Penulisan Soal oleh Safari, M.A).
 Mengingat waktu yang terbatas dan momenya tidak tepat dilaksanakan
juni maka maka optimalisasi pengawasan penilaian hasil belajar
dilaksanakan sebagai Rencana Pengembangan kegiatan pengawasan
untuk semua sekolah binaan dilaksanakan secara kelompok melalui pola
Work Shop.Dengan tahapan kegiatan sebagai berikut :
 .Melakukan review dan revisi terhadap rancangan penilaian yang
dikembangkan dalam silabus dan RPP
 Melaksanakan penilaian sesuai rancangan yang telah direvisi untuk
mengetahui pencapaian kompetensi
 Melakukan analisis hasil ulangan dan tindak lanjut sampai pada master
soal serta Bank Soal. .
Strategi Optimalisasi Pengawasan Proses
4 Pembelajaran
 Pengawasan proses pembelajaran dilakaukan
melalui proses : memantau, mensupervisi, dan
mengevaluasi, serta menindaklanjuti seluruh proses
yang ada, mulai dari perencanaan proses
pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran
serta evaluasi hasil belajar peserta didik. Hasil
kepengawasan ini menjadi rekomendasi dan refleksi,
baik bagi guru, kepala sekolah maupun untuk
kepentingan lain.
Penulisan dan Seminar Laporan
5 Penelitian Tindakan Kelas (13 juli sd 20 juli ‘015)
 Setelah semua peserta pada tahap ini melakukan
pembelajaran dikelas berbasis PTK
 Dengan tahapan terdiri dari beberapa siklus. Dimana
setiap siklus terdiri dari empat langkah, yaitu:
1)perencanaan, 2) pelaksanaan tindakan, 3) observasi,
dan 4) refleksi.
 Maka dilanjutkan Penulisan laporan PTK yang
didampingi langsung oleh guru senior golongan IV-B
Yang tergabung dalam Tim penilai PKG.
 Mengingat waktu yang terbatas maka maka
optimalisasi pengawasan standar proses berbasisis Produk
PTK sedang dalam proseses . Sehingga direncanakan
sebagai rencana Pengembangan kegiatan pengawasan
untuk semua sekolah binaan setelah siklus II dan atau III
berakir
Seminar Hasil Laporan
PTK (Program Pengembangan) Minggu IV juli 2015)
)
 Setelah semua berhasil menulis laporan PTK , maka
dirayakan keberhasilan dalam acara “Seminar
Laporan Penelitian Tindakan Kelas).
 Mengingat TIM Angka Kredit sampai IV/B ada di
daerah, maka Peserta yang terbaik lolos penilaian
APIK diberi penghargaan angka Kredit 4 dan
sertifikat kegiatan seminar PKB.
RENCANA PENGEMBANGAN
TINDAK LANJUT
 Optimalisasi Pengawasan Terhadap Pelaksanaan Standar Proses
Berbasis Peneliian Tindakan Kelas menggunakan teknik CAT-
MOSI untul meningkatkan kualitas pengelolaan sekolah
Direncakan untuk semua sekolah Binaan di Kabupaten Dompu .

Yang akan dilakukan adalah sebagai berikut :


1. Mengoptimalkan pengawasan penilaian pembelajaran secara
kelompok melalui kegiatan Work Shop.
2. Mengoptimalkan pelaksanaan standar proses sambil
melaksanakan siklus penelitian untuk mendapatkan perbaikan
perbaikan pembejaran berupa laporan PTK sebagai salah satu
syarat wajib naik pangkat IIIb ke atas.
3. Melaksanakan pembinaan, pemantauan,dan penilaian untuk
semua SMA/SMK binaan di Kabupaten Dompu dengan
menggunakan Teknik CAT-MOSI yang lebih terarah, dan terpadu.
Dampak/Hasil yang dicapai
dari strategi yang dipilih.
1. Semua peserta berusaha dengan penuh semangat menyusun Perencanaan
Pembelajaran berbasis penelitian tindakan kelas.
2. Upaya copy paste mulai tergeser dengan modifikasi dokumen yang
dimilikinya melalui teknik CAT-MOSI, sehingga lebih implementatif.
3. Guru lebih siap melaksanakan pembelajaran dalam berbagai model
pembelajaran berbasis Penelitian Tindakan Kelas sehingga berdanpak
pada produk PTK yang dihasilkan untuk persiapan Usulan naik pangkat
yang lebih tinggi..
4. Sekolah berusaha melengkapi sarana dan prasarana pembelajaran.
5. Sekolah memiliki dokumen administrasi pembelajaran (Silabus, RPP,
Bahan Ajar, Bahan Tayangan / Power Point) baik soft copy maupun
hard copy.
6. Terjadinya peningkatan kualitas pelaksanaan pembelajaran dengan
indikator guru melaksanakan pembelajaran berdasarkan tahapan
pelaksanaan proses pembelajaran (Data Terlampir )
 Selengkapnya Jadwal Kegiatan sebagai
berikut.docx
KESIMPULAN

 Berdasarkan tujuan dan pembahasan: maka dapat ditarik kesimpulan


bahwa dengan bimbingan secara sistemik Pengawasan Standar Proses
berbasis Penelitian Tindakan Kelas dengan Teknik CAT-MOSI mulai dari
Optimalisasi Perencanaan pross pembelajaran, pelaksanaan proses
pembelajaran, penilaian proses pembelajaran dan pengawasan proses
pembelajaran dengan langkah-langkah sebagaimana yang diuraiakan di
bab sebelumnya diyakini dapat :
 Menjamin keterlaksanaan standar proses yang optimal,
 Sehingga dapat menjamin kinerja guru dan hasil belajar siswa menjadi
lebih baik.
 Juga dapat berdampak terhadap putusnya rantai pola mengajar berbasis
guru aktif menjadi pembelajaran berbasis siswa aktif .
 Dan dampak positif pula pada peningkatan minat dan kemampuan guru
melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas. sebagai indicator
meningkatknya kualitas pengelolaan sekolah Pada SMAN 1 Dompu dan
SMA/SMK binaan di Kabupaten Dompu pada umumnya.
SARAN

 Guru, Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah diharapkan


selalu bersinergis dalam memperhatikan implementasi
Standar Proses berbasis penelitian tindakan kelas pada
Satuan Pendidikan yang dipimpinnya .
 Adanya sinergis antara pengawas sekolah, kepala sekolah dan
tata usaha sekolah mempunyai peran yang sangat penting
dalam mengoptimalkan pelakasanaan standar proses sebagai
salah satu indicator pengelolaan sekolah yang bermutu.
 Pihak-pihak yang berkepentingan dibidang pendidikan
hendaknya selalu memberikan porsi lebih untuk kegiatan
peningkatan kemampuan guru dan kepala Sekolah dalam
implementasi Standar Proses.
Prosedur Analisis

Materi Pokok Penillaian


(Silabus) (Silabus)

Kompetensi Inti
1. Sikap Religius Alternatif Kegiatan Indikator RPP yang
Materi Pembelajaran: Sikap,
2. Sikap Personal- Mengamati, mencapai
Pembelajaran Pengetahuan,
Sosial Menanya, Mencoba/
Fakta, Konsep,
Mengumpulkan
dan Standar
3. Pengetahuan Prinsip, dan Keterampilan
data, Mengasosiasi, Kompetensi
4. Keterampilan Prosedur dan untuk
Mengomunikasikan Penilaian Lulusan

Pembelajaran
(Silabus)